Alasan Kami Menikah?

Alasan Kami Menikah?
Awal Kehancuran.


__ADS_3

Deg Deg Deg....


Saat pertama kali aku mendengar Dokter Edmund menjelaskan tentang penyakit psikologis yang di derita Archie, aku hanya diam menyimak dengan tenang dan penuh penghayatan. Namun saat beliau mengungkit tentang akar permasalahannya yang terkandung dalam dampak penyakit yang di deritanya, jantung ku langsung berpacu kencang dengan lonjakan dahsyat dari kata perkata yang beliau ucapkan.


"Dampak dari Psikopat yang di derita oleh Tuan Archie dapat menimbulkan penderitanya mengalami gejala anti heteroseksual!" Ucap Dokter Edmund di akhir perkataanya yang menggema di dada ku.


"Dengan kata lain, Tuan Archie tak memiliki ketertarikan kepada lawan jenis, sehingga mengalami penurunan libido sampai mengakibatkan impotensi."


"Apa?" Respon ku kaget sambil menatap lekat Hendri yang berdiri di ambang pintu dengan ekspresi dingin.


"Maksud anda selama ini Archie.."


"Nyonya," Potong beliau dengan suara lembut.


"Selama ini kami berusaha menggali metode yang komprehensif untuk kesembuhan penyakit yang di derita Tuan Archie, namun tak menemukan hasil yang maksimal selain metode hipnoterapi." Lanjutnya membuyarkan tatapan fokusku kepada Hendri yang berdiri di sana.


"Tuan Archie melakukan ini untuk menyembuhkan abnormal obsesinya kepada tangisan wanita." Jelasnya kembali.


Tak lama kemudian, Dokter Edmund mengeluarkan sebuah laptop dan menunjukkan sebuah video kepadaku.


"Ini adalah beberapa bukti dari cara kerja hipnoterapi yang kami terapkan kepada penderita yang mengalami penyakit yang sama dengan metode penyembuhan yang berlangsung berbeda!"


Video yang memperlihatkan Chika, wanita yang ku temui di dalam sebuah restoran waktu itu. Dia datang bersamaan Archie dari pintu masuk Hotel, datanglah Dokter Edmund beserta 2 dokter lainnya mengekori beliau. Tak lama kemudian, Chika di berikan semacam sugesti dan dia langsung tertidur setelah itu, ketika dia terbangun Archie dan dia berpura-pura pernah tidur bersamanya dengan berbaring bertelanjang dada di samping Chika.


Video Kedua nya memperlihatkan wanita yang berbeda datang bersama Archie dari pintu masuk kamar hotel. Sebelum mereka berdua masuk, Dokter Edmund beserta rombongan sudah berada di kamar Hotel. Setelah mereka berdua masuk, Archie beserta wanita itu diberi sugesti sampai mereka berdua pinsan, sejurus kemudian mereka berdua terbaring di kasur yang sama, namun kali ini sang wanita terbangun dalam keadaan menangis tersedu-sedu, sedang kan Archie hanya diam dan menatap nya dengan pandangan dingin tanpa ekspresi.


Video selanjutnya memperlihatkan, kejadian yang sama, dengan berbagai wanita yang berbeda-beda pula, dan dengan cara yang beragam, akan tetapi akhirnya tetap sama, yaitu mereka berdua akan tertidur di kasur yang sama dan tanpa pernah melakukan kontak fisik sama sekali.

__ADS_1


Lalu Video terakhir yang memperlihatkan nya yang datang bersama sekumpulan wanita yang pernah di ajak masuk kedalam kamar Hotel ini, di mana Dokter Edmund beserta rombongan dan juga Hendri sudah berada di dalamnya menunggu kehadiran mereka. Tak lama kemudian, aku familiar dengan Adegan selanjutnya di mana Archie keluar dari kamar Hotel dan di susul oleh Chika, lalu mereka kembali masuk ke kamar Hotel dengan membawa Yoona. Archie di beri pengarahan, dari salah satu dokter yang bersamaan mereka, sehingga Archie langsung membuka bajunya dan hanya bertelanjang dada, kemudian dia merangkak ke atas kasur, di ikuti oleh berbagai wanita yang mengikuti nya naik ke atas kasur. Di saat itulah terlihat Hendri yang keluar dari dalam kamar Hotel, dimana aku berada di hadapan pintu dan mempertontonkan adegan salah paham dan membuat ku seperti cacing kepanasan. Padahal setelah mereka semua berada di atas kasur. Mereka secara bersamaan terlihat langsung tiba-tiba pinsan, dan di berikan berbagai sugesti yang berlangsung lama, hingga akhirnya mereka semua terbangun dalam keadaan seperti pernah melakukan hubungan seksual.


"Nyonya?" Panggil Dokter Edmund membuyarkan tatapan kagetku setelah menonton semua video yang berlangsung singkat tersebut.


"Metode yang kami gunakan ini adalah hipnotis. Tapi sekeras apa pun kami mencoba, dengan metode seperti apapun kami melangkah. Semuanya selalu menemui jalan buntu. Bahkan, saya sudah kehabisan stock wanita untuk membantu Tuan Archie menyembuhkan penyakitnya!!"


"Stock wanita. Maksud anda, para wanita ini?"


"Begini. Sebenarnya yang selama ini anda lihat bukanlah seperti yang anda pikirkan. Para wanita yang bersama Archie hanyalah wanita bayaran untuk menyembuhkan penyakit mentalnya. Mereka memang merasa seperti berhubungan badan dengan Tuan, tapi sebenarnya tidak. Itu karena sugesti yang kami berikan. Hal ini tentu saja untuk menanamkan ketertarikan Tuan terhadap lawan jenis."


Yang berarti Yoona dan Chika juga termasuk. Berarti mereka mendapatkan upah setelah berfikir telah menjadi pemuas ranjangnya Archie.


Dokter Edmund berhenti sejenak sambil menatapku.


"Tapi, sepertinya Tuan Archie tak perlu lagi melakukan hal itu, setelah saya sadar dengan kasus lepasnya luka sirkumsisi pada Tuan yang ternyata di picu oleh Nyonya sendiri!!" Ucapnya membahas hal itu.


"Tentu saja Nyonya. Sebenarnya selama ini Tuan Archie tak pernah berhubungan badan dengan wanita manapun, karena dia tak pernah sekalipun menunjukan tanda-tanda ereksi." Jawabnya tanpa sensor.


"Berarti selama ini, aku lah yang salah sangka!!"


"Tuan Archie pasti punya alasan tersendiri mengenai kerahasiaan ini. Tapi yang pasti, setelah saya menilik hubungan masa lalu yang terjadi di antara kalian. Ternyata masalah yang di derita Tuan Archie ada hubungannya dengan Nyonya, yang mengakibatkan Tuan Archie hanya tertarik kepada Nyonya seorang!!"


Dokter Edmund terus mencari celah dari wajahku yang terlihat gusar.


"Dengan kata lain, Tuan Archie hanya ngac*ng kepada Nyonya seorang. Kira-kira seperti itu bahasa anak muda sekarang!!" Dia memperjelas karena dia pikir aku tak mengerti dengan semua penjelasannya.


"Begitulah penjelasan saya. Barangkali, apakah ada yang ingin Nyonya tanyakan tentang penuturan yang saya sampaikan?" Ujar Dokter Edmund Sembari menatapku, yang sudah kehabisan kata-kata.

__ADS_1


Belum sempat aku mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan penuturan beliau, tiba-tiba aku terlonjak dengan rasa mual seolah ada yang ingin keluar kan dari dalam perutku.


Dengan tiba-tiba aku langsung berlari ke toilet dan berusaha mengeluarkan sesuatu yang membuatku tak nyaman.


"Nyonya apa anda baik-baik saja?" Tanya Hendri dari depan pintu toilet sambil menggedor nya.


Aku tidak bisa menjawab pertanyaan nya dan terus berusaha memuntahkan sesuatu yang mengocok isi perutku.


************


Hendri membawa ku pergi ke sebuah rumah sakit terdekat untuk memeriksa kan kesehatan ku yang mulai memburuk akhir-akhir ini.


Archie langsung pergi kerumah sakit menyusulku dengan tergesa saat menerima kabar dari Hendri kalau kondisku semakin memburuk. Dia langsung menerobos pintu masuk dan menemuiku yang kini sedang mendengarkan hasil yang keluar dari tes urine.


"Silahkan duduk Pak!" Ucap Dokter tersebut mempersilahkan Archie untuk duduk di sebelahku.


Archie tanpa basa-basi mengecup kening ku di depan Dokter tersebut sebelum akhirnya duduk di sebelah ku, dengan wajah bersemu merah Dokter tersebut mendehem Karena mendapat tontonan yang membuat jiwa jomblo bergetar.


"Selamat untuk kalian berdua!" Ucap Dokter tersebut dengan wajah berbinar.


Aku dan Archie saling bertatapan dengan wajah heran, hingga akhirnya menatap lekat Dokter tersebut.


"Nyonya, anda hamil anak pertama. Usia kandungan nya di perkirakan memasuki 37 hari!" Ucap Dokter tersebut dengan wajah berseri.


DEG....


"Ha...mil!" Ucapku yang hampir tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Archie menatap Dokter tersebut dengan pandangan gentar setengah terlonjak.


__ADS_2