Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 6


__ADS_3


Lexa berbaring di tempat tidurnya. Dia pun sudah membersihkan dirinya. Dia tidak tahu apa yang terjadi dengan tubuhnya. Seketika saja agak meremang dan terus bergidik. Seperti hendak demam namun suhu tubuhnya masih baik baik saja.


Sejak tadi Leon pun sudah melewatinya. Dia juga hendak membersihkan dirinya. Lexa tak menggubris suaminya yang lewat menuju ke kamar mandi. Dia terus tertidur dan sesekali melihat ponselnya. Lexa kini sedang menghapus pesan pesan Rico dan dia benar tidak menyimpan nomor pria itu. Setelah itu Lexa mencoba untuk tertidur karna benar tubuhnya tak nyaman.


Leon telah selesai membersikan dirinya dan hendak bergabung dengan Lexa namun tertahan karna sebuah pesan hinggap di ponselnya.


💌+6768888***


Ini Bella. Simpan nomor ku ya? Terimaksih sudah mengantarku, em aku senang Leon bisa bercerita denganmu tentang diriku. Semoga bisa kau luangkan waktumu besok makan siang? Aku yang traktir. Anggap sebagai imbalan kau telah mengantarku ❤


Leon mendelikan satu alisnya ke atas membaca pesan dari Bella. Seluruh tubuhnya bergidik agak ngeri.


~what the hell?!! Dia mengirim pesan seperti aku masih lajang saja! Ini tidak benar!!~ pekik Leon dalam hati tak senang.


Dari kejauhan Lexa sudah memperhatikannya namun dia diam saja. tidak ingin berkomentar dan berasumsi terlebih dahulu. Leon lalu menghapus pesannya dan berpikir mencari sebuah alasan untuk istrinya. Pasti istrinya sedang menatapnya. Dia lalu meletakan ponselnya di atas meja rias Lexa dan melihat Lexa yang ternyata sedang membaca majalah bisnis sambil berbaring.


"Lexa?" Panggil Leon menelusup tangannya melingkar ke pinggang Lexa.


"Heeemm!!" Saut Lexa yang sudah meredakan amarahnya. Dia juga merasa tak berhak terlalu memojokan Leon. Dia ingin Leon mengatakan sesuatu tentang yang dilakukan hari ini oleh sebab itu dia harus menjernihkan semua prilakunya.


"Kau sudah tidak marah kan?" Tanya Leon menyandarkan kepalanya pada lengan Lexa.


Lexa menggeleng.


"Tadi aku mengantar klien ku. Nyonya Bella. Pemilik Belleza Hotel." Kata Leon membuat Lexa menghentikan membacanya dan sedikit terkejut mendengar penuturan suaminya.


"Nyonya Bella? Isabella Mauren? Pemilik Belleza Hotel?" Lexa meyakinkan.


Leon mengangguk sambil mengecupi lengan terbuka istrinya. Dia merasa ada aroma berbeda dari tubuh istrinya.


"Oohh, dia bekerja sama denganmu juga?" Tanya Lexa lagi memastikan.


Leon mengangguk lagi dan kini kecupannya sudah menjalar ke leher Lexa.


"Aku juga Leon. Dia menggunakan jasa iklan kami untuk mempromosikan hotel nya." Kata Lexa yang sudah merasa ada sebuah rabaan pada sela sela tungkai pahanya.


"Oohhh begitu ya? Kebetulan sekali y sayang? Kita memang sangat jodoh sayang .. " saut Leon dengan suara yang mulai mendesah karna menikmati tubuh mulus Lexa. Leon agak malas membicarakan pekerjaan jika sudah merasakan tubuh Lexa yang agak berbeda. Entah aromanya, pakaian tidur yang dikenakan atau prilaku manja Lexa.


"Eemm, Leon?" Selidik Lexa sedikit melenguh.


"Eemmm Lexa? Mengapa kau wangi sekali malam ini? Seperti aroma aroma anggrek, bercampur buah plum, dan kayu amaranth?" Tanya Leon mengecupi setiap inci tubuh Lexa dari samping lalu kemudian mendongakan kepalanya menatap Lexa.


"Ya, mengapa kau tahu sekali?" Jawab Lexa agak penasaran.


"Apa kau mendapatkan seperti body milk em handbody dari Nyonya Viena?" Selidik Leon lagi karna juga melihat handbody seperti yang Lexa gunakan milik tuannya. Hem, tuannya Dion meletakannya di kamar peristirahatannya. Katanya dia akan memakainya bersama istrinya dan mereka beristirahat di sana. Entah beristirahat atau melakukan hal yang lain. Sementara Dior bersamanya atau Renzy. Menyebalkan pikir Leon!


"Ya, DIOR J'adore Body Milk, Nyonya Viena memberikannya padaku beberapa minggu yang lalu. Dia membeli beberapa buah karna merek nama anaknya dan katanya aromanya sensual. Bisa membangkitkan keinginan untuk melakukan sesuatu. Kau tahu maksudku?


"Aku sudah tahu maksudmu kelinci liar!" Decak Leon dan beranjak dari rebahannya. Lexa terkekeh dan menggigit telunjuknya menatap Leon menggoda. Leon lalu melepas kaos putihnya dan menyibakan gaun tidur Lexa.


"Aaahhh, Leeeoonnnn!!!" Pekik Lexa yang merasakan indera perasa Leon sudah menggelitik di paha dan antara kedua pahanya.


...


"Siang nanti aku akan bertemu dengan klien klien ku di Resto Plaza. Aku juga akan bertemu dengan Solane dan anaknya di sana. Dia akan menjadi model iklan ku Leon." Kata Lexa bermaksud mengatakan kegiatannya hati ini pada suaminya sambil menyajikan sarapan.


"Oh bagus! Titip cium ku untuk Jacklyn." Saut Leon meraih roti lapis yang Lexa buat pagi ini.


"Pasti, dia tambah menggemaskan Leon. Hem, kau ingin anak perempuan ya?" Selidik Lexa kini sudah duduk bersebrangan dengan Leon di meja makan.


"Apa saja Lexa yang penting dari perut mungilmu." Jawab Leon tersenyum dan terus menikmati roti lapisnya.


"Aku ingin anak laki laki Leon. Sepertinya dia akan mencintaiku sama sepertimu." Gumam Lexa ikut meraih roti nya.


"Hem, boleh juga."


"Pasti dia nakal sepertimu."


"Xelino atau Xelion?" Tanya Leon yang suda terlintas beberapa nama gabungan namanya dan Lexa.

__ADS_1


"Oh my, kau sudah memikirkan namanya?" Lexa agak terharu.


"Bukannya kau yang membuat nama Xelino? Sampai kau berdebat dengan Nyonya Greta." Pekik Leon mengingat ketika baby shower Viena tahun lalu.


"Oh iya, haha! Kau ingat saja. Ngomong ngomong si Nyonya Greta dan Tuan Revo itu sepertinya pindah Leon. Mengapa dia tidak kembali kembali hah?" Lexa menerka nerka. Dia agak merindukan perkumpulan nyonya nyonya nya yang walau hanya bertiga.


"Bisa jadi, dia menikmati kota Springfield?" Gumam Leon.


"Hem, aku khawatir saja. Di sana kan ada Nyonya Isa. Ahh, entah mengapa aku jadi memikirkan mantan mantan atau mereka yang mungkin memiliki niat buruk dengan rumah tangga kita." Kata Lexa lagi berasumsi.


"Lexaaa, kau menyindir ku kan?" Leon sedikit melirik. Dia jadi mengingat Bella yang rasanya memang agak mendekatinya. Hem, dia harus berusaha menjauh dan mengingat peringatan Dion.


"Kau jaga lah dirimu suamiku, aku yakin kau tak akan terbuai kan?" Saut Lexa percaya diri untuk sebuah peringatan suaminya. Karna Leon akan menyesal jika sampai terbuai, pikirnya.


"Tenang saja kelinci kecilku!!" Ujar Leon mencubit kecil pipi Lexa. Lexa tersenyum senang. Dia pun percaya, Leon hanya mencintainya.


Mereka melanjutkan sarapan dan segera menuju tempat kerja mereka masing masing.


...



cast Solane Lilian Sui : CL 2NE1


...............................


Wanita itu berjalan dengan anggun nya sambil mendorong kereta bayi. Wanita itu dengan stilleto merah berkisar tinggi 14cm berjalan sangat tegas yang memancarkan sisi ke modelingannya. Semua mata sudah tertuju padanya. Dengan mini dress hitam fit body serta coat panjang berkerah berbulu merah. Wanita itu benar benar bak model terkenal melintasi lobby Hotel Prime menuju ke lift.


Dia menekan angka lantai 8 dimana lantai tersebut merupakan kantor dari hote prime itu sendiri. Dia keluar dari lift menyusuri lorong ke bagian sekretariat. Berdirilah dia di depan meja sekertaris Renzy.


"Good day sista Renzy sayang!!" Sapa wanita tersebut membuka kaca mata bening nya. Dia menyampingkan rambut lurusnya.


Renzy mendongak santai. Dia tahu siapa yang selalu memanggilnya dengan sebutan 'sista'.


"Suamimu sedang rapat. Sebentar lagi selesai! Di mana my Jack?"


"Ini!" Wanita itu melirik ke kereta bayinya.


"Hem, kata Jimmy dia hendak masuk playgroup sis?" Gumam Solane berbasa basi.


"Ya benar, sudah berusia tiga tahun." Jawab Renzy yang kini sudah menggendong Jacklyn.


"Baiklah sista ku, aku hanya ingin memberikan jas ini pada Jimmy. Dia meninggalkannya. Aku sudah menghubunginya. Katanya dia akan ke Summer sore ini." Kata Solane lagi menyerahkan sebuah paper bag berisi jas suaminya.


"Ya benar." Saut Renzy asal karna sedang asik bercanda tawa dengan Jacklyn.


...



Cast Jerico Naraya : Oh Sehun / Sehun EXO



cast Isabella Mauren : Lee Mi-Sook


..................


Tak berapa lama, Bella datang bersama Rico melintasi Renzy dan Solane menuju ke Ruangan Leon. Solane meliriknya sesaat karna gaya berpakaian Bella yang sangat glamor.


"Who is she? Dia melewatimu sista!" Kata Solane yang merasa Bella ini kurang sopan. Tidak pamit dengan Renzy.


"Dia sudah sering kemari hendak menemui Leon. Dia terlihat selalu mendekatkan diri pada Leon, Solane." Jawab Renzy berbisik.


"Are you seriously??" Solane membuka kaca matanya.


Renzy mengangguk


"Lexa tahu?" Selidik Solane.


"Entahlah. Kurasa kau harus memperingati Lexa, Solane! Atau kau rela, mantanmu bersama janda beranak satu!" Renzy memperingati karna juga teramat sebal dengan Bella.

__ADS_1


"Nooo!!!! Tidak bisa dibiarkan! Biarkan aku bermain main sebentar sista ..titip Jacklyn. Ting!" Kata Solane ikut memasuki ruangan Leon. Renzy membiarkan karna dirinya tak dapat melakukan apapun.


"Ehem, Leon, aku datang!" Kata Solane memasukan kepalanya terlebih dahulu. Disana tampak Bella berdiri di hadapan meja Leon dan Rico duduk di sofa sambil memain mainkan ponselnya.


Leon, Bella dan Rico melihat kearah Solane. Bella agak tersentak dengan gaya fashion Solane. Dia berprasangka kalau Solane adalah istri dari Leon.


"Solane? Tumben sekali kau datang?" Tanya Leon agak terkejut.


"Hehem, aku mengantar jas Jimmy!" Jawab Solane mulai memasuki ruangan Leon.


"Oohh, masuklah! Bukannya kau mau menemui istriku?" Tanya Leon masih terus duduk di sana sedang memeriksa sebuah berkas.


"Benar, aku mau bertemu dengan istrimu. Em, Leon siapa semua ini?" Tanya Solane menunjuk Bella dan Rico dengan wajah yang agak mengesalkan.


"Oh iya kenalkan Nyonya Bella dan Rico asistennya." Kata Leon memperkenalkan.


Mereka saling berjabat tangan namun mata Solane memperhatikan orang orang ini dari atas sampai ke bawah.


"Ada apa dengan matamu nona? Aku tahu kalau tampan, tidak usah melihatku sampai seperti itu!" Celetuk Rico dengan gaya khas nya.


"Cih, kata katamu seperti pria kesepian, benar kan?" Decak Solane menyindir. Rico seraya tak suka.


"Kau!"


"Solane, jangan cari keributan ada Tuan Dion!" Leon memperingatkan dan Solane menjulurkan lidah pada Rico.


"Oh my! Sorry! Em oke Leon, jadi aku hanya ingin memberitahumu beberapa hari ini istrimu terus mengeluh dengan kesehatannya, sepertinya dia hamil kan? Kau harus lebih memperhatikannya." Kata Solane kemudian sambil melirik ke arah Bella yang juga menatapnya tak senang.


"Oh itu pasti Solane. Beberapa hari ini dia juga manja denganku." Jawab Leon sambil melanjutkan suatu berkas yang di tunggu Bella.


"Oh itu sudah pasti, dia sering membicarakan ini denganku. Jadi Leon kau harus jaga dia baik baik dan jangan kecewakan dia, oke?" Solane sudah berada di samping Leon dan menepuk bahu mantan kekasih yang sudah menjadi temannya itu.


"Ehem!" Tiba tiba Bella berdehem mengisyaratkan rasa tak suka. Rico sedikit melirik memperhatikan gestur nyonya nya yang tak suka dengan perkataan Solane.


"Ehem, ada apa nyonya? Kau seperti keberatan dengan kehadiranku?" Tanya Solane menatap sinis Bella.


"Oh tidak apa Nyonya Solane. Maaf, aku pikir kau belum menikah, ternyata kau istrinya Tuan Jimmy ya?" Kata Bella mencoba mengakrabkan diri.


"Iya, lantas?"


"Tidak apa, aku hanya ingin segera membicarakan kerja sama kita lebih lanjut dengan Leon dan Tuan Dion, jadi tolong anda secepatnya berbicara pada Leon hal hal yang penting saja. Kau sangat menguras waktuku. Kau sangat berbeda dengan suamimu yang sangat tahu mengenai waktu seorang pemilik hotel sepertiku!" Kata Bella melipat tangannya dengan nada suara tak suka.


"Aku membicarakan istrinya, ini adalah hal penting! Baiklah Leon, aku hanya mengingatkanmu banyak emm siluman siluman rubah berkeliaran, istrimu di rumah selalu menunggu dengan setiaaaaa....." Saut Solane dengan gaya masa bodoh dan arogannya lalu berjalan keluar dengan melambai lambaikan tanganya dan tersenyum penuh kemenangan.


...


...


...


...


...


hahaha ayo Solane, tunjukan Taringmu!!


selamatkan mantanmu dari jeratan jendes, masa iya mantanmu berakhir dengan jendes anak atu, dimana reputasimu sebagai mantannya wakakkaka 😝😝


.


next part 7


Lexa, kau tak sendirian, selowww 😍😍


.


Jangan lupa LIKE, KOMEN, yang banyak hahah dann VOTE, RATE di depan profil novel 😁😁


Thankyouu,,


I love you in the morning and in the afternoon

__ADS_1


I love you in the evening and happyy daayy 💕❤


__ADS_2