Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
JERRY & ANGEL PART 3


__ADS_3

"Tuan Jerry, mobilnya sudah pergi, lepaskan pelukanmu!" Angel menyadarkan Jerry yang masih menatapnya dengan memukul lengan pria rapi itu.


"Ah iya maaf Angel!" Jerry melepaskan pelukannya. Dia lalu terkekeh.


"Kenapa tertawa?" Selidik Angel.


"Kau sama sekali tidak gugup ketika dipeluk?" Tanya Jerry masih tertawa kecil.


"Sedikit, parfum mu boleh juga, ting!" Angel mengedipkan matanya lalu berjalan lebih dulu membuat Jerry yang malah wajahnya tersipu malu. Dia malah semakin penasaran mendapatkan Angel yang tidak begitu sensitif. Dia hendak berniat membuat Angel jadi sensitif padanya, khususnya hatinya. Jerry agak cemas Angel tidak menyukainya karna responnya yang benar benar biasa saja. Namun semua nya membuat Jerry penasaran. Jerry lalu kembali berjalan menyusul Angel.


"Kita sudah sampai Tuan, itu rumah kacaku!" Angel menunjukan perkebunan bunganya yang sejak Leon dan Lexa datang, mereka semakin memperlebar daerahnya. Larry yang mengurus. Karna Leon juga berencana memberikan bunga yang banyak kemarin pada Lexa.


"Wah Angel, luas sekali, ini semua kau yang urus?" Jerry terkagum.


"Ber enam Tuan. Tapi kalau yang di rumah kaca kecil itu, khusus tanganku saja." Jawab Angel menunjukan rumah kacanya. Jerry langsung menoleh ke arah tangan Angel. Rumah kaca yang benar benar berbentuk rumah sederhana dan begitu cantik karna kacanya sangat bening, sehingga terlihat bunga bunga indah yang Angek rawat dalam pot pot dan tangkai tangkai yang menjalar.


"Rumah kaca kecil itu seperti dirimu Angel!" Gumam Jerry seketika.


"Diriku? Maksudmu Tuan?" Tanya Angel penasaran.


"Iya, di dalamnya terdapat bunga bunga yang bermacam macam dan yang sangat indah melambangkan hatimu yang juga indah namun bermacam macam sifat. Sedangkan diluar kau kuat seperti kaca itu yang melindungi dari hujan namun dapat memberikan energi dari sinar matahari. Bukankah begitu fungsi dari rumah kaca itu?" Jerry menatap Angel.


Angel terkagum mendengarkan filosofi yang Jerry ungkapkan. Pria itu berkata sambil memandang Angel tersenyum.


"Keren! Kau keren sekali Tuan Jerry yang selalu tersenyum." Angel juga menatap Jerry dengan seksama.


"Asal kau bahagia dan tersenyum, senyumku ini tidak akan kurang untukmu Angel." Jerry mencubit pipi Angel lalu menghampiri perkebunan bunga nawar angel yang berwarna ungu lavender. Sementara Angel menjadi malu. Belum pernah ada seorang pria yang mengatakan kata kata indah terus padanya. Lalu Angel menyusul Jerry.


Ketika Angel hendak menghampiri Jerry lagi berharap akan mendengar kata kata indah nya lagi, Ana, teman sekaligus orang kepercayaan Angel dalam membantunya mengurus perkebunan bunganya memanggilnya. Ana meminta Angel meneriksa bunga bunga yang hendak dibawa ke toko untuk dirangkai. Hari thanksgiving dua hari lagi dan mereka harus menyelesaikan rangkai bunga ini maksimal besok. Angel menyetujuinya. Dia akan menghampiri Jerry sebentar lagi. Biarlah Jerry menikmati perkebunan terlebih dulu tanpanya. Begitu pikir Angel dan dia menuju ke rumah kacanya.


Ketika sudah selesai, Angel segera menyusul Jerry yang masih melihat lihat bunga yang mana tadi Angel seperti melihat Jerry mengambil gambar bunga bunganya. Namun ternyata sekarang, Angel melihat Jerry sedang bercakap cakap dengan Rachel. Rachel juga temannya yang membantunya. Tapi Angel agak sebal dengannya yang selalu mencari perhatian dengan teman teman prianya dengan sangat berlebihan. Seketika hati Angel kesal melihat Jerry yang menanggapi Rachel dengan sangat ramah.


Angel tampak geram dan dia berjalan cepat sampai dia melupakan kalau semalam agak grimis sehingga tanah berumput tipis itu sedikit licin. Angel terpeleset namun tidak terjatuh karna dirinya menahan beberapa tangkai bunga yang ada di antaranya.


"Aaaahhh tanah sial!! Mengapa kau sangat licin hah?" Angel memarahi tanah berumput itu sehingga Jerry mendengarnya lalu menoleh ke arahnya. Dia melihat Angel sedang merajuk.


Jerry lalu segera meninggalkan Rachel dan menghampiri Angel. Ketika Jerry tiba Angel yang masih kesal dan hendak kembali berjalan kembali tergelincir. Dia lagi lagi hendak terjatuh namun Jerry menahannya.


"Hati hati! Kenapa ceroboh sekali sih?" Kata Jerry dan dia menegakan kembali Angel.


"Angel, kau tidak apa apa?" Tanya Rachel yang ternyata mengikuti Jerry menghampiri Angel. Angel sudah tampak kesal dan malah melihat Rachel membuat dirinya semakin panas. Dia lalu berpikir sesuatu yang jahil. Angel lalu melingkarkan tangannya ke lengan Jerry.


"Aduh Tuan Jerry, sepertinya kakiku terkilir. Ini agak nyeri, bisakah kau memapah ku ke rumah kaca sana?" Angel merajuk berbohong. Jerry pun segera melihat ke arah Angel yang terus membungkuk.


"Jadi kakimu terkilir Angel?" Jerry memastikan.


"Iya Tuan, sakit sekali ini!" Angel terus merintih.


"Sini biar kugendong saja." Jerry lalu menggendong Angel tanpa dia menjawab. Sungguh respon diluar dari dugaan Angel. Dia hanya ingin dipapah dan Jerry memperhatikannya namun malah melebihi itu semua.


Angel sudah mengalungkan tangannya di leher Jerry dan Jerry membawanya ke rumah kaca. Angel sedikit mengintip melihat Rachel yang tampak mencemaskannya sebenarnya namun ada rasa kesal karna Jerry yang teramat peka terhadap Angel. Rachel pun akhirnya melanjutkan pekerjaannya di kebun bunga.


Jerry terus menggendong Angel ke rumah kaca. Dia agak cemas karna Angel terus menunduk. Sementara ada beberapa pasang yang memperhatikan perlakuan manis Jerry pada Angel.


"Siapa pria tua itu?" Tanya Nigel tampak geram.


"Dia masih muda Nigel, hanya karna dia pemilik hotel jadi gaya berpakaiannya seperti itu!" Joel temannya menambahkan informasi yang sudah ia tanya oleh Juan.


"Jadi pemilik hotel? Hotel apa?" Nigel menatap dengan sinis.


"Kata Juan, Atkinson."


"Bisa juga gadis liar ini mendapatkan pemilik hotel!" Nigel meremehkan.


"Mengapa kau menyia nyia akan Angel? Kau ini!" Decak Joel menepuk punggung temannya itu.


"Aku pikir dia sudah tidak perawan!" Saut Nigel.


"Siapa yang mengatakannya?"


"Rachel, jadi waktu itu aku kesal sekali padanya!"


"Kau ini Nigel. Jadi bagaimana? Pria Legacy itu mungkin akan menikahinya, dia teman kakaknya." Joel memperingati.


"Lihat saja, Angel akan menjadi milikku lagi!" Nigel sungguh percaya diri setelah apa yang ia lakukan pada wanita kecilnya Jerry itu.


"Dia masih mau bicara padamu?" Selidik Joel.


"Entahlah, kemarin dia membiarkanku menunggu di luar, sial!!" Sungut Nigel.


"Ya begitulah Angel. Waktu itu aku juga pernah menyukainya tapi dia tidak suka jadi aku benar benar tidak ia pedulikan!" Joel tampak muram.


"Tidal Joel! Dia harus memperhatikanku dan menerimaku lagi!" Nigel memukul pohon yang membuat ia bersembunyi bersama Joel memperhatikan Angel. Kebetulan mereka lewat di perkebunan Angel ini. Nigel lalu kembali ke sepeda motor nya dan dan pergi dari sana setelah Joel naik di belakangnya.


Kini Jerry sedang memijat kaki Angel yang sebenarnya baik baik saja. Jerry tidak melihat bengkak atau kebiruan di daerah mata kaki Angel namun rasanya begini lebih baik untuk berdekatan dengan Angel. Jerry jadi curiga kalau ini akal akalan Angel saja karna wanita kecilnya ini cemburu padanya yang bercakap dengan Rachel. Jerry tersenyum. Dia mengikuti semua rencana jahil Angel.


"Ada apa tertawa dan tersenyum terus seperti itu?" Tanya Angel mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"Tidak ada. Em, dimana lagi kakimu yang sakit Angel?" Jawab Jerry dan kembali bertanya. Dia terus mengikuti permainan Angel yang mungkin masih dia lakukan.


"Oh, di telapaknya Tuan." Jawab Angel menunjuk kakinya. Jerry langsung memijat telapak kaki Angel.


"Em, Angel?"


"Ya Tuan?"


"Apa kau menyukaiku?" Tanya Jerry tiba tiba masih melihat kaki Angel dan tak lama melirik Angel.


"Tentu! Eh maksudku iya iya aku menyukaimu karna kau baik." Kata Angel agak salah tingkah. Angel sebenarnya sudah menyukai Jerry ketika Jerry terus terusan menggodanya ketika di Legacy kemarin. Angel merasa Jerry memperlakukannya seperti wanita dewasa bukan seperti adik.


"Em, baiklah, aku anggap sudah ada kemajuan." Jerry menaik turunkan kepalanya .


"Apa maksudmu Tuan?"


"Tidak ada, hanya ingin membuatmu menyukaiku." Jerry sedikit melirik dan tersenyum tipis.


"Ya aku sudah menyukaimu, tenang saja!!" Angel terkekeh. Ya, sepertinya kata suka itu sudah berubah dan melebihi dari kata itu. Apalagi sejak pria dewasa ini mengunjunginya. Angel merasa akan lebih dekat dan mengetahui seluruh kepribadian Jerry. Dia tidak harus repot repot menanyakan pada Lexa.


Setelah hampir siang, Jane datang bersama Juan memberikan makan siang pada Jerry, Angel dan beberapa pegawai Angel yang ada di perkebunan kaca itu. Ketika sudah selesai makan, Angel mengajak Jerry ke toko bunga nya. Angel harus membantu 3 temannya merangkai bunga untuk acara thanksgiving dua hari lagi. Jerry senang, akhirnya dia bisa melihat Angel merangkai bunga.


Sepanjang perjalanan, Jerry menjadi sorotan. Apalagi Jerry yang memberanikan merangkul Angel.


"Angel, kau tidak mau kan jika mata mata wanita wanita itu menerkamku dan menculikku. Aku takut sekali. Jadi, biarkan aku merangkulmu sehingga mereka pikir aku kekasihmu, bagaimana?"


Begitulah alasan Jerry pada Angel sehingga Angel senang senang saja menopang tangan Jerry. Jane pun tak keberatan dengan apa yang dilakukan Jerry karna Jerry terlihat seperti Leon, sehingga Jerry dan Angel seperti kakak dan adik saja. Padahal maksud Jerry juga agak semua orang menyangkanya kekasih Angel sehingga tidak ada yang berani mendekatinya.


Sampailah mereka di toko bunga. Angel segera mengerjakan bagiannya.


"Bagus sekali kalian semua bertiga! Mengapa bunga bunga ku sebanyak ini? Mentang mentang aku yang punya ya?" Decak Angel melihat hampir ada 3 keranjang besar bunga. Ada lily, mawar dan baby breath.


"Kami sudah mengerjakan sejak tadi Angel, jadi punya kami sudah selesai dan hampir habis." Saut salah satu temannya.


"Alasan!" Umpat Angel. Teman temannya memang tidak pernah percaya diri untuk merangkai banyak bunga yang berbeda. Sementara Angel selalu membuatnya berbeda di setiap sentuhan.


"Sudahlah Angel, ayo kerjakan sekarang, ada aku, biarpun semua jam kerja temanmu habis, aku yang akan menemanimu." Lagi lagi Jerry menenangkan hati Angel dengan menepuk bahu wanita kecilnya. Angel masih menekuk wajahnya namun sudah mulai bersiap merangkai bunga bunga yang ada.


Jerry memperhatikan ketelatenan dan keterampilan tangan Angel yang cekatan dalam merangkai bunga bunga itu. Sampai sampai tanpa sadar Jerry lalu memperhatikan wajah Angel yang sangat cantik ketika sedang serius. Apalagi ketika Angel membuat setangkai demi setangkai mawar untuk bisa menjadi lebih cantik ketika akan digabungkan dengan kumpulan bunga lainnya.


"Angel, dimana kau mempelajari semua ini?" Tanya Jerry masih terkagum.


"Otodidak!" Jawab Angel singkat setengah melirik lalu kembali menghilangkan duri pada tangkai mawarnya.


"Hebat!!!" Jerry mengusap gemas rambut Angel. Angel agak terkejut dan juga sedikit gugup karna dia juga menyadari kalau Jerry terus memperhatikannya. Dia agak salah tingkah dan tertusuklah jari telunjuknya dengan duri segar yang belum terpangkas oleh Angel.


Jerry terkejut, sementara Angel hendak memasukan jarinya itu ke mulutnya namun karna Jerry panik, dia yang menarik telunjuk Angel sehingga dimasukan ke dalam mulutnya. Angel terdiam namun merasakan getaran yang luar biasa. Jerry begitu sigap dan perhatian padanya. Dia juga membuat telunjuknya lembut di dalam mulutnya sana.


"Angel, maaf, ini salahku! Maafkan aku maafkan aku!" Kata Jerry melepas jari Angel pada mulutnya lalu dimasukannya lagi. Tak berapa lama dia mengeluarkannya lagi. Semua ia lakukan tanpa sadar dan apa adanya. Wajah Angel telah memerah namun terus terdiam.


Jerry lalu mengambil sapu tangan yang ada di saku belakangnya. Dia lalu melilit jari Angel.


"Untuk sementara Angel agar darahnya tidak keluar lagi. Sebentar aku minta kotak p3k pada temanmu ya? Sebentar, kau di sini saja!" Kata Jerry lagi bergegas mengambil kotak p3k.


Jerry lalu kembali membuka lilitannya dan memberikan obat antiseptik luka pada jari Angel dan melilitnya dengan plester.


"Sudah.. bagaimana? Masih sakit?" Jerry kembali memastikan dengan tatapan serius dan sedikit cemas.


"Tuan Jerry, ini hanya tertusuk duri mawar." Angel berusaha menenangkan Jerry.


"Bukan hanya Angel. Darah jarimu keluar, aku sangat panik. Kita tidak boleh menyia nyiakan darah Angel, biarpun hanya setetes. Kau tak tahu kan bagaimana dad ku dan Lexa mencari darah untuk dirinya. Darahmu sudah kuhisap, biarlah selalu tinggal di hatiku." Kata Jerry lagi dengan semua segudang kata kata manisnya.


"Dimana?" Angel bertanya polos.


"Hatiku Angel!" Jerry meraih jari Angel yabg terluka dan diletakan di depan dadanya.


"Aku benar benar panik! Maafkan aku!" Sekali lagi Jerry melakukan hal yang membuat jantung Angel dua kali berdegup. Di dalam toko bunga Angel yang tampak kaca kaca di depannya. Dengan semerbak harum bunga bunga yang menguar, Jerry memeluk Angel. Dia mengusap belakang kepala Angel. Angel merasakan penyesalan Jerry yang cukup besar menurutnya. Dia lalu menarik diri perlahan.


"Tuan Jerry, tidak apa apa. Jangan bersedih, aku tidak apa apa." Kini Angel memegang dagu Jerry sehingga mereka saling bertatapan dekat dan lama sekali.


"Aku tidak ingin menyakiti mu Angel tapi aku malah melukaimu dan membuat darah pada jarimu. Maafkan aku." Kata Jerry kemudian memegang jari Angel dan mengecupinya. Mereka kembali bertatapan dan Jerry hendak mendekatkan lagi wajahnya. Karna Angel diam saja dan terlihat wajahnya memerah, Jerry terus mendekati wajah Angel hendak mencium bibirnya tetapi..


"Kalian mau apa? Berciuman seperti mom and dad? Apa kalian sudah menjadi mom and dad?"


Juan membuka pintu toko dan membawa sebuah bungkusan kecil.


...


Keeseokannya, Jerry agak telat bangun karna malamnya dia terus berbincang dengan Larry dan Jane. Dia juga bermain membangun menara dan bermain lego bersama Juan. Sementara Angel masih tidak bisa menetralkan dirinya. Perlakuan manis Jerry kemarin membuatnya mabuk payang. Setelah mereka berdua kepergok hendak berciuman oleh Juan, Angel menjadi salah tingkah. Dan dia kembali merangkai bunga dengan diam. Jerry pun tidak mau menganggu Angel lagi sehingga akhirnya dia yang membantu menghilangkan duri pada bunga mawarnya. Sesampai di rumah Angel masuk kamar dan terus di kamar sampai Jerry yang mengantar makan malam ke atas. Sesudah itu Jerry kembali berbicara pada Larry dan Jane karna Angel mengatakan sangat mengantuk. Ya begitulah cinta membuat semua jadi tidak tahu harus melakukan apa dan bagimana. Sepertinya nyanyian, jatuh cinta, sejuta rasanya.


Jerry menuju ke ruang makan. Hanya ada Juan, Larry dan Jane.


"Di mana Angel mom?" Tanya Jerry bergabung duduk dengan Larry dan Juan yang sedang menikmati coklat hangat.


"Dia sudah ke perkebunan. Dia harus membantu semua teman temannya memetik sisa bunga yang ada karna hari ini dia harus menyelesaikab karangan bunga yang nanti malam ada yang sudah mulai diambil."


"Oh begitu ya." Saut Jerry.

__ADS_1


"Kau mau menyusulnya?" Tanya Jane menyerahkan coklat hangat milik Jerry.


"Sepertinya, tapi aku agak lupa jalannya mom." Jerry menggaruk pelipisnya.


"Maka dari itu, kau berjalan harusnya memperhatikan sekitar, jangan terus menatap anakku atau menganggunya terus." Decak Jane menggoda.


"Hahahaha! Mom, kau bisa saja. Dia sungguh wanita yang menggemaskan mom!" Jerry tertawa ringan. Dia jadi tidak enak kalau ternyata Jane memperhatikan dirinya yang terus menggoda Angel.


"Jadi benar kau menyukai anakku, nak Jerry?" Sela Larry ikut dalam pembicaraan.


"Sepertinya, paman. Kau tidak keberatan kan paman jika aku menjadikannya kekasihku?" Kata Jerry dan kembali bertanya pada Larry dengan wajah cukup serius.


"Tidak sama sekali nak! Kau rayulah, kau jadikan anak ku itu dengan kepribadian yang lebih kuat dan kokoh. Walaupun dia agak keras sebenarnya hatinya rapuh. Hatinya selalu menerima apa yang orang lakukan padanya. Setiap orang yang menyakitinya dia selalu seperti tak peduli, padahal itu cara Angel untuk menerima. Jagalah dia untukku Jerry. Aku agak cemas Angel sulit mendapatkan pasangan karna sifat nya yang keras, kasar dan kadang menyeramkan. Seperti yang dikatakan Juan, tapi aku tahu, semua itu untuk melindungi dirinya, untuk membuat dirinya tidak memikirkan yang merugikan nantinya. Lambat laun, aku dan Jane menua dan dengan siapa aku titipkan jika tidak dengan pasangan hidupnya." Larry menjelaskan dengan detail. Mata Jane sampai berkaca kaca.


"Larry, kau bicara apa. Kau mau meninggalkan diriku, Angel dan Juan?" Decak Jane mengusap matanya agar tidak menangis


"Bukan mom, paman hanya ingin memberitahuku tentang luar biasanya Angel yang sesungguhnya. Baiklah paman, aku kini kembali berjanji padamu dan juga pada dad ku kemarin. Aku akan memenangkan hatinya, akan menjaganya dan selalu membuatnya bahagia. Semoga aku juga tidak akan menyakitinya. Karna kemarin saja aku membuat dirinya terkena duri mawar." Kata Jerry yang tadinya semangat lalu kembali muram karna mengingat kejadian kemarin.


"Jerry Jerry, itu hanya duri mawar, Angel sudah biasa terkena. Bahkan sudah berapa kali jarinya tersayat pisau kecil." Jane memberitahu.


"Benarkah mom?"


"Ya benarlah, di sanalah pekerjaannya. Sudah sekarang kau habiskan coklat habgatmu setelah itu suruh Juan yang mengantarmu." Kata Jane kemudian dan mengarahkan Jerry untuk segera ke perkebunan.


Jerry menggandeng tangan Juan berjalan menuju perkebunan bunga Angel karna pria kecil ini menolak untuk digendong. Katanya dirinya sudah besar dan berjalan di pagi hari sebelum pukul 11 itu sangat menyehatkan.


"Kau pintar sekali Juan!"


"Tentu! Aku kan adiknya sang musang tertampan di Legacy!!!" Juan berbangga diri memiliki kaka seperti Leon yang memang pintar.


"Musang?" Jerry mengernyitkan dahinya namun tersenyum.


"Iya musang tertampan, Kak Leon, begitu kata Kak Lexa." Saut Juan mengingat kata kata Lexa yang mengatakan kalau Leon adalah musang tampan dan pintar, oleh sebab itu Lexa menyukainya.


"Hahahaha, memang ya, mereka adalah pasangan inspirasiku. Mereka selalu bersama walau mereka bertengkar sekalipun. Mereka luar biasa Juan!" Jerry jadi mengingat mereka.


"Kau juga! Kau pasti akan mendapatkan kakakku kak Jerry, aku suka denganmu!" Kata Juan antusias.


"Begitu juga denganku Juan sayang!!" Jerry mengusap lembut puncak kepala Juan sambil terus berjalan dan sampailah mereka memasuki perkebunan Angel.


Namun dahi Jerry mengernyit dan matanya menyipit karna melihat di sana Angel sedang meronta berusaha melepaskan tarikan tangan seorang pria.


"Kak Jerry, cepat tolong kak Angel, itu kak Nigel, dia selalu menganggu kak Angel! Aku tidak menyukainya, dia selalu meledekku!" Sungut Juan mengepalkan tangannya.


"Ayo Juan!" Jerry lalu menggendong Juan agar lebih cepat memasuki perkebunan dan menghampiri Angel yang dikerubungi Nigel dan beberapa teman prianya.


...


...


...


...


...


Beraksi Jer, aku mendukungmu dengan doa 😁😁


.


Next part 4


Dan ternyata bisa sampai part 10 gaess wakakakk 😂😂


Apa yang akan dilakukan Jerry pada Nigel?


1.Dengan kekerasan?


2.Dengan sikap dewasa dan ke-elegan-annya dalam menghadapi masalah?


Nomor 2 lah vii...


Who knowwsss 😁😁


.


Readersku, jangan lupa tinggalkan LIKE, KOMEN dan VOTE juga RATE profil depan novel dan kasih tip juga boleh ❤❤


.


.


Thankyouu for read lafyouu all 😍😍


and happy mondaaayyy


fighting!!! 😎😎

__ADS_1


__ADS_2