
POV LEXA
Tenang! Sabar! Calm dawn! Lalu apa lagi? Apa ada kata kata lainnya? Kata kata itu yang terlintas di otakku. Aku tidak suka dengan lipstick merah. Suka tapi tidak terlalu pekat seperti ini. Lipstick ini juga agak menempel. Ah, aku tahu, Nyonya Viena lagi lagi pernah menunjukannya ketika dia pulang dari Japanis. Dia membawa sejumlah lipstick yang tahan lama beserta pelembabnya. Wanita ini sangat merepotkan menurutku. Akupun harus menjaga semua penampilanku agar Leon terus tertarik padaku. Tapi pada kenyataannya. Mengapa ini yang aku lihat? Apa yang laki laki itu perbuat hah?
Ini pasti salah paham. Aku mencoba menggaruk garuk bekas lipstick yang tertinggal di bawah kerah kemeja Leon. Tidak hilang! Aku yakin ini kesengajaan! Dengan siapa Leon bersama wanita? Aku harus tenang dan mengingat jangan sampai ada sebuah pertengkaran sehingga wanita licik itu mendengar dan menjadi senang. Tapi? Aaaahhh Leonn, kau selalu begini padaku satu pekan ini! Kau ini berselingkuh atau tidakk!!!! Sial sial sial!! Aku memukul mukul tempat tidur menggunakan kemeja biru muda Leon itu. Aku harus menghubungi Leon. Dia sudah terbang ke Honolulu pagi ini. Aku sangat curiga, apa jangan jangan wanita itu di Honolulu. Ah Lexa, mengapa pikiranmu sejauh itu? Tadi saja dia malas untuk beranjak. Semua perlengkapannya aku yang menyiapkannya. Dia pun terus memelukku ketika waktu sudah harus bergegas.
Oke ini sudah pukul 11, dia pasti sudah mendarat. Namun ketika tombol hijau di ponsel hendak kutekan, muncuk gejolak dari perutku. Ku pegang perutku dan dia seperti berputar putar. Apa yang telah kumakan rasa nya memanjat paru paruku, hatiku lalu sekarang berada di tenggorokan. Haiz, sudah tiga kali aku begini. Aku segera ke kamar mandi dan mengeluarkan semuanya. Ini tidak enak. Rasanya aku sedang makan bersama anjing, kucing atau bahkan musang. Memikirkan musang itu aku menjadi begini terus. Kepalaku memutar. Aku melihat ponsel lagi dan rasanya terbayang bayang lalu satu gejolak lagi menyusul seperti banjir badang yang terus berdatangan. Ku keluarkan lagi ke closet. Lexa, kau harus tenang. Batinku meronta ingin aku memeluk musang liar itu. Sejak dia berangkat rasanya sepi. Suhu tubuhku semakin meningkat dan semakin mendidih hampir meledak seperti gunung merapi karna melihat lipstick merah itu. Leon pasti tidak tahu. Aku sangat yakin ini kesengajaan. Siapa wanita itu? Apa janda yang dibilang Solane? Mengapa di jaman modern ini masih ada janda yang mengejar pria beristri hah? Ya ya Leon ku tampan, matanya menyakitkan hatiku, tapi Leon sudah beristri, oh come on. Oh God! Janda itu pasti sudah membayangkan permainan Leon di ranjang yang begitu memukau sehingga dia merasa tertantang. Hem, setidaknya dia juga pernah bersama suaminya.
Lexa! Akh tidak waras!! Tarik napas sebentar. Kau harus tenang Lexa. Kuseret kakiku perlahan keluar dari kamar mandi.
Hosh, hosh, akhirnya aku bisa di atas tempat tidur ini. Tidak ingin lagi aku menghubunginya. Biar saja. Lebih baik aku akan memikirkanmu saja supaya kau tidak tenang di Honolulu. Camkan ini musang, sepintar pintar nya kau menutupi bangkai, aromanya akan tercium. Leoooonnnnn, jangan menduakanku!!!! Kututup wajahku dengan bantal yang sering Leon gunakan. Ah mata ini berat sekali, mengalahkan hatiku yang ambigu tentang Leon.
"Solane, mengapa aku jadi membutuhkanmu. Kau dimana? Semoga kau membatin dan menghubungiku. Solaneee tolong selidiki mantanmu...." Kata kata ini yang malah menghantarku terlelap.
...
POV RICO
Tit tit tit ... Suara sebuah printer otomatis pemberian status berbunyi. Aku melirik ke arah laptop pribadi Nyonya Bella yang belum dimatikan. Pagi tadi dia sangat terburu buru atas kepergiannya. Kebiasaan! umurnya hamlir kepala empat, ya kumaklumkan. Hem, entah sampai kapan aku berdiri di atas kakinya. Tidak bisakah aku keluar dari setiap belenggu perkataan yang mengkukuhkanku di hidupnya? Ya, hatinya memanh rapuh dan sangat terbuai setiap ucapan pria. Aku hanya takut pria tak bertanggunh jawab membuatnya hancur. Kasihan Athena. Anak itu sekarang sudah berusia lima tahun tapi mungkin sudah tidak tahu siapa ibunya. Ibunya terlalu memusingkan masa depan anaknya yang belum ia butuhkan. Ya, aku mengerti harus disiapkan dari sekarang. Tapi, apa salahnya dia mengajak anaknya itu tinggal disini. Sedang apa anak itu sekarang. Aku merindukannya. Setiap melihat Jacklyn, aku merindukan Athena.
Dahiku mengernyit memperhatikan lembaran hvs itu keluar dari mesinnya. Sebaiknya aku memeriksanya kalau kalau ada sesuatu yang harus di ketahui Nyonya Bella.
*Untuk : Ny. Isabella Mauren
Status kunci kamar Belleza Hotel nomor 1223 telah BERHASIL diduplikasi.
Kamar Hotel Type Glamour VIP telah memiliki dua kunci.
Lokasi Resmi : Belleza Hotel Honolulu Pusat.
Silahkan laporkan masalah jika ada yang tidak sesuai dengan pelayanan kami. Terimakasih
Duplikasi? Kamar hotel Belleza Honolulu. Dua kunci? Apa maksudnya? Mengapa kunci kamar ini di duplikasi? Ada yang tidak beres. Sial! Seharusnya aku sudah tahu, mengapa dia tidak mengajakku ke Honolulu. Dia ingin sendiri menjalankan rencananya karna aku sering menolaknya. Tidak bisa dibiarkan. Mengapa wanita itu selalu seperti ini? Kalau saja aku punya kuasa, biarlah dia menetap saja di Honolulu. Sangat membuat banyak perkara. Pria itu sudah beristri dan istrinya sangat sangat baik. Hem, kalau saja Leon terjerat, aku tidak bisa membayangkan wajah sedih Lexa yang begitu mencintainya. Tapi sepertinya bukan Leon yang terjerat melainkan terjebak.
Kulangkahkan kakiku keluar hendak menuju ke ruang informasi hotel. Kemarin dia sempat kesana. Pasti ada yang orang informasi ketahui. Ketika sampai di lobby tampak Solane baru saja tiba dengan wajah tertunduk dan agak kacau. Hari ini terakhir shooting dan dia tampak tidak bersemangat. Aku berhenti menunggunya sampai di tengah lobby. Hihi, biar saja dia menabrakku. Dia yang akan berbuat salah padaku.
Brak! Dia sudah tertabrak dan mendongakan wajahnya menatapku. Aku tersenyum dan menaikan alisku.
"Matamu sudah sebesar panda, mengapa tidak melihat jalan?" Decakku.
"Kau sengaja, aku tahu! Sudahlah, aku sedang tidak ingin ribut! Apalagi dengan pria menyebalkan sepertimu! Cukup Jimmy brengseek itu saja!" Saut Solane meminggirkan tubuhkan agar dia dapat kembali berjalan. Aku menaikan bahuku. Sedikit berpikir memang Jimmy sedang tidak jelas. Kemarin aku juga sempat melihatnya terus bermain ponsel ketika mengantar Leon menyerahkan tiket pada Nyonya Bella. Kupikir saling mengirim pesan dengan Solane. Entah dengan yang lain dan Solane mengetahuinya. Hem, tidak bisa dibiarkan. Aku memikirkan Jacklyn.
"Hey hey, ada apa denganmu? Hari ini terakhir shooting. Kau harus bersemangat!" Kataku menyusul Solane dan berjalan berdampingan dengannya.
"Tidak ada apa apa. Kau urus saja urusanmu, aku sudah agak telat. Em, apa hari ini Lexa datang?
__ADS_1
"Tidak, dia masih muntah muntah dan kepalanya pusing.
"Perasaanku tidak enak Rico. Aku akan menjenguknya nanti
"Ya benar. Perasaanku juga tidak enak Solane. Sepertinya Nyonyaku merencanakan sesuatu untuk menjebak Leon.
"Apa?!!" Seketika Solane berhenti dan menatap ku tajam.
"Yang benar kau RICO!! Sudah kuduga, nyonya mu itu jahat! Dia mau menghancurkan hubungan Lexa dan Leon kan? Dia ingin melakukan apa?! Kalau harus kita menyusul nya ke Honolulu, aku siap! Wanita sialan! Aku rela tidak menjadi model iklan hotel kalian! Hem, kini aku mengetahui bagaimana hati wanita yang disaingi oleh wanita lain." Kata Solane menggebu namun tak lama menunduk sedih.
Entah jiwa lain dari mana mengapa aku menjadi tak tega seperti ini. Aku mengangkat wajah Solane dan membuatnya menatapku.
"Jimmy berselingkuh?" Tanyaku lirih.
Solane malah menggeleng dan meneteskan air matanya. Haiz, pemandangan macam apa ini? Solane yang kuat dan tegar menjadi cengeng seperti ini. Sesaat aku melihat Jacklyn yang mirip seperti ibunya. Maafkan aku Solane, aku harus memelukmu karna aku merasa kau membutuhkannya.
...
POV SOLANE
Ya ya ya, aku tahu, aku sangat tahu menjaga anak ini sangat sulit. Maaf, bukan menjaga tapi mengurus dari lahir, menyusui, dan merawat sampai sekarang sudah enam bulan. Oh! Shit! Demi apapun! Aku seorang Solane, model papan atas harus hiatus harus berhenti dari semua ilmu peragawati itu karna melihat mata indah nan kecil Jacklyn ku. Sekarang apa? Dia mengeluhkan semuanya. Siap lagi? Daddy nya Jacklyn. Oh Lord! Dia bahkan tidak seperti seorang ayah. Hanya satu bulan itupun dia hanya tertidur ketika tengah malam dan sarapan seperti biasanya. Menyuruhku menggendong bayi kecil yang tidak bisa apa apa itu.
Maafkan aku! Apa fungsi ibu mertua? Dia hanya wanita tua benar sudah tua dan berpenyakitan. Aku sangat mencintai ibuku jadi aku tidak akan tega menyuruhnya merawat Jacklyn. Ah, dia melihatnya saja aku sudah senang.
Berapa harga yang harus ku keluarkan untuk seorang baby sitter. Aku bisa melakukan semuanya lebih baik. Lupakan, aku memang membutuhkannya. Aku hanya meminta tolong ibu mertuaku mengawasi baby sitter itu. Satu hari ini aku menjalani shooting itu. Okeh aku akan mendapatkan uang ratusan juta dari Lexa. Sungguh hal menyenangkan bagiku mendapat tambahan dana. Uangku sendiri!
Sudah, aku sudah menangis. Betapa ia begitu tega padaku. Dia mengungkit semuanya. Dia lelah menjadi seorang ayah. Dia hanya membutuhkan hiburan.
"Sungguh bagus aku pergi ke Honolulu bersama Leon dan Tuan Dion. Kau diamlah disini tidak usah melakukan apapun jika kau juga lelah. Akan kuganti semua ganti rugimu menjadi model iklan. Tidak usah mengaturku. Kau cukup percaya saja. Aku tidak akan menduakanmu. Penghasilanku sudah baik Solane! Aku hanya butuh hiburan dan sendiri. Jaga Jacklyn baik baik. Aku pergi dulu!"
Begitu saudara saudaram. Begitu kata katanya ketika diriku menanyakan siapa si S itu. No no no! Dia pun membiarkan ku menangis menahan tangannya untuk sebuah kecupan saja. Dia sudah telah katanya.
"Baiklah, pergilah!" Gumamku pelan.
Sekarang?
Sekarang betapa pelukan ini begitu hangat. Ingin sekali ku sodorkan tubuhku saja untuk menghilangkan hasrat ku yang sudah tertahan selama beberapa minggu ini. Coba, kalian bayangkan? Aku Solane, wanita muda berusia 26 tahun sudah menikah dan baru memiliki satu anak yang berusia 6 bulan tapi sudah berminggu minggu suamiku tidak melakukan hubungan badan denganku! Sial! Jimmy!!!! Aku benci padamu! Tidak usah berhubungan badan, dia bahkan tidak mengatakan cinta padaku. Aku sangat yakin dia menduakanku!
"Menangislah Solane, kita teman, bahkan kurasa suamimu tidak keberatan kalau kau memeluk pria lain." Kata pria yang memeluku saat ini.
"Kau juga jahat Rico! Harusnya kau menghiburku!" Isak ku.
"Apa pelukanku tidak bisa menghiburmu?" Gumam nya bertanya dan kini semakin mendekap ku. Apa maksud semua ini? Aku tidak merasa hatinya seperti teman. Apa pria ini menyukaiku? Lucu! Tidak mungkin! Mana mau perjaka tampan ini dengan wanita yang sudah bersuami atau nantinya aku akan menjadi janda seperti bos nya, aku akui dia tampan okeh!!
"Sudahlah! Aku tidak apa apa!" Akhirnya aku menarik diri dan sedikit mendorongnya.
__ADS_1
"Jadi, apa yang akan nyonya mu lakukan?" Tanyaku sedikit menyentuh pinggir pinggir mataku karna eyeliner yang sudah melekat tebal.
Ah pria ini sungguh membuatku dilema! Dia malah membuat ibu jarinya mendaratkan di pelipisku untuk menghapus air mataku yang tersisa.
"Rico! Ahhh, aku sedang membenci seorang pria, kau jangan seperti ini! Tidak biasanya! Cepat katakan apa yang terjadi dengan Leon!" Dengusku menghempaskan tangannya pada pelipisku.
"Oh iya aku lupa! Aku terlalu lemah jika melihat wanita menangis, sekalipun wanita tidak waras sepertimu!" Decak Rico dengan wajah mengesalkannya.
"Kan! Kau menyebalkan!"
"Oke baiklah, ayo ikut aku!" Katanya menyerah daaannn lagi lagi sungguhh rasanya ingin ku sobek hatinya dan melihatnya, apakah dia memang menyukai ku atau tidak. Dia menggandeng tanganku ke arah ruang informasi. Ini membingungkan karna seketika hatiku seperti merasakan jatuh cinta untuk pertama kalinya.
...
...
...
...
...
Nebeng nebeng ya kasmaran dikit menuju penyelamatan Leon 😝😝
.
Next part 12
Bella mau ngapain Leon ya?
Apa Lexa hamil?
Apa yang terjadi pada Jimmy?
Dan...
Apa Rico benar menyukai Solane?
Mari jawab bersama sama pada kolom KOMEN di bawah inii wakakakak (moduss) 👇👇
.
Jangan lupa LIKE juga ya 😁😁
Daaann kasih VOTE dan RATE nya ya di depan profil novel 😍😍
__ADS_1
.
Thanks for read and I LOVE YOOUUU 💕💕