
Lexa kembali mendekati Leon dan mancari cari wajah Leon yang menunduk sambil kakinya mengebaskan debu di lantai bersemen itu.
"Leon, kau menangis?" Tanya Lexa sambil tersenyum nakal. Leon menggeleng dan masih muram.
"Leon, aku hanya ingin pulang, bus tumpanganku sudah lewat, kalau aku tidak pulang sekarang, akan semakin malam, kau ini kenapa sih?" Kali ini Lexa menghentak hentakan lengan Leon.
"Aku hanya ingin mengantarmu kemanapun Lexa,"
"Kau mau mengantarku pulang? Flat ku berbeda arah dengan apartemenmu lho," Lexa memberikan pilihan.
"Aku mau! Kemana pun kau pergi, aku mau mengantarmu Lexa kelinciku yang imut," Leon bersemangat dan reflek mencubit pipi Lexa yang agak empuk.
"Eemmm, sakit, yasudah ayo pulang, sudah semakin malam," Lexa melepaskan cubitan Leon dan segera menuju mobil Leon.
.......
Mereka sampai di pekarangan beberapa flat yang terdapat disitu. Leon sesaat memperhatikan bangunan flat minimalis yang sederhana namun sangat frendly dan bersih.
"Ada apa denganmu? Aku tahu flat ku tidak lebih bagus dari apartemenmu yang mewah kan?" Decak Lexa menyadari Leon sedang memperhatikan tempat tinggalnya.
"Ehem," Leon menggeleng
"Flat mu bagus dan bersih, sepertinya aku mau tinggal disini, apa ada yang kosong supaya aku bisa pindah besok?" Lanjut Leon dan memperhatikan lantai atas yang sepertinya masih tersisa satu atau dua flat yang kosong.
"Tidak!! Tidak ada yang kosong, aku takut kalau musang berkeliaran di sekitaran flatku," Lexa melambai lambaikan tangannya ke Leon.
"Haha, ya aku bercanda, aku tahu, kau takut kalau aku mengganggumu terus kan?" Leon menatap mata coklat Lexa.
"Betul!" Lexa setuju sambil menaikan jari telunjuknya.
"Baiklah kalau begitu, aku turun ya, terima --" belum Lexa menyelesaikan kalimatnya, dia mendengar suara suara tak asing dari perut Leon.
Lexa memicingkan matanya.
"Kau lapar ya?" Lexa menggoda Leon.
"Iya, aku ingin membuatmu nyaman bersamaku, jadi aku membiarkan kau yang mengatur perjalanan, jadi aku tidak berani mengajakmu makan malam," Leon tersenyum malu sambil menggaruk garuk kepalanya.
"Baiklah, turunlah, biar kumasakan sesuatu," tawar Lexa hendak membuka pintu mobil.
"Kau tidak takut kuterkam membiarkanku masuk ke flat mu?" Tanya Leon hendak mendengar tanggapan Lexa.
__ADS_1
"Tidak, jika kau menerkamku dan aku hamil, aku akan menjadi orang kaya karna hartamu, hahaha!!" Lexa kembali menggoda Leon dan keluar dari mobil Leon. Leon yang mendengarnya sangat kagum. Lexa sangat polos dan murni.
Mereka memasuki flat Lexa. Lexa menyalakan lampu semua ruangan. Lampu yang berwarna orange muda dan semua ornamen disana berwarna peach. Benar benar tercipta sebuah tempat tinggal penuh kekeluargaan dan sangat bersih.
"Wah, flat mu harum sekali Lexa, kau tidak keberatan kan jika aku tertidur disini?" Leon langsung menjatuhkan dirinya di sofa berwarna peach yang tidak terlalu besar namun muat untuk dua orang.
"Tidurlah, akan kubangunkan jika masakan sudah matang," jawab Lexa langsung menuju ke dapur.
Leon memejamkan matanya dan sedikit tertidur karna merasa flat Lexa seperti rumahnya tinggal di Springfield. Sesaat dia merindukan ibunya, ayahnya, Angel dan tentunya Juan.
Lexa sudah mengeluarkan barang belanjaannya dan mulai membuat sebuah omlet dan sup tahu dengan kaldu ayam instant. Dia terus tersenyum hendak menyediakan masakan untuknya dan seseorang. Ini adalah kali pertama dia memasak untuk seorang pria yang bukan siapa siapa nya. Lexa merasa ada bunga bunga hinggap di hatinya karna Leon.
Karna terus memikirkan kelembutan Leon dan pastinya ketampanan Leon, Lexa tidak sengaja malah menggoreskan pisau kecil itu di salah satu sisi jari telunjuknya.
"Aaaww!!" Lexa menjerit membuat Leon langsung terkesiap menuju dapur.
Beberapa darah sudah menetes di sisi wastafel dan Lexa sedang berusaha mengeluarkan beberapa lagi darah agar cepat mengering. Leon sangat terkejut dan dengan sigap meraih jari telunjuk Lexa lalu memasukan ke mulutnya. Leon mengisap darah yang kian hilang itu sampai tak tersisa. Lexa tertegun melihat Leon yang menjadi penyelamatnya lagi.
"Lexa, kau baik baik saja?" Leon masih memegang telunjuk Lexa dan satu tangannya memegang pundak Lexa. Lexa menggeleng dan dia masih terpesona dengan Leon yang semakin tampan jika wajahnya serius dan sedikit cemas.
"Kemarilah, kau harus hati hati, demi membuatkan ku masakan, kau sampai begini," Leon memeluk Lexa. Lexa diam saja. Mereka berdua merasakan aroma tubuh mereka masing masing. Mereka merasa nyaman dan tenang bersama sama. Seperti ada yang menjaga mereka penuh kasih sayang. Mereka yang terus saja sendiri, tidak punya kerabat di kota ini akhirnya seperti kembali ke rumah mereka.
Setelah beberapa lama berpelukan, Leon yang lebih dulu menarik tubuhnya.
"Ahh, sakit, kau ini selalu menyakiti wajahku, minggir biar ku selesaikan omelet ini," Lexa tersadar dan wajahnya sangat merah.
"Sini biar aku saja, nanti tanganmu tergores lagi, aku sudah lapar!!" Leon lalu mengambil alih pisau tersebut dan melanjutkan memotong daun bawang.
Dan akhirnya mereka makan malam dengan sup tahu yang sempurna dan omelet yang agak menghitam sisi pinggir karna api yang dibuat Leon terlalu besar menyebabkan pinggiran omelet mengering dan hitam terlebih dulu.
"Omelet yang sangat lezat yang pertama kali ku makan, Leon, heem," goda Lexa tetap memakan sisi tengah omelet.
"Argh, nanti aku belajar masak demimu," kata Leon sambil terus menyeruput sup tahu Lexa yang sangat lezat.
"Em, Lexa, pasti ibumu yang mengajarimu masak ya? Ini enak sekali!! Karna ibuku juga pintar memasak!!" Kata Leon tak bernapas menyantap nasi dengan sup tahu sederhana buatan Lexa.
"Mamiku sudah meninggal, Leon, papi? Entah dia dimana, mungkin juga sudah meninggal, dan aku hanya anak yatim piatu," jelas Lexa memakan nasinya sebulir demi sebulir saja karna Leon memuji maminya. Maminya memang pandai sekali memasak tapi beliau belum sempat mengajari Lexa masak.
"Emm, maaf, mamimu sudah bahagia, sudah jangan sedih lagi, ayo makan omelet buatanku lagi," Leon mengalihkan pertanyaan yang membuat Lexa agak bersedih. Dia lalu memotong omelet nya lagi dan memberikannya pada Lexa.
Mereka akhirnya makan dengan keceriaan yang menghangatkan flat yang biasa dihuni oleh Lexa saja.
__ADS_1
"Lexa, sudah larut," kata Leon yang kini dirinya dan Lexa sudah duduk di sofa depan selesai mereka menghabiskan makan malam mereka.
"Ya, kau mau pulang sekarang?"
"Apa aku boleh tidur disini bersamamu? Sebenarnya bokongku sudah nyaman di flat ini," lagi lagi Leon memberikan pilihan pada Lexa berniat untuk menggodanya lagi.
"Tidaaak!! Baiklah, pulang lah sekarang, ayo ayo," Lexa berdiri dan menarik tangan Leon untuk bangun.
"Baiklah, aku pulang ya? Oiya, bisakah aku meminta nomor ponselmu?" Leon sudah berdiri dan mengeluarkan ponselnya untuk mengetik nomor ponsel Lexa. Lexa lalu meraih ponsel Leon dan mengetik nomornya.
"Sudahh, ayo pulang, besok kita harus bekerja," Lexa bertindak sangat cepat karna wajahnya sudah memerah lagi.
"Sabar sebentar Lexa, aku pasti pulang, kau takut ya?" Leon masih menggoda Lexa dan memukul mukul kecil hidung Lexa dengan jarinya.
"Terimakasih ya sudah menemaniku," ucap Lexa sebelum Leon meninggalkan flat itu.
"Terimakasih juga sudah memberiku makan, aku pulang ya, jaga dirimu, aku pasti menghubungimu." Leon mengusap usap kepala Lexa dan berlalu.
Lexa masih menatap punggung Leon sampai tidak terlihat masuk ke dalam mobil karna flat Lexa terdapat pada lantai bawah.
Lexa masuk ke flat nya dan mengunci pintu. Dia memegang dadanya. Jantungnya berdegup sangat kencang karna semua prilaku dan ketampanan Leon. Namun, katika dia memperhatikan flat nya yang kembali sunyi hatinya menjadi dingin kembali.
"Tempat tinggal yang tadinya seperti di kampung halaman berubah menjadi flat modern yang kembali dingin, Leon kuharap kita bisa bertemu lagi," gumam Lexa lirih.
Sementara Leon berjalan menuju mobilnya. Dia terus tersenyuk memikirkan wajak Lexa yang sangat menggemaskan. Dia masuk ke dalam mobil dan melihat tempat tinggal Lexa lagi. Hatinya tiba tiba mendingin.
"Hanya sup tahu dan omelet sungguh membuatku hangat dekat dengannya, namun ketika aku jauh darinya kehangatan itu hilang. Lexa, semoga kau menjadi pilihan yang tepat." Ucap Leon yakin. Dia melajukan mobilnya pulang ke apartemennya yang sama heningnya dengan flat Lexa sekarang.
..........
Next part 9 yaa babak baru dimulai
Konflik mulai berdatangan mengusik hubungan mereka 😅😂😭
cast Leon : T.O.P BIG BANG atau Choi Seung-hyun
mana suaranya penggemar bigbang hihi 😍
awas baper pas ngebayangin
__ADS_1
ohiya ini hanya gambaran tokoh saja ya 😁