Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 24. Guard You!


__ADS_3

Sekarang memang belum terlihat, tapi biasanya, jika sudah melewati perjalanan yang sulit dan melelahkan maka nantinya akan menjadi sesuatu yang belum pernah di dunia. Mungkin tidak di dunia secara keseluruhan tapi dalam lingkup hubungan, pertemanan, persaudaraan, kekeluargaan, bahkan ranah pekerjaan yang tadinya tidak ada menjadi ada. Kehadiran Xelino dan Carolyn tampaknya akan membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari hari mereka. Bukan hanya dalam pekerjaan tetapi dalam hati mereka. Ada sesuatu yang berbeda di tiap hari harinya yang dirasakan antara Carolyn dan Xelino. Bagaimana kisah cinta mereka selanjutnya?


...


"Erina, what are you doing?!!" Pekik Carolyn sangat terkejut melihat wajah asisten Ansel itu berlumur cat merah dan dia melihat di depan Erina ada Xelino.


"Xelino, kau kemari?" Tanya Carolyn lagi merasa ada hawa hawa penyelamatan yang sudah terjadi.


"Erina, ada apa denganmu?" Tanya Ansel kini sudah mendekati Erina.


Erina menunduk dan juga memperhatikan sekujur tubuhnya dipenuhi cat berwarna merah.


"Aku yang jelaskan atau kau yang berkelit?" Kata Xelino akhirnya memajukan tubuhnya menantang Erina.


Pak!


Erina malah menampar Xelino. Xelino tidak memindahkan wajahnya yang sedikit bergeser karena tamparan Erina.


"Asisten Erina! Mengapa kau menampar pria tampanku? Oohhh ooppaa, kau jadi merah begini, sini kubersihkan!" Saut Grizel yang sedikit menghempaskan tubuh Erina dan menghampiri Xelino. Dia meraih tysu yang ada di tas nya dan membersihkan pipi Xelino yang agak terpercik cat karena tamparan Erina. Carolyn masih bingung dengan semua ini.


"Kau keterlaluan! Aku akan terpeleset, seharusnya kau mengambil catnya bukannya malah menyiramkannya padaku!" Bentak Erina dengan sangat sinis.


"Heng, apa katamu? Kau terpeleset? Aku sudah biasa melihat adegan sepertimu tadi, wanita licik berkepala ular!" Umpat Xelino tak mau kalah.


"Aku memang tergelincir dan hampir saja mengenai Nona Carolyn, tapi kau datang dan malah mengarahkan cat kepadaku," saut Erina berkelit dan ini harus meyakinkan agar semua orang percaya padanya.


"Ya karna bukan hampir tapi mau. Kau mau mencelakai nonaku kan? Kau mau menyiram belakang Nona Carolyn dengan cat, lalu ketika semua bertanya kenapa kenapa, kau akan bilang kau terpeleset. Masalah selesai dan Nona Carolynku yang menanggung malu!" decak Xelino menganalisis semuanya dengan apa yang ia lihat.


Deg!


Entah mengapa Carolyn hanya mendengar kata Nona Carolynku yang Xelino kumandakan membuat hari Carolyn jadi berbunga bunga. Meskipun Erina benar akan mencelakainya dia tidak peduli karena Xelino sudah lebih dulu menenangkannya bahkan menyelamatkannya.


"Kau tidak bisa menipu mata tajamku ini nona Erina asisten yang terhormat! Aku bisa lihat jauh berkilo kilo meter apalagi urusan menjaga Nona Carolyn! KAU AKAN BERHADAPAN DENGANKU!" kata Xelino lagi memperingatkan.


"Argh! Tidak akan ada yang percaya padaku! Terserah! Permisi!" Decak Erina dan pergi meninggalkan kawanan itu juga Ansel yang meminta ijin untuk mengejarnya terlebih dulu.


Sementara Deborah masih memperhatikan Erina yang menjauh.


"Hem, bisa saja dia memang mau menyirammu, Carolyn," gumam Deborah. Semua mata melihat ke arah Deborah.


"Maksud Nyonya?" tanya Carolyn memicingkan matanya.


"Sudah dua kali dia berkeliaran di tengah tengah kita kan? Hem, kau berhati hatilah! Karena melihat cat, ayo kita lihat cat yang akan perusahan ini gunakan?!" Kata Deborah mengingatkan Carolyn dan juga mengingat kejadian sewaktu sketsa Carolyn tertumpah cat hitam. Deborah pun berjalan ke arah bangunan yang menyimpan berbagai cat.


Carolyn masih mendalami maksud kata kata Deborah yang terus menjauh.


"Heemm, Xelino oppa kau baik baik saja? Pipimu sudah kembali bersih, cling dan siap untuk kukecup," saut Grizel tiba tiba dan tersenyum manja ke arah Xelino. Carolyn pun mendengar dan sudah menoleh memperhatikan mereka berdua.


"Aahh iya, sudah tampan lagi kan?" Kata Xelino malah menanggapi Grizel sambil tersenyum manis.


"Tentu! Ting!" Balas Grizel mengedipkan satu matanya.


"Kau tahu namaku? Namamu siapa?" ujar Xelino kemudian karena dia benar benar belum tahu nama teman baru Carolyn itu.


"Omo omo, oppa, kau tidak tahu namaku?" balas Grizel sedikit terkejut tapi dengan nada kekanak Kanakan membuat Carolyn kesal sekaligus geli.


"Haizzz, GRIZEL! CEPAT KAU SUSUL NYONYA DEBORAH, CEPAT!" Pekik Carolyn tiba tiba menggelegar membuat Grizel menekuk semua wajahnya dan menuruti apa yang diperintahkan Carolyn.


"Iya iya, kau tidak bisa melihat aku senang melihat Xelino oppaku, hem!" decak Grizel sebal.


"Dia bukan oppa dia unnie, pergi sana!" balas Carolyn.


"Uuu, aku pria Nona," sela Xelino membela diri.

__ADS_1


"Diam kau!"


Grizel pun berjalan sedikit merajuk menyusul Deborah sementara Carolyn dan Xelino masih di sana. Xelino merasa aura aura Carolyn sama seperti jika dia sedang membicarakan Zhavia. Xelino menarik napas dan tersenyum. Dia pun mendekati majikannya itu.


"Nona, kau baik baik saja? Tidak ada yang terkena cat kan?" tanya Xelino memastikan sambil mengitari Carolyn.


"Tidak tahu!" saut Carolyn memalingkan wajahnya.


"Kau jangan marah, Grizel yang menggodaku!" kata Xelino merangkul Carolyn.


"Untuk apa kau bertanya namanya?!" dengus Carolyn.


"Karena aku tidak tahu, bagaimana kau ini? Kalau aku tahu mana mungkin aku bertanya berulang ulang. Sudahlah, jangan cemburu begitu, aku tidak enak diperebutkan wanita wanita cantik dan sepertinya Erina juga menyukaiku," saut Xelino memajukan wajahnya di depan wajah Carolyn.


Pak!


Carolyn menampar pelan pipi Xelino.


"Aku benci padamu, benci benci benci!" Tutur Carolyn kesal dan menjauh dari Xelino karena Xelino yang begitu centil dan percaya diri jika sudah bicara tentang wanita. Padahal tidak ada satu pun yang pernah menjadi pacarnya. Pacaran saja belum. Xelino ikut menyusul Carolyn.


"Nona, jangan marah seperti itu, apa kau tidak tahu kepanjangan dari benci?" Kata Xelino berjalan di samping Carolyn.


"Apa?!" Tanya Carolyn menghentikan langkahnya dan menatap tajam Xelino. Dia sebenarnya yakin akan ada lanjutan dari kata katanya itu.


"Benar benar cinta! Hahahaha!!! Berarti kau mencintaiku kan?" Jawab Xelino tertawa dan menunjukan kan jari telunjuknya ke depan wajah Carolyn . Carolyn masih terpaku di sana padahal di dalam hatinya mungkin sudah tumbuh taman bunga di sana tapi dia tetap menampilkan mimik datar.


Walau begitu, Xelino malah memeluknya.


"Aahhh, aku tahu kau ini mencintaiku nona, ohh nona cantikku!!" Tutur Xelino menggoyang goyangkan tubuh Carolyn. Tak lama Carolyn menggigit dada Xelino dengan sangat kencang.


"Aaaarrghhh! Nona, apa yang kau lakukan?" decak Xelino menjauhkan Carolyn dari pelukannya.


"Menggigitmu agar kau sadar dari kehaluan gila mu! Mana mungkin aku mencintai rubah licik, modus, cabul, mesum, genit sepertimu! Hem!" Decak Carolyn mendorong sedikit dada Xelino dengan telunjuknya dan kembali meninggalkan Xelino.


Akhirnya Xelino memutuskan untuk mengikuti Carolyn juga ke tempat penyimpanan cat.


Di sana Carolyn meneliti dan melihat cat cat apa saja yang hendak digunakan untuk mempercantik bangunan. Xelino memperhatikan wajah Carolyn yang sangat serius yang tidak biasa ia temui. Carolyn terlihat cantik karena begitu fokus dengan sesuatu yang sukai dan ia mengerti. Sesekali Xelino tersenyum yang ternyata diperhatikan oleh Grizel. Grizel melihat wajah Xelino lalu ke Carolyn karena sejak tadi Grizel juga berjalan berdampingan dengan Xelino.


"Em, oppa, kau menyukai Carolyn?" Tanya Grizel tiba tiba. Xelino tentu saja langsung menoleh ke arah Grizel yang sedang memperhatikannya.


"Apa? Kau bertanya apa?" tanya Xelino lagi tidak memperhatikan Grizel yang ternyata ada di sampingnya.


"Kau menyukai Olyn?" tanya Grizel lagi.


"Olyn? Hahaha lucu juga ya? Bisa untuk panggilan sayang, kau menyayanginya ya?" saut Xelino hendak mengalihkan pembicaraan tapi dia juga tertarik dengan nama singkat yang menggemaskan itu.


"Aahh oppa, aku bertanya padamu, kau menyukai Olyn?" Grizel kembali bertanya sedikit penasaran karena sepertinya dia terkagum dan juga menyukai Xelino.


"Kalau iya kenapa beruang kecil?!" saut Xelino tersenyum pada Xelino.


"Oh my gosh! Kau memanggilku apa? Beruang kecil?" pekik Grizel memastikan.


"Grizel, Grizzly, dan mana kembaranmu? Bukankah kau mempunyai kembaran? Kemana dia?" tanya Xelino basa basi.


"Lila? Ahh dia bukan kembaranku, oppa memang aku seperti beruang?"


"Ya beruang kecil yang lucu!" Kata Xelino mencubit pelan hidung Grizel dan berlalu mendekati Carolyn yang sepertinya sedang dalam sebuah perdebatan. Sementara Grizel memegang megang hidungnya tersipu malu karena mendapat sentuhan dari Xelino.


"Ahh oppa, aku rela menjadi beruangmu agar dipeluk setiap hari, Xeli oppaku!" Tutur Grizel mengikuti Xelino sambil tersenyum senyum.


Xelino sudah ada di belakang Carolyn. Carolyn sedang membaca kandungan cat yang ada di dalamnya. Dia merasa tidak memesan cat yang ada di lingkaran ini. Seharusnya cat ini untuk tiang tiang penyangga agar terlihat cantik dan berwarna. Namun sepertinya Carolyn tidak pernah memesan cat dengan merek ini.


Sepintas terlihat seorang pegawai mencurigai Carolyn yang menyadari cat cat tersebut bukan pesanannya.

__ADS_1


"Ada apa dengan catnya, nona?" Tanya Xelino yang merasa Carolyn seperti orang yang sedang curiga.


Carolyn setengah menoleh melihat Xelino.


"Sepertinya aku tidak pernah memesan cat ini," gumam Carolyn pelan.


"Kau ingat ingat lagi!" saut Xelino mencoba membantu Carolyn.


"Benar Xelino," balas Carolyn lagi. Dia lalu melihat ke arah Deborah.


"Nyonya, bisakah kau lihat cat ini? Sepertinya ini bukan cat yang ada dalam list anggaran kan? Cat ini tidak memiliki daya jangka panjang dan tidak easy clean. Aku memesan cat yang memiliki formula pelapis yang mampu menahan cairan dan noda sehingga tidak meresap ke dalam lapisan dinding," kata Carolyn pada Deborah.


Deborah pun menghampiri Carolyn. Tidak salah memang dia menjadikan Carolyn asisstennya. Awalnya dia memang ragu tapi dengan serangkaian keahlian bukti yang Carolyn berikan, Deborah menjadi yakin kalau Carolyn memang pintar dalam bidangnya ini. Pantas saja dia menjadi duta arsitektur dari Springfield untuk memperkenalkan dunia design seni dan bangunan ini.


"Kau benar tidak memesan cat ini?" tanya Deborah meyakinkan.


"Tidak Nyonya," saut Carolyn lalu melihat para petugas yang menemani mereka melakukan pengawasan.


"Em, maaf, siapa yang membawa cat cat ini?" Tanya Deborah kepada para pegawai itu.


"Tidak tahu Nyonya, kaki hanya menerima saja," jawab para pegawai sekenanya. Xelino mendengar dan memicingkan matanya. jawaban yang tidak semestinya! pikir Xelino dalam hati.


"Memang tidak bisa disesuaikan antara notes dan barang yang datang?" selidik Deborah.


"Kami hanya menerima nyonya. Memangnya kenapa? Kalian mau menuduh kami yang mengganti cat cat nya?" decak seorang pegawai yang lain dengan nada yang cukup tinggi.


"Karna kemarin juga ada yang mengganti anggaran yang ditetapkan," celetuk Carolyn membuat mereka menjadi naik darah.


"Jadi Nona Carolyn yang terhormat ini ingin menuduh kami lagi yang melakukan kesalahan ini lagi?" Bentak pegawai tersebut.


mendengar hal ini, Xelino makin mendelikan matanya kesal.


"Maaf tuan, nyonya dan nonaku ini bicara baik baik, anda tenang. Kalau anda tidak melakukannya tidak perlu merasa tertuduh seperti itu," sela Xelino yang tak senang pegawai pria itu membentak Carolyn.


...


...


...


...


...


macam macam ya ada oppa Xeli disitu? 😝😝


.


ooppaaaa maapkan aku tiba tiba aja ngetik gemes kann bayangin Grizel bucin sama Xelino wakakak 😂😂


.


next part 25


di bawah ya masih lanjutan kok hehe


.


tapi jangan lupa kasih LIKE, KOMEN dulu ya, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2