Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 31. Little Tiger


__ADS_3


Xelino menuruni gedung dan harus kembali dulu ke kantor. James menghubungi kalau mereka berdua mendapat masalah. Dia harus mengesampingkan perasaannya terlebih dulu. Siang nanti dia akan pikirkan lagi untuk tetap bisa mengawasi Carolyn. Seharusnya dia menawarkan diri mengantar nonanya bukannya malah berkelit terus. Namun, sekarang dia harus menyelesaikan masalah yang dikatakan James.


"Ada apa James?" Tanya Xelino memasuki ruang kerjanya.


"Lihat ini, Xelino, siapa yang melakukan hal ini, jahat sekali! Dia ingin menghancurkanmu dan aku!" Jawab James menunjukan sebuah video yang sudah tersebar di media persatuan perusahaan agribisnis.


Dalam Video tersebut terlihat James dan juga dirinya, Xelino sedang bercakap cakap di pinggir ladang Desa Selena waktu itu. Percakapan tersebut bukan suara mereka berdua tapi seakan akan seperti mereka yang bicara. Di dalam video, mereka berdua berbicara mengenai hama yang disebarluaskan agar perusahaan rugi dan proyek selanjutnya diserahkan kepada mereka.


"Xelino, Tuan Gilbert baru tiba sebelum kau tiba. Sebentar lagi, beliau pasti memanggil kita berdua," keluh James yang tidak tahu datang dari mana video edit dan asal ini.


"Kau tenang saja. Kita tidak melakukan ini, kau lupa kita juga sudah menaruh kamera yang sesungguhnya di sana waktu itu kan?" saut Xelino merasa semua ini sudah rencana buruk.


"Oohhh my goodness, kau sungguh brilian, ingatanmu melebihi ingatan petani yang mempunyai berhektar hektar tanah! Kita harus segera mengambil kamera fleksibel dan anti segala galanya itu, Xelino. Em, ngomong ngomong kau dapat kamera itu darimana?" selidik James penasaran karena kamera itu memiliki daya dengan jangka yang sangat panjang. dapat terus merekam sesuai kebutuhan dan anti panas juga hujan.


"Tuan Muda Willy Jovanca," jawab Xelino sekenanya.


"Wuah, bagaimana kau mengenalnya?" tanya James lagi takjub.


"Dia bisa dikatakan ayah angkatku!" sambung Xelino lagi yang sudah terlanjur. nanti dia bisa mencari alasan.


"Ayah angkat!" decak kagum James sekali lagi.


"Hanya sekali bertemu, kau jangan berlebihan! Waktu itu dia menjadi pembicara di universitas ku dan memberikan satu kuis. Aku yang menjawabnya! Lalu dia memberikan ku kamera itu!" Kata Xelino berdalih. Dia lupa dia sudah bicara terlalu jauh. Kamera itu memang ia minta belikan papinya dari Willy. Willy sebagai pengacara mempunyai peralatan penyelidikan paling lengkap. Xelino memintanya untuk bertahan hidup menjadi orang sudah seperti ini. Dia hanya berjaga jaga kalau kalau ada orang orang yang hendak menggagalkan cita citanya.



James Arthur


cast James : DK seventeen


--------------------


Benar juga yang diterka James. Tak lama Lidya memanggil mereka berdua ke ruangan Gilbert. Di sana Gilbert tak bergeming. Dia menunggu Xelino dan James yang menjelaskan.


"Selamat pagi Tuan," sapa Xelino dengan kepercayaan dirinya.


"Pagi Xelino, James. Kalau kau tahu isi hatiku, aku tidak percaya dengan apa yang telah kulihat dari video ini," tutur Gilbert dengan sungguh sungguh.


"Memang bukan kami yang melakukannya. Mereka hendak menjebak kami tuan. Kalau kau memberikan waktu padaku dan James, biarkan kami membuktikannya," balas Xelino dengan sangat yakin.


"Baiklah Xelino, aku menunggu mu sampai besok pagi dan video ini sudah harus hilang digantikan dengan klarifikasi yang kau buat," ujar Gilbert.


"Baik tuan, jadi bisakah aku pergi sekarang untuk mendapatkan buktinya?" tanya Xelino sekaligus meminta ijin.


"Pergilah bersama James, aku memberimu waktu hari ini sampai besok sore jika kau harus menginap malam ini di villa Desa Selena," kata Gilbert lagi memberi perintah.


"Baik tuan!"


Xelino dan James pun keluar dari ruangan. James meminta Xelino untuk ke apartemennya terlebih dulu mengambil pakaian ganti jika mereka harus menginap di villa itu. Setelah dari sana, Xelino harus memastikan Carolyn terlebih dulu baik baik saja. Lagipula, dia ingat kalau dirinya pernah berjanji akan menemani Carolyn melihat lahan pembangunan rumah Ansel.


"Xelino, kau mau kemana? Ini bukan arah ke perbatasan dan desa Selena," tanya James sedikit terheran.


"Aku sudah berjanji dengan Nona Carolyn akan mengantar nya ke perbatasan Springfield dan Greenville, tapi dia mungkin akan bersama Ansel. Jadi, aku hanya ingin memantaunya. Kita searah akan ke Desa Selena kan?" Kata Xelino memastikan. Letak Desa Selena memang melewati perbatasan Springfield dan Greenville.


"Benar Xelino. Baiklah kita pastikan tuan putrimu dulu!"


Xelino pun melajukan mobilnya ke Venta Property secepat mungkin agar mobilnya beriringan dan kalau perlu, Carolyn pergi bersamanya saja. Namun, ternyata Carolyn sudah berjalan keluar gedung bersama Ansel, Erina dan Rietha.

__ADS_1


Xelino mencari cara agar bisa kesana. Tidak butuh lama untuk Xelino nantinya mencari alasan tiba tiba muncul kesana. Xelino melihat Grizel keluar dengan wajah yang agak mengerut. Xelino turun dari mobil juga James mengikutinya.


"Beruang kecil!" Panggil Xelino. James memperhatikan Xelino mendekati gadis yang seketika membuatnya tersenyum.


Grizel menengok mengenal suara Xelino.


"Xeli oppa? Kau kemari lagi? Kata Carolyn kau pergi dengan pria bernama James?" gumam Grizel bertanya tanya.


"Ya, itu aku, Hay salam kenal, aku James," ujar James langsung memperkenalkan diri.


Grizel terkejut melihat pria yang tiba tiba menyodorkan tangan padanya. Mulutnya membentuk huruf u Sangkin bingungnya.


"Haiz, James kau masih sempat nya ingin berkenalan, Grizel cepat kau berkenalan dengannya. Waktu kita tidak banyak," decak Xelino menggelengkan kepalanya.


"Grizel," kata Grizel singkat dan mereka berdua berjabat tangan. James tersenyum bersahabat dan Grizel hanya tersenyum tipis lalu kembali menatap Xelino.


"Xeli oppa, ada apa?" tanya Grizel.


"Apa kau juga mau ke perbatasan Springfield dan Greenville?" tanya Xelino kembali.


"Iya! Aku sebal! Erina tidak mengijinkan ku ikut mobil dengan mereka sementara Nyonya Deborah tidak bisa ikut, jadi aku disuru menaiki taxi. Aku kesal Xeli oppa!" dengus Grizel dan James merasa kalau Grizel makin menggemaskan.


"Uuhh, kasian sekali, naik mobilku saja, ayo aku antar ke sana," ajak James kemudian memutuskan.


"Apa juga bersama Xeli oppa?" selidik Grizel sedikit takut dengan James.


"Tentu! Ayo!" Kata James langsung menarik tangan Grizel. Sementara Xelino tertegun melihat aksi James Yang sangat terang terangan.


"James memang playboy! Sepertinya aku kalah darinya! Pikirannya sesuai dengan apa yang kupikirkan," saut Xelino menjentikan jarinya dan menuju ke mobil mereka.


Sekarang James yang mengemudi sementara Grizel duduk di belakang dan Xelino di kursi penumpang depan. Sepanjang perjalanan James menanyakan Grizel yang hanya menjawabnya sepatah dua patah kata namun sesekali Grizel juga melirik James yang terlihat juga tampan walau wajahnya sedikit tidak serius. Tidak seperti Xelino yang menurutnya kalau diam atau bicara sangat berkharisma dan serius karena mata lancip nya itu.


"Carolyn!!!" Panggil Grizel melambaikan tangannya menuruni mobil. Di sana Carolyn yang bersebelahan dengan Ansel dan tak jauh dari mereka Rietha dan Erina sudah melihat lihat lahan yang ada.


Carolyn menoleh ke arah panggilan dan seketika jantungnya berdegup karena di sana ada Xelino dan James yang menemani Grizel.


'Xelino? Apa dia memang sengaja ingin menemuimu dan menepati janjinya?' gumam Carolyn bertanya tanya.


"Xeli Oppa, kau mau menemui Carolyn atau bagaimana?" tanya Grizel yang sangat yakin kalau Xelino hanya beralasan saja menggunakan dirinya.


"Aku menunggumu, kan aku dan James mengantarmu!" gumam Xelino tersenyum.


"Iya benar Grizel, sudah sana bekerja dan kami akan mengantarmu lagi!" tambah James juga tersenyum manis.


"Oohh, baiklah, tunggu sebentar ya,"


Grizel lalu menghambur bergabung dengan Carolyn. Carolyn berbisik bertanya pada Grizel mengapa Xelino datang kemari. Grizel menjawabnya dengan apa adanya karena Xelino dan James mengatakan akan menunggunya bukan menunggu Carolyn. Seketika hati Carolyn sedih padahal Xelino memang ingin mengawasi Carolyn dan sudah berjanji akan selalu menjaganya.


Akhirnya Carolyn mencoba menguasai diri dan menganggap kalau Xelino benar datang untuknya bukan mengantar atau menunggui Grizel. Xelino pun tidak tinggal diam melihat Ansel yang selalu mendekati Carolyn. Dia punya cara lain dengan menyibukkan Carolyn berkirim pesan chat dengan Lionel. Xelino memberikan pujian pujian pada Carolyn sehingga Carolyn tersipu, terlena dan tidak memperhatikan Ansel.


Lionel : aku menerka hari ini kau menggunakan pakaian terusan warna merah muda, aku tidak tahu nama baju itu


Carolyn : dress, lion, masa seperti itu saja kau tidak tahu


Lionel : lion? Aku suka kau memanggil ku itu!


Carolyn : seseorang ada yang mengatakanku little tiger. Jadi mungkin kita bisa berteman, lion!


Lionel : oohh little tiger? Pantas saja ...

__ADS_1


Carolyn : ada apa? Pantas saja kenapa?


Lionel : karena kau sudah mencabik cabik hatiku dengan cakar kecilmu, Olyn!


Dari jauh terlihat Carolyn tersenyum dan menghiraukan Ansel yang sedang menjelaskan lahan tersebut padanya. Xelino juga senang karena bisa mengacaukan kedekatan mereka.


Lionel : kembali ke dress merah muda mu. Kau pasti sangat cocok. Kau tahu kenapa?


Carolyn : kenapa?


Lionel : karena warna merah mudanya sampai membuat hatiku cerah berseri ❤️


Sekali lagi Xelino melihat Carolyn tersenyum tapi sayangnya Rietha jadi memarahinya. Ketika Rietha memarahinya, dia malah kini dekat dengan bibinya itu.


Dan akhirnya mereka selesai melakukan survey tersebut. Sebenarnya tidak butuh waktu lama untuk Carolyn bisa menempatkan pembangunan nanti dengan benar. Karena sebelumnya konsep yang sama sudah ia pelajari sebelumnya. Konsep rumah impiannya bersama Aciel jadi dia sudah menguasainya. Yang di pikirannya sekarang hanya Xelino yang walau ia senang chating dengan Lionel, dia merasa kalau Xelino juga pasti sedang chating dengan kekasihnya. Entah kekasih benar atau tidak. Dengus Carolyn dalam hati.


Grizel dengan semangat menghampiri Xelino dan James. Dia jalan berdampingan dengan Carolyn.


"Grizel, kau sudah selesai?" tanya James.


"Sudah James, ayo kita pulang,"


"Em, Grizel, bisakah kau ikut dulu denganku dan James ke Desa Selena? Ada sesuatu yang harus kuurus sebentar," sela Xelino berkata di depan Carolyn ketika Ansel memanggil Carolyn untuk segera naik ke mobil mereka.


Carolyn tentu iri karena Xelino hanya mengajak Grizel.


"Tentu xeli oppa, dengan senang hati! Carolyn, sudah dulu ya, kau hati hati



Carolyn terdiam dan memandang Xelino. Xelino merasa sedikit tidak tega sehingga dia menghampirinya.


"Nona, kau pulanglah, Tuan Ansel dan Nyonya Rietha sudah menunggumu, aku harus ke Desa Selena terlebih dulu. Kau pulang lah dan berisitirahat, oke? Sampai jumpa!" Kata Xelino dan berbalik lagi tapi seketika Carolyn menahan pergelangan tangannya.


Xelino terkejut dan setengah menoleh.


"Xelino," panggil Carolyn lirih.


"Hemm?" Saut Xelino berbalik.


"Biarkan aku ikut denganmu," pinta Carolyn dengan wajah sedikit murung dan bersedih.


...


...


...


...


...


Aduuhhh hati rasanya tumpah ruah 😭😭


Bersambung, Next part 30


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa


Thanks for read 💕

__ADS_1


__ADS_2