Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LELE PART 55: Special Angel & Jerry


__ADS_3

Kita hanya manusia, hanya bisa berencana, berusaha dan bertindak, namun untuk membuat semua nya berhasil atau tidak hanya kehendak Tuhan. Tuhan memiliki waktu Nya sendiri. Waktu Tuhan hanya Dia yang mengetahuinya. Hanya Dia yang menentukan hidup mati, suka duka, kaya miskin. Angel hanya berusaha membuat buah hati nya tetap hidup, itulah tugas seorang ibu walau masih dalam keadaan hamil. Sementara Jerry, suaminya berusaha memberikan kebahagiaan ada yang istrinya inginkan. Lalu, bagaimana jadinya jika pasangan ini menghadirkan hal yang luar biasa bagi anaknya yang kekurangan? Dan bagaimana juga Lexa dan Leon menyikapi bahwasanya mereka belum juga kunjung memiliki momongan?


...


Penerbangan Lexa dan Leon menuju Springfield. Mereka mendapatkan penerbangan paling pertama pukul empat pagi.


"Angel!" Leon terbangun di pesawat. Dia memimpikan adiknya. Seluruh pelipisnya dihiasi keringat sampai menetes ke pundaknya. Lexa juga terbangun merasakan hentakan lengan suaminya. Dia membuka penutup matanya dan memperhatikan suaminya.


"Leon? Sayang, kau kenapa? Mengapa kau sampai berkeringat begini?" Tanya Lexa mendekatkan dirinya pada Leon dan menyeka keringat pada pelipis suaminya itu.


"Angel sudah tak berdaya, Lexa! Dia, dia sudah menutup matanya dan hendak diselimuti oleh suster!" Leon memegang lengan Lexa. Napasnya tersengal dan sangat sesak. Dia takut mimpinya ini benar terjadi.


"Kau hanya bermimpi sayang, tenanglah, kita bahkan belum sampai." Kata Lexa mengelus wajah cemas Leon.


"Mimpi?" Leon mengerutkan dahinya.


"Iya, kita masih di pesawat, sekitar dua jam lagi baru mendarat. Kau tenang lah. Apa kau lapar? Aku membeli beberapa roti sebelum ke ruang penunggu tadi. Apa kau mau?" Jawab Lexa menenangkan hati suaminya.


Leon menarik napas dan kembali ke posisi duduknya. Dia mengusap dahinya kasar.


"Ah, itu sangat nyata Lexa! Semoga semua baik baik saja. Aku tidak tahu apa yang akan aku lakukan pada Tuan Jerry kalau Angel sampai .." Leon mengusap wajahnya kasar .


"Tidak akan! Dia wanita kuat, kau yang bilang kan?!" Lexa memotong perkataan emosi Leon. Suaminya kalau sudah emosi bicaranya suka seenaknya. Lexa pun memberikan satu bungkus Roti pada Leon.


"Benar, dia sangat kuat, melebihi diriku. Selain dia pernah terjatuh dan tidak menangis, dia juga pernah tidak makan selama dua hari dan dia baik baik saja Lexa! Perutnya hanya magh kecil kata dokter, wanita baja!" Decak kagum Leon terhadap adiknya . Dia pun meraih roti dari istrinya.


"Nah kan, jadi kau tenang saja. Angel pasti kuat." Tambah Lexa mengakui kekuatan adik iparnya itu. Lexa juga sangat mencintai Angel. Dia seperti melihat Leon dalam bentu wanita, hihi.


"Hem, aku takut sekali Lexa. Di dalam mimpiku, Tuan Jerry sudah memarahi semua suster yang hendak menyelimuti Angel. Mom juga menangis dan Juan memeluknya. Kalau aku ada di situ mungkin aku akan menghabisi dokternya. Bodoh sekali dia tidak bisa menyelamatkan adikku! Katanya dia yakin akan membuat Angel dan bayinya selamat. Dan hah, Lexa! Keponakanku sangat lucu! Sangat cantik! Di bawah matanya memerah, pipinya merah, semua nya merah seperti buah Cherry!" Tutur Leon sambil memakan rotinya juga dengan mulutnya yang penuh dengan roti. Dia sangat bersemangat menceritakan mimpinya.


"Dia perempuan Leon?" Tanya Lexa seakan akan Leon sudah mengetahuinya sekalian dia ingin mengalihkan rasa khawatir suaminya


"Iya dia perempuan, cantik sekali. Namanya Jes." kata Leon lagi membuat Lexa mengerutkan keningnya tetapi juga agak lucu.


"Sok tahu kau!" umpat Lexa.


"Benar tapi tidak tahu lengkapnya! Nanti tanya saja sama papinya, Tuan Jerry yang memberinya nama." saut Leon sekenanya. dia begitu menikmati roti yang istrinya berikan.


"Kata Angel mereka ingin dipanggil Mommy and Daddy."


"Terserahlah, anak mereka, hahaha! Roti ini enak Lexa, mengapa kau hanya beli dua, sini punyamu!" Leon meraih kasar roti Lexa karna sebenarnya dia agak lapar. tadi dia tidak sempat sarapan.


"Nah nah makan lah! Sudah tidak berlebihan dan sedih lagi kan?" gumam Lexa tersenyum.


"Kau memang bisa sekali, cepat cepat kita punya bayi Lexa, pasti akan tampan dan lucu seperti papinya." Leon melirik Lexa sesaat dan mencubit kecil hidungnya.


Lexa mengangguk tersenyum. Dia senang melihat tingkah Leon yang kekanak kanakan seperti ini. Dia seperti sudah mempunyai anak saja. Anak pertama.


...


Di sana, Jerry masih memegang tangan Angel. Dia tetap di sana tidak mau keluar dan meninggalkan istrinya sedikit saja. Dia mau melihat mata lancip itu terbuka dan melihat dirinya sebagai orang pertama.


Angel berhasil melewati masa kritisnya. Ketika semua janji yang pernah ia katakan pada Jerry terucap oleh suaminya itu. Jerry menarik selimut putih yang hendak suster tutupkan pada wajah Angel. Namun, ketika sang suster hendak mematikan mesin pendeteksi detak jantung, mesin itu kembali memiliki irama. Skalanya naik turun lalu naik lagi dan turun lagi. Angel kembali mendapatkan kehidupan. Jerry langsung memeluk istrinya itu dalam tangisnya.


"Kau adalah istriku yang kuat, kau yang akan menjagaku dan juga menjaga anak kita. Aku tidak mau wanita lain! Aku percaya Tuhan masih mempercayakan malaikat ini untuk bersamaku sampai kau sendiri yang membawaku kita sama sama menuju surga atau neraka yang terpenting aku bersamamu Angel!" Pekik Jerry di sela sela pelukannya

__ADS_1


Suster yang bertugas langsung melapor pada dokter Barley yang masih di depan menenangkan Jane. Pada kenyataannya, semua mimpi Leon bukan sekedar mimpi, melainkan adiknya yang hendak memberitahu kalau dirinya harus pergi ke alam lain. Namun Leon begitu mencintai adiknya dan sangat tidak rela. Ketika Jerry pun tak ikhlas dan Leon terbangun memanggil nama adiknya disitulah Angel tersadar.


Suster langsung membimbing Jerry untuk keluar terlebih dahulu karna dokter hendak melakukan tindakan. Jerry sudah memeluk Jane dan Juan di luar dan sama sama berdoa. Meminta kesempatan satu kali pada Tuhan untuk membuat Angel hidup.


"Tuhan, Angel tidak membantah Mu, dia merawat anaknya sekuat tenaga, tolong Tuhan jangan ambil dia sekarang aku mohon! Biarkan dia melihat anak nya dan merawatnya lagi. Di dalam kandungan saja dia begitu mengasihinya padahal anakku belum melihat anaknya. Bagaimana jika sudah. Dia akan memberikan yang terbaik Tuhan!" Pekik Jane terus memanjatkan doanya.


Sekitar dua puluh menit akhirnya dokter Barley keluar dan tersenyum. Jerry menghampirinya dengan wajah yang sudah sangat lelah namun masih memiliki harapan akan istrinya.


"Ini mukjizat Tuan. Istri anda Nyonya Angel selamat dalam masa kritisnya namun untuk sementara kondisinya masih lemah. Tekanan darahnya masih rendah dan dia masih harus mendapatkan transfusi darah juga menggunakan alat bantu pernapasan. Untuk sementara Nyonya Angel masih harus di ruang ICU. ketika sadar nanti aku akan kembali memeriksanya sehingga sudah boleh di bawa ke ruang perawatan atau belum." kata Dokter Barley memberitahu dengan antusias dan juga suka cita.


"Terimakasih Dokter Barley, aku senang sekali. Aku tidak tahu apa yang akan kuperbuat kalau sampai dia benar benar pergi!!" balas Jerry mengungkapkan isi hatinya.


"Berserah pada Tuhan lah intinya Tuan Jerry. Em untuk masalah anak anda, saya akan memeriksanya namun saya tidak menjanjikan sesuatu yang baik bagi pertumbuhannya mengingat kita sudah tahu bagaimana riwayatnya." dokter Barley memegang bahu Jerry. Jerry pun mengangguk.


"Iya dok. Asalkan dia selamat, saya akan menerima dia apa adanya. Namanya Jessica. Mungkin akan ada nama tengahnya setelah Angel sadar." saut Jerry memberi tahu nama anak perempuannya dengan cukup bersemangat.


"Wow. Nama yang penuh harap setahuku." gumam Dokter Barley yang sedikit tahu mengenai arti nama.


"Ah memang benar Dok. Kami akan selalu berharap kalau suatu saat nanti dia bisa melihat dunia." Tutur Jerry.


"Keteguhanmu sungguh luar biasa! Jika anda atau Nyonya Jane ingin melihatnya silahkan secara bergantian. Saya akan ke ruang NICU dulu, memeriksa kondisi Nona Jessica Atkinson." ijin Dokter Barley hendak meninggalkan Jerry.


"Terimakasih sekali lagi Dokter Barley." Jerry meraih tangan dokter Barley dan berjabat tangan.


Barley mengangguk dan menuju ke ruang NICU sementara Jerry menyuruh Jane terlebih dulu melihat Angel. Jerry sudah menautkan tangannya dan menengadahkan kepalanya keatas mengucapkan terimakasih pada yang Maha Kuasa karna telah memberikan kesempatan hidup satu kali lagi untuk dirinya. Ya, untuk dirinya karna kalau tidak ada Angel sama saja Tuhan juga sudah mencabut nyawanya.


"Kak Jerry, apakah kak Angel masih hidup? Aku ingin melihat dia! Tapi dengan tidak menangis. Setiap aku di dapur, aku melihat dia selalu menangis memegang mulut dan perut buncitnya. Aku tidak pernah melihat dia selalu bersedih seperti ini kak." Tiba tiba Juan menarik narik pakaian Jerry di bawah sana. Jerry langsung menoleh ke bawah. Dia pun memeluk adik iparnya itu.


"Tidak! Kak Angel tidak akan bersedih lagi, aku berjanji padamu Juan! Kita harus terus berdoa untuknya ya?" kata Jerry mencoba menenangkan pemikiran polos Juan. biar bagaimana pun Juan adik dari Angel. dia pasti sedikit tahu tentang Angel.


"Iya, dulu dia tidak pernah menangis. Aku tidak pernah melihat dia menangis tetapi saat aku ke sini, dia terus menangis." Juan masih bergumam dengan apa yang ia rasakan. Baru saja Juan pindah ke kota hampir dua Minggu dan memang benar, dia selalu melihat Angel meneteskan air mata di dapur dan seperti menahan sakit. Juan bingung karna dia tidak tahu apa apa.


Dan kini Jerry yang menemani Angel. Sudah hampir sore dan Jerry tak bergeming memegang tangan Angel. dia pun belum makan karna tidak lapar dan hendak makan bersama Angel nanti di ruang perawatan. Sampai tak lama kemudian suster mengatakan kalau ada yang hendak bergantian melihat.


"sayang, sebentar aku melihat siapa yang datang ya, aku yakin mereka Dad dan kak Leon mu. mereka akan memberimu semangat agar cepat pulih." ijin Jerry mengecup kening Angel.


Jerry pun keluar dan melihat di sana Larry dan Leon sudah tiba. Bergantian Jerry memeluk Larry dan akhirnya Leon.


"Selamat Tuan, anda sudah menjadi seorang ayah!" ucap Leon menepuk pelan punggung Jerry.


"Maafkan aku Leon, maafkan aku membuat adikmu menderita dan sekarang dia sekarat." Tutur Jerry merasa sangat bersalah.


"Inilah perjuangan seorang ibu Tuan. Tidak ada yang bisa menyalahkannya maupun dirimu." kata Leon menarik diri dari pelukan persaudaraan mereka.


"Kau hanya datang sendiri?" tanya Jerry kemudian mencari cari keberadaan saudara angkatnya, Lexa.


"Tidak, Lexa sedang melihat anakmu dengan mom dan Juan." jawab Leon.


"Masuklah bersama dad. Angel belum sadarkan diri dan kondisinya masih sangat lemah." kata Jerry mengusap matanya yang ingin selalu menangis, terharu akan perjuangan istrinya.


"Tidak pernah aku melihat dia selemah ini. Rasa cintanya besar kepadamu dan anakmu Jerry." Kata Larry sudah meneteskan air mata dan memegang dagunya.. Leon lalu merangkulnya. Angel lebih dekat dengan ayahnya ketimbang ibunya , jadi Larry sangat mengetahui tabiat dan semua tentang Angel. Karna menikah saja baru Angel berpisah dengan Larry. Sehari hari Angel lebih sering bicara pada Larry ketimbang dengan Jane.


"Lihat lah dia sekarang dad. Aku akan menunggu di sini." kata Jerry memberi kesempatan bagi ayah mertua dan saudara iparnya.


Larry dan Leon pun melihat Angel di dalam. Lagi lagi Jerry merasa seperti suami yang tidak berguna. Dia merasa tidak bisa membuat Angel tetap sehat dan aman. Hampir saja Angel kehilangan nyawanya. Semua karna dirinya yang kurang tegas menurutnya. Kalau saja dia bisa menegaskan Angel akan bahaya kandungan ini.

__ADS_1


"Tuan Jerry!" Panggil Lexa tiba tiba menepuk punggung Jerry. Jerry berbalik. Di sana saudara angkatnya. Mungkin hanya Lexa yang bisa mengerti nya. Dia tak kuasa untuk tidak memeluk Lexa sebagai saudara satu satunya meskipun hanya sebatas saudara angkat. Namun karna Alexis mereka sudah seperti kakak dan adik.


"Selamat Tuan Jerry, anda sudah menjadi seorang ayah." ucap Lexa mengelus punggung Jerry.


"Tapi aku hampir saja menghilangkan nyawa istriku, Lexa! Dia sekarang terbujur lemah di dalam. Dia wanita yang tidak pernah sakit tetapi karna mengandung anakku dia sampai seperti ini. Aku benar suami yang tidak berguna." keluh Jerry dengan sangat merasa bersalah.


"Apa yang kau katakan Tuan? Semuanya sudah kehendak Tuhan, tenanglah!" Lexa menari diri. Lexa merasa Jerry begitu putus asa karna kondisi Angel. Dia lalu membawa Jerry untuk duduk di kursi penunggu.


"Angel seperti ini Karna dia mencintaimu juga mencintai anaknya. Tidak ada yang bisa menyalahkanmu dan kau juga tidak boleh merasa bersalah. Seharusnya kau bangga memiliki Angel. Kau harus lebih menjaganya Tuan. Semua ini sudah rencana Tuhan. Dan sepertinya Angel memang berusaha menggenapi apa yang dikehendaki Tuhan yaitu anakmu lahir ke dunia dengan semua keterbatasannya. Tugas mu sekarang berdoa untuk pemulihan Angel juga memikirkan cara terbaik mengajari anak perempuanmu. Siapa nama nya Tuan? Mungkin kau sudah memberinya nama?" Lexa mencoba memberi semangat pada saudaranya dan mengalihkan suasana bersedih nya.


"Jessica, Lexa. Sepertinya kita bisa memanggilnya Jessie." jawab Jerry menoleh ke arah Lexa dan tersenyum.


Lexa langsung menutup mulutnya.


"Kau kenapa?" selidik Jerry.


"Memang, hubungan batin kakak dan adik sangat erat. Tadi Leon bermimpi di pesawat kalau anak mu adalah perempuan dan bernama Jes." jawab Lexa masih membuka lebar matanya.


Jerry berdecih dan mendukan kepalanya. Dia tersenyum. Leon benar benar kakak terdekat Angel. Mulai sekarang Jerry lebih tertantang untuk menjaga anak dan istrinya demi keluarga besarnya juta. Kini Jerry si anak sebatang kara sudah merasakan keluarga besar yang seperti dulu ia kecil. Bahkan kini lebih. Dia tidak sabar menunjukan Jessica pada Angel ketika bangun nanti.


...


...


...


...


...


happy ending happy ending happy ending


ini hanya seperti skenario yang dibuat oleh Tuhan dan kita adalah pemerannya ( jangan bilang aku yang ketik naskahnya 😂😂)


.


next part 56


keknya bakalan ke Rico dan Solane yang mana Rico masih berhasil buat nikahin Solane gess 😁😁


nanti tapi masih akan ada kisah Angel dan Jerry nyelip nyelip biasa yaa 😁😁


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2