Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 24. Like Father Like Son


__ADS_3

Buah tak jauh dari pohonnya dan bagaimana jadinya jika kacang tidak akan lupa dengan kulitnya? hal di bawah inilah yang terjadi :)



Xelino memarkirkan mobilnya di basement apartemennya. Dia melihat jam tangannya sudah menunjukan pukul 10 malam. Dia yakin kalau ibu kandung dan nenek angkatnya pasti sudah tertidur.


"Hahaha! Kau memang cerdik nan pintar Xelino! Besok kau tinggal katakan: aku buru buru mam, atasanku sudah menghubungiku, aku berangkat dulu ya, nanti aku akan pulang cepat, dan walaupun mami tetap menahanku akan ada Granny; Lexa, trust him! Hahaha, Granny memang yang terbaik, percis seeprti Grandad! Cold! Pantas saja Tuan Willy sulit sekali bicara sampai sampai harus pakai dongkrak mobil untuk membuka mulutnya itu, haha!" Celoteh Xelino sambil menyiapkan diri keluar dari mobil dan menaiki apartemennya.


Xelino pun sampai di depan kamar apartemennya. Dia membuka sebuah ruang kecil seperti mesin absen di samping pintu kamar apartemennya untuk menekan tombol password jika tidak menggunakan kartu kunci untuk membuka kamarnya. Dia memang tidak mau menekan bel atau meminta ibunya membuka pintu karena semua rencananya akan gagal. Xelino pun mendorong pintunya perlahan dan memasuki kamarnya. Lampu tampak gelap dan benar dugaannya kalau dua wanita terpenting dalam hidupnya pasti sudah tertidur di kamar tambahan di sebelah kamarnya. Xelino berjalan pelan ke dapur untuk meminum susu terlebih dahulu setelah itu ke kamarnya.


Dia membawa susunya berjalan ke kamar karena ingin meminum sambil membaca buku. Namun, belum sampai dia masuk ke kamar, lampu ruang tamu menyala bersama di sana ibunya duduk di sofa single di dekat tv. Xelino tentu terkejut melihat di sana ibunya sedang duduk sambil memegang remot dan tak lama nenek angkatnya, Claudia kelur dari kamarnya.


"Kau sudah pulang nak? Duduklah, jangan terkejut begitu dan hadapi mamimu! Aku akan membuatkanmu oatmeal malam hari yang akan membuat cepat tidur dan lebih menenangkan ketimbang susu itu, sayang!" Kata Claudia dengan lembut dan menepuk pelan punggung Xelino.


Sementara Xelino masih terpaku di sana.


"Cepat kemari! Duduk di depanku!" Perintah Lexa dan Claudia terdengar terkekeh. Xelino menatap Claudia meminta bantuan tapi sepertinya tidak ada harapan. Akhirnya dia duduk di depan ibunya dan meletakan susu di atas meja ruang tamu.


"Mami ..." Rengek Xelino.


"Diam! Sekarang aku yang menjadi hakimnya! Kau hanya perlu menjawab, bukan begitu mom?" Kata Lexa juga mengajak Claudia bicara.


"Hemm!!" Saut Claudia terus tersenyum karena melihat wajah Xelino tampak pasrah.


"Granny, bantu aku!" Kini Xelino merengek pada Claudia.


"Nope! Sejak kau mengusir kami, dia terus merajuk seperti anak kecil, dia menunggumu sampai sudah belasan kali papimu menghubunginya untuk makan


"Mami! Kau belum makan? Ahh, aku punya ayam lada hitam baru saja kubuat tadi pagi, aku akan memanggangnya untukmu, bagaimana?" Saut Xelino kemudian mendekati Lexa dan memegang tangannya.


"Diam ku bilang diam, diam diam! Kembali ke tempat dudukmu!" Bentak Lexa menghempaskan tangan anaknya.


"Oke aku diam!" Xelino kembali ke tempat duduk nya dan menundukan kepalanya.


"Jawab ketika aku bertanya dan tidak boleh diam!" Kata Lexa.


"Kau ini tidak jelas mami! Kau menyuruhku diam dan sekarang kau melarang ku diam, jadi aku harus apa? Terbang?" Gumam Xelino malah mengesalkan hati ibunya.


"Diam!"


"Nah kan!"


"Sudah cepat tanya Lexa! Kau juga lama sekali!" Kata Cluadia merasa gemas dengan anak angkatnya itu.


"Ah iya benar! Sorry mom!" Gumam Lexa.


Claudia tersenyum dan masih membuat oatmeal untuk Xelino.


"Ya, jadi siapa Carolyn?" Tanya Lexa serius.


"Anak Tuan Gilbert!" Jawab Xelino singkat.


"Jadi kau menggunakan nama Lionel?" Selidik Lexa lagi.

__ADS_1


"Tidak! Tetap Xelino?"


"Lionel?" Lexa mulai bingung.


"Tetap!" Jawab Xelino lagi apa adanya.


"Kau ini bagaimana Xelino, oh God mommy! Mengapa aku mempunyai anak seperti Leon!" Decak Lexa pusing dengan prilaku anaknya ini.


"Ya, karena itu anak Leon!" Saut Claudia terkekeh. Claudia sudah duduk di meja makan menyaksikan ibu dan anak saling berdebat tapi Claudia malah merasa sedang menonton acara komedi keluarga.


"Mami! Begini, jadi Tuan Gilbert menyuruhku menjemput Nona Carolyn karena supir yang biasa menjemput Nona Carolyn sedang berhalangan, begitu!" Tutur Xelino akhirnya mendapatkan jawaban.


"Kau tidak menjadi asisten?" Selidik Lexa memicingkan matanya.


"Jadi,"


"JADI? KAU JADI ASISTEN CAROLYN? IYA?!" Pekik Lexa sudah sangat kesal.


"Aku belum selesai mami," kata Xelino kembali meredakan Lexa.


"Jadi?"


"Asisten Tuan Gilbert!" Jelas Xelino berdalih.


"Kau serius?"


Xelino mengangguk tersenyum menang. Dia sudah menyiapkan semuanya. Otaknya itu sudah tertampung ribuan bahkan jutaan kata kata pengalihan.


"Ooohhh anakku, kau benar benar hebat sekali, padahal baru beberapa bulan kau bekerja di sana dan kau sudah menjadi asisten direktur, i'm so proud baby boyyy!!!" Pekik Lexa terharu dan dia beranjak hendak memeluk anaknya. Xelino tentu menyambut pelukn ibunya itu. Dia berhasil untuk mengulurnya lagi.


"Karena dia mengenal kalian, Granny! Nona Carolyn akan curiga kalau aku adalah anak dari ibuku yang cantik ini," ujar Xelino memegang wajah ibunya.


"Oohh iya iya. Kalian terlihat akrab sekali," gumam Claudia tersenyum.


"Begitulah Granny, sepertinya dia menyukaiku!"


"Percaya diri sekali kau ini, haha! Yasudah, jadi Lexa kau sudah puas kan?" Claudia memastikan.


"Sudah, tapi jangan seperti tadi lagi, kami benar benar bingung!" Dengus Lexa.


"Lagipula, Mami, Granny! Mengapa kalian tidak memberitahuku kalau kalian sudah datang?" Tanya Xelino menuntut.


"Makanya nyalakan ponselmu! Kau ini benar benar anak Leon, tobat mami Xelino, tobat! Papimu dari belum menjadikan mami pacarnya sampai menjadi pacar dan menikahi mami lalu memilikimu selalu meninggalkan atau mematikan ponselnya! Sama sepertimu yang tidak menyalakan ponselmu kan???!!!!!" Decak Lexa menarik telinga Xelino dengan sedikit hentakan karena sudah makan hati dengan anak sema


"Oh Tuhan mami, aku baru mengingatnya kalau tertinggal di nakas meja kantorku! Kau memang pengingatku mami dari lahir sampai sekarang


Claudia benar benar hanya bisa tertawa dan akhirnya menyajikan oatmeal bercampur pisang dan blueberry itu pada Xelino lalu bergabung di ruang tamu kembali berbincang bincang.



Satu Minggu penuh Lexa dan Claudia menghabiskan liburannya di Springfield. Pagi hari mereka berdua masih di apartemen Xelino berlomba lomba memasakan sarapan untuk Xelino dan Xelino merasa sangat terberkati dengan kehadiran mereka berdua. Sementara siang sampai sore hari, Lexa mengajak Claudia mengunjungi taman taman indah dan bersejarah di Springfield. Dan, malamnya tugasnya Xelino mengantar mereka ke pusat pusat perbelanjaan atau tempat tempat kuliner.


Sampailah Lexa dan Claudia harus mengunjungi Desa Serena menemui ayah dan ibu mertua Lexa juga saudara angkatnya, Jerry. Sebelumnya Lexa dan Claudia juga sudah bertemu Allegra dan makam di Atkinson de Angel. Lexa dan Claudia pun menuju ke Desa Serena tapi Claudia ingin menaiki bus sehingga Xelino bisa aman dan dia bisa menemui Carolyn.

__ADS_1


Hari ini Carolyn harus mendatangi lokasi pembangunan kantor cabang klien kedua mereka. Carolyn tidak bisa berkelit lagi untuk tidak datang karena dia yang mencanangkan bahan baku dengan kualitas terbaik. Jadi, Deborah mengharuskannya untuk memeriksa apakah sudah benar atau tidak sehingga dapat diganti secepatnya jika terjadi kesalahan. Selain itu memang Carolyn harus mendampingi Deborah sebagai asistennya.


Yang membuat Carolyn kesal adalah Deborah pergi ke lokasi lebih dulu sedangkan dirinya bingung harus meminta tolong pada siapa. Sedangkan Cole sedang mengantar ayahnya, Xelino masih cuti dan dia menerka Xelino pasti sibuk di kantor. Sementara masih sampai sekarang, ayahnya belum memperbolehkan dirinya menggunakan mobil sportnya. Mengesalkan! Pikirnya.


Carolyn kelur gedung dan hendak mencari taxi tapi lagi lagi dia bertemu Erina dan Ansel yang hendak menemui Rietha. Seperti biasa Ansel berbasa basi dan akhirnya menawarkan diri untuk mengantar Carolyn. Carolyn menyetujui tapi dia mengajak Grizel yang kebetulan lewat hendak mencari makan siang. Hari itu Lila tidak masuk karena sedikit tidak enak badan.


Akhirnya Ansel dan Erina mengantar Carolyn dan Grizel ke tempat lokasi. Sesampainya di lokasi tentu Ansel terus berdekatan dengan Carolyn dan terkadang memberikan rayuan untuk menggoda Carolyn. Carolyn berusaha tetap tenang karena dia merasa tidak begitu cocok dengan gurauan Ansel yang membuatnya ingin menjauh. Dia malah merindukan Xelino. Akhirnya Carolyn hanya tersenyum tipis dan mengangguk menanggapi Ansel.


Namun, ada sepasang mata yang menjadi kesal melihat kedekatan mereka dan lagi Ansel menyuruhnya untuk mencari cara agar dirinya dan Carolyn dekat dengan cepat dan dapat menjalankan rencana buruknya. Wanita itu menarik napas dan memang secara kebetulan juga ingin membuat malu Carolyn sehingga Ansel yang menjadi pahlawan juga penenangnya.


Erina tentu mengambil sekaleng cat tembok berukuran medium dan dia sudah membukanya. Dia pun membawanya dan akan menyiramkan ke belakang tubuh Carolyn lalu dia bisa berpura pura tidak sengaja atau dia mulai terasa berat membawanya.


Carolyn, Grizel, Deborah dan Ansel sedang memperhatikan sebuah mesin pengangkut memindahkan beton beton yang ingin diperiksa Deborah.


Erina mulai menjalankan aksinya sambil menyunggingkan senyum liciknya. Namun, ketika baru saja dia hendak menyiram cat berwarna merah tersebut, sebuah tangan malah mengarahkan kaleng cat tersebut ke arah Erina sehingga cat tersebut tumpah tepat di depan wajahnya. Sontak Carolyn, Grizel, Deborah dan Ansel berbalik dan terkejut melihat apa yang terjadi pada Erina.


Sementara sebuah tangan tersebut malah menolak pinggang dan menampilkan matanya yang lancip terangkat bersama alisnya serta senyum yang menantang.


...


...


...


...


...


Dah tau kan siapa penyelamat kita 😁😁


Awas ada banteng, Erina, habis mukak mu 😝😝


.


Next part 25


apa yang akan dijelaskan Erina dan apa yang akan dilakukan Xelino kemudian?


apakah Erina masih akan mencelakai Carolyn?


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2