Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 61. Watching You!


__ADS_3

Cinta itu membingungkan. ketika sudah berhadapan langsung rasanya ingin memberikan ujian lagi dan lagi, tapi ketika perlahan memudar saja rasanya menyesal sampai ke ulu hati terdalam. ketika mendekat tidak sanggup berlama lama tapi jika menjauh dan bersama cinta yang lain, rasanya ingin kembali memeluknya dan tidak mau melepaskan. sebenarnya apa itu cinta di dalam hati Carolyn? memang menguji Xelino tapi kalau rasanya menyakitkan, mengapa dilakukan?


...


"halo! Di mana tempat si Dior Prime itu mengadakan resepsi pernikahannya?!" tanya Carolyn pada James di sambungan telepon.


"Mengapa kau tidak bertanya pada Xelino, nona?" balas James bingung.


"Cepat katakan saja! Kau mau aku menyuruh Daddy ku memecatmu!" kata Carolyn lagi tam sabar. Carolyn baru tiba di Legacy pukul 9 pagi. dia mengambil penerbangan paling pagi pukul 5 subuh.


"Haiz, baiklah sebentar aku akan bertanya pada kekasihmu itu! Kalian sudah saling suka mengapa masih menjaga image masing masing?! Memang Xelino benar tidak mengatakan apa apa nona?" selidik James lagi.


"Tidak. Dia hanya bilang ke legacy, sudah cepat kau hubungi dia! Aku sudah ada di Legacy!" ujar Carolyn tidak sabar.


"Oh God nona? Kau menyusulnya? Apa tuan dan nyonya tahu?"


"Tahu, kau tenang saja! Cepat ya James!"


"Siap nona, tunggu sebentar!"


"Oke thanks!"


Panggilan dimatikan. Carolyn menyeringai menunggu kabar dari James. Dia mau melihat bagaimana Xelino tanpa dirinya dan harus bertemu dengan Zhavia. Apa dia masih menggoda wanita itu atau acuh seperti dengan wanita lain yang bukan Zhavia? Carolyn penasaran sekali.


"Kau bilang kau sangat mencintaiku? Cih mari kita buktikan rubah tengik!" Decak Carolyn mengenakan kaca mata hitam dan menarik koper kecilnya keluar bandara.


Ketika di dalam taxi, barulah James memberikan pesan padanya di mana tempat Dior dan Gracia mengadakan pemberkatan dan pernikahan. namun, Carolyn tidak sempat mengikuti acara pemberkatan. Sesampainya di sana, Dior dan Gracia sudah keluar dari gereja. Sepertinya acara pemberkatan sudah selesai.


"Dior Prime? Emm, tampan dan istrinya? Cocok! Sama sama berwajah tenang dan bisa mengkondisikan keadaan, sementara mana si rubah itu!" Decak Carolyn berdiri di samping pohon yang terdapat di kawasan gereja itu. Carolyn di sana dan akan bergabung kalau semua sudah memenuhi tempat resepsi yang diadakan di taman samping gereja ini.


Dan sampailah dia melihat Xelino keluar dari gereja bersama seorang wanita, Zhavia. Carolyn yakin sekali. Carolyn belum melupakan wajahnya di bingkai foto waktu itu. Carolyn making mengerutkan wajahnya karena Zhavia menggandeng lengan Xelino dan mereka tampak sangat akrab. Xelino dan Zhavia saling mengumbar canda tawa yang membuat hati Carolyn begitu meringis.


'Rasa rasanya Xelino tidak pernah sesenang itu ketika bersamaku, dia malah seperti terbeban dan malah dia juga yang membuatku tertawa, bukan aku. Sementara bersama Zhavia mereka seperti sepasang kekasih. Humph, Xelino kau menyebalkan! Mengapa kah mengatakan kau mencintaiku sementara kau tampak mesra dengan Zhavia. Kau jahat sekali! Aciel tidak pernah dekat dengan wanita manapun jadi baru kali ini aku merasakan cemburu yang sangat perih! Xelino, aku cemburu! Kapan kau bisa sebahagia itu denganku? Humph, aku di sini Xelino,' tutur Carolyn dalam hatinya. Wajahnya mengkerut dan terus memperhatikan mereka.



Semua mulai memenuhi tempat resepsi. Terlihat Dior dan Gracia sudah menempati bangku pelaminan. Sementara Xelino menempati meja makan khusus keluarga tapi di sana mereka duduk di meja yang berisi 6 kursi. Di sana ada Ezekhiel, Zefanya, Morgan, Allegra, Zhavia dan Xelino. Mereka berpasang pasangan. Carolyn juga sudah ikut berbaur dengan resepsi itu tapi sepertinya tidak ada yang menyadari dengan gaya berpakaiannya yang cukup misterius. dia mengenakan dress formal berwarna hitam yang dipadukan dengan sepatu hak tinggi andalannya lalu aksesoris berbahan tile putih menghiasi kepalanya. Tidak lupa kaca mata hitamnya.


Carolyn duduk di meja makan paling belakang sehingga Xelino, Lexa, Leon atau Allegra sekalipun tidak menyadari kedatangannya. Carolyn hanya mengambil orange juice dan terus memperhatikan mereka berenam di sana sampai ibunya menghubunginya. Jennifer menanyakan dirinya dan akhirnya Carolyn malah berbincang bincang dengan ibunya terlebih dahulu sambil sesekali menyesap orange juice.



Zhavia Prime

__ADS_1


cast Zhavia : Bae Suzy


------------------------------


Sementara itu di meja berisi 6 kursi itu, Allegra tentu saja berkasih kasihan dengan kekasihnya . Juga Ezekhiel dan Zefanya yang saat itu masih menjadi sepasang kekasih sedangkan Xelino dan Zhavia agak bingung melihat kedua pasangan itu.


"Zhavia, mengapa kau tidak mengajak kekasih blesteran mu itu duduk di sampingmu? Lihat dia terus memandangiku dengan tajam!" bisik Xelino juga memperhatikan Patrick yang bermain piano tapi melihat ke arah mereka.


"Siapa? Patrick? Dia hanya sahabat ku bukan kekasih! Hum, kata Allegra kau juga sudah memiliki wanita?! Mengapa tidak dibawa kemari?!" balas Zhavia bertanya.


"Tidak!"


"Kenapa?"


"Nanti kalian bertengkar memperebutkan ku," celetuk Xelino asal.


"Dasar kau buah tak jauh dari pohonnya, mengesalkannn!!!" Dengus Zhavia sambil mengacak acak rambut Xelino. Mereka malang kembali saling menebar umpatan dan gurauan.


"Zhavia, kau tidak memberi makan atau minum untuk Patrick? Sejak pemberkatan dia terus menekan tuts piano terus!!" kata Zefanya memperingati Zhavia.


"Ya, karena dia kesal padaku Zefanya! Jadi piano itu jadi korban! Dia cemburu dan mengandaikan piano itu adalah aku!" cibir Xelino lagi.


Semua terkekeh mendengar celetukan Xelino sementara zhavia mendengus dan akhirnya beranjak dari sana. Dia menghampiri temannya itu. Sementara Xelino memperhatikan sekitar setelah Zhavia pergi. Allegra juga melihat lihat sejuknya taman di samping gereja ini. Namun, seketika pandangannya berhenti pada satu titik di mana di belakang meja meja ini agak serong ke kanan dari dia duduk, Allegra melihat sosok wanita berbaju hitam dan berhiaskan aksesoris tile di kepalanya seperti sedang berseteru dengan seorang wanita paruh baya. Allegra memicingkan matanya dan meyakini kalau itu Carolyn ketika dia membuka kaca mata hitamnya.


"Dengan siapa?" tanya Xelino masih menikmati buah buahan.


"Kak Carolyn,"


"Carolyn? Kenapa kau tiba tiba menanyakan dia?" tanya Xelino menoleh ke arah Allegra.


"Entah mataku yang salah atau aku bermimpi atau itu memang dia, di sana, apa wanita itu Kak Carolyn?" kata Allegra menunjuk ke arah Carolyn.


Xelino langsung menoleh ke arah yang Allegra tunjuk. Jantung Xelino bergemuruh tak karuan. Di sana benar Carolyn. Mengapa dia di sini? Tanpa banyak bicara, Xelino langsung beranjak dan menghampiri perseteruan yang tak lama menjadi kerumunan kecil. Allegra juga mengikutinya sementara Morgan dan lainnya hanya memperhatikan kemana dua saudara itu pergi.


"Nyonya, oh God kau merusak rencanaku, aku sudah minta maaf padamu. Aku sedang menelepon aku tidak tahu kau akan melintas dan orange juice ini mengenai pakaiannmu, aku minta maaf! Sudah jangan berteriak teriak, nanti aku akan katahuan!" kata Carolyn memohon pada seorang wanita paruh baya untuk segera memaafkannya dan tidak menganggunya.


"Kau memang siapa?! Kau Intel? Kau anggota united Nations? Kau detektif? Pakaianmu hitam hitam seperti ini! Kau tidak menghargai keluarga Prime yang mengadakan resepsi di gereja suci ini! Apa jangan jangan kau t*roris ya? Duduk seenaknya dengan orange juice lalu tak lama kau meledakan dirimu!" decak wanita itu menunjuk nunjuk Carolyn.


"Hey Nyonya! Mengapa kau jadi menghina penampilanku?! Aku, aku, aku kekasih salah satu kerabat Tuan Dior! Aku datang terlambat dan mencari dia! Kau jangan berkata seenaknya! Aku bahkan bisa mengganti gaun usangmu ini!" balas Carolyn yang sudah terpancing emosinya. lama lama dia juga tidak tahan karena dia sudah berusaha lembut .


"Usang kau bilang?!!! Ini aku membelinya langsung dari Stella Mccartney! Aku bisa menuntutmu! Kau ini anak muda yang tidak mempunyai etika, siapa yang tahu kalau kau berbohong, bicaramu saja terbata bata! Mana ada keluarga Prime atau Janson yang mau bersama wanita arogan sepertimu! Di sini keluarga keluarga penting di Legacy! Kau apa?!" bentak nyonya itu lagi tidak takut sama sekali sekaligus menghina habis habisan Carolyn.


"Nyonya sudah nyonya, dia sudah meminta maaf," kata asisten pribadi nyonya itu mengingatkan. Wanita itu memang sudah tua dan mungkin emosinya sangat tidak terjaga.

__ADS_1


"Nyonya yang terhormat, saya sudah minta maaf, asistenmu saja mendengar," ujar Carolyn berusaha kembali merendah.


"Carolyn? Sedang apa kau di sini? Mengapa, mengapa kau kemari?" tiba tiba suara Xelino muncul membuat Carolyn menoleh dan tidak bisa lagi mengelak. seperti ada cahaya yang datang dia harus merubah keadaan.


"Lihat ini! Ini kekasihku! Xelino, katakan kau kekasihku kan? Dia menyangka aku intel, t*roris, mata mata, aku sudah minta maaf karena tidak sengeja mengenai orange juice pada gaunnya. Tapi dia malah memarahiku!" kata Carolyn menarik jas Xelino.


"Ada apa ini? Xelino, ada apa ini?" tiba tiba Zhavia pun muncul menarik lengan Xelino untuk tetap di sampingnya. dia juga bingung apa yang sedang terjadi sementara resepsi masih berlangsung.


"Aaaahhh, kau memang benar benar penipu! Ini Zhavia Prime! Dia kekasih tuan muda Xelino Janson! Kau jangan bermimpi!" decak wanita tua itu memabangga banggakan Zhavia dan Xelino.


Carolyn sudah tak bisa berkata kata lagi. Walah itu kata kata dari orang lain, tampaknya mereka memang sangat dekat. Apalagi cara Zhavia memegang lengan Xelino sekarang.


"Xelino, ada apa?" tanya Zhavia lagi memandang Xelino.


"Tidak apa apa Zhavia, ini hanya salah paham! Carolyn, kau sudah meminta maaf?" kata Xelino lalu kembali menoleh ke Carolyn untuk memastikan sesuatu.


"SUDAH! KAU TIDAK USAH MENGAJARIKU! AKU TETAP TAHU BATASAN TAPI SEPERTINYA AKU MEMANG TIDAK PANTAS DI SINI, APALAGI MELIHAT KAU DAN DIA BERSAMA! PERMISI! MENYESAL AKU DATANG KEMARI!" Decak Carolyn tidak dapat membendung kekesalannya sejak tadi melihat kedekatan Xelino dan Zhavia.


Carolyn pun pergi dari sana. Xelino masih harus menjelaskan pada wanita itu karena wanita itu salah satu kolega Leon dan Dion yang cukup penting. Sementara malah Allegra yang diikuti oleh Zhavia menyusul Carolyn.


"Nyonya, maafkan kekasihku," ucap Xelino pada akhirnya sontak membuat wanita tua itu mengerutkan wajahnya tak enak.


"Apa?! Kau?"


"Ya, dia memang kekasihku," jawab Xelino tersenyum.


"Tapi kau dengan Nona Zhavia begitu serasi," saut nyonya itu.


"Tidak, kami hanya berpasangan sebagai pendamping saja karena kekasih sebenarnya Zhavia itu Tuan Muda Kwan, kau tahu kan?" kata Xelino lagi menjelaskan hal yang belum pasti saat itu.


"Ah iya memang dia lebih cocok sepertinya ,maaf Xelino," kata nyonya itu yang mengetahui reputasi keluarga Kwan di atas keluarganya.


"Ya kau tidak salah, memang benar , tidak masalah. Jadi kalau kekasihku belum meminta maaf, aku yang mewakilkan, maaf dia hanya seorang anak direktur yang baru belajar sopan santun . Emosinya masih kurang terkendali. Lain kali tidak akan ada kejadian seperti ini lagi," balas Xelino mewakili keluarga Prime dan Janson.


"Kekasih anda sudah meminta maaf tuan, maafkan nyonya saya yang juga langsung emosi," ujar asisten nyonya itu menjelaskan dan juga meminta maaf.


"Tidak masalah aku mengerti. Jadi silahkan nikmati santapannya. Silahkan Nyonya Barbara Seth, aku akan mengantarmu ke meja mu, silahkan ..." Kata Xelino yang akhirnya membuat wanita paruh baya itu mengerti. Xelino mengantarnya dengan ramah sementara dia terus memikirkan Carolyn mengapa sampai menyusulnya kemari.


...


lanjut di bawah ya 😊


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕💕


__ADS_2