
Dan akhirnya bunga itu kembali memunculkan kelopak kelopaknya sehingga menjadi sekuntum bunga yang akan mekar. Dengan aroma yang khas dan bentuk yang begitu enak dilihat mata. Setelah mengalami musim gugur yang berkepanjangan akhirnya kembali bersemi bagaikan bunga matahari yang besar, indah dan warnanya yang begitu mencolok. Ya, Lexa ibarat sebuah bunga yang tiba tiba gugur dan beberapa orang meremehkannya. Namun karna Leon. Leon tidak pernah bosan menyirami bunga tersebut sehingga pada akhirnya bunga tersebut kembali menampakan keindahannya. Lexa mengalami keguguran sekitar empat tahun silam dan kini Tuhan kembali mempercayakan sebuah benih cinta Leon sehingga akan tumbuh menjadi tumbuhan yang menghasilkan bunga. Lalu bagaiaman proses kehamilan dan Lexa melahirkan? Apakah Leon siap menjadi seperti Dion, ayah dan suami yang siaga?
...
Leon dan Lexa keluar dari ruang dokter spesialis kandungan. Mereka begitu terharu melihat hasil USG janin mereka. Lexa benar benar hamil. Usia kandungannya sudah menginjak 6 Minggu. Perkiraan Lexa sedikit meleset. Lexa ingat dia baru terlambat 7 hari saja. Dia memang tidak mau memikirkan hal ini lagi. Dia sudah senang bisa mengurus Dior setiap dua hari sekali. Terkadang Abby juga harus membawa Beatrice dan Lexa yang menawarkan untuk mengurusnya. Begitu juga dengan Leon yang selalu mengajak Lexa setiap akhir pekan ke acara acara seperti konser atau menonton bioskop supaya mereka memiliki kesibukan.
"Leon, kau dengar kan kata dokter? Anak kita sehat!" Kata Lexa masih melihat hasil cetak rekaman USG mereka.
"Ya, tapi kau tetap hati hati! Em, apa sebaiknya kau tidak usah bekerja Lexa. Berdiam dulu sampai melewati masa trimester pertama, bagaimana?" Kata Leon kemudian menoleh ke arah Lexa.
"Tapi kau harus menyiapkan tontonan film drama dan action juga bahan bahan masakan juga kau harus pulang ketika makan siang, bagaimana?" Pinta Lexa menyetujui apa yang diarahkan suaminya.
"Okeh! Tuan Dion tidak akan keberatan. Ada Manuel! Haha." Saut Leon tertawa kecil.
"Ah ajak Sherry ya supaya aku tidak bosan?" Pinta Lexa lagi tersenyum manja.
"Ok ok, aku baru ingat, sebentar lagi Juan kembali libur, dia sudah meminta Tuan Jerry untuk ikut. Saudara angkatmu akan datang ke Legacy satu Minggu lagi Lexa." Leon memberikan kabar. Baru kemarin Jerry menghubunginya tetapi Lexa masih sangat sibuk menyelesaikan tugas akhir sebelum Viena melahirkan.
"Benarkah? Suruh dia menemuiku Leon. Aku merindukannya." Lexa tampak antusias. sejak memiliki anak Jerry dan Angel jarang berkunjung karna mereka harus merawat Jessie dengan ekstra.
"Oke Xelino's mom!" Leon mencuri sebuah kecupan kecil di pipi Lexa.
"Haha! Memangnya sudah tau kalau lelaki?" Lexa setengah menoleh sedikit memicingkan matanya pada Leon.
"Sudah! Kau jangan meremehkan mataku, bisa menembus apapun yang kuinginkan!"
"Ah jadi kau juga bisa melihat pakaian dalam wanita lain!!" seketika Lexa kembali cemburut.
"Kalau itu aku buta! Hanya denganmu saja! Sudah ayo kita menemani Tuan Dion. Sepertinya Nyonya Viena sedang proses operasi." Leon kembali merangkul istrinya ke ruang tunggu operasi.
Lexa mengangguk tersenyum dan masuk dalam rangkulan Leon. Akhirnya dia kembali hamil dan dokter mengatakan janinnya kuat dan sehat. Namun Lexa dan Leon tetap harus menjaganya agar tidak terjadi kesalahan lagi.
...
Bulan kedua kehamilan Lexa
Usia kandungan : 8 minggu
Lexa melihat Leon sedang membuat jus wortel dan apel. Leon begitu menyukai jus ini sejak mereka program hamil meminum tiga rahasia buah dan sayur ini. Leon tidak menawari Lexa karna dia tahu kalau Lexa tidak menyukai wortel. Namun ketika Leon meletakan es batu di gelas kaca itu dan menuang jus itu rasa rasanya sangat menggeliurkan Lexa. Kerongkongannya terasa haus dan dia menginginkannya.
"Leon aku mau!" pinta Lexa dengan mata yang berbinar binar.
"Ini wortel Lexa! Nanti kau marah marah!" ujar Leon.
"Aku mau!" Lexa tetap menginginkannya.
Leon tersenyum dan mengalah. Dia menuangkan sedikit di gelas kaca kecil dan meletakan hanya dua balok es kecil.
"Aduh!" Leon terkejut menerima pukulan tangan Lexa tiba tiba.
"Kenapa kau memukul ku?" keluh Lexa memegang sisi lengan nya.
"Aku mau es batunya lima!" Lexa menunjukan kelima jarinya terbuka.
"Jangan terlalu dingin Lexa!"
"Aku mau dingin sepertimu."
"Kau tidak memikirkan anak kita? Nanti dia kedinginan di dalam!"
"Musang bodoh! Cepat masukan tiga bongkah lagi atau aku akan keluar dari apartemen! Cepaatt!!!" ancam Lexa sedikit melebarkan matanya.
"Aaahhh, apa begini kelinci kalau sedang hamil, seketika berubah menjadi kelinci rabies yang licik! Nahh lima bongkah es batu!" Decak Leon dan meletakan lagi 3 bongkah es batu.
Lexa tersenyum dan mengelus wajah suaminya sebelum meminum jus tersebut. Namun tak berapa lama Lexa menegak jus tersebut muncul tekanan dari dalam tubuhnya. Dia mual dan akhirnya memuntahkan semua jus itu di depan Leon. Dia tidak bisa menghindar karna tekanan dari perut begitu cepat dan tidak nyaman.
"LEEEEXXXAAA!!! Apa yang kau lakukan?" Keluh Leon sedikit kesal karna muntahan itu mengenai seluruh bajunya juga masuk ke dalam jus yang baru sedikit ia nikmati.
"Tidak enak Leon! Aku tidak suka wortel, huhuhu .." ujar Lexa dan tak lama dia menangis karna sedikit terkejut dengan gertakan Leon. Leon menjadi merasa bersalah. Lexa menangis dengan cukup kencang dan air matanya berlinangan seperti menemukan Leon tidur dengan wanita lain.
"Lexa? Sudah sudah, mengapa kau menangis, aku tidak apa apa." Kata Leon kembali melembut dan dia melepas pakaiannya.
"Tapi kau marah, kau membentak ku!" kata Lexa sesenggukan.
"Tidak tidak, iya iya aku minta maaf, sudah sudah." Kata Leon menghampiri istrinya dan memeluknya. Lexa lalu merasakan tubuh bidang suaminya. Dia mengelusnya.
"Sudah ya jangan menangis lagi?" Leon memohon.
"Iya, untung tubuhmu bagus jadi aku langsung tenang!" Kata Lexa terus mengelus dada bidang serta perut yang cukup berbentuk kotak kotak itu dan sesekali mengecupinya. Hal ini malah membuat Leon sedikit tegang pasalnya sejak dinyatakan hamil, Leon belum menyentuh Lexa. Leon lalu memegang tangan Lexa dan memasukannya ke dalam celananya.
__ADS_1
"Karna Kau sudah memancing Lexa. Lakukan kewajibanmu!" Leon menunjukan seringainya.
"Musang mesum!"
Leon mengedipkan matanya dan Lexa menuruti kemauan suaminya.
...
Bulan keempat kehamilan Lexa
Usia kandungan : 16 minggu
"Selamat Tuan Leon, Nyonya Lexa, anak anda laki laki." Kata sang dokter menunjukan rekaman USG janin Lexa.
"Benarkah? Leon benar, aku akan menjadi Xelino's mom. Eh mengapa aku seperti merasa deja Vu?" Pekik Lexa dengan sangat riang tapi seketika mengingat sesuatu.
"Deja Vu bagaimana?" Leon menghampiri Lexa.
"Mimpi beberapa tahun lalu." Lexa terkekeh menerima tangan suaminya.
"Aku saja sudah lupa. Sudah ayo turun!" Leon membantu Lexa untuk turun dari tempat tidur yang bergabung dengan mesin USG itu.
Sang dokter selalu tersenyum dan selalu menunggu kehadiran Leon dan Lexa.
"Seperti biasa, hanya kalian yang dapat membuatku seriang ini. Kalian pasangan yang romantis dan lucu." Puji sang dokter dan kembali ke meja kerjanya.
"Sudah belakangan ini dia menginginkan anak laki laki dok. Dokter tidak tahu dia sudah membeli sebuah mobil mobilan yang bisa dinaiki. Katanya untuk anaknya nanti." decak Lexa memberitahu apa yang sudah Leon lakukan.
"Hahaha, Tuan Leon begitu menantikan anak kalian Nyonya." kata sang dokter mendukung apa yang dilakukan Leon.
"Dia ini repot sekali dok! Aku yang membeli, ya jika anakku perempuan dia juga bisa menaikinya!" keluh Leon sedikit rasional.
"Ya ya benar. Lakukan apapun yang kalian suka, tapi ingat tetap jangan terlalu Nyonya Lexa. Jaga asupan makanan dan minuman. Berat badannya hanya naik sedikit. Saya sarankan Nyonya Lexa makan dan minum cukup sering minimal 4-5 kali sehari ya." pesan sang dokter sambil menulis resep obat dan vitamin Lexa.
"Tapi aku selalu muntah jika makan banyak Dok." sungut Lexa menundukan kepalanya.
"Aku akan kembali memberikanmu obat anti mual." kata sang dokter.
"Tenang saja dok, nanti saya atur pola makannya!" saut Leon tersenyum.
"Ya, oleh sebab itu kukatakan sedikit saja tetapi sering. Semoga bulan depan berat badan sang bayi meningkat pesat." sang dokter tersenyum menatap Leon dan Lexa.
Lexa mengangguk dan mengelus perutnya yang sudah mulai membuncit walau belum terlalu terlihat. Leon merangkul Lexa dan berbisik.
"Kau yang memasak!" Lexa menatap tajam Leon.
"Tenang, keahlian ibu angkatmu sudah tertular padaku!" bisik Leon lagi dan mengecup pipi Leon.
Lexa tersenyum sambil mencubit pipi Leon. Dia tahu suaminya akan melakukan apapun untuknya dan juga anak mereka.
...
Bulan keenam kehamilan Lexa
Usia kandungan : 24 minggu
Viena dan Dion mengundang Lexa dan Leon ke rumah mereka. Kini Viena dan Dion tidak tinggal di apartemen lagi karna sudah bertambah lagi dua anggota baru. Viena dan Dion akhirnya juga mencari seorang asisten rumah tangga yang cukup tanggap juga ahli memegang anak bayi karna dia juga sudah memiliki satu orang anak. Amy namanya. Amy membantu Rika yang mengurusi Dior dan si kembar ketika Viena dan Dion harus bekerja.
Viena dan Dion mengundang Lexa dan Leon makan malam karna mau menunjukan si kembar yang sudah makan . Viena telah berhasil memberikan ASI di 6 bulan pertama anak kedua dan ketiganya.
Ketika Lexa dan Leon sampai disana, Lexa langsung menghampiri si kembar, Zhavia dan Zefanya yang sedang memegang wortel di depan televisi juga bersama Dior yang sedang makan.
"Oh God, mengapa kalian besar besar sekali, kalian lucu sekali!! Dior, makan yang banyak supaya tidak kurus!" Kata Lexa mencubitu pipi Zefanya dan Zhavia.
"MomXa saja kurus hanya perut yang kedepan tapi tidak terlalu besar like mom waktu itu." Dior menyela.
"Mom mu hamil bayi kembar Dior, aku satu!" dengus Lexa juga mencubit pipi Dior.
"Why not two?" tanya Dior santai.
"Tanya paman Leon mu!" Lexa menghentikan pertanyaan Dior yang pasti akan kembali bertanya lagi dan lagi.
Dior malah melanjutkan makannya. Dia sudah tahu kalau Lexa sudah menjawab pertanyaannya dan tidak melihat lagi, Lexa sudah mengaku dirinya kalah.
Lexa terus memperhatikan Zefanya dan Zhavia yang makan begitu lahap. Wortel rebusnya sudah habis dan kini mereka sedang menggigit gigit melon yang sudah dipotong memanjang dan diberikan pada Viena. Leon dan Dion sedang bercakap cakap.
"Apa kau kesulitan merawat kedua anak ini, Nyonya?" tanya Lexa sambil bercanda dengan Zefanya.
"Tidak juga. Mereka begitu penurut dan Dior juga bisa menjaganya." jawab Viena sambil menggantikan Zhavia pakaian dengan pakaian tidur.
__ADS_1
"Dior memang sangat pintar." puji Lexa tersenyum senyum pada Zefanya.
"Begitulah. Em, Bagaimana kandunganmu Lexa?" tanya Viena.
"Semakin baik nyonya. Kemarin sempat berat badannya tidak normal tapi Leon membantuku untuk terus menyiapkan makanan kesukaanku. Sekarang berat badannya sudah normal." jawab Lexa .
"Kau harus mendengarkan Leon. Dia sungguh suami yang siaga seperti tuannya." Viena mengakui perasaan cinta Leon yang begitu mendalam pada asistennya.
Lexa mengangguk tersenyum. Mereka kembali bercakap cakap dan Lexa terus fokus pada di dua kembar karna Zefanya dan Zhavia begitu cekatan dan merangkak kesana kesini di sekitar mereka. Terkadang mereka berdua mendengarkan Viena dan Lexa yang berbincang bincang seakan mengerti apa yang dibicarakan.
Sekitar pukul 9 malam Lexa dan Leon pun pulang ke apartemen mereka. Ketika mereka sampai dan menaiki apartemen, Lexa tampak menunduk dan sedikit mengerutkan bibirnya.
"Kau kenapa Lexa?" Tanya Leon mencari cari wajah Lexa.
"Aku jadi ingin anak kembar Leon karna melihat Zefanya dan Zhavia." jawab Lexa pelan.
"Oh Tuhan! Ku pikir apa! Memang kita melakukan program kemarin? Bagus sudah hamil satu Lexa. Tenang saja, ketika Xelino lahir, nanti akan kubuatkan lagi." Leon terkekeh merangkul erat istrinya.
"Hem, kau bicara seperti hendak membuat nasi kare saja!" Lexa memukul pelan perut Leon.
"Sudahlah sekarang kita jaga anak kita sampai melahirkan dan merawatnya." tutur Leon.
"Tapi aku mau anak kembar sekarang Leon, aku mau!" Lexa merajuk tak karuan. Leon sudah malas. Ini juga sudah malam. Leon tidak menggubris apa yang dikatakan Lexa.
"Kau ini aneh aneh!" Leon meninggalkan istrinya. Dia berusaha bersabar dan mengerti mungkin hormon Lexa yang menginginkannya tapi untuk anak kembar mana bisa ia turuti. Lexa pun menyusul dengan terus merajuk dan Leon tidak menggubrisnya.
Begitulah jika sedang hamil kemauannya menjadi tidak menentu dan ingin segera dituruti. Benar saja, ketika mereka sudah masuk ke dalam Lexa masih menunduk cemberut dan sampai tidur malam. Leon tidak bisa berbuat apa apa. Dia hanya memeluk Lexa dan mengelus perut Lexa. Lexa pun akhirnya tertidur karna lelah menangis. Leon hanya bisa mengerti dan bersabar.
Leon sudah sedikit belajar mengenai ibu hamil yang mengidam. Jika ada yang bisa ia turuti, ia akan menurutinya. Seperti keesokan paginya, Lexa membangunkan Leon lumayan pagi pukul 6 padahal hari ini hari Minggu.
"Sebentar lagi Lexa. Kau tidak tahu kan aku tidur setelah dirimu tidur. Aku tidak bisa tidur mendengarmu menangis." Leon menarik selimutnya untuk kembali tidur.
"Aku ingin makan lobster dan melihatmu berenang di laut Leon." Kata Lexa kemudian membuat Leon terkejut. Leon langsung terbangun dan menatap Lexa yang memasang wajah manjanya.
"Kau meminta apa?" tanya Leon melebarkan matanya padahal dia masih sangat mengantuk .
"Makan lobster dan melihatmu berenang di laut." kata Lexa lagi menyunggingkan senyumnya.
"Ah, kau sudah gila Lexa! Ini masih pagi, nanti siang saja!" Leon kembali menghamburkan tubuhnya ke atas kasur empuk itu.
"Sekarang saja! Perjalanan lama dan pasti traffic jam Leon! Ini hari Minggu. Sampai sana sudah siang." Lexa kembali menarik selimut Leon.
"Oh Lord, God! Lexaku sayang! Ini masih jam 6 pagi, aku masih mengantuk." Leon mendongakan kepalanya meminta kerenggangan pada istrinya.
"LEON!!!! AKU TIDAK PEDULI, AKU AKAN SIAPKAN SEKARANG KITA KE PANTAI PLAZA!" Lexa sudah turun dari tempat tidur dan menyiapkan segala keperluan ke pantai.
Leon membentur benturkan kepalanya ke tempat tidur. Pada kenyataannya dia harus menuruti Lexa.
...
...
...
...
sabar bang, 3 bulan lagi wakakaka 😝😝
.
next part 65
ending Lexa Leon after marriage ya ..
entahlah mau bahas langsung Xelino apa urusan Rico Solane dulu hihi 😁😁
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤