Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 1. Marxelino Alexio J.


__ADS_3

Menjadi besar tidak harus mempunyai modal yang banyak tetapi tekad. Tekad untuk mengasah diri ke arah yang lebih baik dengan niat dan kemauan sendiri tanpa bantuan orang lain. Mengandalkan mentalitas serta nilai moral untuk mencapai sebuah kesuksesan yang diimpikan.


Siapa kah gerangan? Marxelino Alexio Janson. Anak dari pasangan Danteleon Janson dan Alexa Luxurio. Ada apa dengan tekad seorang Xelino? Usianya baru saja menginjak 20 tahun tetapi sudah lulus sarjana Fakultas Ilmu Pertanian dengan berfokus pada jurusan Teknologi Industri Pertanian dan Agrobisnis. Xelino menjadi mahasiswa lulusan terbaik melalui jalur program akselerasi dari universitas terbaik di Springfield. United Springfield University. Xelino yang sejak berusia lima tahun tinggal bersama kakek dan neneknya di Desa Serena, Springfield hendak meneruskan usaha agrobisnis kakeknya. Kakeknya kini sudah lemah dan sering terserang penyakit hanya bisa mendoakan yang terbaik bagi Xelino. Kakeknya berharap Xelino dapat terus memajukan usaha yang sudah dikembangkan sejak dirinya belum lahir. Bagaimana usaha usaha Xelino?


Sesaat lagi kita akan memasuki bagian cerita kehidupan juga kisah percintaan anak dari Leon dan Lexa. Bersama siapakah dia? Apakah seorang asisten? Atau wanita biasa atau wanita luar biasa? Stay tune gaes 😊




Marxelino Alexio Janson


Cast : Kim Woo Bin


...


Acara wisuda khusus jalur akselerasi telah berakhir. Xelino keluar dari ruang auditorium dengan bangga mengenakan pakaian wisuda dan toga menghampiri ibunya yang siap memberikan pelukan. Ayahnya berjalan santai di belakang ibunya. Bukan hanya itu, saudara saudaranya, Allegra khususnya juga sudah memberikan tepuk tangan pada saudaranya itu. Ada juga Dior dan Zhavia, anak dari Viena dan Dion serta Siera dan Jordan anak dari Juan. Mereka semua datang untuk merayakan kelulusan Xelino sebagai predikat mahasiswa terbaik.


"Selamat anakku, kau berhasil mengikuti program yang disarankan Grandpa Egnormu dan kau sudah mirip sepertinya," ucap Lexa memegang kedua pipi Xelino.


"Haha, mami! Kau terlalu memuji! Aku tidak akan bisa mengalahkan jurusan tata boga terbaik Tuan Muda Wilson dan firm lawyer Tuan Muda Willy. Aku tidak sejajar dengan mereka," Xelino terkekeh merendahkan dirinya.


"Tapi tetap saja otakmu encer sama seperti papimu," kata Lexa mengarahkan tubuh anaknya pada Leon.


"Papi!!" panggil Xelino dan juga memeluk ayahnya.


"Selamat anakku! Kau yang terbaik! Kau tidak pernah mengabaikan setiap nasihat dan selalu teliti dalam segala hal," kata Leon dengan sangat bangga.


"Kau panutanku, pap! Ada Kak Dior dan Zhavia, lalu di mana Gracia, Zefanya, Tuan Papi Dion dan Nyonya Mami Viena?" tanya Xelino yang merasa tidak lengkap dengan keluarga Prime.


"Zefanya dan Gracia masih ada ujian hari ini. Tuan Dion pastinya menjaga Hotel karena aku dan Dior melihatmu bukan?" jawab Leon tersenyum


"Kau benar pap! Jadi, kita mau makan di mana?" tanya Xelino sudah merangkul ayahnya.


"Ya, bibi Angel mu sudah menyiapkan restoran di resort nya," kata Leon.


"Padahal aku ingin memakan masakanmu, mam!" Keluh Xelino kini sudah merangkul ibunya.


"Kata kata mu selalu manis seperti papimu! Sudah dua hari ini di rumah grandma dan grandpa mu, aku yang memasak semua makananmu!" decak Lexa mengelus pipi anaknya.


"Tapi aku masih mau, besok kau sudah harus kembali ke Legacy kan?" Xelino sedikit bersedih.


"Kalau kau mau aku di sini, aku akan di sini," ujar Lexa menggoda. Mereka sudah berjalan ke arah Dior dan Zhavia.


"Ah tidak usah, nanti aku terlihat seperti anak mami, lebih baik kau tetap perhatikan kekasihku ini mam!" Kata Xelino yang sudah berada di samping Zhavia dan beralih merangkul Zhavia.


"Kekasih apa kau!! karena kau lebih dulu lulus ketimbang diriku, maka aku membiarkanmu hanya untuk satu hari ini!" decak Zhavia melirik tajam Xelino.


"Ya karena hanya hari ini kau bersamaku! Kau ini semakin lama semakin cerdik!" Xelino mencubit hidung Zhavia.


"Maka dari itu kau tidak boleh membuatku kesal!"


"Baiklah, aku akan mentraktirmu ice cream sebanyak yang kau mau!"


"Begitu baru benar!"


Mereka semua menuju ke Restoran Resort Atkinson de Angel untuk merayakan keberhasilan Xelino. Hanya lima belas orang yang mendapatkan kesempatan mengikuti program akselerasi ini. Ketika Xelino keluar dari pintu utama gedung auditorium itu, seorang wanita menabrak dirinya sampai gulungan hasil yang dimiliki Xelino terjatuh. Wanita itu menginjak gulungan tersebut ketika Xelino hendak meraihnya.

__ADS_1


"Cih, menghalangi saja!" Decak wanita tersebut ketika Xelino sudah meraih gulungan tersebut dan berdiri. Mereka saling berpandangan sesaat lalu wanita tersebut mengibaskan rambut panjangnya dan pergi. Zhavia sudah naik pitam.


"Hey wanita! Kau yang menabrak, kau juga yang marah!" teriak Zhavia tidak terima.


Wanita tersebut malah mengacungkan jari tengah pada Zhavia tanpa berbalik atau meladeni Zhavia.


"Kurang ajar!" Zhavia berbalik hendak menghampiri wanita tersebut tetapi Xelino menahannya.


"Sudahlah tidak usah dikejar, sepertinya dia orang penting disini," ujar Xelino menghentikan Zhavia.


"Jadi kenapa kalau dia orang penting, Xelino?! Dia harus tua siapaku dan siapamu?" decak Zhavia benar benar tidak terima dengan kejadian ini.


"Kau anak Presiden Direktur Hotel Prime dan aku anak asistennya, kau yang hebat, jangan membawa bawaku! Ayo cepat ke mobil!" Xelino merangkul Zhavia lagi menuju ke mobil.


"Argh, kau memang tidak pernah mau mengelu elukan nama Paman Leon, dia itu sudah menjadi asisten terbaik sepanjang masa dan pemilik saham terbesar perusahaan penginapan di Springfield, Uncle Jerry mu saja sekarang menduduki nomor 2 kan? Paman Leon terhabat, Xelino!" kata Zhavia betapa mengagumi paman Leon dan pastinya MomXa nya.


"Sudah kau diam! Banyak orang mendengar!" Xelino membungkam mulut Zhavia yang semakin banyak bicara.


Ya, Xelino memang menutupi nama keluarga ayahnya. Xelino hanya menyingkatnya menjadi J saja. untung saja memang kelalaian Leon yang waktu itu terburu buru mengetik nama keluarga nya menjadi J sewaktu membuat akta kelahiran Xelino. jadi, sampai sekarang Xelino hanya menggunakan huruf J. Dia juga ingin menjadi pria normal seperti teman temannya dan ayahnya sangat sangat menghargai keputusannya . Malahan, Lexa, ibunya mendukung Xelino untuk tetap rendah hati dan tidak terlalu sombong dengan apa yang ia miliki.


Mereka semua berada di Resort Atkinson de Angel sampai seharian. Malam itu, Dior dan Zhavia sudah kembali lebih dulu karna paginya Dior harus mengikuti rapat. Sedangkan Lexa dan Leon masih besok pagi kembali ke Legacy. Sementara keluarga Leon lainnya seperti Angel, Jerry dan anak anaknya serta anak anak Juan juga masih besok akan pulang.


Kini Xelino sedang duduk bersama kedua orang tuanya. Ada yang hendak Leon tawarkan pada anak semata wayangnya itu. Ya, Lexa tidak bisa hamil lagi dan Lexa tidak mempermasalahkan itu, dia sudah senang mempunyai Xelino. Mungkin nanti Xelino yang akan memberikan banyak cucu untuknya.


"Xelino, apa rencanamu selanjutnya?" Tanya Leon mengenai karir Xelino.


"Aku akan melamar pekerjaan, pap," jawab Xelino sambil menikmati sandwich tunanya.


"Melamar?" Selidik Lexa sedikit menaikan alisnya. Lexa tahu apa yang ingin dibicarakan suaminya untuk Xelino.


"Ya mam. Aku ingin melamar pekerjaan di sebuah perusahaan agro bisnis terbesar di Springfield dan aku akan mempelajari bagaimana membentuk sebuah perusahaan berbasis pertanian itu. Aku akan menggarap kembali semua lahan grandpa yang beberapa sudah digadaikan. Aku akan mengembalikannya lalu seiring berjalannya waktu aku akan membangun pabrik go green di Desa Serena. Bukan hanya itu, aku ingin membangun lumbung padi yang memiliki teknologi tinggi di sekitar ladang untuk memudahkan para petani. Mereka bisa menyimpannya disana lalu aku akan bantu memproduksinya menjadi beras berkualitas. Satu lagi pap, mam, aku akan membangun rumah kaca terindah untuk grandma dan bibi Angel. Rumah kaca itu bukan sekedar rumah kaca biasa tetapi rumah kaca yang bisa dinikmati oleh siapapun seperti tempat rekreasi yang homie. Bagaimana?" Xelino meminta pendapat sambil membuka kedua tangannya.


"Lexa ..." panggil Leon kemudian. Lexa lupa maksud tujuan mereka.


"Ups Leon, sorry! Tapi, apa kau tidak suka dengan semua pemikirannya yang sangat luar biasa sayang. Ayolah jangan terus kau paksa dia untuk berbisnis," bisik Lexa kemudian.


"Pap? Kita sudah bicarakan ini kan?" selidik Leon memastikan.


"Bukan begitu Xelino. Tuan Dion dan aku sendiri sudah menyiapkan lahan untukmu di Legacy. Aku sudah membelikanmu saham yang bisa kau olah. Bukannya kau juga mengerti mengenai harga jual beli perkembangan saham? Ini akan membuatmu menjadi seorang eksekutif muda yang berbakat sayang, dan bahkan kau juga dapat menjadi seorang pemimpin!" kata Leon kemudian menjelaskan apa yang sudah ia perbuat untuk anaknya.


"No pap! Semua itu tidak sesuai dengan apa yang kupelajari meskipun aku juga mendalami ilmu bisnis dan teknologi tapi aku tidak berminat," saut Xelino dengan wajah yang serius.


"Xelino ..." panggil Leon menahannya.


"Kita sudah membahasnya pap, aku ingin memajukan usaha grandpa! Aku tertarik dan ini akan berguna bagi banyak orang. Tidak membuat yang miskin terus miskin dan kaya menjadi kaya tetapi semuanya seimbang karna hidup ini butuh keseimbangan papiku sayang. Jadi, ku harap kau mengerti posisi dan impianku, pap!" kata Xelino bersih keras dengan pendiriannya. dia sudah menyusunnya dengan sedemikian rupa.


"Yasudah, kalau begitu semua yang inginkan akan kupenuhi. Apa yang kau butuhkan akan kusediakan, bagaimana?" Leon kembali menyarankan bantuan untuk Xelino.


"Papi ..." Panggil Xelino sesaat dan memegang punggung tangan ayahnya. Dia tersenyum hangat memandang Leon.


"Pap, tugasmu dan mami sudah selesai. Aku sudah mendapat gelar terbaik dan pencapaian ku. Semua karena kebutuhan yang kau penuhi. Sekarang, dengan modal yang kumiliki, biarkan aku berjuang sendiri dan membalas semua kerja kerasmu untukku, kasih sayang mami, dan grandpa grandma yang sudah merawatku selama ini. Kau hanya perlu mendukung dan melihat apa yang akan anakmu perbuat, serahkan semua padaku, kau mau percaya padaku kan, pap?" Kata Xelino lagi kemudian.


Leon menghela napas. Anaknya sungguh sudah besar dan sangat memiliki pemikiran ke depan. Dia sangat dewasa. Seharusnya Leon memang tidak perlu sekhawatir ini.


Lexa lalu melingkarkan tangannya pada lengan Leon.


"Dia sudah dewasa sayang. Seharusnya kita bangga dengan segala pemikirannya," bisik Lexa tersenyum lebar. Leon melirik istrinya dan merasa istrinya sedang merayunya. Leon memang tidak pernah bisa menolak apa yang akhirnya menjadi keinginan terberat anaknya maupun istrinya. Sejak Xelino dalam kandungan.

__ADS_1


"Hem, baiklah Xelino, aku menghargai semua keputusanmu. Maafkan aku yang cukup memaksa. Aku, aku hanya tidak mau kau jatuh bangun seperti aku dan mamimu. Aku hanya ingin anakku harus di atas ku dan tidak perlu mengalami proses yang berkepanjangan," kata Leon menjelaskan apa tujuan hatinya yang sebenarnya.


"Hahaha, papi!!" Tiba tiba Xelino terkekeh cukup sumringah. Leon dan Lexa menatap anak laki lakinya itu.


"Mami, papi, aku anak kalian, aku juga ingin seperti kalian. Aku ingin merasakan rintangan, tantangan, jatuh bangun, suka duka, dan segala proses di dalamnya sehingga aku akan mencapai sebuah keberhasilan. Tenang saja pap, aku akan menjadi seorang pemimpin, seperti Kak Dior, dan bahkan aku akan menjadi lebih darinya," kata Xelino yang tadinya agak bersemangat lalu berbisik agar tidak terdengar oleh yang lainnya.


"Kau benar benar anakku sayang, mami bangga padamu!" Lexa tak kuasa menahan sehingga ia memeluk Xelino. Xelino juga mendekap ibunya. Besok ibunya sudah harus kembali ke Legacy.


"Doakan aku selalu, mam," ujar Xelino dalam pelukan ibunya.


"Tapi jika libur atau senggang, kau harus menemuiku di Legacy, sayang," pinta Lexa menarik dirinya dan menatap Xelino lekat lekat.


"Pasti mami, aku akan menemuimu, papi juga Tuan Bos Papi dan Mami, aku akan selalu menyempatkan diri menemui kalian semua!" Saut Xelino mengecup kening ibunya.


"Mereka juga merindukanmu, nak," tambah Leon kini meneguk teh hangatnya.


"Aku tahu, pagi tadi Tuan Bos Papi dan Mami sudah menghubungimu. Papi, sampaikan permohonan maaf ku pada Tuan bos papi dan terimakasih telah mendukungku selama ini," kata Xelino mengingatkan pada Leon.


"Ya, aku akan menyampaikannya. Yasudah, aku menunggu pembuktianmu anakku, kau harus menjadi orang besar," kata Leon dengan mata yang berbinar binar. Anaknya benar benar sudah sangat besar menurutnya.


"Pasti pap, serahkan padaku, aku akan membuat mu bangga. Anak seorang asisten terbaik menjadi seorang pemimpin, bagaimana?" Tutur Xelino dengan penuh percaya diri.


"Benar!! Aku bangga padamu!" Leon merangkul Xelino juga Xelino pun memeluk ayahnya. Mereka masih bercakap cakap sampai larut dan mencurahkan seluruh kebersamaan mereka.


...


...


...


...


...


biar Napa Leon anakmu mo mandi sendiri 😝😝


.


next part 2


so how how with Xelino?


ya beginilah sebenarnya anak si Leon itu yaa semoga bisa menikmati dan stay tune ges 😍😍


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2