
Perubahan ada suatu hal yang kadang tidak bisa diterima oleh hati, pikiran dan akal sehat kita. Namun, semua tidak ada salahnya jika membuka diri ke arah yang lebih baik. Carolyn tak segan segan ingin membuktikan pada ayah dan ibunya kalau dirinya bisa menjalani semua tantangan yang mereka berikan. Begitu juga dengan Xelino yang mampu bertahan menjalani pekerjaan apapun untuk bisa menghasilkan sendiri tanpa bantuan kedua orang tuanya. Apakah mereka akan selalu bersama? Kapan Xelino akan mengakui dirinya?
...
Penampilan memukau tetap datang dari anak asisten teladan itu. Walau lelah dan menahan kantuk ketika malam, Xelino harus bisa menjalaninya. Dia harus bangun pagi pagi sekali, menjemput Carolyn mengantarnya ke tempat kerjanya lalu bertolak menuju ke pekerjaannya yang sesungguhnya. Tak ayal seperti kemarin, Xelino harus menghabiskan waktu makan siangnya untuk menuruti perintah Carolyn.
Sore harinya dia kembali menjemput Carolyn dan mengantar kemana Carolyn inginkan. Malamnya ia kembali ke apartemennya dan harus mempelajari apa yang harus ia kembangkan pada perusahaan ayah Carolyn. Bukan hanya mempelajari, Xelino harus memeriksa kinerja tiap sumber daya manusia dan memikirkan cara efektif apa yang bisa ia terapkan.
Seperti hari ini, dia harus mempresentasikan cara terbaik untuk menanggulangi hama padi juga cara efektif memanen padi dengan tekhnologi terbaik saat ini. Bukan hanya memanen padi juga seluruh hasil tani yang ada.
"Tuan Gilbert, saya sangat menyarankan untuk mengadakan sebuah infrastruktur pertanian. Mungkin anda sudah pernah mencanangkannya tetapi yang saya lihat disini infrastruktur yang ada kurang memadahi. Sehingga hal hal penyalahgunaan seperti kemarin dapat terjadi. Jika infrastuktur ini baik dan menunjang pada pekerja, para petani, pasti semua akan efektif. Semua akan cepat terlihat dan sangat sulit mereka melakukan kecurangan. Pemberian pengawasan yang handal juga dapat membantu penghasilan kita. Bagaimana menurut anda?" Kata Xelino mengutarakan pendapatnya pada pertemuan bulanan bersama para pemimpin besar.
Xelino baru saja bergabung sekitar dua Minggu bersamaan pekerjaannya menjadi asisten Carolyn. Namun, Gilbert sudah sangat bangga dengan kinerja Xelino. Padahal dia harus membagi waktunya dengan pekerjaannya yang lain. Meski begitu Xelino tetap memberikan yang terbaik pada perusahaan Gilbert.
Sejak pertama kali bergabung, entah mengapa Xelino merasa ada sebuah yang aneh yang harus membutuhkan pembenahan. Oleh sebab itu, setelah pekerjaannya dengan Carolyn dia kembali pada pekerjaan yang sebenarnya. Xelino ingin memberikan yang terbaik sehingga perusahaan agrobisnis yang ia banggakan juga dapat sukses sesuai tujuan perusahaan juga bayang bayangnya.
"Saranmu sungguh bagus Xelino, jadi apa saja yang harus kita lakukan? Dengan begini kita harus mengadakan survey ke lahan pertanian milik Delins Group," saut Gilbert kembali bertanya juga mengenai arahan yang Xelino berikan.
"Benar Tuan. Infrastruktur awal yang perlu ditingkatkan seperti irigasi sekunder dan tersier. Tujuannya adalah agar selalu tersedia suplai air yang mencukupi untuk lancarnya proses pertanian. Selain itu mengadakan optimalisasi lahan sawah dengan cara memperbaiki irigasi, pematang, dan juga membenahi lahan ladang. Semua replanning cluster pertanian ini akan meningkatkan kualitas perusahaan kita. Bukan hanya itu, langkah kerja ini juga bisa membawa perubahan pada kehidupan petani menjadi lebih sejahtera," kata Xelino lagi sambil mengambar apa saja yang ia maksud. Xelino tampil dengan sangat baik juga percaya diri. Seluruh pikiran cemerlangnya memang diturunkan ayahnya.
Prok prok prok !!
Semuanya memberikan applaus pada Xelino yang menjelaskan semuanya begitu rinci dengan tujuan dan manfaatnya. Gilbert tersenyum merekah. Tidak salah istrinya merekomendasi Xelino menjadi bawahannya.
"Xelino, kau sudah cocok menjadi direktur bahkan kau percis sekali Tuan Gilbert," saut James bangga dengan teman kerjanya itu. Selama ini James selalu mendapatkan teman kerja yang malah lebih bodoh dari dirinya. Sementara dia saja masih kurang mengerti dengan perusahaan berbasis pertanian ini.
Xelino hanya tersenyum. Semua tidak semudah yang mereka pikirkan. Dengan segala perjuangan dan kerja kerasnya belajar dia rasa hal ini pantas ia dapatkan walau masih jauh dari kata kurang. Xelino harus terus berusaha. Setidaknya dia bisa mengambil alih apa yang sudah kakek dan neneknya serahkan untuk menunjang kehidupannya juga.
Akhirnya pertemuan itu selesai. Xelino keluar dari ruangan bersama James sambil melonggarkan dasinya. Meskipun membahas pertanian, mereka tetap berada di bawah sebuah perusahaan resmi yang terstruktur.
Xelino harus kembali menjemput Carolyn karena Carolyn ingin membeli perlengkapan maket. Xelino juga ingin membantunya. Namun, ketika dia masuk ke ruangan kerjanya, sekertaris Lidya memanggilnya.
"Xelino, Tuan Gilbert memanggilmu ke ruangannya," kata Lidya dan kembali ke meja kerjanya.
"Wah Xelino, aku yakin kau akan naik jabatan!" kata James dengan sangat yakin.
"Aku belum bekerja lebih dari dua Minggu, kau ini!" celetuk Xelino tidak begitu yakin.
"Tapi semua program yang kau ajukan sudah seperti bekerja dua tahun, sir!" kata James lagi memuji dan menepuk pelan pundak Xelino.
"Hem, kau tidak tahu kan aku hanya tidur 3 jam sehari," keluh Xelino kemudian bermaksud memberi tahu James bagaimana dirinya belajar dan terus berusaha.
"Kenapa?" selidik James mengernyitkan dahinya.
"Ya, mengurusi anaknya juga. Tapi James, ada yang ingin kutanyakan padamu. Apa kau tahu kalau sebelumnya Nona Carolyn pernah memiliki kekasih?" tanya Xelino kemudian masih memikirkan kesedihan Carolyn sebelum sebelumnya.
"Katanya sih ada, namanya Aciel. Aciel Stego. Anak dari pemilik perusahaan ekspor impor terkenal di Springfield ini," kata James mencoba mengingat ingat.
"Ahh iya iya aku pernah mendengarnya, lalu lalu?" tanya Xelino lagi masih penasaran.
"Dengar dengar dia sudah meninggal,"
"Meninggal?"
"Ya kecelakaan tanah longsor. Aku tidak tahu lagi kenapa dia bisa terkena kecelakaan itu. Mungkin kau bisa bertanya pada Sekretars Lidya. Dia sudah bekerja hampir 5 tahun. Aku baru bekerja tahun kemarin. Aku hanya dengar dengar isu karena Nona Carolyn sangat sensitif jika dekat dengan pria," tambah James lagi.
Xelino mengangguk angguk.
"Ada apa denganmu? Apa kau menyukai nonamu itu?" selidik James menyenggol pundak Xelino.
"Hal yang wajar pria menyukai wanita, James! Memangnya kau tidak suka dengan wajah Nona Carolyn," decak Xelino.
"Aku ingin mendekatinya tapi dia sangat menyeramkan, Xelino. Kau hebat bisa membuatnya menurutimu," tutur James kagum.
"Semua karena Tuan Gilbert! Baiklah, aku akan menemui Tuan Gilbert dulu," kata Xelino merasa semua bukan karena dirinya.
"Kalau benar kau naik jabatan traktir aku Xelino," ujar James bergurau juga ikut senang.
"Santai, kita makan Sukiyaki bersama idolamu, Nona Carolyn,"
__ADS_1
James membelalakan matanya. Xelino sudah makan bersama Nona itu. Si harimau betina. Gumam James masih tertegun bertemu pria seperti Xelino.
"Kenapa tatapan Xelino mengingatkan ku pada siapa ya? Aaahh, Tuan Danteleon. Mirip sekali, apa jangan jangan?" ujar James mengusap usap dagunya.
James masih berpikir dan menerka. Sepertinya dia harus mencari tahu.
...
Sementara itu di Venta Property, Deborah sedang membicarakan anggaran pembangunan klien kedua. Ternyata Deborah melihat memang ada sesuatu yang tidak wajar pada ukuran dan anggaran yang ditentukan. Padahal sebelumnya Deborah sudah sangat yakin dengan ukuran yang diberitahukan mengenai tiang penyanggah kantor cabang itu. Dia lalu melirik Carolyn yang sedang sibuk menggambar pada lembar putih untuk pembangunan klien Ansel.
"Carolyn?" Panggil Deborah.
Carolyn menoleh.
"Apakah kau sudah membuat anggaran dari pihak kita untuk pembangunan kantor cabang klien kita yang kedua?" tanya Deborah masih sedikit malu mengakui ketelitian Carolyn.
"Oh, sudah Nyonya. Aku akan mengirim emai padamu," jawab Carolyn.
Carolyn mengirim data anggaran pada Deborah. Deborah sedikit takjub karena anggaran yang Carolyn buat lebih realistis dan sesuai dengan anggaran yang ditetapkan oleh ketua penyelenggara pembangunan tersebut. Bersamaan dengan itu Grizel dan Lila datang. Dia hendak memberikan laporan akhir pembangunan klien pertama yang sudah mereka benarkan. Karena lembar awal yang basah dan tidak terlihat, Grizel jadi melupakan apa saja yang telah ia buat. Jadi banyak kesalahan yang telah ia buta kemarin.
Rietha kecewa dengan Grizel sedangkan Deborah mengatai Grizel habis habisan. Grizel dan Lila menatap Carolyn dengan sinis. Sementara Carolyn menyeringai seperti hendak menakut nakuti Grizel dan Lila..
"Mau apa kalian kemari?" tanya Deborah menatap kesal Grizel dan Lila.
"Saya sudah membuat print out laporan kemarin Nyonya," kata Grizel.
"Percuma! Aku yang akhirnya membuat! Seharusnya kalian belajar dari Carolyn! Dia selalu memiliki cadangan yang baik. Sekarang lihat, iPad nya sudah kembali benar. Sebaiknya kalian juga mengikuti model kerjanya. Dia begitu modern dan hi-tech. Kau jangan mengandalkan kertas lembar putih itu terus. Kalian paham tidak?" Decak Carolyn yang sebenarnya menyukai cara kerja Carolyn menggunakan iPad.
Grizel bersungut sungut. Begitu juga dengan Lila yang memajukan bibirnya. Sesaat Lila melihat anggaran klien kedua yang kemarin sempat menuai masalah. Lila menyeringai sesaat untuk kembali membalas Carolyn.
"Ehem, Nyonya, apa ini anggaran untuk kantor cabang klien kedua?" selidik Lila hendak menghasut Deborah.
"Iya, ada apa? Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Deborah lagi yang ingin semuanya berjalan lancar.
"Tidak, aku hanya memperingatimu untuk tidak percaya dengan apa yang Carolyn buat. Jangan jangan dia hendak membuat anda malu karena mengikuti apa yang telah ia buat. Lebih baik kau mengutus kami untuk menanyakan langsung pada pihak perusahaan anggaran yang sebenarnya," kata Lila mencoba mencari perhatian Deborah dengan tidak mengandalkan Carolyn.
"Apa kau meragukan ingatanku mengenai anggaran yang sudah di sesuaikan?" Deborah memicingkan matanya tajam.
'Hem, tikus tikus ini nyatanya sangat berani menantangku, biar kutunjukan siapa aku sebenarnya!' decak Carolyn dalam hati dan kebetulan dia melihat Rietha melintas di depan ruangan Deborah.
"Bibi Rietha!" Panggil Carolyn tiba tiba. Sontak semua orang menoleh padanya. Rietha menghentikan langkahnya dan masuk ke dalam ruangan Deborah yang pintunya terbuka.
"Ada apa Carolyn?" tanya Rietha sudah memasuki ruangan Deborah.
"Aku ingin menunjukan mu sebuah video agar setiap kinerja kita terhindar dari segala kecurangan dan kelicikan," kata Carolyn sekilas menatap Grizel dan Lila sambil menyeringai.
Deg!
Grizel dan Lila saling berpandangan. Mereka tidak boleh keluar dari sini. Venta Property merupakan perusahaan properti terbaik di Springfield dan nomor 1. Kalau mereka keluar dari sini pasti perusahaan lain akan meragukan kinerja mereka. Ini tidak boleh terjadi.
"Ah Nyonya Deborah, tapi kurasa anggaran yang Carolyn buat sangat terinci! Lila, kau jangan menambah pekerjaan. Lebih baik kita fokus pada klien pertama. Biarkan saja Carolyn dan Nyonya Deborah yang mengurus klien kedua. Kita tidak usah ikut campur," kata Grizel kemudian mengambil perhatian Deborah untuk tidak menuruti Lila.
Carolyn menyeringai dan mengangguk angguk. Carolyn sedang malas bertindak frontal. Sedikit banyak dia belajar dari Xelino yang lebih menggunakan kepintarannya ketimbang dengan fisik. Dia harus bisa mempermainkan perasaan dua tikus itu menjadi sebuah ketakutan sehingga mereka tertekan dan tidak berbuat macam macam padanya.
Deborah masih bingung mana yang harus ia dengarkan terlebih dulu. Sepertinya Carolyn hendak memberitahukan video menarik pada Rietha.
"Caroly? Mana videonya?" tanya Rietha yang masih menunggu.
"Ini!" Kata Carolyn menunjukan video mengenai sistem navigasi terbaik untuk bangunan bertaraf internasional. Carolyn memang sempat mendengar perusahaan properti bibinya hendak bekerja sama dengan gedung tinggi di Japanis.
"Ah sistem navigasi ini sangat canggih Carolyn," kata Rietha yang membuat Deborah ikut penasaran sementara Grizel menarik napasnya lega. Lila bingung dengan tingkah Grizel yang awalnya semangat memberi pelajaran pada Carolyn.
Setelah semua ketegangan itu, Grizel memikirkan cara meminta maaf pada Carolyn. Dia juga sudah mengajak Lila melakukannya.
Grizel menarik tangan Carolyn ke arah pojok pantry ketika Carolyn memasukinya.
"Lepas! Apa apaan kau ini?!" decak Carolyn menghempaskan pegangan tangan Grizel.
"Carolyn, aku minta maaf karena telah merusak ipad-mu. Aku benar benar menyesal dan ku mohon, jangan beritahukan video rekaman itu pada bibimu! Aku dan Lila pasti akan segera dipecat!" Grizel kembali memegang tangan Carolyn dan meminta maaf.
__ADS_1
"Kalau kau tahu apa akibatnya, jangan pernah menantangku!" kata Carolyn juga kembali melepaskan tangan Grizel.
"Ya ya aku akui kehebatanmu. Aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun asal kau tidak menunjukan video itu pada Nyonya Rietha. Aku mohon," pinta Grizel dengan wajah memelas.
"Hem, melakukan sesuatu ya? Aku tidak perlu lagi pelayan, Xelino sudah cukup bagiku, sebaiknya kalian yang pikirkan caranya agar aku tidak bermain main dengan video tersebut!" Ancam Carolyn masih mengerjai mereka.
Carolyn meninggalkan mereka dan hendak membuat minumnya tapi tiba tiba Lila datang membantu Carolyn.
"Biar aku saja yang membuatnya Carolyn. Kau duduk saja di kursi itu," kata Lila hendak membantu Carolyn.
"Tidak! Siapa yang tahu kalau kalian akan memberikan racun di dalamnya!" decak Carolyn menyindir.
"Baiklah, kau lihat saja sendiri kalau aku memang tulus ingin membuatkanku minuman," kata Lila lagi mulai meracik minuman yang hendak Carolyn inginkan. Carolyn tersenyum puas karena kini dia menguasai dua wanita ini. Dan, mungkin saja menjadi pengawalnya di perusahaan bibinya ini. Sangat menyenangkan, gumamnya. Dia jadi teringat Xelino dan harus berterimakasih padanya. Kalau Xelino tidak memberitahu mengenai rekaman CCTV itu, pasti Carolyn tidak akan bisa memegang kartu mati mereka.
...
Jam makan siang pun tiba. Xelino sudah menunggu Carolyn di bawah. Dia segera menghubungi nonanya itu untuk cepat turun dan pergi ke toko buku. Carolyn dengan penuh semangat turun ke bawah. Dia melihat lift agak sesak sehingga dia menuruni tangga saja. Carolyn agak sumringah, karena selain telah membuat ciut Grizel dan Lila, dia juga sudah melihat foto Lionel tampak samping walau agak berbayang karena backlight tapi dia yakin kalau Lionel seorang yang sangat tampan.
Carolyn menuruni anak tangga lalu menuju ke pintu keluar. Carolyn berjalan sambil memegang ipadnya dan tanpa sadar dia menyenggol seorang pria sehingga ia hendak terjatuh. Namun, dengan sigap pria itu menahan tubuh Carolyn. Mereka saling berpandangan. Pria itu Ansel. Ansel hendak bertemu dengan Rietha seturut dengan rencananya. Ansel tersenyum dan hari Carolyn bergetar. Dia memeluk iPad di depan dadanya dan masih terkesima dengan wajah Ansel yang sekilas mirip Aciel.
Ansel lalu menegakannya dan tak lama Xelino muncul dengan tatapan tajamnya.
"Nona, kau baik baik saja?" Tanya Xelino memastikan. Carolyn mengangguk dan menundukan kepalanya. Di sana juga terdapat asisten pribadi Ansel yang merupakan seorang wanita bernama Erina. Dia memperhatikan Carolyn dari atas sampai bawah dan menatapnya dengan pancaran tak senang dan sedikit sinis.
"Halo Carolyn, apa kabar?" Tanya Ansel kemudian. Xelino memicingkan matanya. Entah mengapa dia sangat tidak suka dengan tatapan Ansel. Seperti lelaki hidung belang.
"Baik, em permisi aku harus pergi," jawab Carolyn gugup dan segera meninggalkan Ansel. Xelino tidak mengatakan apapun dan mengikuti Carolyn. Sementara Ansel menyeringai menatap Erina.
"Ikuti dia! Mau kemana mereka dan cari cara agar aku bisa dekat dengan wanita itu!" Perintah Ansel.
Erina hanya mengangguk dan menuju ke mobilnya untuk mengikuti Carolyn dan Xelino.
...
...
...
...
...
Gogogo becarefull mba olyn . Atu atu habiskan mereka smua 😍😍
Mas Xeli jangan lengah ❤️❤️
.
Next part 15
Rencana apa yang akan dilakukan Ansel?
Apakah Xelino akan siap sedia bersama Carolyn?
Dan survei nanti? Apakah Xelino akan ikut?
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
__ADS_1
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤