
"Sudah Lexa, sudah jangan menangis, kita bisa bicarakan ya?" Jerry mencoba melepas pelukan Lexa dari ayahnya yang juga kian menangis.
"Sudah Lexa. Papi sudah mengerti. Secepatnya lah kalian bertunangan, papi ingin menyaksikannya, karna usiaku, aku tidak mengetahuinya lagi!" Kata Alexis mengelus punggung Lexa.
"Ya Pap, minggu ini pun aku mau bertunangan dengan Jerry! Aku sangat berharap kau bisa sembuh dengan keberadaanku di sini dan aku menjadi tunangan pria pilihanmu." Jawab Lexa masih sesenggukan dalam tangisnya.
"Jerry, tentukanlah waktunya!" Perintar Alexis tersenyum senang namun masih dalam kelemahannya.
~Ya Tuhan! Mengapa jadi seperti ini? Lexa menuruti dad dalam kesedihan seperti ini, aku takut malah membawa bencana, apa yang harus aku lakukan! Menolakpun Lexa pasti akan sangat marah padaku! Entahlah, caraku benar atau tidak! Mom Dad, datanglah berikanlah aku petunjuk!!~ Jerry memegang dahinya sedikit frustasi. Dia sangat tahu betapa Lexa mencintai Leon sampai mengatakan ingin bersamanya nangis memilukan seperti ini.
"Jerry, kau setuju kan?" Alexis kembali memastikan sementara Lexa masih sesenggukan dan berusaha menghapus air matanya.
Lexa lalu menoleh ke arah Jerry yang menatapnya ragu ragu dan kasihan terhadapnya. Lexa mengangguk angguk memberi kode menyuruh Jerry menyetujui apa yang diinginkan ayahnya. Jerry lalu menghela napasnya pasrah.
"Ya Dad, sabtu ini kau akan melihat Lexa dan aku bertunangan. Sekarang kau harus sehat dan berusaha sembuh! Lexa sudah mengorbankan segala galanya, kau jangan mengecewakannya maka aku akan kecewa padamu!!" Kata Jerry sangat tegas pada ayahnya membuat Lexa menarik bajunya untuk tetap tenang. Lexa pun mengerti sebenarnya Jerry terpaksa.
"Apa maksudmu mengorbankan nak?" Tanya Alexis agak ambigu baginya.
"Tidak usah didengarkan pap, intinya aku dan Jerry akan berkorban apapun yang kau inginkan asal kau berusaha untuk sembuh dan kembali sehat ya?" Lexa memegang erat tangan ayahnya dan mengeluskan pada pipinya.
Jerry sudah duduk di sofa dan menutup wajahnya. Dia harus melakukan sesuatu sebelum semuanya berantakan dan perasaan menyesal akan menggandrunginya. Dia yang akan membuat seorang pria patah hati dan mungkin akan berubah prilakunya. Bukan karna Lexa melainkan karna dirinya. Alexis sudah mendewa dewakannya padahal ada pria lain di luar sana yang sedang mengharapkan Lexa yang mungkin perasaan cintanya melebih cintanya dengan anak kandung ayah angkatnya.
...
"Ben, aku benar benar tidak sabar! Bisakah pembuatan tulisan kembang api itu dipercepat?! Kau ini lelet sekali! Aku sudah merekomendasikanmu menjadi asisten Tuan Jeremy dan beliau sudah menyetujuimu tapi kau malah memperlambat rencanaku!" Decak Leon yang sangat tersiksa tidak bertemu Lexa barang sedetik saja.
"Memangnya kau mau melamar sekarang?" Tanya Ben santai.
"Iya kalau sudah jadi sekarang saja aku akan melamarnya argh kau ini aku tidak sanggup berjauhan dengan Lexa selama ini!!! Aku juga lelah setiap hari bolak balik ke Summer, kau saja sih! Tuan Dion memberiku cuti lebih tapi kau malah memberikan ku pekerjaan!" Sungut Leon frustasi.
"Kau mau pertunjukan kembang api ter romantis dan tebaik sepanjang masa tidak?" Ben malah mengiming iminginya dengan sangat sangat tenang.
"Aarrrggghh Ben, kalau sampai Lexa menolakku, kau benar benar habis di tanganku! Aku juga akan membuatmu tidak jadi menikah dengan Abby!!!" Ancam Leon dengan wajah lelahnya.
"Tidak akan! Lexa pasti akan menerimamu!!!" Ben melambaikan jari telunjuknya dengan penuh keyakinan.
"Kau pegang kata katamu!!! Sudah cepat tanyakan pada temanmu itu apakah bisa dipercepat!!" Perintah Leon di ruangan Ben. Ben sekarang sudah menjadi asisten resmi Tuan Jeremy, ayah Dion. Dia sudah memiliki ruangan sendiri dan tidak bergabung dengan pegawai lain.
Sementara Leon hampir dua hari ini bersungut sungut. Belum lagi dia agak terheran dengan sikap Lexa yang dingin padanya. Lexa lama sekali membalas pesannya bahkan jarang membalas. Sesekali dia bertemu Viena dan menanyakan Lexa namun Viena hanya menjawab tidak tahu karna Lexa juga tidak mengabarinya. Leon hanya bisa bersabar sampai lusa. Sekarang hari kamis. Kalau saja semua pesanan kejutan yang ia sediakan sudah tersedia, dia akan melamar Lexa sekarang. Cincin yang sudah ia rancang untuk Lexa sebelum berangkat ke Springfield juga baru sabtu akan jadi. Sabtu pagi lebih tepatnya. Pesanannya pada Angel juga akan segera tiba besok. Leon ingin semuanya baru dan spesial untuk Lexa.
...
Sementara itu, semua persiapan tunangan sudah disediakan Lexa dan Jerry. Lexa jarang membalas pesan Leon karna dirinya tak sanggup membaca pesan Leon. Dia tidak ingin mengingat Leon lagi. Dia sangat takut akan kembali terjebak di dalamnya. Ayahnya sudah berangsur membaik. Lexa sangat senang. Semoga sampai hari pertunangan ayahnya selalu seperti ini. Dia senang cukup melihat ayahnya selalu memperhatikannya setiap saat walaupun ayahnya masih dalam penanganan intensif dokter di rumah sakit.
Jerry hanya meminta pada Lexa dan Alexis, pertunangan ini hanya dihadiri kerabat terdekat saja. Jerry masih berusaha melakukan sesuatu untuk Lexa dan Leon. Alexis dan Lexa yang memang tidak menyukai keramaian menyetujuinya tanpa mencurigai apapun.
"Lexa, biar aku saja yang mengantar undangan pertunangan ini kepada Tuan dan Nyonya Prime, kalau kau takut bertemu dengan Leon." Kata Jerry menawarkan pada Lexa yang sejak tadi menimang nimang kartu undangan yang hendak ia berikan pada nyonya nya. Dia takut akan bertemu pada Leon. Dia benar benar tak sanggup mengatakannya. Terlalu perih pikirnya. Perihnya melebihi dia pernah dilecehkan oleh Gabriel waktu itu.
"Ya, ini lebih baik. Terimakasih Jerry." Lexa menyerahkan kartu undangan untuk bosnya.
"Tenanglah, semua akan baik baik saja." Jerry mengusap puncak kepala Lexa sebelum pergi menemui Dion.
"Jadi besok anda bertunangan dengan Lexa, Tuan Jerry?" Tanya Dion memastikan undangn yang diberikan untuknya.
"Ya Tuan Prime. Undangan ini hanya formalitas, aku masih mengharapkan Leon yang datang menggantikanku!" Tutur Jerry menundukan kepalanya.
__ADS_1
"Benarkah begitu?" Dion agak tersentak dengan penutuan Jerry.
"Ya Tuan Prime! Aku meminta bantuan padamu, tolong beritahu Leon. Buat dia datang ke acara pertunangan besok. Aku pun juga akan memberinya pesan. Lexa pasti belum memberitahunya kan?" Jerry mengingatkan.
"Iya, Lexa tidak berani memberitahukannya. Aku memang berencana akan memberitahukan Leon setelah aku mengetahui pasti acara pertunangan kalian. Leon sedang menyiapkan sesuatu untuk sabtu besok." Saut Dion.
"Benarkah? Tapi kita tidak punya waktu banyak Tuan, secepatnya kau harus membawa Leon pada Lexa besok!" Balas Jerry sudah melihat kearah Dion serius.
"Pasti Tuan Jerry. Kebesaran hatimu akan membuahkan sesuatu yang berharga!" Puji Dion agak sedikit lega dengan cinta asistennya itu.
"Terimakasih Tuan. Saya permisi!" Jerry meninggalkan ruangan Dion. Dion pun agak bingung bagaimana memberi tahu Leon yang sekarang pun ia tak tahu ada di mana.
Dion sudah bertanya pada Viena. Viena menyuruhnya untuk menghubungi Leon.
"Tuan Dion, Leon baru saja datang dengan Ben di ruangan Ben." Tiba tiba Renzy menyeruak masuk ke ruangan Dion dan memberitahu keberadaan Leon.
"Suruh dia kemari!" Perintah Dion. Renzy langsung memanggil Leon dan Leon agak terkejut kalau Dion datang ke hotel.
"Tuan, kenapa kau tak memberi kabar akan datang?" Tanya Leon menyeruak masuk ke ruangan Dion.
"Dimana ponselmu?" Tanya Dion agak kesal.
"Aku baru saja kembali dari Summer." Jawab Leon santai.
"Bagaimana kembang apinya? Kalau si Ben itu tidak bisa, kau gunakan kembang api biasa saja, lama sekali kau ini!" Dion tampak gemas dengan serangkaian rencana yang menurutnya terlalu membuang buang waktu.
"Ada apa denganmu Tuan? Mengapa kau datang dan marah marah? Nyonya Viena tidak melayanimu?! Kau seharusnya memberi pengertian, dia sedang hamil --"
"Cukup! Ini cincinmu yang kau pesan dari Tuan Hao, aku yang sudah melunasinya! Sekarang juga kau cari Lexa dan kau lamar dia atau kau akan menyesal seumur hidup!" Dion memotong pembicaraan Leon padanya.
"Baca ini!" Dion melemparkan undangan pertunangan Lexa dengan Jerry. Leon lalu membacanya. Bertuliskan :
ENGAGEMENT INVITATION
JEREMIAH ATKINSON & ALEXA LUXURIO
SABTU, 03 PM - END
"Ini pasti salah Tuan! Dapat dari mana undangan ini? Kau jangan suka bercanda!" Kata Leon dengan nada sedikit mengarah frustasi. Dia merogoh saku celananya dan meraih ponselnya. Dia lalu menghubungi Lexa namun tidak aktif. Leon terus menghubungi Lexa namun jawabannya tetap sama.
~Nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada dalam luar jangkauan, cobalah beberapa saat lagi.~
"Lexa!!! Tidak mungkin, dia tidak akan melakukan ini padaku Tuan!" Decak Leon masih berusaha menghubungi Lexa.
"Kenyataannya, dia melakukannya! Ayahnya menginginkan dia secepatnya menikah! Ayahnya kritis! Sudah kubilang Leon sejak dulu segera dapatkan Lexa, kau terlalu mengulur waktu!!!" Sungut Dion tak mampu berkata hal lainnya lagi.
"Tidak mungkin tidak mungkin! Habis kau kelinci rabies! Aku tidak akan pernah memaafkanmu jika kau begini teganya denganku!!! Aku pergi!!" Leon meraih cincin yang sudah Dion selesaikan dengan gajinya 2 bulan ini dan pergi mencari Lexa.
Leon mencari Lexa ke flatnya tidak ada, ke kantornya tapi Lucy mengatakan Lexa ijin cuti namun Lucy tidak tahu alasannya. Viena memang tidak mengatakan alasan Lexa cuti. Leon lalu bertanya pada Abby yang sudah satu minggu ini mereka tidak bertemu. Abby juga sibuk mengurusi iklan yang sedang masuk baru baru ini yang mana Viena mempercayakan padanya. Dan, kebetulan saat itu Viena tidak datang ke kantor. Leon harus ke apartemen Viena dan Dion dulu. Di sana Viena hanya mengatakan mungkin Lexa ada di rumah Tuan Jerry atau di rumah sakit pusat kota. Leon segera bergegas ke rumah Jerry terlebih dahulu sambil dirinya terus memberi Lexa pesan. Menghubugi Lexa meski hasilnya nihil. Pikirannya sudah kemana mana. Hatinya benar benar kacau. Kalau dia tidak bertindak sekarang, semua yang ia rencanakan, pekerjaan besar yang ia katakan pada orang yang sekarang hendak ia temui akan kandas.
"Lexa, plis tunggu aku sayang, aku mohon Lexaaa!!! Arghhhh sial sial sial!!!"
Tin tin tin!!! Leon menekan klarkson dengan membabi buta karna jalanan traffic jam dan agak lama bergerak. Hari semakin larut. Dia sudah melakukan pencarian sepanjang hari ini. Dari ujung ke ujung dia terus mencari Lexa. Jarak yang harus ia tempuh dari siang tadi seperti mengelilingi setiap sudut Legacy karna jaraknya yang agak jauh dari satu tempat ke tempat yang lain.
Tepat pukul 9 malam Leon sampai di rumah sakit pusat kota. Dia langsung bertanya ruangan Alexis Atkinson. Ketika Leon sudah tiba di depan ruangan, para penjaga yang ditugaskan Jerry menahannya.
__ADS_1
"Tuan Atkinson baru saja istirahat. Tidak boleh ada yang menganggunya Tuan!" Kata sang penjaga sopan.
"Aku ingin menemui Tuan Jerry dan Lexa!"
"Tuan Jerry dan Nona Lexa sedang makan ke luar. Kami tidak tahu kemana!"
"Argh sial! Baiklah aku akan menunggu di sini!" Leon akhirnya menunggu di kursi tunggu samping ruangan Alexis.
Sekitar 30 menit kemudian, Lexa dan Jerry menyelesaikan makan malamnya hanya di restoran rumah sakit. Mereka menyusuri koridor menuju ruangan Alexis. Jerry sedang memeriksa ponselnya karna para pegawainya menanyakan tugas kerja mereka dan sekertarisnya memberikan pelaporan yang membutuhkan persetujuannya.
Ketika mereka berdua berbelok, Lexa sudah melihat Leon duduk di depan ruangan ayahnya. Hatinya meringis dan bergetar. Tampak Leon sangat lelah. Ingin sekali Lexa memeluk dan mengelus kepalanya. namun, prilaku nya malah berkata lain.
~Leon! Tidak, aku tidak boleh bertemu dengannya!!~ gumam Lexa berhenti sesaat sementara Jerry terus berjalan tanpa melihat ke depan. Tak lama Jerry merasa aneh pada Lexa yang tidak ada di sampingnya. Dia lalu menoleh ke arah Lexa.
"Ada apa Lexa?" Tanya Jerry.
Lexa lalu menarik Jerry untuk menjauh terlebih dahulu.
"Kenapa Lexa?" Tanya Jerry lagi agak menahan Lexa.
"Nanti aku jelaskan, ayo!" Saut Lexa menarik kembali tangan Jerry dan ketika mereka kembali berbelok menjauhi ruang rawat ayahnya, Jerry agak menoleh sedikit kesana dan dia melihat Leon.
Jerry mengerti maksud Lexa membuat dia dan dirinya menjauh dari ruangan. Jerry pun mengirim pesan pada Leon ketika Lexa agak lengah dan mereka kembali duduk di restoran menunggu sampai Leon pergi. Lexa tertunduk mengenang masa masa indah nya bersama Leon dan sesekali menitikan air mata.
💌+5566777***
Leon, ini Jerry! Sebelumnya aku minta maaf karna melakukan ini padamu! Tapi aku tak sepenuhnya menginginkan Lexa. Aku mohon kau jangan frustasi dan menyerah. Besok Jam 3 sore kau datang ke kediamanku, kau harus melamar saat itu juga di depanku dan di depan Tuan Alexis, ayah kandung Lexa! Kalau kau tak datang dan telat sedikitpun, aku minta maaf, Lexa harus menjadi istriku! Jangan telat!!
...
...
...
...
...
...
Lexa oh Lexa oh Leon oh Leon oh Jerry oh Jerry 😂😂
.
Next part 75
Penentuan babak final ayo nobar sapa mo ikut gretongg. Bisa nonton kembang api ga neehh? 😝😝
.
Yo yo jan lupa kasih LIKE KOMEN nyaa yaaa yang banyak biar cepet up nii, tapi maap kalo bsk agak lama yee ada gambar dikit 😁😁
Kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa
.
__ADS_1
Thanks for read and i love you 💕