Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 53


__ADS_3

Lexa mengkesampingkan kecemburuan Leon dan mengikuti Leon dan Anthony yang menggendong Pevi ke ruang p3k gereja.


"Permisi, seorang wanita tak sadarkan diri, tolong tindakan tuan, nona?" Kata Leon menyeruak masuk ruang p3k gereja. Perawat yang bertugas saat itu langsung menyuruh Anthony membaringkan Pevi di atas tempat tidur. Perawat segera melakukan pengecekan.


Leon yang disusul oleh Lexa dan Anthony menunggu di luar ruangan. Anthony tampak gusar.


"Tuan Anthony, tenanglah, Nyonya Pevi pasti baik baik saja. Em, aku pergi dulu ingin memeriksa keadaan di sana. Permisi Tuan." Kata Leon hendak memberitahukan tuannya.


"Ya Leon terimakasih."


Leon lalu keluar tanpa melihat Lexa yang menunggu perkataannya. Lexa memutar bola matanya malas. Dia akhirnya mengejar Leon.


Ketika mereka keluar dari ruangan, Lexa menahan tangan Leon. Dia menggenggamnya dengan kedua tangannya agar Leon tidak bisa melepasnya. Leon menoleh ke Lexa dengan tatapan datar.


"Jangan marah seperti ini! Aku tidak sanggup!" Kata Lexa memasang wajah melas dan sedikit sedih. Leon melihat dan mendengar pernyataan Lexa yang mengerti hatinya menjadi meluluh dan mengingat kata kata Ben kalau mereka belum memiliki status. Jadi, Leon tidak boleh terlalu mengekang Lexa. Dia memang harus tetap bersama Lexa terlebih dulu jika tidak ingin melihat pemandangan yang tidak mengenakan hatinya itu. Leon menarik napas dan menarik tangan Lexa. Dia lalu merangkul Lexa.


"Tidak! Cepat beri tahu Nyonya mu kalau Nyonya Pevi pingsan!" Kata Leon mengalihkan pembicaraan.


"Kau darimana sejak tadi? Mengapa kau sangat sibuk dan membiarkan aku sendiri? Jangan salahkan aku kalau Tuan Jerry mendekatiku!" Dengus Lexa merasakan kehangatan lengan Leon di pundaknya.


"Aku harus mengurus semuanya Lexa. Baru saja aku mau menghampirimu tapi kau sudah bersama si tom and jerry itu." Leon ikut mendengus.


"Yasudah maafkan aku. Dia memintaku untuk menemaninya. Aku harus menghormatinya Leon, tidak lebih! Baiklah kita akan bertemu lagi di ruang p3k memeriksa keadaan lebih lanjut Nyonya Pevi. Aku akan memberitahu Nyonya Viena." Lexa sedikit menjelaskan kondisinya membuat Leon merasa lega karna Lexa tahu apa maksud hatinya.


"Baiklah, aku mau memeriksa keadaan lokasi tadi dulu!"


"Ya!"


Mereka lalu berpisah lagi. Lexa memberitahu majikannya. Betapa sangat terkejut Viena mendengarnya. Viena hendak menghampiri bersama Dion namun mertuanya menahannya. Dia lalu menarik lengan Lexa.


"Terus perhatikan kondisi Pevi dan laporkan segera padaku, Lexa!" Bisik Viena memberikan perintah. Lexa mengangguk mengerti arahan Viena karna seluruh keluarganya termasuk Dion yang kini menjadi suami majikannya itu melarang Viena melihat keadaan Pevi. Sebenarnya Lexa juga enggan mengetahui keadaan mantan kekasih dari suami majikannya itu tapi hanya dia yang tidak bisa membantah Viena.


Lexa lalu kembali ke ruang p3k dan dia melihat Leon juga sudah kembali ke sana. Lexa berlari kecil karna ingin meraih lengan Leon sehingga mereka bisa masuk ke ruang p3k bersama. Namun, karna sepatu hak tinggi yang Lexa gunakan agak membuatnya tak sadar sehingga pijakan kaki selanjutnya membuat dirinya tak stabil karna terlalu bersemangat hendak mengejar Leon.


"Aaahhh Leon!" Lexa agak berteriak memanggil nama Leon dan karna dia hendak terjatuh. Leon menoleh dan hendak menghampiri Lexa, namun Jerry sudah menahannya terlebih dahulu. Jerry sudah melihat Lexa yang menuju ke ruang p3k. Dia menghampiri Lexa karna ingin ijin pulang dan dia merasakan kalau Lexa hendak terjatuh sehingga ia mempercepat langkahnya untuk menahan Lexa agar tidak terjatuh.


Leon menarik napas melihat Lexa tidak jadi terjatuh, namun napasnya menjadi sesak kembali ketika melihat Jerry lah yang menahan Lexa agar tidak terjatuh.


~Bersainglah dengan sehat sir!~ pesan Ben tadi yang membuat Leon menjadi mengingatnya. Dia lalu mendinginkan pikirannya sesaat dan menghampiri Lexa dan Jerry.


"Ah Tuan Jerry? Terimakasih Tuan, untung saja! Terimakasih." Lexa menarik diri dari tangan tangan Jerry yang menahan Lexa terjatuh.


"Ya ya, sama sama Lexa! Kau sepertu dengan siapa saja!" Kata Jerry terkekeh dan Leon tiba.


"Lexa? Kau tidak apa apa?" Leon langsung memegang kedua lengan Lexa dari belakang dan melihat kondisi wanitanya itu.


"Tidak apa apa Leon, Tuan Jerry yang menolongnya." Tutur Lexa sedikit cemas karna bukan Leon yang menolong. Dan, mungkin saja tadi Leon melihatnya.


"Benarkah? Tuan Jerry selamat datang dan terimakasih telah menolong Lexa." Leon agak berdiri ke samping Lexa dan membungkukan tubuhnnya menghormati Jerry.


"Iya Leon sama sama. Kau tidak usah kaku seperti ini." Jerry terkekeh menggaruk garuk kepalanya.


"Lexa, kau berjalan hati hati!" Decak Leon kini kembali merangkul Lexa.


"Iya! Tadi aku berlari!" Jelas Lexa singkat.


Jerry melihat kedekatan mereka berdua tersenyum namun hatinya agak merintih seperti rasa cemburu namun dia sama sekali tidak sangat dekat dengan Lexa. Dia menarik napas berusaha tetap tenang.


"Em, baiklah Lexa Leon, sepertinya aku harus pergi. Sampai jumpa!" Kata Jerry kemudian.


"Oh iya Tuan. Terimakasih telah datang di acara pernikahan Nyonya Viena dan Tuan Dion. Hati hati dijalan." Saut Lexa kembali membungkukan badannya.


"Terimakasih Tuan!" Leon ikut mengucapkan.


"Ya ya, permisi." Balas Jerry dan ia berbalik menuju ke mobilnya.


"Ayo Lexa kita ke ruang p3k sekalian memeriksa kakimu, kau benar tidak apa apa? Maafkan aku terlambat menolongmu!" Kata Leon memapah Lexa yang agak pincang mungkin terkilir sedikit ke ruang p3k.


"Tadi aku mau mengejarmu dan memanggil namamu!" Leon menampar pelan pipi Leon.


"Iya aku mendengarnya, seharusnya kau memanggilku dulu baru mau terjatuh, pasti aku bisa menahanmu dan langsung memelukmu erat!" Leon terkekeh menggoda Lexa.


"Mana ada seperti itu, musang mesum!"

__ADS_1


Lexa dan Leon tertawa sambil berangkulan dan Jerry mendengar semua itu. Dia agak menoleh melihat keakraban bahkan Lexa dan Leon tampak mesra. Dia tampak muram.


"Hem, apa aku bisa mendekati Lexa? Dia tampak senang dengan Leon, sementara aku, ketika aku menahannya, dia seperti langsung menghindar. Wanita yang unik. Entahlah, aku akan memikirkan untuk mendapatkannya." Gumam Jerry dan kembali pulang.


...


Pevi sudah dilarikan ke rumah sakit. Sore itu acara resepsi selesai dengan lancar karna masalah Pevi tak sadarkan diri dapat dikesampingkan oleh para hadirin. Mereka semua menuju ke apartemen Dion yang juga sudah dimiliki Viena. Mereka agak membahas masalah Pevi walaupun tidak ada dari mereka yang mendampingi Pevi ke rumah sakit. Mereka semua menutup diri termasuk Lexa dan Leon yang juga ikut ke apartemen Dion. Hanya Rika yang sudah berbicara pada Anthony dan Anthony yang malah meminta maaf membuat beberapa orang panik.


Setelah rasanya sudah selesai pembicaraan, mereka semua pergi meninggalkan pasangan pengantin itu. Jeremy dan Rika mengantar Johanes dan Anne terlebih dahulu menginap ke Hotel Prime sedangkan Lexa dan Leon mengantar Egnor dan Claudia.


"Tuan Egnor, Nyonya Claudia, apakah kalian ingin ikut bersama kami, em kami ingin berjalan jalan ke Big Plaza." Ajak Lexa ketika Leon sudah melajukan mobilnya.


"Ke hotel saja Lexa!" Jawab Egnor singkat.


"Tidak Lexa! Sepertinya itu bagus? Aku mengetahui tempat itu. Sudah lama sekali aku ingin kesana!" Sela Claudia yang merasa dia butuh sedikit hiburan di tengah sekelumit masalahanya.


"Tuan Jovanca, biarkan hari ini anda merileks kan diri anda dengan berjalan jalan bersama kami Tuan!" Tambah Leon mendukung Lexa dan Caludia yang hendak berjalan jalan bersama.


"Kau ini Leon! Baiklah, tapi hanya sebentar, aku agak lelah dan besok pagi kami sudah harus kembali ke Honolulu." Akhirnya Egnor mengalah dan menuruti ajakan anak angkatnya.


"You're the best my only one, ting!" Tutur Claudia mengedipkan matanya pada pengacara cintanya. Egnor hanya berdehem dan melihat jalanan luar. Sementara Lexa dan Leon terkekeh karna melihat Claudia yang terus menggoda pengacara dingin itu.


...


Sesampainya di Big Plaza, Claudia betapa takjub dengan pusat perbelanjaan terbesar di Legacy ini. Gedung ini baru beberapa bulan dibangun dan sudah mencuri perhatian semua mata. Banyak yang datang kemari untuk berbelanja, sekedar mencuci mata, menaiki wahana rekreasu anak dan lainnya.


Claudia lalu mengajak Lexa untuk berkaraoke di sebuah tempat karaoke keluarga yang terkenal. Nama tempat karaoke itu juga ada di Oriental, namun Claudia tidak pernah masuk karna tarif harga yang terlalu mahal.


"Tuan Egnor, bisa kah kita bernyanyi di sana?" Ajak Claudia memegang lengan Egnor.


"Aku tidak bisa bernyanyi!" Jawab Egnor ketus.


"Kau tidak usah bernyanyi Tuan! Aku saja, ayo Lexa aku yang traktir!" Leon dengan inisiatif ingin membuat nyaman tamu penting majikan mereka menarik tangan Lexa untuk lebih dulu masuk ke ruang karaoke tersebut.


Claudia menoleh ke arah Egnor. Dia tersenyum dan mengulurkan tangannya agar Egnor menggandengnya mengikuti Lexa dan Leon. Egnor menarik napas dan menuruti permintaan wanitanya.


Mereka lalu memesan ruangan VIP suite room yang sebenarnya untuk 10 orang, tapi Leon sengaja karna harus memberikan kenyamanan bagi si pengacara terkenal itu. Dan lagi, Egnor memang type yang sangat privasi dan juga menyukai kebersihan.


Claudia langsung mengambil alih menyanyikan sebuah lagu dari Adele berjudul One and Only. Dia bernyanyi dengan semampu suaranya sambil melihat layar. Sesekali menyentuh tangan Egnor yang tersipu malu mendengarkan wanitanya bernyanyi.


"Bagaimana suaraku Tuan Jovanca? Apakah sudah merdu seperti Viena?" Tanya Claudia menyenggol lengan Egnor.


"Masih sangat jauh!" Decak Egnor dengan wajah berbohongnya. Sejatinya dia menikmati suara Claudia dan yang lebih arti dari lagu tersebut.


"Sabar Nyonya Claudia, suara nyonya ku tidak ada yang bisa menandingi, kau juga menyadarinya kan?" Sela Lexa menghibur Claudia yang sejak tadi seperti diacuhkan oleh ayah angkatnya namun tetap memperhatikan.


"Ya, aku memang harus belajar dengannya!"


"Hehem, kurasa juga begitu!! Baiklah, sekarang giliranku, lihat Leon, Tuan Egnor suaraku pasti melebihi penyanyi Adele itu, hahahaha!!" Lexa tertawa tak yakin. Dia hanya bergurau.


"Tidak! Aku dulu!" Namun tak lama Leon menyela Lexa dan hendak bernyanyi terlebih dahulu.


"Leon! Memang musang sepertimu bisa bernyanyi?" Decak Lexa meremehkan.


"Leon, aku tidak mau tempat karaoke ini hancur dan menjadi pengacaramu untuk terbebas dari hukum ya?" Egnor ikut meledek Leon.


"Kalian dengar dulu, aku tidak akan merepotkanmu Tuan!" Leon terkekeh dan meraih mic nya. Dia memilih lagu Bad Boy dari boy band Big Bang.


"Leon, jangan bilang kau akan sok sok an menjadi T.O.P big bang ya? Kupingku bisa pengang!" Umpat Lexa. Leon mengabaikan dan mulai bernyanyi.


Ketika pada bagian suara T.O.P, Leon benar benar menghayati. Dia menatap Lexa sambil memegang tangan Lexa. Lexa bergidik hendak tertawa namun pesona wajah Leon malah melebihi ketampanan artis boyband big bang yang Lexa maksud itu. Lexa jadi hanyut selain dengan cara bernyanyi Leon dan juga lirik yang dibawakan. Lexa jadi hanya tersenyum.


Beginilah sepenggal lirik dari bagian T.O.P big bang itu yang Lexa maksud mirip Leon.


*botongnamjawa dalla neomu himdeuldago


Kau bilang aku berbeda dari pria lain, sangat sulit


neon ajikdo sonyeogachi neomu yeoryeo


Kau masih sangat sensitive seperti seorang gadis


maeilgachi useojuneun

__ADS_1


Yang selalu tersenyum disampingku


ne gyeoten naega neomu eoryeo


Disampingku, aku masih terlalu muda


bappeudaneun pinggyero yaksogeul mirwobeoryeo


Dengan alasan sibuk, aku menunda kencan kita


mianhan na soksanghan maeume


Aku minta maaf itu karena aku frustasi


gogaereul dollyeobeoryeo


Namun ketika aku menoleh


nae kkumsogui sinbu ije geunyang chingu


Pengantin didalam mimpiku hanyalah teman sekarang


heeojimi aswiun urideurui chimmuk


Kemarahan akibat perpisahan itu membuat kita diam*


Dan selesailah Leon bernyanyi dengan ala ala rapper yang sangat menghibur. Lexa masih terpaku dan tersnyum. Sementara Claudia sudah bertepuk tangan dengan riang. Egnor pun juga akhirnya bertepuk tangan karna tingkah Leon yang bernyanyi sambil menggoda Lexa.


"Bagaimana Tuan Egnor suaraku?" Tanya Leon meletakan mic ke atas meja.


"Ya ya kuakui suaramu pas! Kau sungguh berani menggoda anak angkatku di depan ayahnya ini yaa?!!!" Kata Egnor mengacungkan ibu jarinya.


"Iya Leon, kau sangat keren, sampai calon anak angkat ku ini memandangmu terruuusss, ya kan Lexa? Uuuuwww..." Claudia menyenggol lengan Lexa yang wajahnya sudah memerah.


"Yaa, sebenarnya sudah banyak yang menawariku menjadi anggota grup boy band Tuan Egnor, Nyonya Claudia, tapi kutolak karna kasihan tidak ada yang mengurus Tuan Dion!! Hahaha.." jawab Leon sangat percaya diri.


"Percaya diri sekali kau musang tengik!! Kau jangan bernyanyi lagu itu lagi, kau ingin berpisah dariku ya?!" Decak Lexa melipat kedua tanganya.


"Hah, lihat kan Tuan Egnor, Nyonya Claudia, anak angkat kalian ini bahkan benar benar memperhatikan sampai pada liriknya. Lexa Lexa, aku tahu kau begitu menyukaiku kann????" Goda Leon merangkul rangkul Lexa. Dan mereka semua tertawa kecil sambil melanjutkan karaoke mereka sampai mereka puas dan kembali berjalan jalan mencari makan malam.


Namun ketika Lexa menunggu Leon, Egnor dan Claudia yang ke kemar kecil lebih dulu, Lexa dikejutkan dengan seorang wanita seumuran Claudia lebih tua beberapa tahun lagi membalikan tubuhnya dan menamparnya. Tamparannya sangat keras dan ditambah dengan dirinya menarik gaun bagian dada Lexa sehingga terlepaslah tali gaun yang berada di lehernya. Lexa tanpa kesiapan hanya menahan gaun bagian dadanya itu lalu menatap dengan sangat geram wanita itu.


...


...


...


Lah lah ada apa nii?


Abis seneng2 karokean ada aja kejadian 😒😒


Next part 54


kira kira siapa wanita itu?


selow aja mba ga usah nge gas . ga tau Lexa kalo uda berubah jadi kelinci rabies yaa?! 😝😝


..


haloo vii menyapaaa 😍😍


beberapa kali ada episode yang kayaknya pas ya pake visual, tapi vii lagi ngebut dan ga cukup waktunya kalo pake gambar, mohon maaf ya? akhir bulan vii usahain deh pake visual ya 😁😁


terus pengumuman giveaway juga vii mundur ya jadi akhir bulan, jadi yang masih mau ikutan monggo dijawab pertanyaannya 😊😊


daaan, yang mau liat babang leon nge rap bisa di cek video lagu kpop dengan judul BAD BOY dari BIG BANG ya di utub, di sanalah visual babang Leon kita yaitu T.O.P Big Bang 😎😎


...


oke jangan lupa ya pada akhirnya LIKE DAN KOMEN kisah si LeLe ini 😍


kasih RATE dan VOTE di depan profil novel dan kasih TIP juga boleh ❤

__ADS_1


..


thanks for read and i love youu 💕💕


__ADS_2