
Lexa mengetuk pintu hotel dengan pelan karna dia sedikit gugup melihat kekacauan suaminya. Namun, dia panik dan ingin segera melihat suaminya. Lexa datang sendiri karna terlalu cemas dan tidak sempat menghubungi Solane.
Manuel membuka pintunya. Dia belum bisa pulang jika Leon masih dalam keadaan mabuk dan bicara tak jelas begitu.
"Lexa, masuklah! Dia ada di sana. Sekarang dia hampir ingin tertidur sambil terus menyebut namamu." Kata Manuel menunjukan posisi Leon yang sedang berbaring terkurap di sofa. Dia di sana sambil memegang botol wine yang mungkin sudah tak berisi.
Kaki Lexa gemetar melihat suaminya yang tidak lagi mengenakan jas. Dengan kemejanya yang sudah keluar dari celananya dan rambutnya yang acak acakan.
"Lexa, bicaralah baik baik padanya dan berhati hatilah. Aku takut dia memukulmu." Seru Rico memperingati.
"Aku akan menghadangnya!" Manuel segera menuju ke samping dekat kaki Leon.
Lexa menghampiri Leon perlahan laha. Sedikit dia menoleh ke arah sebuah sofa single di sana ada Reginald yang sedang memegang pipinya.
"Reginald berusaha membantunya berjalan untuk pulang tapi Leon malah menyikut pipinya. Begitulah keadaan Reginald."
Lexa terkejut dan hanya menutup mulut ketika mendengar Rico menjelaskan mengenai pipi Reginald yang agak lebam. Lexa lalu berjongkok di samping wajah Leon.
"Leon .. " panggil Lexa perlahan memegang pipi Leon. Leon mencoba membuka matanya. Dia sangat mengenal suara ini. Kepalanya pusing dan dia agak sulit membuka matanya.
"Ayo kita pulang sayang.." bisik Lexa memberanikan diri. Dengan semua tenaga yang Leon miliki, dia membuka matanya dan menatap Lexa. Leon menyipitkan matanya dan tangannya mulai bergerak memegang wajah Lexa.
"Kau Lexa kan?" Tanya Leon memastikan karna pandangannya agak kabur.
"Ya aku Lexa, istrimu sayang." Jawab Lexa tersenyum tipis.
"Kenapa kau di sini? Kenapa wajahmu terus bersedih Lexa? Kenapa matamu merah?" Tanya Leon mempertanyakan semua yang ada di pikirannya.
"Tidak! Tidak lagi! Ayo kita pulang!" Jawab Lexa tegas dan dia memang harus bertindak. Lexa lalu beranjak dari jongkoknya. Dia mengangkat tubuh Leon yang kenyataannya sangat berat. Rico dan Manuel berusaha membantu Leon untuk bangun dari tidurnya. Leon akhirnya menurut namun dia hanya duduk di sofa.
"Kenapa duduk Leon? Kau harus pulang, istrimu sudah menjemput Leon! Biarkan aku yang mengantarnya!" Kata Manuel kembali terheran.
"Tidaaakkk!! Sekali tidak tidak! Aku tidak mau pulang! Aku mau di sini saja. Tidur, minum, makan, minum lagi, tidur, aku tidak frustasi hanya karna memikirkanmu Lexa!"
"Leon! Apa yang kau katakan?!" Rico terkejut dengan kata kata sahabatnya itu.
Pak!
Lexa menampar Leon. Leon sedikit tersadar dan melihat Lexa di sana sudah dengan lelehan air matanya.
"Baiklah, aku sudah mengerti sekarang! Kau harus pulang, ini bukan apartemen kita! Ayo pulang!" Lexa kembali menarik tangan Leon sehingga Leon pun mengikuti tarikan istrinya.
"Tidak mau Lexa!" Leon meronta pelan pada Lexa. Lexa tetap bersih keras menarik tubuh Leon yang akhirnya terbawa. Manuel juga membantu Lexa memapah Leon.
Leon lagi lagi meronta dan menghempaskan Manuel. Manuel sampai terjatuh. Rico lalu menghampiri Leon karna taku Lexa yang selanjutnya akan di dorong.
Ketika Leon hendak menggoyangkan tangannya, Lexa lebih dulu menahannya dan menarik tubuhnya sehingga Lexa memeluk pinggang suaminya. Lexa mendongakkan kepalanya menatap Leon dan Leon juga menatapnya.
"Kau mau apa? Kau tidak pernah menyakitiku bahkan menampar apalagi ingin menghampaskanku! Tapi jika kau juga ingin menghempaskanku baiklah, aku siap Leon! Aku akan menerima semua hukuman atas kesalahanku menyakiti batinmu perlahan. Aku hanya ingin minta maaf dan aku mau membawamu pulang. Kita selesaikan di rumah Leon. Aku mohon sekali ini saja turuni kemauanku!" Kata Lexa memohon untuk pulang.
"Aku selalu menurutimu! Aku selalu menjadi kebahagiaan untukmu Lexa! Aku selalu ada untukmu, setiap detik! Namun, mengapa kau jadi selemah ini? Kau sudah berjanji padaku! Apa perasaanku ini kurang banyak untuk mu hah? Aku mencintaimu bahkan sekalipun tidak memiliki keturunan atau kau tidak hamil aku mencintaimu jadi tolong hargai perasaanku Lexa?!!!" Jawab Leon malah mencengkram lengan Lexa dengan sangat kuat.
"Oke Leon, jadi sekarang lebih baik kau pulang! Ayo biar aku saja yang mengantar, Manuel, kau pulang lah bersama Reginald. Ayo Lexa!" Rico mendorong Leon perlahan karna ia merasa Leon sudah sadar meski tidak sepenuhnya. Leon akhirnya mengikuti arahan Rico.
Lexa mengikutinya dari belakang namun Lexa merasa harus terus memapah Leon meski hatinya sakit karna perkataan Leon yang tidak ia sadari selama ini.
"Biar aku saja Rico!" Kata Lexa mengambil alih Leon yang jalannya agak gontai. Leon terkejut Lexa menghampirinya. Dia pikir, Lexa sudah kembali bersedih atas kata katanya. Leon lalu merangkul pundak Lexa sementara Lexa sekuat tenaga memapahnya sampai ke mobil Rico. Kebetulan Lexa menaiki taxi.
Rico sudah membantu Lexa memasukan Leon ke kursi belakang mobil. Leon merebahkan dirinya lagi dengan kepalanya di atas paha Lexa. Rico segera melajukan mobilnya ke apartemen Leon dan Lexa.
Sesampainya di apartemen, Rico kembali hendak membantu Lexa memapah Leon menaiki apartemennya. Namun, ketika sampai di depan lift Lexa menyuruh Rico pulang saja.
"Sudah Rico, kau pulang saja! Aku bisa membawa Leon sampai ke kamar. Lift nya dekat dengan kamar kami." Kata Lexa mempersilahkan Rico pulang.
"Kau jangan menipuku, aku sudah beberapa kali ke apartemen kalian dan lumayan jauh dari lift, Lexa!" Rico masih mengkhawatirkan mereka.
__ADS_1
"Tidak apa apa aku bisa, kau tenang saja! Leon juga masih kuat berdiri." Tambah Lexa tetap ingin membawa Leon sendiri.
"Yaaa .. kau pulang saja Rico, terimakasih ya .." sela Leon juga melambai lambaikan tangganya seraya menyuruh Rico pulang.
"Kalian serius tidak akan terjadi apapun?" Rico memastikan.
"Tidak Rico! "
Ting! Pintu lift terbuka.
"Sudah ya Rico terimakasih!" Kata Lexa lagi dan Rico melambaikan tangannya bersamaan dengan pintu lift tertutup.
Di dalam lift yang hanya mereka berdua dan dipastikan tidak akan ada yang menaiki lift ini kalau sudah di atas pukul 9 malam. Lexa lalu memeluk Leon dengan sangat erat.
"Leon, aku mencintaimu, maafkan aku! Jangan tinggalkan aku Leon!" Tutur Lexa memperhatikan setiap panca indera Leon.
"Heemm .." hanya itu jawaban Leon dan dia tidak memeluk Lexa. Dia hanya bersandar di lift sambil memegang dahinya. Kepalanya sangat pusing.
"Jangan seperti ini Leon, apa kau lupa di tempat ini kita pertama kali bertemu?" Kata Lexa lagi berusaha mengingatkan kenangan di antara mereka.
Leon mulai melirik istrinya dengan mata lancipnya yang sedikit menyipit.
"Iya di lift Leon! Kau menabrakku dan kita berpelukan di dalam lift. Kau sungguh membuat ku terpesona Leon, bahkan sampai sekarang! Namun, sepertinya aku yang malah membuat cintamu berkurang padaku ya? Aku minta maaf sayang, aku benar benar menyesal." Kata Lexa lagi masih memeluk Leon bahkan mengelus dada bidang suaminya itu.
"Sudahlah Lexa, tidak apa apa!" Akhirnya Leon juga memeluk Lexa. Betapa dia begitu lemah jika Lexa sudah memujinya dan Lexa mengingat semua kenangan indah ketika mereka belum berstatus apa apa. Bagi Leon ini merupakan perasaan tulus seorang wanita untuknya.
Tak berapa lama, sampailah mereka ke lantai apartemen mereka. Dengan sekuat tenaga, Lexa memapah Leon yang mana Leon jug masih kuat untuk berjalan. Dia tetap merangkul pundak Lexa. Lexa berjalan dengan pandangannya menatap Leon. Mereka berdua sempoyongan dan Lexa sudah hafal jalan jalan menuju ke kamar apartemen mereka. Seketika darah yang mengalir dalam tubuh Leon menjadi sangat panas. Apalagi ketika ia memperhatikan istrinya terus memandangnya dengan penuh cinta dan matanya yang berbinar.
Leon lalu menghempaskan pelan tubuh Lexa sehingga membentur dinding dinding koridor apartemen. Lexa sedikit terkejut tapi malah mencengkram kerah baju Leon. Leon mendekatkan wajahnya di depan Lexa dan menerkam bibir mungil nan merah istrinya itu. Lexa pun membalas kecupan suaminya dan mereka berciuman di sana cukup lama. Sampai rasanya Leon harus menarik dirinya. Dia kembali merangkul Lexa namun sesekali mendongakkan kepala Lexa lagi dan ia menciumnya sambil berjalan.
Ketika sampai di depan kamar apartemen mereka, Leon masih mengecupi leher Lexa. Lexa membuka pintu apartemen nya dan mereka pun masuk. Lexa memapah Leon memasuki apartemen mereka dan tak lupa menutup pintunya lagi. Lexa kembali menggiring suaminya yang terus saja mengecupi leher dan pipinya masuk ke dalam kamar.
Akhirnya Lexa berhasil membaringkan tubuh suaminya itu di atas tempat tidur mereka. Lexa lalu melepas sepatu Leon.
"Lee.. on .." seru Lexa sedikit takut. Leon dengan cepat malah membalikan tubuh Lexa sehingga dirinyalah sekarang yang ada di atas Lexa dan Lexa yang berbaring di atas tempat tidur.
"Kau mencintaiku Lexa?" Tanya Leon yang kini sedikit beranjak dan membuka kancing kemeja Lexa satu demi satu.
Lexa mengangguk dan menahan tangan Leon yang hendak membuka kemejanya.
"Nampaknya ini sudah satu Minggu lebih dan saat ini aku sangat menginginkannya." Leon menghempaskan tangan Lexa yang memegang tangannya.
"Leon, tapi kau mabuk.." seru Lexa terbata dan takut.
"Jadi, apa benar kau mencintaiku?" Pertanyaan Leon benar benar memang seperti orang yang sudah kehilangan akal. Dia terus bertanya tanya karna seperti menginginkan sesuatu.
Lexa kembali mengangguk dan matanya mulai berkaca kaca lagi.
"Kalau mau mencintaiku, kau harus memuaskan ku malam ini juga, bagaimana sayang?" Pinta Leon dan kini dia sudah membuka semua kemeja Lexa. Lexa akhirnya tidak menahan lagi aksi yang dilakukan suaminya padanya. Leon lalu kembali mendekati wajahnya dan mencium Leon dengan cukup rakus. Lexa mencoba mengimbangi namun nampaknya sulit sekali. Apalagi ketika satu tangan Leon memegang salah satu buah dada nya. Lexa malah melenguh dan tidak memperdulikan mulut Leon yang menerkam bibirnya seperti sedang memakan sesuatu. Sampai rasanya Lexa merasakan desiran darah pada mulutnya, mungkin Leon sudah melukainya karna sesekali Leon menggigit kecil bibirnya.
Setelah puas dengan bibir istrinya Leon menuruni bibirnya menuju ke dagu, leher dan akhirnya dia bisa memegang bongkahan kenyal itu. Dia memain mainkan nya dan melahapnya setelah Leon pun sudah membuka penutupnya.
"Heemm, tampaknya ini semakin nikmat dengan volume yang sangat pas di tanganku Lexa!" Gumam Leon menyeringai, melahap puncak puncak gunung kembar itu secara bergantian. Lexa hanya bisa diam tapi juga mencengkram rambut Leon. Dia merasakan sentuhan yang sudah lama tidak ia rasakan namun agak sedikit asing. Mungkin karna keadaan Leon yang tak sepenuhnya sadar, kali ini leon memperlakukannya dengan sedikit emosi sehingga Lexa merasakan gigitan gigitan kecil Leon. Karna ucapan Leon yang harus memuaskannya, Lexa menjadi pasrah dan mengikuti permainan Leon.
Leon pun masih beralih pada daerah keintimannya yang dengan sangat lihai Leon memainkannya. Padahal hanya dengan jari jarinya Lexa begitu puas dan sampai lah kini Leon kembali barada di bawah dan Lexa di atasnya.
"Buka kemeja ku dan layani aku Lexa! Kau sudah membuatku ingin sekali merasakan tangan tangan nakalmu!" Kata Leon memancing hasrat Lexa yang tampaknya Lexa hanya mengikuti dirinya.
Lexa masih menampilkan wajah datar dan dengan perlahan dia membuka kemeja Leon. Ya, dia akui suaminya memiliki dada bidang dan cukup berbentuk di daerah perutnya. Lexa akhirnya terpancing untuk mengelus lembut bagian depan tubuh Leon. Dia pun sudah merasakan sesuatu yang mengeras di dalam celana suaminya yang belum ia tanggalkan.
"Kau lama sekali Lexa!" Keluh Leon dan dia sendiri yang membuka celananya. Setelah itu dia mengarahkan kepala Lexa di depan miliknya. Lexa menghela napas dan menjalankan kewajibannya. Entahlah kali ini dia terpaksa atau tidak namun ketika terus memajumundurkan mulutnya dia menjadi begitu menikmatinya sampai membuat Leon kewalahan.
"Aku sudah tahu kau begitu hebat Lexa! Kini biarkan aku yang membuatmu merasakan kenikmatan itu lagi sayang!" Leon meraih wajah Lexa dan menciumnya. Lexa membalas sambil menaiki tubuhnya dan kini ia kembali di bawah.
Leon memulai aksinya menjajaki tubuh istrinya. Dia memasukan miliknya perlahan dan menjadi sangat dalam dengan sedikit hentakan sehingga membuat Lexa memanggil namanya.
__ADS_1
"Leooonn!!"
Lexa juga memegang pundak Leon dengan sangat kencang karna rasanya agak sakit.
"Akhirnya aku mendengar suaramu sayang!"
Karna suara istrinya, Leon menjadi sangat bersemangat. Dia melakukannya dengan hentakan demi hentakan. Sesekali mencium bibir Lexa dengan sangat bergairah. Leon akhirnya merasakannya lagi. Dia sungguh menikmati keindahan tubuh Lexa dan kepunyaannya yang kembali mengencang karna tidak terjamahi suaminya ini. Tak lupa Leon juga melahap sesekali buah dada Lexa dan memberikan tanda cinta nya hampir di daerah dada Lexa. Leon seperti kehilangan pikiran merasakan tubuh istrinya. Lexa hanya bisa mengikuti arah suaminya. Dia hanya bisa mendesah, melenguh dan mencengkram bahu atau pundak Leon.
Dan sampailah pada puncaknya Leon semakin mempercepat gerakannya. Namun, malah membuat sisi sisi perut Lexa mengencang sehingga terasa sangat keram.
"Leon, sakit!" Pekik Lexa memegang dada Leon.
"Sebentar Lexa, aku sudah ingin!"
"Perutku Leon!"
"Iya Lexa, aku tidak bisa menghentikannya, aku malah mau mengulanginya lagi!" Leon seperti tidak mengindahkan Lexa
"Arrhhgghh Leon!!!"
"Lexaa!!!"
Dan, keluarlah apa yang sudah Leon tahan selama ini. Hasrat dan gairahnya tercurahkan bersama istrinya.
"Hosh Lexa! Kau begitu membuatku tidak waras! Aku mencintaimu!"
Lexa tersenyum tapi juga meneteskan air matanya. Dia menahan sakit dalam perutnya. Namun dia senang akhirnya dia melihat wajah lega suaminya setelah tadi membuatnya cukup cemas. Lexa memegang wajah Leon dan Leon membaringkan dirinya di samping Lexa.
Lexa masih di posisinya dan memegang perutnya. Dia melihat Leon yang masih menatapnya.
"Maafkan aku Lexa!" Tutur Leon lalu ikut memegang perut istrinya.
Lexa kembali tersenyum.
"Aku mencintaimu Leon, maafkan aku!"
...
...
...
...
...
Dan mereka kembali saling meminta maaf dan semoga ga lagi lagi neng Lexa! Besok udahan sedihnya, Uda dikasih penyegar juga 😂😂
.
Next part 34
Bakalan ada yang baru ya dari kisah mereka dan siap siap terpingkal lagi 😂😂
Orang dua kek pacaran lagi sampai Lexa kembali hamil.
Dan jangan baper kalo ada kisah Anjer serta Risol hadeehh ngapa dua singkatan itu kepake sih? Hahahaha 😁😁
.
Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya bab ini serta VOTE dan RATE nya yaa di depan profil novel 😍😍
.
Thanks for read and i love you gaess 💕💕
__ADS_1