
Angel menuruni tangga dengan perlahan. Dia masih agak lemas dan sangat malu dengan apa yang telah ia lakukan bersama Jerry. Dia sudah menjadi kekasih Jerry. Sungguh pendekatan langsung yang sangat cepat. Namun, memang Angel juga ingin berhubungan dengan Jerry ketika beberapa kali mereka saling bertukar pesan.
Angel mengintip ngintip ke dapur, apakah Jerry sudah menyiapkan makanannya. Ternyata di sana Jerry masih menyiapkannya. Angel perlahan lahan memasuki dapur. Jerry setengah menoleh dan melihat Angel sudah datang.
"Duduklah Angel, sebentar lagi ramen nya matang." Kata Jerry seakan tak terjadi apa apa.
Angel pun tersenyum tipis dan duduk di meja makan. Tak berapa lama Jerry menyajikan dua ramen yang sudah ia masak.
"Aku hanya bisa membuat dan menemukan ini di laci stok makanan ibumu, Angel. Makanalah. Aku sudah melihat petunjuk, haha!" Jerry duduk di samping Angel.
"Terimakasih. Ini ini aromanya lezat." Kata Angel terbata. Dia masih gugup dan bingung hendak mengatakan apa.
"Oh iya, Angel, aku sudah memblokir maskapai penerbangan dan pelabuhan untuk Nigel. Jadi dia tidak dapat melarikan diri dari pulau ini. Aku sudah melaporkan kasusmu pada yang berwajib." Kata Jerry kemudian. Dia lalu juga memakan ramennya. Angelpun juga sudah mulai mencicip cicipi.
Angel mengangguk mendengar tindakan Jerry yang dilakukan untuknya.
"Em, aku tidak mau lagi kau mendapatkan masalah seperti ini lagi, sayang!" Jerry kini menyampingkan rambut Angel ke sisi telingannya.
Deg! Deg! Deg!
Rasa rasanya, jantung Angel sebentar lagi akan terlepas dari engsel engsek sarafnya. Panggilan Jerry padanya dan sikap Jerry padanya membuatnya semakin tak menentu. Dia lalu memberaninkan diri menoleh dan menatap Jerry yang kini sedang tersenyum memandangnya.
"Em, apakah kita sudah menjadi sepasang kekasih?" Angel memastikan dengan sedikit ragu ragu.
"Tentu Angel, memang kau tidak ingin?" Jawab Jerry pasti.
"Em, iya Tuan, aku mau." Jawab Angel menunduk dan tersipu.
"Kau polos sekali Angel! Bukankah tadi ada yang menggodaku untuk melakukan sesuatu?" Jerry terkekeh mendekatkan wajahnya pada Angel.
"Hanya terbawa suasana." Celetuk Angel dan berpaling.
"Kau ini Angel! Habis kan ramenmu, nanti aku yang bicara pada mom and dad mu." Balas Jerry mengusap puncak kepala Angel.
Mereka pun kembali makan. Angel makan dengan menunduk karna baru kali ini dia memiliki kekasih yang jauh lebih tua dengannya, bahkan usianya juga di atas kakaknya. Selain itu, perlakuan Jerry padanya yang membuat dirinya berbeda, seperti satu satunya wanita di muka bumi ini.
Jerry yang duduk di samping Angel sesekali menatap wanita kecil nya itu sampai dia menyadari sesuatu. Di bagian pinggir Angel seperti luka. Dia lalu merasa ini malah perbuatannya. Jerry menghentikan makannya. Dia lalu dengan ibu jarinya memegang luka tersebut sehingga Angel terlonjak dan langsung menatap Jerry.
"Apakah ini sakit Angel?" Tanya Jerry ikut sedih.
Angel mengangguk.
"Pasti karna ciumanku ya?" Tanya Jerry membuat wajah Angel meghadap padanya.
Angel menggeleng.
"Lalu?"
"Mereka menampar ku Tuan." Jawab Angel menundukan kepalanya. Angel langsung mengingat kejadian yang sangat cepat dan mengerikan itu. Dia kembali meneteskan air matanya. Jerry terenyuh dan langsung memeluk Angel.
"Maafkan aku Angel! Seharusnya aku memaksamu untuk ikut denganku saja. Sudah, Jangan menangis ya?" Jerry mengelus punggung Angel. Angelpun kembali memeluk Jerry. Kini dia menarik dirinya dan masuk dalam dekapan tubuh Jerry. Dia bersandar di dadanya.
"Tenanglah sayang. Aku sudah mengurusnya." Ucap Jerry dan Angel hanya mengangguk angguk.
"Angel, besok aku harus kembali ke kota, apa kau mau ikut?" Kata Jerry kemudian seraya berpamitan.
Mendengar itu, Angel menarik dirinya. Dia menatap Jerry.
"Mengapa sangat cepat? Kita baru saja menjadi sepasang kekasih!" Dengus Angel.
"Kau bisa ikut sayang. Lalu aku akan mengantarmu lagi jika aku sudah harus kembali ke Legacy." Jerry mencoba menenangkan dan ia tersenyum.
"Tuan Jerry! Aku masih mau kau di sini!" Angel merajuk. Mengapa hatinya menjadi takut dan tak tenang begini?
"Tapi semua pekerjaanku di sana sayang. Kalau ada sedikit waktu luang, aku akan mengunjungimu. Kau tenang saja Angel, kita masih bisa mengirim pesan, berhubungan di telepon bahkan video call." Jerry berusaha menjelaskan dengan tenang.
Angel kini melepaskan pelukannya dan kembali duduk dengan normal.
"Ya baiklah, aku mengerti. Pulanglah." Kata Angel akhirnya. Jerry menangkap aura aura kekecewaan dari Angel. Dia menghela napas dan tersenyum sesaat. Dia kembali merangkul kekasihnya itu.
"Besok, kau ikut denganku ke kota, selama tiga hari kita di sana, kita jalan jalan sepuasmu. Dan, satu bulan sekali aku akan kesini. Tenang saja, pacaramu ini kaya, tiket pesawat kesini tidak ada apa apanya asal wanita kecilku tersenyum." Tutur Jerry meyakinkan.
"Kalau begitu setiap minggu kau kemari!" Tantang Angel tanpa melihat tuannya.
"Bagaimana kalau kau saja tinggal di Legacy?" Jerry menggoda dengan menyarankan Angel untuk bersamanya.
"Tidak!" Saut Angel tak suka.
"Kenapa? Sekarang aku yang bersedih. Kau harus merayuku Angel!"
__ADS_1
"Di sana panas, bagaimana aku bekerja? Kau saja yang tinggal disini, bangun hotelmu di Springfield, maka aku yang akan mengurusnya. Kau harus pulang seminggu sekali atau ya dua minggu sekali untuk menemuiku." Angel hanya asal bicara.
"Wow, sesuatu yang amazing Angel, aku akan mengurusnya, kau tenang saja!" Jerry menopang satu tangannya di meja dan menyandarkan pelipisnya.
Angel dengan cepat menoleh karna Jerry mengatakan hal yang tampak mudah baginya.
"Kenapa? Terkejut?" Jerry menaik turunkan alisnya.
"Aku bingung dengan pemikiran orang kaya. Aku harap kau tak menyesal menjadi kekasih si wanita desa ini!" Sungut Angel menunduk.
"Tidak akan pernah!" Kata Jerry merangkul Angel. Dia lalu meraih dagu Angel untuk memandangnya dan mereka kembali menautkan bibir mereka dan berciuman.
.
Paginya, Angel mengalami mimpi buruk. Mimpinya mengenai apa yang ia rasakan kemarin. Semalam Jerry sudah menceritakan semuanya pada Larry dan Jane. Larry sangat geram sehingga dia membuat perhitungan pafa ayahnya Nigel. Kedua orang tua Nigel hanya dapat meminta maaf dan menyerahkan semuanya pada laporan yang sudah dibuat. Terpaksa, ayah Nigel menguncinya di dalam kamar. Sementara Nigel sudah merajuk tak karuan.
Angel terbangun. Dia mengingat kakaknya. Dia harus memberitahu kakaknya. Itu sumpahnya pada Nigel kemarin. Dia sangat takut dengan cara bagaimana, Nigel melarikan diri dari penjara dan mencarinya. Dia segera meraih ponselnya. Lexa yang mengangkat panggilan. Hari itu Lexa menginap di apartemen Leon. Mereka hendak bersiap ke kantor mereka masing masing. Leon masih berganti pakaian dan Lexa telah siap berangkat menunggu di ruang tengah.
Lexa : "Angel? Ada apa? Tak biasanya kau menelpon?"
Angel : "Kak Lexa, Nigel, Nigel mencoba memperkosa ku!"
Lexa : "Apa?! Memperkosamu?" (Sangat terkejut dan sudah tampak geram)
Leon yang baru keluar dari kamar membelalakan matanya.
"Siapa yang diperkosa Lexa?" Tanya Leon panik.
"Angel, Leon!" Jawab Lexa muram.
"Kakak! Kau harus melakukan sesuatu, aku tidak mau hanya dia dijebloskan di penjara!" Angel merajuk di sebrang sana. Lexa segera memberikan ponselnya ke Leon.
Leon : "Angel! Kau jangan mengada ngada ya? Aku hendak menikah, mengapa jadi ada masalah seperti ini?!"
Angel : "Nigel kak, Nigel yang sudah menyusun rencana untuk memperkosaku!!"
Leon : "Nigel?!!! Beraninya dia!!"
Angel : "Tapi untung Tuan Jerry segera menyelamatkanku. Kalau dia tidak ada aku sudah tidak bisa menghubungimu."
Leon : (menghela napas) "Thanks God! Tapi aku tetap tidak terima. Aku akan menghubungi Tuan Ramos. Dia kepala polisi Springfield untuk segera menangkap mantan kekasih mu itu!!!"
Angel : "Tuan Jerry juga sudah mengurusnya kak. Apa kau tidak bisa datang kemari dan menghajarnya? Aku sangat sangat kesal kakak! Aku jadi terus mimpi buruk mengenai ini!!!!"
Angel : "Ah kak Leon, aku benar benar membenci dirinya. Kau tidak tahu kan kalau mereka menamparku berkali kali!!"
Leon : "Yasudah, lebih baik kau dengan mom dad Juan ke Legacy saja. Mereka semua orang desa sangat tidak berpendidikan."
Angel : "Pindah ke Legacy?"
Angel seketika mengingat ajakan Jerry kemarin, Angel jadi merasa percuma bercerita dengan kakaknya. Semua orang Legacy sama saja. Pikirnya.
Leon : "Ya, bagaimana?"
Angel : "Sudahlah Kak Leon, lupakan! Lahan terbaik menanam bunga hanya di desa ku ini. Baiklah, kau benar ya? Suruh anak buahmu menghajarnya!!"
Leon : "Ya ya! Jadi apa kau sudah menjadi kekasih Tuan Jerry? Kau jangan menggodanya terus Angel, dia tidak senakal yang kau kira!"
Angel : "Siapa yang menggodanya?! Dia yang menelanjangiku, ups!" (Menutup mulutnya)
Angel benar benar tak tahu batasan bicara.
~tamatlah riwayatku!~ pikirnya dalam hati.
Leon : "APA?! BERKATA YANG BENAR KAU ANGEL?! APA YANG JERRY LAKUKAN PADAMU?"
Angel : "Tidaaakk!!! Dia baik, aku sudah menjadi kekasihmu, sudah ya? Terimakasih kak kau sudah mau mengurus Nigel, bye!!"
Angel mematikan panggilan. Dia menutup mulutnya lagi.
"Angel! Kau sangat bodoh, mengapa mulutmu ini tidak bisa dibuat diam sebentar hah?! Bodoh! Jelas jelas aku yang menggodanya, mengapa aku jadi bilang dia yang menelanjangimu? Dia pun sudah ijin dan hanya ingin membantumu. Oh Tuhan, mengapa kau menciptakan malaikat tanpa sayap berwujud pria? Sepertinya hanya satu dimuka bumi ini." Gumam Angel kembali merebahkan dirinya.
Tak berapa lama seseorang mengetuk pintu kamarnya.
"Angel, aku membawakan makan." Kata seseorang dibalik pintunya.
"Masuklah Tuan, tidak dikunci!" Saut Angel yang tahu kalau Jerry lah yang hendak memasuki kamarnya.
Jerry pun masuk, namun dengan wajah yang sedikit muram. Dia pun meletakan nampan berisi makanan di atas meja kerja Angel.
__ADS_1
"Bagaimana, kau sudah baikan?" Tanya Jerry menoleh pada Angel.
"Sudah Tuan, baru saja aku bangun." Jawab Angel duduk di kasurnya dan sedikit menutup diri dengan selimutnya. Angel merasa ada yang aneh dengan Jerry yang biasanya langsung memberikan makanan di depannya dan mungkin akan mencium keningnya.
"Oh, baiklah bersihkan dirimu. Sebentar lagi aku akan ke kota. Aku akan menunggumu di bawah." Kata Jerry kemudian dan dia hendak berlalu.
"Tuan Jerry?" Panggil Angel sebelum kekasihnya itu menghilang. Jerry menoleh.
"Ada apa denganmu?" Tanya Angel kemudian.
Jerry menggeleng dan hendak menutup pintu kamar Angel. Angel merasa ada yang tidak beres. Dia lalu beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Jerry. Dia menahan tangan Jerry dengan kedua tangannya.
"Kau kenapa? Mengapa tidak selera begitu melihatku?" Tanya Angel lagi sambil sedikit menghentak hentakan tangan Jerry. Jerry setengah menoleh dan agak terkejut dengan pakaian tidur yang Angel kenakan. Sebuah baju berbahan katun tanpa lengan yang hanya tergantung dengan satu tali kecil dan celana yang sangat pendek. Kulit Angel yang sangat putih terlihat jelas. Jerry menarik napas. Dia lalu menggeleng lagi.
"Tidak mungkin tidak ada apa apa!" Angel memberanikan diri menarik tangan Jerry untuk dibukanya lalu ia meneluk kekasihnya itu dengan kepalanya bersandar di dada Jerry.
"Ada apa Tuan sayang? Kau sangat membuatku cemas. Jangan seperti ini! Kita baru saja menjadi sepasang kekasih, tapi kau malah seperti menutupi sesuatu padaku. Sepertinya karna ulahku ya? Ada apa?" Angel meyakinkan Jerry untuk mengatakan apa yang terjadi. Dia pun mendongakan kepalanya menatap Jerry dengan manja. Jerry tak sanggup. Wanita kecilnya ini sungguh membuatnya hampir berhenti bernapas karna terlalu pintar menggoda dengan tatapannya yang menggemaskan.
Akhirnya Jerry pun memeluk Angel. Dia mengelus elus lengan Angel.
"Angel, apa kau tidak percaya padaku?" Tanya Jerry kemudian.
"Apa maksudmu? Aku percaya akan cintamu padaku, kenapa tidak?" Balas Angel.
"Bukan hanya itu, apa kau tidak percaya dengan ketulusanku, kasih sayangku, cintaku dan khususnya caraku melindungi dan menjagamu?" Jerry menarik pelukan Angel dan mereka saling bertatapan.
"Aku percaya sayang, lalu kenapa? Apa ada seseorang yang mempengaruhimu dan membuatmu ragu?" Tanya Angel lagi penasaran.
Jerry mengangguk.
"Siapa? Biar ku datangi dia! Seenaknya saja dia berkata tanpa mengetahui latar belakang kita bertemu!" Decak angel.
"Dirimu Angel!" Jawab Jerry bersedih membuat hati Angel meringis. Dia takut telah terjadi kesalahan.
"Aku? Kenapa aku? Aku sudah menerimamu, lalu dimana letak ketidak percayaan ku padamu?" Selidik Angel menatap mantab Jerry.
"Aku pikir, kau sudah tenang dengan aku menyelamatkanmu kemarin, dengan aku menjadikanmu kekasihku agar aku lebih leluasa melindungimu tanpa ada batasan, dengan aku membasuh dirimu, tidak memanfaatkan kesempatan menyetubuhi dirimu yang membuatku tersiksa ini, membuatkan mu makanan dan khususnya menjebloskan mantan kekasih mu itu ke penjara. Pagi ini, Nigel sudah di bawa ke kepolisian pusat Springfield. Hem? Apa kau belum tenang dengan semua yang ku lakukan? Sampai sampai kau menyuruh kakakmu datang kesini untuk memberi pelajaran pada mantan pacarmu? Iya Angel? Semuanya kurang?" Kata Jerry dengan tenang namun nadanya tersirat sebuah kekecewaan dan penyesalan atas apa yang sudah ia perbuat pada tambatan hatinya.
Angel tertegun dengan semua perkataan Jerry yang tidak kurang sedikitpun. Angel malah memikirkan kalau Jerry memikirkan dan mengenang semua kejadian indah yang sudah mereka lalui. Namun, Angel tetap merasakan kalau Jerry seperti tersaingi dengan orang lainnya, meskipun itu kakaknya yang juga tidak ada disini. Angel tahu, kalau Jerry hanya ingun dirinya yang menggantikan tugas ayah dan kakaknya karna dirinya juga sudah dewasa. Angel sudah seharusnya memiliki kekasih yang bisa melengkapi dirinya dan menjaganya sampai ke jenjang pernikahan. Memiliki teman hidup yang selamanya akan berdampingan dengannya.
Angel pun tersenyum. Dia lebih dulu menutup pintu kamarnya dan menguncinya. Dia khwatir Juan akan masuk dan melihat semua pertengkaran salah paham ini. Angel kembali menatap kekasihnya dan memegang wajahnya.
"Siapa bilang aku tak tenang? Kau malah yang membuat hatiku merona setiap saat, Jerry. Maafkan aku memanggilmu Jerry karna itu yang membuatmu senang kan? Aku juga ingin membuatmu senang sayang. Kau tahu? Sejak kita berkenalan, aku ingin selalu dekat denganmu, tapi mengapa aku merasa aku hanyalah adik dari bawahanmu. Tapi, lambat laun kau malah membuat diriku istimewa dan dihargai. Setiap malam kau mengucapkan selamat tidur dan mengingatkan ku untuk makan. Aku merasa kau sudah menjadi alarm hidupku, kau adalah waktu dimana diriku harus terus bernapas. Aku mencintaimu sejak semua kata kata indah yang kau siarkan telah terpatri di hatiku. Sebenarnya aku takut cintaku tak terbalaskan, namun ternyata kau membalasnya dengan berlebihan. Aku sangat menghargai semua perjuanganmu sayang. Aku menghubungi kak Leon hanya ingin dia tahu kalau adiknya sedang menderita. Tidak lebih. Aku juga hanya ingin kak Leon memberikan penjagaan ketat untuk Nigel, bukan untukku. Karna yang sudah menjagaku dengan keterlaluan adalah dirimu. Jangan salah paham begini, kau malah membuat jantungku berhenti terpompa jika kau muram begini. Tersenyumlah Tuan Jerry ku sayang? Aku mencintaimu kemarin, pagi ini, siang ini, sore nanti, malam menjemput dan berulang terus. Apa kau juga Tuan?"
Tutur Angel dengan semua yang telah dipendam dalam hatinya. Cukup panjang namun semua mengalun sesuai yang ia rasakan selama ini. Dia ingin kekasihnya tahu kalau perasaannya sama sepertinya bahkan lebih.
Sementara hati Jerry bergetar. Beginilah perasaan wanita kecilnya yang sebenarnya. Dia tidak tahu lagi bagaimana membalas kata kata indah wanitanya. Jerry hanya mengangguk lalu merengkuh bibir Angel dengan lembut namun lama lama agak rakus dan mendominasi. Angel pun membalas namun agak tidak percaya diri. Dia lalu mendorong tubuh kekasihnya pelan.
"Tuan, aku belum membersihkan mulutku." Kata Angel tersipu.
"Biar aku saja yang membersihkannya!!" Jerry kembali mendekati wajah Angel dan mengecupi bibir, pipi, kening bahkan semua wajah wanitanya.
"Aaahhh, mesum dan menjijikan!!" Angel mencoba menolak namun pelukan tuan nya itu juga sungguh menghangatkan dirinya.
...
...
...
...
...
Jangan kau ragukan dia angel 😁😁
Kalau kau ragu, tanganku terbuka menyambutnya 😂😂
Tapi ngapa jadi sensitip amat Jer? 😝😝
.
Next part 7
Oke menjelang satu konflik lagi 🤔🤔
.
Jangan lupa LIKE KOMEN VOTE RATE pkoknya sesuatu yang mendukung aku, aku suka sangaat!!! Love you pokoknya!!
__ADS_1
..
Thanks for read 💕