Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 22


__ADS_3

"Lexa, kau baik baik saja? Hidungmu masih basah, sini ku keringkan," kata Leon membantu Lexa mengeringkan wajahnya yang disiram minuman oleh Solane.


Lexa hanya diam saja. Dia tidak mau banyak bicara, mood nya sudah rusak. Dia juga tidak bisa menyantap makanan yang sudah dia inginkan.


"Lexa, aku tidak menyangka kau akan pergi ke mobilku, aku pikir kau akan pulang sendiri," kata Leon lagi dan Lexa tetap dalam diam. Dia benar benar tidak habis pikir dengan Solane yang tak menyerah hendak menginginkan Leon.


Jelas jelas Leon sudah tidak mau bersamanya, mengapa ada wanita seperti itu. Tidak tahu malu, pikir Lexa.


~Apa mungkin sebentar lagi dia menggunakan cara kuno seperti di drama drama tv, pura pura sakit untuk mencari perhatian Leon. Atau jebakan apa lagi yang akan dia berikan padaku. Apa sebaiknya aku menjauh dari Leon untuk sementara?~ Lexa berpikir dalam hati. Namun, apakah dia sanggup? Dia terus berpikir sangat keras sampai tidak mau berbicara pada pria yang sudah ia cintai.


Leon melajukan mobilnya menuju salah satu kedai makanan siap saji drive thru. Leon memesan lagi hotdog dan nachos yang hendak Lexa makan. Leon sangat tahu kondisi hati Lexa jadi dia tidak banyak bertanya. Dan sebenaranya Leon ingin mengatakan sesuatu yang mana mungkin akan membuat Lexa kecewa.


~Tapi apakah benar Lexa kecewa? Apa sebaliknya? Lexa akan senang jika aku tidak mengganggu Lexa terus. Ya, kurasa begitu. Untuk sementara aku akan menjauh darinya agar dia tidak tersakiti seperti ini terus, lagipula aku tidak yakin Lexa akan membalas cintaku,~ Leon juga berpikir tentang hal yang sama dengan Lexa.


Sesampainya di flat Lexa, Lexa masih terdiam sampai di depan pintu flat Lexa.


"Kau mau masuk?" Akhirnya Lexa membuka suaranya.


"Kurasa kau perlu waktu sendiri, ini, habiskan, makan yang banyak, aku pulang ya? Jaga dirimu," Leon memberikan satu bungkusan untuk Lexa dan Lexa hanya menerimanya. Leon lalu berbalik dan berlalu dengan hati yang sangat sesak.


Sementara Lexa menatap pundak bidang Leon yang kian menjauh. Dadanya terasa sesak dan air matanya terjatuh.


Apakah mereka sanggup berpisah? Meskipun belum ada ikatan kekasih?


...


Keesokannya,


Leon melajukan mobilnya menuju kantornya. Bos nya menghubunginya untuk melakukan sesuatu. Sesampainya di lobby hotel, ibunya menghubungi dirinya.


Percakapan Leon dan Ibunya, Jane:


LEON : Halo ibu, bagaimana kabarmu?


JANE : Leon, ada hal yang lebih penting dari sekedar kabar, ada hal gawat, adikmu membuat ulah!


LEON : siapa mom? Angel?


JANE : ya dia! Dia ada hubungan dengan bekas kekasihmu Solane!


LEON : apa?! Ada apa dengannya?!


JANE : dia menjanjikan kalau kau masih mencintai Solane dan kau mau kembali padanya. Solane memberikan sejumlah uang yang sangat banyak untuk adikmu membuka kedai bunga dan dia tidak berkonfirmasi padaku! Pada ayahmu! Ayahmu sekarang sakit Leon!!


LEON : ada apa dengan Angel mom? Mengapa dia seperti ini?


JANE : dia memang hendak mempunyai kedai bunga nak, tapi dia menipu Solane. Solane sangat marah dan sudah menghancurkan kedai bunga adikmu. Sekarang Solane selalu mengirim orang untuk menagih uang yang pernah ia berikan pada Angel. Aku stres Leon! Bantu mom dan adikmu, Leon, kumohon!


LEON : aku akan menemui Solane, tenanglah mom, bulan depan akan kuusahakan pulang. Periksakan dad ke rumah sakit dan Angel, aku akan mengirim orang Tuan Dion untuk mengawasinya di Springfield.


JANE : aku percaya padamu nak, baiklah kututup telponnya, kabari aku secepatnya, jaga dirimu nak,


LEON : ya bu, jaga juga dirimu.

__ADS_1


"Aargghhh, wanita sialan! Sampaikan dia menghantuiku!" Leon memukul mukul setiran mobilnya. Dia benar benar membenci Solane. Dia sudah memutuskan untuk menjauhin Lexa sementara, tapi Solane malah mencari masalah dengan keluarganya. Angel memang sangat menyukai Solane. Dia memang menyetujui hubungannya dengan Solane ketimbang ayah dan ibunya. Tapi, sekarang Angel mengarang tentang semua perasaan kakaknya.


Leon menuju ruang kerjanya untuk segera meminta bantuan pada bosnnya. Bosnya sudah menunggu di ruangannya dengan uring uringan. Dia seperti sedang memikirkan sesutu.


"Bos, aku butuh bantuanmu, ini penting bos!"


"Leon, aku mau kau menyelidiki Revo!


Leon dan Dion berkata bersamaan ketika Leon membuka pintu ruang kerja Dion.


"Maaf bos, aku tidak tahu, baiklah kau dulu, ada apa bos?" Leon menundukan badannya dan bertanya mengenai tugasnya.


"Selidiki iklan yang dibuat Revo pada Viena dan tanyakan pada Lexa siapa saja yang berperan disana. Aku curiga kalau kalau iklan itu ada yang menyabotase! Dan selidiki setiap gerak gerik Revo bersama Lexa, kau pasti senang aku tahu!" Ucap Dion membuat Leon semakin kalut. Dia sudah memutuskan akan menjauhi Lexa.


"Tidak bos, tidak usah dengan Lexa, aku akan menyelidikinya sendiri," jawab Leon menunduk dan duduk di sofa dengan sedikit lemas.


"Kau harus bersama Lexa, Leon! Eh, apa? Ada apa kau dengan Lexa? Tidak biasanya!" Dion bertanya tanya.


"Tidak penting Tuan, pokoknya aku akan menyelidikinya. Sekarang tolong aku yang bicara Tuan, Tuan kau harus membantuku, ini masalah Angel, adikku!" Leon kembali berdiri.


Leon lalu menceritakan semua yang dibilang ibunya. Dia meminjam sejumlah uang sekitar gaji dia tiga bulan untuk membayar hutang yang dibuat oleh kebodohan adiknya. Biar bagaimana pun Angel adalah adiknya. Dan ayahnya sakit sakitan karna hal ini.


"Baik, aku akan memberikannya tanpa kau kembalikan, tapi kau harus menyelidiki kasus Revo bersama Lexa. Tidak ada bantahan!" Kata Dion tegas.


Leon menjadi kalut mendengar perintah bosnya. Akhirnya dia menyetujui dengan syarat dia akan bekerja bersama Lexa secara diam diam. Dia tidak mau lagi Solane menyakiti Lexa. Karna Solane punya kuasa dan dia selalu menyerang tanpa perhitungan dari Lexa.


...


Leon telah sampai di depan rumah dinas ayah Solane. Dia sudah menghubungi sekretaris ayah Solane memastikan kalau malam ini ayahnya ada di rumah.


Leon memasuki pekarangan rumah dinas yang cukup besar. Dia memarkirkan mobilnya dan menekan bel rumah itu. Seorang kepala pelayan pria paruh baya menyambut Leon dengan menunduk.


"Aku sudah membuat janji, dimana Tuan Tsui?" Tanya Leon sedikit dingin.


"Di ruang makan Tuan Janson, Tuan besar telah menunggu bersama Nona muda. Silahkan .. "


Ternyata ayah Solane sudah mengatur pertemuan Leon dan Solane ketika Leon menghubunginya siang tadi. Beliau mau kalau anaknya bersama kembali dengan Leon. Reynald Tsui, ayah Solane sangat percaya dengan Leon yang memiliki attitude yang baik.


"Selamat datang Leon, apa kabar anak ku?" Reynald menyambut Leon dengan sangat hangat. Leon ikut memeluknya. Leon memang sangat menghormati pria tua itu. Namun, karna sikap Solane yang sungguh memuakan tidak bisa membuat Leon menghormati pria itu lagi.


"Baik, Tuan, bagaimana dengan anda?" Jawab Leon dengan nada seperti ada pemisah di antara mereka.


"Ada apa denganmu? Biasanya kau memanggilku Dad or Daddy?" Reynald sedikit menarik diri dan menatap Leon yang sekarang tambah memukau dan berwibawa.


"Tidak Tuan, saya rasa tidak pantas lagi karna saya bukan siapa siapa anak Tuan lagi," Leon menjawabnya dengan sangat tegas.


Sementara itu Solane harus memainkan perannya.


"Bicara apa kau, sayang, duduklah kemari, kita makan malam dulu, daddy ku sudah menyiapkan semuanya untukmu," Solane sudah menarik narik Leon untuk bergabung dalam meja makan.


Makan malam dimulai dengan Leon yang hanya diam saja dan memakan makanannya sedikit. Leon merasa tidak harus berlama lama di tempat ini.


"Jadi Tuan Tsui, maksud kedatangan saya kemari, saya ingin meluruskan sesuatu pada anak anda," Leon mulai bersuara. Leon harus menyudahinya dan pulang ke rumah.

__ADS_1


"Tenang Leon, aku sudah mengetahuinya dari Solane. Wanita yang mendekatimu tidak sengaja mendorong anakku sehingga semua badannya luka luka, aku sudah menarik tuntutannya," jawab Reksa yang tidak menau kejadian yang sebenarnya.


Dan sebelumnya, Solane sudah mengadukan semua nya pada Solane. Solane mengarang kalau Lexa adalah wanita yang mengejar ngejar Leon dan wanita yang sangat kasar.


"Menarik tuntutan? Apa maksud anda?" Leon memicingkan matanya bingung. Leon bahkan tidak menyangka kalau Solane benar melaporkannya.


"Begini Leon, kau bahkan tahu kalau aku hanya menginginkan kau menjadi menantu ku. Aku mengetahui semua latar belakangmu dan sekarang kau menjadi sangat hebat sebagai asisten kepercayaan keluarga Prime. Siapa yang tidak tahu keluarga Prime, pemilik hotel dimana mana dan semuanya hotel bintang lima. Jadi memang wajar jika banyak wanita yang mengejarmu sampai sampai seperti orang gila, haha .. " Reynald terkekeh meremehkan.


"Tapi Tuan, bukan begitu ceri -- " sanggah Leon.


"Leon, dengarkan dulu daddy ku berbicara, kau tenang saja," Solane memotongnya sambil mengelus bahu Leon.


"Jangan menyentuhku!" Leon menghempaskan tangan Solane. Leon menjadi sangat tersulut emosinya.


"Tenang Leon, tadinya Solane sudah menuntut semua prilaku kasar wanita itu, tapi aku sudah mencabutnya,"


"Tapi Tuan, kau dengar -- "


"Asal kau mau menikah dengan Solane," selesai Reybald. Reynald telah termakan omongan anaknya. Reynald merasa Leon masih menyukai anaknya padahal tidak seperti itu. Waktu itu juga Solane berdalih kalau Jimmy Choi yang menjebaknya sehingga Solane bisa tidur dengannya. Reynaldpun percaya karna Solane adalah anak satu satunya.


Brakk!!


"Cukup! Maaf Tuan, aku tidak bisa!" Leon sudah mendidih. Dia menggebrak meja makan dan berdiri. Dari dulu semua orang kaya memang suka berkuasa, pikir Leon.


Reksa sangat terkejut melihat kemarahan Leon.


"Lexa bukan wanita seperti itu! Lexa adalah wanita yang kucintai sekarang! Anakmu saja yang terus menganggunya dan aku! Aku tidak bisa menikah dengan wanita pembual seperti anakmu!" Decak Leon penuh amarah.


Reynald dibuat sesak napas dengan prilaku Leon yang cukup kasar dan tidak pernah terpikir olehnya. Yang dia tahu Leon adalah pemuda yang lembut dan penuh kasih sayang.


"Dad, kau baik baik saja?" Reynald memegang dadanya. Reynald melambai lambaikan tangannya tidak apa apa.


"Leon, ada apa denganmu? Daddy hanya mencabut tuntutan Lexa dan menginginkan kau menikah dengan ku, itu saja, jangan salahkan dia!" Kata Solane seperti tidak terjadi apa.


"Ini cek uang yang kau berikan pada Angel! Jangan pernah mengganggunya lagi! Aku sudah tahu apa yang kau lakukan pada adikku! Dan aku, Leon sudah tidak mencintaimu lagi, aku hanya mencintai Lexa!! Permisi!!" Leon melempar cek ke atas meja dan meninggalkan rumah itu.


Kepalanya mendidih dan dia tidak mengerti bagaimana Solane bisa bersilat lidah dengan sangat apik.


...


visual Solane .. cast CL 2NE1



sebenernya aku fans berat wanita di atas ini tapi dia cocok banget menggambarkan Solane yang angkuh dan seenaknya. makanya carinya gambar CL yang ini padahal mah cantik banget dia hehe 😅


...


Solane tobat Solane!!!!


Next part 23


Like komennya ya thankyou

__ADS_1


__ADS_2