Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 39


__ADS_3

Pihak Dion.


Dion meletakan wajahnya di atas meja. Kepalanya pening. Masalah datang bertubi tubi sejak Viena membantu ibunya belajar berjalan. Pevi, kekasihnya menjadi sangat kekanak kanakan namun memendam rahasia yang sama sekali ia bingung. Dan, sampai ketika pria lain yang mengetahui keadaan kekasihnya. Pria lain yang menjaga kekasihnya, memberi perhatian sementara dia gundah dalam sebuah persimpangan jalan antara ibunya atau kekasihnya dan mantannya?


Lalu ibunya menginginkan dia menikah dengan mantannya, Viena, majikan dari Lexa. Dia hendak menghilangkan dirinya dari muka bumi ini dan meledak di angkasa.


"LEON! BELIKAN AKU BIR CEPAAATTT!" Perintah Dion asal dan menyandarkan dirinya di belakang sisi kursi putarnya lalu memejamkan matanya.


"Tuan, sebenarnya ide bagus Nyonya Rika menyuruh anda menikah dengan Nyona Viena. Aku setuju dengan Nyonya Mama itu." Leon tidak mengindahkan perkataan tuannya.


Dia malah duduk bersebrangan dengan tuannya dan menyilangkan kakinya.


"Kau siapa hah berani memberi pendapat?" Dion sedikit membuka matanya, melirik tajam Leon.


"Asisten, asisten utama, asisten pribadi, asisten konsultasi percintaan, hubungan seksual, saham, asisten pengantar barang, hah satu lagi Tuan, asisten pencurahan kekesalan, seperti kau sekarang ini! Sok sok frustasi padahal kau ingin kan?!" Jawab Leon santai dan tenang. Dia sambil melihat lihat sepatunya yang begitu mengkilat.


"Aku bingung Leon, aku bingung! Mengapa semuanya seperti bersamaan?! Pevi sedang sakit, mamaku menginginkan aku menikah dengan Viena. Sementara Viena? Dia menuruti saja. Sebenarnya apa maunya?!" Dion yang sudah mengenal sikap Leon tidak peduli dengan perkataam asistennya. Dia malah makin mengungkapkan depresinya.


"Tuan, kau tidak dihargai oleh Nyonya Pevi. Sudahlah lupakan dia. Aku yakin dia sudah berselingkuh darimu! Percayalah! Aku asisten pengintai juga, merangkap! Bersyukurlah memiliki asisten seperti ku, Danteleon Janson." Tanggap Leon percaya diri sambil memukul pelan dadanya.


"Iya, dia di ruang rawat bersama pria itu. Dia tidak menghubungiku masalah operasinya. Sementara Viena menemani si Rika tua itu." Kata Dion lagi mengusap wajahnya kasar. Dia seperti menimba nimba apa yang dikatakan asistennya ada benarnya. Untuk apa mempertahankan wanita yang sudah berselingkuh. Ya, mungkin dia juga berselingkuh dengan Viena namun dia tidak memiliki hubungan apapun bahkan tetap memilih kekasihnya daripada wanita yang selalu membuatnya tenang dan merindu.


"Tuan! Nyonya Viena yang terbaik! Bukan karna aku dekat dengan asistennya tapi memang dia adalah type wanita yang tulus. Bagaimana tidak, dia mempertahankanmu setelah sakit hati yang kau torehkan! Kau harus memikirkannya! Aku yakin dia juga bingung dengan keputusan Nyonya besar." Leon kembali memberi tanggapan.


Seketika kening Dion berkedut. Dia harus menyudahinya dan memikirkan ulang. Dan sebenarnya Viena juga tidak mau melakukannya dengan keterpaksaan kalau bukan ketulusannya pada ibunya.


"Argh! Mengapa aku jadi sepusing ini?! Sudahlah Leon, aku butuh ketenangan. Nanti malam acara ulang tahun pernikahan Tuan dan Nyonya besar Prime mu. Pesankan rangkaian bunga untuk mereka. Dan sepasang jam tangan untuk hadiah mereka. Satu lagi. Bir. Cepat bawa kesini dalam waktu 1 jam." Kata Dion lagi. Lebih baik dia mengikuti apa yang dikatakan asistennya.


Sudah beberapa orang yang setuju dengan ide ibunya menginginkan dirinya dengan Viena. Entah apa yang salah dalam hatinya, dia juga masih mengharapkan wanita itu bersanding dengannya. Namun sebuah janji mengapa menjadi sangat sulit untuk melepaskannya? Batin majikan Leon itu.


"Baiklah! Aku berbelanja sekarang bersama Lexa, aku juga ingin membelikannya gaun. Apa Nyonya Viena dibelikan gaun?!" Tanya Leon memberi saran.


"Tidak usah! Dia memiliki ribuan gaun, pilihan mu pasti tidak membuatku selera!" Dion mulai bermain main dengan ponselnya.


"Bilang saja kau tidak rela kalau tubuh Nyonya Viena terekspos karna gaun pilihanku. Siapa yang tahu gaun pilihan Nyonya Viena lebih seksi. Aku tidak sabar melihatnya. Hihi!" Leon terkekeh keluar dari ruangan Dion.


"Aduh! Iya iya aku pergi!" Dengus Leon kemudian menerima lemparan pulpen dari Dion.


Leon mulai mempersiapkan diri untuk mengurus acara nanti malam. Dia begitu bersemangat karna dia akan datang pada pesta yang sesungguhnya bersama Lexa.

__ADS_1


"Semoga nanti malam tidak ada drama yang mengaitkan ku dengan Lexa. Sehingga aku bisa menikmati dansa formal itu dengan mesra. Menari kanan kiri..." Gumam Leon memperagakan dansa yang sangat ia gemari bersama Lexa. Dia terus berdansa sendirian sambil membayangkan memegang pinggang Lexa yang kecil sampai Dion dan Renzy memperhatikannya.


"Leon! Ppsstt! Kapan kau akan pergi?! Leon, psst!!" Bisik Renzy hendak memperingati Leon kalau tuan mereka memperhatikannya.


"Nanti dulu, satu lagu, aku sedang berdansa bersama Lexa.." kata Leon yang benar benar tidak menyadari kalau Dion bersandar di sisi pintu.


"Gila! Cinta ini membuat gila! Renzy cepat berikan dia cek untuk segera mengerjakan apa yang kuperintahkan atau carikan aku asisten baru, sepertinya aku rela menggantikan pria bodoh cinta itu!" Teriak Dion melewati ruangan Leon dan Renzy menuju kamar kecil.


Leon terkesiap. Dia benar benar tidak menyadari kehadiran tuannya yang tadi sedang bermain ponsel di ruang kerjanya.


"Renzy, mengapa kau tidak memberitahuku?!"


"Sudah sana pergi, ini ceknya! Atau kau ingin kembali ke kampung halamanmu, hah?" Renzy menyodorkan cek kepada Leon.


"Tidak! Aku masih membutuhkan banyak uang! Sudah, aku berangkat! Memang ya cinta ini membuat gila! Sialan!" Leon mengambil pouch kecil hitamnya dan segera menuju pertokoan elit.


...


Pihak Viena.


"Nyonya, kau benar akan mengikuti apa yang diinginkan Nyonya Besar Prime? Kau tidak apa apa?" Tanya Lexa kepada Viena yang sedang melihat lihat gaun pada ponselnya.


"Nyonya, are you oke?" Selidik Lexa lagi. Lexa hampir tersedak kemarin ketika bosnya itu menghubungi kalau dirinya mau menikah.


"Tidak Lexa! Aku tidak tahu kenapa otakku tidak berjalan dengan baik ketika orang tua itu menyuruhku menikah dengan anaknya! Serasa dalam hatiku ada seseorang berteriak minta tolong dan ketika itu aku diam! Aku tidak tahu siapa yang meminta tolong!" Kata Viena memberi perumpamaan. Dia bingung dia harus memilih hatinya, Rika (ibu Dion) atau Pevi, wanita yang masih berkeliaran di pikiran Dion.


"Nyonya, kau bisa memilih. Ini masa depanmu Nyonya untuk bersama dengan orang yang kau cintai dan mencintaimu." Lexa kembali memberi saran agar bisa menenangkan hati Viena.


"Bagaimana kalau aku mencintainya namun dia tidak mencintaiku? Bagaimana? Kau bingung kan?! Aku rasa Tuhan tidak adil!" Decak Viena menundukan kepalanya dan memijit keningnya.


Hati Lexa ikut meringis. Belum pernah dia melihat majikannya se depresi ini namun masih menyadarkan dirinya kalau dirinya tidak boleh seenaknya tak sadarkan diri dan keluar dari masalah. Lexa sudah menganggap Viena seperti ibunya atau kakaknya. Lexa harus selalu menemani dan menjaga beliau nya itu.


"Sulit Nyonya. Walaupun aku belum pernah memiliki kekasih tapi aku tahu apa yang kau rasakan. Jangan salahkan Tuhan Nyonya. Tuhan juga tidak ingin membuatmu seperti ini. Ini hanyalah masalah waktu. Em bagaimana kalau kita mendatangi Nyonya Rika dan membatalkan semuanya?" Kata Lexa pelan.


Viena melirik Lexa sendu. Dia sebenarnya ingin bersanding dengan Dion tapi dia merasa akan terjadi sesuatu yang buruk jika hal ini terlaksana. Mungkin Rika akan meninggal karna kondisinya yang naik turun. Hal ini akan membuatnya semakin semakin berdosa.


"Pernahkah kau dihadapkan dengan pernyataan kalau kau begini akan begitu, kalau kau ke atas maka yang lain akan ke bawah. Pernahkah Lexa?" Lagi lagi Viena memberi perumpamaan yang akhirnya Lexa tahu apa yang dirasakan majikannya.


"Pernah Nyonya. Ketika Dokter mengatakan jika alat bantu dilepas, ibumu akan tiada, namun jika alat bantu tidak dilepas, ibumu akan terus menderita. Mengapa di dunia ini begini Nyonya?!" Lexa jadi tidak tahu apa yang harus dikatakan lagi pada tuannya

__ADS_1


Lexa menjadi yakin kalau keputusannya adalah keputusan yang benar namun akan mengorbankan dirinya. Mengorbankan kebahagiaannya.


"Yasudah Nyonya. Aku punya ide! Kita buat Tuan Dion Prime semakin bungkam akan pesonamu! Sini, kupilihkan gaun yang akan membuat semua orang terpana melihatmu sehingga Tuan Dion akan melepaskan jalangnya itu. Dan ketika kau menggerogoti hatinya setiap hari, aku yakin lambat laun Tuan Dion akan bertekuk lutut dihadapanmu! Dia akan menjadi budak cintamu! Tunggu saja Tuan Dion, majikan si musang. Aku jadi juga jadi tahu mengapa aku tergila gila pada peliharaannya. Oke Nyonya, permainan baru saja dimulai!" Lexa meraih ponsel Viena dan memihat lihat gaun yang ada di aplikasi itu.


"Warna ungu muda ini begitu menakjubkan Nyonya, apa kau berminat? Seperti ratu yunani namun bawah gaun begitu royal. Kau mau?" Lexa lalu menyodorkan gambar yang ia tunjukan.


Viena mengangguk angguk. Dia setuju dengan pilihan asistennya. Gaun tersebut dengan bahan sifon yang tidak akan memberatkan dirinya.


"Kau yakin Tuan dari pacarmu itu akan menggilaiku?" Viena memastikan.


"Pasti! Eh, dia bukan pacarku Nyonya!" Lexa membantah.


"Heng, bermuka dua! Sadarilah kau sudah masuk dalam perangkapnya Lexa!" Viena terkekeh.


"Baiklah baiklah aku mengakuinya. Aku harap kita secepatnya resmi menjadi sepasang kekasih Nyonya. Aku sudah yakin dengannya." Akhirnya Lexa mengakui.


"Aku harap! Sekarang ambil gaun ku itu. Tidak usah dikirim, kau saja yang ambil agar tidak terjadi kesalahan. Kau tempatnya kan?" Perintah Viena.


"Satu lagi, belikan sepasang parfum untuk usia lanjut. Kau tahu kan untuk siapa? Pergilah, minta cek pada Lucy. Aku akan pulang menyambut Daddy ku dan Kak Egnor." Tambah Viena.


"Siap laksanakan Nyonya, permisi." Lexa undur diri dan melaksanakan perintah majikannya.


Bersamaan dengan itu Leon menghubunginya membuat Lexa semakin sumringah menghadapi hari ini.


...


Misi asisten menyatukan majikan


😂😂


Next part 40 thor


Wokeh tembus komen 10 ya haha


.


Jangan lupa like komen vote bagi pengguna noveltoon .. kasih rate dan tip juga boleh ..


Thankyou lafyou all 😍😍

__ADS_1


__ADS_2