Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
JERRY & ANGEL PART 4


__ADS_3

"Maaf, ini ada apa ya? Angel, kemari kau!" Tanya Jerry dan dengan sigapnya, dia menarik tangan Angel untuk ada di sisinya.


"Hey, ini wanitaku, kenapa kau malah menariknya?" Sergah Nigel dan dia hendak menarik lagi Angel namun Jerry sudah memukul tangannya agar menghentikan aksinya.


"Wanita? Angel, kau pacarnya?" Tanya Jerry melihat Angel dengan santai.


"Pacar apa? MANTAN!" celetuk Angel menekuk wajahnya.


"Hah, kau dengar Tuan muda? Kau hanya mantannya, jadi untuk apa kau memaksanya untuk ikut dengan mu?" Kata Jerry tegas. Nigel tampak geram dengan kedatangan Jerry. Dia menghampirinya dan merengkuh leher sweater Jerry.


"Kau siapa hah? Mentang mentang kau dari Legacy aku takut!" Tantang Nigel.


Jerry melepas tangan Angel sesaat dan mencoba menghempaskan tangan Nigel.


"Aku tidak bisa berkelahi, tapi aku tidak ijinkan kau menarik baju mahalku ini!" Decak Jerry memang hendak memain mainkan emosi Nigel.


Kenyataannya Jerry memegang pergelangan tangan Nigel dengan sangat kuat lalu melepaskan cengkramannya pada leher sweaternya dan menghempaskannya dengan kuat sehingga tangan Nigel kesakitan.


"Aaahhh!! Kau?! Sombong sekali kau?!" Nigel merintih kesakitan memegang pergelangan tangannya. Dia lalu melirik Joel dan dua temannya lagi.


"Hajar dia!" Perintah Nigel kemudian. Joel agak ketakutan karna Jerry tampak santai sambil menolak pinggangnya.


"Heng, kuberitahu pada kalian, kalau kalian sudah di desa, seharusnya otak kalian otak kota! Aku menghargai kalian sebagai kerabat Angel, jadi lebih baik kalian pergi saja, jangan membuang buang waktu menghabisiku, kalian akan menyesal!" Umpat Jerry meremehkan.


"Kau bilang tidak bisa berkelahi kan?" Decak teman Nigel.


"Angel, mundur!" Bisik Jerry setengah menoleh ke arah Angel dan salah satu teman Nigel sudah hendak memukul Jerry. Jerry malah menghindar ke belakang. dia lalu menendang pusat vital teman nigel itu sehingga merintihlah dia kesakitan sambil menunduk.


"Aku benar, aku tidak bisa berkelahi, lihat aku hanya menendang dengan gaya murahan seperti itu tapi dia sudah seperti orang mau mati! Sudahlah, aku sedang tidak ingin berolah raga. Jangan ada lagi korban ya? Selamat pagi!" Jerry berbalik dan hendak merangkul Angel.


Salah satu teman Nigel lainnya sudah bersiap hendak memukul Jerry dengan kedua tangannya yang bergabung.


"Tuan Jerry belakangmu!" Angel berteriak karna melihat pria itu hendak menyerang lagi.


Jerry malah mengesampingkan tubuhnya dan meraih tubuh Angel masuk dalam pelukannya. Teman Nigel malah tersungkur ke tanah perkebunan. Sementara Jerry memeluk Angel, lalu dia dengan cepat malah mencium bibir Angel. Angel terkejut tapi tidak menolaknya.


Nigel dan Joel sungguh tidak menyangka akan melihat Angel dicium dengan cepat seperti itu. Tak lama Jerry melepaskan ciumannya namun masih memeluk Angel.


"Ups sory, aku terlalu terbawa suasana untuk melindungi wanita kecilku. Aku adalah kekasih dan tunagannya. Jadi aku peringatkan kalian tidak menganggu pacarku lagi! Karna dia tidak sebanding dengan kalian. Tipe pria yang dia inginkan adalah sepertiku. Dua teman kalian sudah kesakitan dan kau juga kan mantannya Angel? Sebaiknya kalian pulang, masih banyak urusan si pengusaha bunga ini." Kata Jerry menatap tajam Nigel yang sudah geram padanya. Jerry lalu tersenyum picik dan melepaskan pelukannya pada Angel namun merangkulnya menjauh dari sana.


"Nigel, kita pergi saja dulu." Saran Joel yang sudah takut akan Jerry yang lincah dan gesit.


"Kurang ajar! Lihat saja, aku akan langsung memberi pelajaran padamu lebih parah dari penghinaan ini Angelina Janson!!" Nigel mengepalkan tangannya geram.


Sementara Jerry masih merangkul Angel menjauh dari Nigel dan kawan kawannya berpijak. Angel masih tertegun dengan apa yang dilakukan Jerry. Dia memberanikan diri menoleh ke atas dan melihat Jerry yang tampak biasa saja.


"Tu, tu, tuan!" Panggil Angel terbata.


"Aku hanya mau melindungimu agar dia tahu kalau kau lebih hebat darinya. Aku minta maaf telah menciummu, ini hanya ingin membuat dia benar benar cemburu dan kesal Angel, em tapi kau tidak keberatan kan?!" Jerry akhirnya juga menoleh menatap Angel dan tersenyum menggoda.


"Ah, mesum! Kupikir kau serius!" Angel tampak kesal. Dia memukul dada Jerry dan melepaskan rangkulan saudara ipar kakaknya itu. Angel hendak berjalan lebih dulu namun Jerry menahan tangan Angel.


"Tunggu, kalau kau mau menganggap serius, aku tidak keberatan, ting!" Jerry mengedipkan matanya pada Angel. Angel lagi lagi terperangah. Jerry berkali lipat lebih tampan dengan sweater casualnya dan senyumnya yang menawan.


...


Keesokannya, acara thanksgiving dimulai. Sayang sekali, Jane dan Larry tidak dapat mengikuti bahkan mengurusinya seperti tahun tahun yang lalu karna dirinya harus ke rumah sakit pusat kota. Leon menyuruhnya cek kesehatan menyeluruh karna mereka telah lanjut usia. Hari ini sang dokter khusus Legacy sedang bertugas di pulau ini. Leon sudah sangat menuntut jadi mereka berdua dengan sangat terpaksa mengikuti arahan anak tertuanya. Juan ikut bersama mereka karna Juan hanya dapat makan sesuatu dengan ibunya. Angel takut kalau dia akan menjadi tidak terkendali jika tidak ada ibunya. Sementara Jerry sudah menawarkan untuk mengantar namun Jane dan Larry sudah memesan tiken bus jauh sebelum Jerry datang. Jane malah menyuruh Jerry menemani Angel ke acara thanks giving. Jerry akhirnya menyerah.


Mereka pun pergi ketika bus sudah menjemput di halte. Angel dan Jerry langsung menuju ke toko bunga untuk mengambil bunga bunga yang sudah mereka rangkai untuk di antar ke alun alun desa.


"Eng, apa akan turun hujan Tuan Jerry? Mengapa tampak mendung?" Angel menerka nerka.

__ADS_1


"Sepertinya, semoga hanya mendung!" Saut Jerry memperhatikan langit.


"Ya benar, kalau tidak semuanya akan sia sia. Sudah ada tiga kali di desa ini setiap ada acara pasti akan turun hujan." Kata Angel memberitahu.


"Bukankah berkat Angel?" Jerry berpendapat.


"Bisa juga sih, hehe! Baiklah Tuan, kita harus berjalan lebih cepat!"


"Bagaimana dengan mobilku saja? Semua rangkaian bunga bisa ditaruh di mobilku." Jerry memberi saran.


"Ah iya benar sakali, tapi di alun alun akan sulit parkir Tuan."


"Tenang saja, nanti aku kembalikan ke rumahmu lalu kembali lagi jalan ke alun alun."


"Baiklah, kalau begitu kau harus perhatikan jalannya karna aku takut tidak bisa mengantarmu dulu Tuan."


"Ya kau tenang saja. Entah mengapa, aku selalu ingin melihatmu Angel." Jerry menatap Angel tersenyum menggoda.


"Hem, gombal!!" Saut Angel dengan wajahnya yang sudah tersipu. Pipinya sangat terlihat merona karna kulit Angel yang begitu putih. Jerry lalu merangkulnya. Dia benar benar merasa gemas.


Semua bunga sudah masuk ke dalam mobil dan mereka menuju ke alun alun desa. Ketika Angel turun bersama Jerry yang langsung menuruni rangkaian bunga, semua mata menatap pada mereka. Ada yang memuji, membicarakan dan berdecak kagum.


"Angel memang cocok dengan Tuan tampan itu."


"Ya, Angel dan Leon memang pantas mendapatkan orang orang hebat."


"Angel cantik dan Tuan Jerry tampan."


"Si Nigel itu bodoh, menyia nyiakan kembang desa."


"Iya benar!"


Ternyata, dari kedai kopi di sudut sudut alun alun desa itu, Nigel bersama teman temannya melihat kebersamaan itu. Nigel masih sangat dendam dengan perlakuan Jerry padanya dan penolakan Angel. Dia sangat menunggu keberadaan Angel sendiri sehingga bisa menodainya. Nigel sangat ingin membalas dendam.


"Rachel, kau tahu kan apa yang harus kau lakukan?" Tanya Nigel tanpa mengalihkan pandangannya ke Angel dan Jerry.


"Tapi kau harus jaga identitasku!" Rachel memperingati.


"Tenang saja!"


Dan, Jerry memang terlihat meninggalkan alun alun desa karna mengantar mobilnya dulu. Angel kini hanya bersama Ana dan satu teman lainnya. Acara thanksgiving akan segera di mulai dimana di tengah alun alun desa telah tersedia meja makan yang sangat besar. Di atasnya terdapat makanan makanan yang wajib ada pada festival ini yaitu kalkun guling, kalkun panggang, pumpkin pie dengan saus cranberry, dan minuman jus lemon. Sementara rangkaian bunga yang Angel buat sudah ada di pinggir bawah meja makan tersebut. Mereka lalu menyanyikan lagu wajib Springfield dan lagu bertema ucapan syukur dan berterimakasih pada yang semesta.


Ketika mereka bersorak dan bertepuk tangan sebelum menikmati sajian, Angel malah mendengar bisik bisik dari beberapa wanita di belakangnya.


"Kau serius, mobilnya terjatuh ke sungai?"


"Iya, dia sepertinya tidak tahu kalau harus melalui jalan yang sesungguhnya sehingga mobilnya tergelincir."


"Lihat saja orang orang ada yang sedang membantunya."


Pikiran Angel berkecamuk. Ada apa ini. Jangan sampai kejadian Lexa juga terjadi pada Jerry pikirnya. Apakah Jerry melupakan jalurnya sehingga dia malah melewati arah pejalan kaki yang tentu tidak bisa terlewati oleh mobil namun di sana malah ada jalan yang dapat mengarah ke sungai. Sementara cuaca seperti ini. Angel tanpa pikir panjang mendatangi arah jalan itu. Dia berlari ke sana tanpa meminta ijin pada Ana.


Sesampainya di sana, Angel tidak melihat siapapun. Tidak orang bahkan sangat sepi. Ada apa ini? Lagi lagi Angel bingung. Lagipula mengapa Angel langsung percaya tanpa menanyakan dulu. Akhirnya dia memutuskan untuk kembali. Namun ketika berbalik. Di sana sudah ada Nigel berdiri bersandar di pohon. Tak lama beberapa temannya keluar dari arah belakang Angel dan sebuah mobil keluar dari sebuah jalan yang mengarah ke sungai.


"Cepat, bawa dia ke mobil!" Perintah Nigel.


"Jangan Nigel, kau mau apa?!" Tanya Angel dan Nigel tidak menjawab. Dia hanya menyeringai dan memasuki mobilnya. Teman teman Nigel dengan cepat dan memaksa menggiring Angel ke dalam mobil.


Bersamaan dengan itu muncul Jerry dari ujung jembatan namun baru saja hendak melewati. Jerry ingat kalau Jane dan Larry bahkan Lexa yang bercerita tentang jalan lurus saja jika ingin ke alun alun desa karna lebih cepat namun akan ada jembatan gantung.


Dia hanya melihat samar samar seorang wanita meronta berusaha melepaskan diri dari tarikan pria pria. Jerry memicingkan matanya namun sangat tidak jelas karna cuaca yang mendung juga kabut jika udara dingin pada pepohonan.

__ADS_1


Ketika Jerry memutuskan mendekati, dan sampai menyebrang, mereka semua sudah tidak ada. Namun ada sebuah kain yang sangat Jerry kenal. Itu sapu tangannya. Angel belum mengembalikannya.


"Jangan jangan? Shit!! Harusnya aku memang mengajaknya saja mengantar mobil!!! Sial!!!" Jerry segera berlari ke alun alun desa. Dia mencari keberadaan Angel yang benar ternyata tidak ada. Dia lalu bertanya tanya dengan orang orang yang sudah menikmati sajian Thanksgiving nya namun rasanya tidak ada yang melihat. Dia langsung teringat satu nama yaitu Nigel. Mungkin Nigel yang melakukan semua ini.


Tak lama Ana menghampiri Jerry.


"Tuan Jerry, silahkan cicipi pumpkin pie dengan saus cranberry ini." Ana menyodorka sebuah piring kecil berisikan pumpkin pie.


"Ana, dimana Angel?" Tanya Jerry sangat panik.


"Tadi dia bersamaku, tapi tiba tiba dia menghilang Tuan!"


"Dimana rumah Nigel?" Jerry langsung bertanya


"Ada apa Tuan?!" Ana ikut cemas.


"Aku merasa Angel dibawa olehnya!" Jerry berasumsi.


"Benarkah? Mari Tuan biar ku antar!"


Ana lalu mengantar ke rumah Jerry dan benar saja, sudah ada sekelompok pria pria teman teman Nigel yang berjaga di sana.


"Akhirnya si Nigel memerawani Angel!" Decak seorang teman Nigel membuat Jerry semakin naik pitam. Dia hendak menghampiri semuanya namun Ana menahannya.


"Tuan, biar aku pancing dulu mereka meninggalkan pintu rumah itu setelah itu baru kau selamatkan Angel. Kau tidak mungkin bisa melawan mereka secara bersamaan." Kata Ana.


Ana benar. Dia tidak boleh gegabah. Dalam hatinya dia terus berdoa agar Angel dapat melawan Nigel terlebih dahulu.


"Joel Joel!!" Panggil Ana pada mereka.


"Ada apa Ana?!"


"Tadi katanya rumahmu terbakakar!" Ana berkata dengan sangat panik.


"Kau serius Ana?"


"Benar Joel, aku disuru ibumu memanggilmu!" Teriak Ana. Rumah Joel sangat jauh, pasti mereka akan berlarian kesana.


Joel sudah panik dan 3 teman lainnya juga penasaran. Akhirnya semua orang yang menjaga di depan situ berlarian ke rumah Joel. Sekarang tak ada satupun yang menjaga depan rumah Nigel. Jerry pun langsung menghampiri Ana dan segera menyelamatkan Angel.


...


...


...


...


next part 5


cuss yuk lanjoottt ..


.


jangan lupa LIKE KOMEN yang buanyak 😁


kasih rate dan vote di depan profil novel yaa 😍


.


thanks for read and i love you 💞

__ADS_1


__ADS_2