
"Hey kau! Ada masalah apa nyonya?! Mengapa kau melakukan ini padaku! Kau siapa?!" Teriak Lexa tak senang.
"Lexa? Kau baik baik saja? Gunakan ini!" Tiba tiba Jerry sudah ada di belakangnya dan memakaikan jasnya. Entah mengapa Jerry selalu hadir hampir di tempat Lexa berpijak.
"Tuan Jerry? Terimakasih Tuan. Ini wanita tua ini tidak jelas! Tau tau menamparku dan menarik gaunku, kau gila ya Nyonya?!" Lexa mencak mencak menunjuk nunjuk dengan telunjuknya.
"Hey! Kau tak usah menunjuk nunjukku! Kau Lexa kan?! Kau temannya Myta yang bekerja di restoran plaza kan? Aku Brigita istrinya Bob! Kau ingat tidak???!!!!" Wanita itu memukul tangan Lexa yang menunjuk nunjuknya.
"Kau tak usah memukulku! Apa kau ingin aku pukul juga hah?!" Lexa benar benar sudah kesal. Inti tubuhnya yang tidak mengenakan bra karna tersambung dengan dress hampir terlihat.
Jerry menahan perut Lexa untuk tidak menyerang Brigita. Bersamaan dengan itu Leon, Claudia dan Egnor yang melihat keributan dari kejauhan sudah menghampiri. Leon langsung merengkuh tubuh Lexa dari pelukan tak sengaja Jerry.
"Biar aku saja Tuan!" Kata Leon meraih tubuh Lexa untuk masuk dalam rangkulannya. Namun lebih dulu dia membuka jas Jerry dan mengenakan jasnya. Dia mengembalikan jas Jerry pada pemiliknya. Leon menatap tajam semua orang yang ada disitu dengan mata lancipnya. Sementara Egnor menahan Claudia untuk tidak ikut campur dulu. Egnor sebenarnya sudah mengira apa yang akan terjadi. Perkelahian antar wanita karna kesalah pahaman.
"Ada apa Lexa? Kau baik baik saja? Mengapa gaunmu terkoyak?"
"Aku yang membuat!" Brigita kembali meneriaki mereka.
"Ada apa rupanya dengan suamimu hah! Semua ini kesalahannya! Suamimu yang bertindak mesum padaku dan Mytha! Kau jangan asal menyalahkanku!" Kata Lexa lebih menggelegar.
"Sekarang suamiku di penjara, tidak ada yang membiayai kami! Aku bekerja siang dan malam untuk memberi makan anak anaku sementara kau di sini senang senang dengan gaun mewah seperti ini!! Dasar kau wanita sialan! Kau kan yang merayu suamiku sampai semuanya terjadi! Kau bersama temanmu yang binal itu!!!"
"Kau!!!" Lexa teramat geram mendengarnya. Dia kembali ingin menyerang Brigita namun Leon menahannya.
"Cukup!!!!" Leon ikut berteriak untuk menghentikan keributan yang sudah menjadi pusat perhatian itu. Egnor sudah merangkul pundak Claudia dengan agak kencang. Dia agak tidak terima mendengar pelecehan yang sepertinya lagi lagi dialami anak angkatnya.
"Kak? Mau aku yang meluruskan?" Tawar Claudia karna merasa kekesalan Egnor.
"Biarkan Leon dulu! Aku juga mau melihat bagaimana perlindungan Leon pada Lexa." Kata Egnor mencoba menetralkan diri.
"Nyonya tenang! Aku menghargai kekecewaanmu, tapi yang dikatakan Lexa benar! Sepertinya yang kau maksud suamimu Tuan Bob? Aku yang menjebloskan dia ke penjara karna suami telah melakukan pelecehan seksual terhadap pegawainya, Mytha dan kepada kekasihku yang berusaha menolong pegawai itu, apa anda sudah paham?!" Jelas Leon yang sontak membuat Lexa mendongakan kepalanya menatap Leon yang mengatakan dirinya kekasihnya.
"Ooohhh, jadi anda yang membuat suamiku menderita di penjara?! Memang kau tahu siapa duluan yang merayu hah?! Kalian berdua memang sama saja!" Brigita semakin hilang kendali. Dia kembali hendak memukul Lexa namun Jerry menahannya.
"Nyonya maaf aku ikut campur, tapi kita bisa menyelesaikannya secara baik baik. Bukan main hakim sendiri begini!" Kata Jerry berusaha menenangkan.
"Diam kau! Aku akan kembali menuntut wanita ini karna melakukan pencemaran nama baik dan membuat keluargaku sengsara!"
"Baiklah jika itu yang Nyonya inginkan. Lihat di sana Nyonya! Itu suami saya! Dia yang akan menjadi pengacara Lexa, jika anda benar akan menuntut Lexa dengan alasan yang tidak masuk akal dan sesuatu yang menjadi kesalahan suami anda!" Claudia akhirnya menghampiri mewakili Egnor karna dia merasa Brigita benar benar salah paham. Mungkin suaminya yang membela diri dengan mengatakan hal yang berlawanan.
"Baiklah! Aku akan menyewa pengacara paling handal di Legacy! Tunggu saja!" Ancam Brigita.
"Silahkan saja kau hadapi ayahku, Egnor Jovanca!" Teriak Lexa membuat wanita itu terdiam dan menoleh menatap Egnor yang menaruh tangannya di sakunya dan menatap nanar semua kejadian itu.
Seketika Brigita bergidik. Dia pernah melihat Egnor di majalah sebagai lawyer yang sedang naik daun di Legacy dan Honolulu. Dia meneguk ludahnya.
"Bagaimana Nyonya? Sebaiknya kau sabar menerima kesalahan suami anda!" Tambah Leon membuat Brigita menoleh sekejap menatap nanar Leon dan pergi meninggalkan mereka semua.
"Wanita gila! Leon, gaunku rusak!" Decak Lexa dan bersungut sungut pada Leon. Leon lalu memeluknya.
"Sudah sudah nanti kita betulkan!!" Leon mengusap rambut Lexa.
"Tuan Jerry terimakasih sudah lebih dulu membela Lexa." Kata Leon
"Sama sama Leon. Ah iya aku kebetulan sedang mengajak jalan jalan ayahku. Dia di sana. Dan aku melihat Lexa di serang jadi aku langsung menghampirinya. Benar benar suatu kebetulan ya." Jerry menjelaskan. Dia meninggalkan Alexis di pinggir lorong plaza yang menggunakan kursi roda.
Lexa menoleh dan hendak melihat sosok Alexis yang sekarang. Sekujur tubuhnya merasa benar benar reflek hendak melihatnya.
Tak berapa lama Alexis melambaikan tangan hendak menyuruh Jerry kembali.
"Sepertinya beliau sudah memanggilku. Aku permisi ya. Leon, jaga Lexa baik baik, jangan tinggalkan dia sendiri, takut wanita itu masih mengincar Lexa. Nyonya, Tuan Egnor senang bertemu dengan anda. Aku cukup menjadi penggemarmu Tuan Egnor. Lain kali aku akan menyewa jasamu untuk kelancaran usahaku." Ucap Jerry berpamitan dengan semua kenalan Lexa. Egnor pun menganggukan kepalanya menghormati Jerry. Jerry pun menghampiri ayah angkatnya dan mejauh dari daerah plaza itu.
__ADS_1
"Lexa, kau baik baik saja?" Claudia mendekati Lexa.
"Ya Nyonya. Aku hanya terkejut." Kata Lexa menggandeng lengan Leon masih agak shock.
"Kita kembali saja Lexa. Tidak mungkin kita makan malam dengan penampilanmu seperti ini. Silahkan Tuan Egnor, Nyonya Claudia, aku antar ke hotel terlebih dahulu." Ajak Leon menyudahi jalan jalan mereka.
"Ya itu ide bagus Leon. Kita makan di tempat masing masing saja." Balas Egnor merangkul pundak Claudia menuju basement parkir plaza. Leon pun ikut menggiring Lexa mengikuti Egnor dan Claudia.
...
Setelah Lexa dan Leon mengantar Egnor dan Claudia ke Hotel Prime, Leon langsung menuju ke apartemennya bersama Lexa.
"Cepat bersihkan dirimu dan ganti pakaianmu Lexa!" Perintah Leon menyeruak masuk ke apartemennya yang diikuti oleh Lexa. Dia lalu membuka dasinya kasar dan duduk di sofa meraih telepon apartemennya.
Lexa segera menuju kamar Leon dan membersihkan dirinya di kamar mandi dalam kamar Leon.
Leon menghubungi kepala polisi kenalannya hendak menanyakan kasus Bob.
Percakapan Leon - Kepala Polisi kenalannya.
KP : ya Tuan Danteleon?
Leon : bagaimana keadaan Tuan Bob di penjara?
KP : beberapa kali istrinya menemuinya Tuan
Leon : tolong berikan pengawasan pada istrinya itu, tadi dia menyerang Lexa!
KP : menyerang bagaimana?
Leon : ya dia menyalahkan Lexa atas penangkapan yang aku laporkan.
Leon : begini saja! Beri peringatan pada istrinya atas namaku, kalau sampai dia kembali menyerang Nona Alexa Luxurio, aku juga akan menyeretnya ke dalam penjara! Menyusahkan!
KP : siap Tuan! Segera buat laporannya Tuan!
Leon : ya besok aku akan membuat laporannya. Oiya, beritahukan pada si Bob biadap itu, Lexa adalah anak angkat dari Tuan Egnor Victor Jovanca. Kau juga pasti mengenalnya kan?
KP : Benarkah Tuan Leon? Ba, baiklah aku akan memperingatinya!
Leon : terimakasih sampai jumpa!
Panggilan terputus. Kepala polisi tersebut sangat mengenal beberapa pengacara papan atas. Dia pun ikut takut mendengar nama Egnor. Leon menarik napas panjang lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Argh, mengapa hari ini banyak terjadi drama hah? Sabarkan dirimu Leonnnn....." Gumam Leon. Leon memandangi kamarnya dan menunggu Lexa keluar membersihkan diri. Sekitar sepuluh menit kemudian Lexa keluar dengan set baju celana piyama. Tetap saja dalam pikiran Leon, Lexa begitu seksi karna celana yang dikenakan sangat pendek dan bajunya pas pada bentuh tubuhnya.
"Leoonn, kepalakuu pusiingg!!!" Keluh Lexa dan dia duduk di samping Leon.
"Pusing kenapa?" Leon memegang puncak kepala Lexa.
"Entahlah, agak sakit di bagian samping sini!" Lexa menunjukan pelipisnya.
"Mungkin kau lelah Lexa. Kau sudah makan kan di resepsi tadi?" Tanya Leon mengusap kepala Lexa.
"Hanya sedikit karna riuhnya acara resepsi tadi. Malam ini juga aku belum makan." Sungut Lexa.
"Oiya, sebentar ya?"
Leon kembali meraih telepon apartemennya menghubungi restoran apartemennya.
"Aunty! Ini Leon! Antarkan 2 chicken steak with mashed potato ke kamar ku, oke?" Kata Leon pada sambungan teleponnya.
__ADS_1
"Leon, salmon kedengarannya enak." Lexa menimpali tiba tiba.
"Oh aunty, 2 salmon steak with teriyaki sauce saja dan 2 mashed potato -- iya aunty ke kamarku -- ahh iya aku sedang bersama kekasihku -- kau bisa saja aunty -- baiklah, terimakasih aunty!!" Leon menutup panggilan.
"Aduh! Kau kenapa Lexa?!" Tiba tiba Lexa memukul lengan Leon.
"Kau terus mengatakan aku kekasihmu, kapannkau menyatakan cinta padaku dan kapan memintaku jadi kekasihmu? Kau sangat sangat tidak romantis! Heng!" Jawab Lexa dan memalingkan wajahnya. Leon lalu tersenyum. Dia mendekatkan duduknya sampai dirinya menempel pada sisi lengan Lexa.
"Jadi sepertinya kau mau kan menjadi kekasihku?" Leon merangkul Lexa.
"Entahlah!" Jawab Lexa acuh.
"Baiklah Lexa, sudah kuputuskan, lusa aku akan minta cuti pada Tuan Dion dan aku juga akan meminta ijin pada Nyonya Viena untuk memberikanmu cuti!" Kata Leon menarik dirinya dari Lexa dan kembali menyandarkan tubuhnya ke sofa.
"Untuk apa?" Tanya Lexa sedikit menoleh.
"Pergi bersamaku ke Springfield!!" Jawab Leon membuat Lexa semakin menoleh ke arahnya dan membelalakan matanya.
"Aku tidak mau!" Kata Lexa singkat.
"Argh pokoknya harus mau! Aku akan langsung menjadikanmu istriku! Kalau perlu aku akan minta tolong pada Nyonya Viena untuk memaksamu! Aku mandi dulu! Dengar dengar kalau Aunty resto itu datang!" Saut Leon dan menuju ke kamarnya untuk membersihkan dirinya.
"PEMAKSAAANNNN!!!!" Teriak Lexa frustasi dan merebahkan dirinya ke sofa.
...
...
...
...
Lah neng lexa, katanya pen diresmiin, itu babang Leon uda srius ngajakin ke kluarganya, ya kalo situ ga mau, aku aja dehhh wakakakaka 😝😝
Vii, dion vii dion! Iya iya maaappp 😂😂
Kalo cowo cowo ganteng pada ditolakin sama cewe labil tuh aku suka gemayss 😁😁
.
Oke next part 55 yuk
Ke Springfield gak nii?
Menurutmu yang uda baca si mantan? Hehe
.
Eh eh ada pasangan Tuan Egnor dan Claudia nimbrung dimari hehe yang belum baca kisah cinta mereka, intip ya di karyaku dengan judul SATU SATUNYA YANG KUINGINKAN .. kisah tentang Claudia yang berusaha merebut hati Egnor si pengacara es batu dan bagaimana Egnor membuat Claudia pada akhirnya bahagia 😁😁 intip ya makasiihhh 💕💕
.
Jangan lupa dah ah LIKE DAN KOMEN YANG BANYAAKK
KASIH VOTE RATE di depan profil novel
Kasih TIP juga boleh
.
Thankyou for read and i love you ❤
__ADS_1