Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 12. Fake


__ADS_3

Pernah mendengar berbohong untuk membawa kebaikan? Atau berbohong untuk mendapatkan apa yang kita inginkan? Semuanya sama sama menipu diri ke arah lebih baik atau buruk. Akankah Xelino terus berhasil pada penyamarannya? Dan apakah Carolyn mencurigai Xelino juga Ansel atas suruhan Casey?



Carolyn telah menyelesaikan denah yang diinginkan oleh klien mereka Ansel Gellarmo. Namun, ketika memikirkan itu, Carolyn kembali menjadi sedih. Dia merindukan Aciel dan impiannya bersama pria itu. Air matanya telah tertampung di kelopak matanya tapi dia tidak boleh menangis. Apalagi menangis di depan Xelino lagi. Xelino masih memakan Sukiyaki sambil memainkan ponselnya.


"Aku sudah selesai, sekarang aku mau pulang!" Ajak Carolyn membereskan iPad dan alat gambar fisiknya.


"Kau sudah menyelesaikan denahnya?" Selidik Xelino memastikan .


"Sudah! Ayo pulang, aku mengantuk!" Kata Carolyn lagi.


"Kau bisa tidur sekarang, Nona," saut Xelino memandang Carolyn tersenyum. Sejenak, Carolyn menghentikan kegiatannya membereskan perlengkapannya, dia melirik aneh Xelino.


"Mana bisa, kau ini bodoh atau apa?" Decak Carolyn menatap tajam Xelino.


"Tidur di hatiku!" Kata Xelino terkekeh.


"Haiizz, terus saja kau bergombal Xelino, aku tidak akan terpikat denganmu!" Saut Carolyn yang sedikit kesal karena kepalanya sedikit pening tapi tetap merasa ada yang menggelitik dalam hatinya. Seperti tersipu tapi dipendam.


"Kalau nanti sudah, jangan mengejar ngejar ku ya?" Celetuk Xelino lagi terus menggoda.


"Mana mungkin aku menyukai pria seenaknya sepertimu?! Sudahlah, aku mau pulang, ayo cepat!" Keluh Carolyn yang sudah rapi dan beranjak dari duduknya.


"Iya iya, aku harus membayar semua ini dulu," saut Xelino akhirnya mengalah. Dirinya juga sudah agak lelah.


Carolyn melupakan sesuatu. Dia segera merogoh tasnya untuk mengambil dompet dan mengeluarkan sebuah kartu platinum sebagai alat pembayaran.


"Gunakan ini!" Perintah Carolyn memberikan kartu pada Xelino.


Xelino berdehem dan meraihnya. Dia lalu berjalan ke kasir berpura pura membayar tapi dia malah bercakap cakap sebentar dengan Inka si penunggu mesin pembayaran.


"Inka, apa hari ini bibiku kesini?" tanya Xelino.


"Tidak tuan, tapi ada Nona Allegra di kamar pribadi," jawab Inka tersenyum.


"Kau serius? Sedang apa dia kemari?"


"Katanya mengerjakan tugas karena apartemennya sedang ada perbaikan dan untuk memeriksa keadaan resort, tuan. Namun, sepertinya Tuan Besar Atkinson menjemputnya mengajaknya makan malam di luar," kata Inka memberi tahu.


"Oohh, baiklah aku akan segera pergi. Sampaikan salamku padanya!"


"Oke tuan, selamat malam, hati hati dijalan,"


Ting!


Xelino mengedipkan matanya pada Inka yang sudah tersipu malu. Xelino memang selalu menggoda para wanita dengan kepercayaan dirinya itu dan mereka pun mengakui ketampanan karena mata lancipnya.


"Ini, aku sudah membayarnya! Ayo segera pergi dari sini!" Ajak Xelino memberikan kartu Carolyn yang tidak ia gunakan. Xelino juga harus bergegas sebelum Allegra pulang dan melihatnya dengan Carolyn. Dia belum sempat menceritakan penyamarannya.


Xelino tanpa sadar sampai merangkul pundak Carolyn untuk berjalan dengan cepat. Tinggi Carolyn hanya sampai di dada Xelino sehingga Xelino bisa dengan puasnnya merengkuh Carolyn. Lagi lagi Carolyn merasakan aroma tubuh Xelino yang maskulin.


"Aku bisa jalan sendiri, tidak usah dituntun seperti ini!" dengus Carolyn hendak melepas tangan Xelino tapi sangat sulit. pegangan tangan Xelino di pundaknya terlalu erat tetapi dirinya tidak merasa sakit.


"Biar cepat!" Xelino memaksa dan sepertinya pelarian dirinya dengan Carolyn gagal. Dia berpapasan dengan Allegra bersama Jerry.


Xelino reflek membalikan tubuhnya dan melepas rangkulan Carolyn. Allegra dan Jerry sudah diam saja sementara Carolyn terus berjalan. Dia belum begitu mengenal wajah presiden direktur Atkinson jadi Carolyn hampir saja melewati kedua orang itu jika Allegra tidak memanggil Xelino.


"Kak Xelino, sedang apa kau kemari? Kau bersama siapa? Pacarmu?" tanya Allegra menyapa.


"Xelino, kau mau ke mana?" Tanya Jerry karena melihat keponakannya langsung berbalik. Sontak Carolyn terdiam. Dia lalu kembali berbalik menatap Xelino yang perlahan juga berbalik lagi.


"Halo Nona Allegra, halo Tuan Atkinson, selamat malam," sapa Xelino membungkukan tubuhnya. Allegra dan Jerry tentu mengernyitkan dahinya terheran.


"Kak Xelino, kau ini apa apaan?" tanya Allegra semakin bingung.


"Tidak ada nona, senang bertemu dengan kalian di sini. Permisi, lain kali kita bicara lagi," saut Xelino benar benar pura pura seperti orang besar dan kalangan bawah.


"Xelino? Nak, kau ini kenapa?" selidik Jerry bingung.


Xelino masih terus berjalan mendekati Carolyn.


"Xelino, kau kenal mereka?" kini Carolyn yang bertanya tepat di belakang Allegra.


"Ahh, ini Nona Allegra, dia juga kuliah di kampus kita, dan ini Tuan Atkinson. Masa kau tidak tahu pemilik Hotel Atkinson," saut Xelino terkekeh dan menggaruk garuk kepala belakangnya.


"Mengapa mereka terlihat akrab denganmu?" selidik Carolyn lagi mencium kecurigaan tapi juga ragu kalau benar Xelino orang berada.


"Ya, mereka juga memiliki lahan di samping rumahku, iya!!" Kata Xelino mengedip ngedipkan matanya pada Allegra dan Jerry. Karena mereka berdua bingung, mereka diam saja sambil menerima aksi Xelino.


Carolyn menatap Allegra yang tampak kebingungan. Karena Carolyn sudah lelah dan mengantuk, Carolyn tidak menggubris apa yang dikatakan Xelino. Dia pun kembali berjalan dan menuju ke mobilnya setelah menggeleng gelengkan kepalanya pada Xelino. Xelino menarik napas lega.

__ADS_1


"Kak Xelino? Ada apa ini?" tanya Allegra lagi sekali lagi.


"Nanti akan kuberitahu, aku harus mengantarnya pulang. Permisi paman, aku pulang dulu," ijin Xelino menjabat tangan Jerry dan segera menyusul Carolyn.


"Ya ya, hati hati," balas Jerry yang masih bingung.


"Dad, cepat tanya Paman Leon, dia pasti tahu!" kata Allegra memicingkan matanya menatap kepergian saudara sepupunya.


"Ya, aku rasa begitu. Mengapa sejak dulu ayah dan anak itu sama saja? Selalu mencurigakan, hem!!" Jerry menggelengkan kepalanya dan memasuki resort bersama anaknya.


Sesampai di mobil, Xelino segera menjalankan mobilnya. Dia tidak mau mengajak Carolyn bicara lagi, dia takut Carolyn malah menanyakan yang macam macam. Lain kali dia tidak akan mengajak Carolyn ke resort bibinya lagi. Masih sangat berbahaya.


Di mobil juga Carolyn tampak terdiam. Dia memikirkan denah juga sketsa dari Ansel Gellarmo. Hem, dia seperti kembali ke masa itu. Entah bagaimana dirinya ingin menghilangkan Aciel di hati dan pikirannya. Padahal semua keluarga Aciel saja sudah membenci dirinya bahkan ayahnya sudah memutuskan hubungan apapun pada keluarga Aciel. Namun, hal ini masih teramat sulit. Cinta pertama nya.


Sampailah mereka di rumah. Xelino tidak masuk ke dalam karena sudah malam dan akan menjemput Carolyn lagi besok pagi.


"Xelino?" panggil Carolyn sesaat.


Xelino menoleh sebelum ia kembali memasuki mobil.


"Thanks for today," ucap Carolyn tersenyum tipis.


"Your welcome, shinny!" balas Xelino tetap bersemangat.


"Apa kau bilang?"


"Bintang dilangit sangat bersinar seperti senyum kecilmu! Besok kau harus memberikanku senyum terindahmu, Ting!" Xelino mengedipkan matanya.


"Cih," balas Carolyn berdecih dan memasuki rumahnya. Xelino tersenyum. Sepertinya sudah ada kemajuan dalam diri Carolyn. Sebentar lagi dia akan memiliki sebidang tanah juga dapat mengembangkan usahanya. Namun, entahlah, sepertinya Xelino merasakan hal yang berbeda ketika bersama Carolyn. Sama seperti dulu dia mendekati atau berdekatan dengan Zhavia. Meski masih ada yang harus ia cari tahu mengenai Carolyn. Xelino cukup penasaran dengan sikap Carolyn yang langsung berubah dingin dan sedikit sedih ketika bertemu dengan pria bernama Ansel itu. Mungkin dia bisa bertanya pada Lilian atau James jika ingat. Xelino pun kembali ke apartemennya.


Sementara Carolyn memasuki rumahnya sambil memikirkan pekerjaannya dengan pria yang cukup mirip dengan Aciel. Ayahnya ada di ruang tengah bersama ibunya memang sengaja menunggunya. Namun, Gilbert dan Jennifer mengurungkan niatnya menyapa anaknya itu.


"Selamat malam, mom dad, aku lelah ingin segera tidur," ucap Carolyn membuat Gilbert dan Jennifer sedikit terkejut karena biasanya Carolyn tidak pernah menyapa mereka kalau tidak ada perlu.


"Apa kau keluar dengan Xelino?" tanya Gilbert memastikan.


"Lalu dengan siapa? Aku makan Sukiyaki di Atkinson de Angel," jawab Carolyn pelan.


"Ya ya bagus, beristirahatlah," saut Gilbert lagu tersenyum hangat.


Gilbert dan Jennifer saling berpandangan senang. sepertinya pekerjaan Xelino membuahkan hasil.


Bersamaan dengan itu peringatan notifikasi email nya berbunyi. Dia lupa kalau belum membuka email dari Lionel. Sebelumnya dia sudah membalas pesan lagi untuk Lionel ketika Lionel memberikan nomor ponselnya. Carolyn juga telah memberikan nomor ponselnya.


📝 lionel@janson.com


Memang mengapa dirimu ingin sekali bertemu denganku? Kau membutuhkan sesuatu dariku? Baiklah, aku sudah menyimpan nomormu, selanjutnya kita bisa berhubungan melalui aplikasi chat. Ngomong ngomong bagaimana hari ini? Semoga kau bisa bekerja dengan baik. God Bless You


Carolyn kembali menyunggingkan senyumnya. Dia semakin penasaran, orang seperti apa Lionel Janson ini. Carolyn pun kembali membalas pesan itu dan malah meminta foto Lionel. Carolyn pun akhirnya tertidur setelah menyimpan foto dirinya dengan Aciel. Karena Lionel, dia sedikit mengabaikan kenangannya dengan Aciel.


...


Di kejauahan negara sana. Seorang wanita mendapat panggilan telepon dari seorang pria yang merupakan kekasihnya.


"Mengapa kau baru menghubungiku? Kau pasti sudah berhubungan dengan adikku kan?" tanya wanita itu yang adalah Casey.


"Belum! Aku baru saja bertemu dengannya dua kali. Kau tahu, sayang? Adikmu cantik tapi juga dingin sepertimu," saut pria itu yang adalah Ansel.


"Jangan sampai kau menyukainya!" Casey memperingati.


"Aku tidak menjamin karena kau yang menyodorkannya ku padanya," saut Ansel terkekeh.


"Terserah! Asal kau tidak mendapat bagian dan kalau kau memberitahu kebenarannya, kita semua yang akan mendapat akibatnya bukan hanya aku!" ancam Casey.


"Haha, kau tenang saja Casey sayang, aku pasti tetap memilihmu. Ketika aku sudah berhasil membuat dia menyukaiku bahkan mencintaiku, kita akan meraup semua keuntungan dari sana," balas Ansel sangat antusias dengan kepura puraannya.


"Ya, sedikit demi sedikit kau harus mengambil aset perusahaan Rietha dan juga Gilbert. Mereka semua dua bersaudara yang serakah! Bisa bisa nya mereka hanya memberikan pada Carolyn!" decak Casey memijat dahinya merasakan kepedihan.


"Tapi Casey, aku harus benar benar berhati hati karena penjaga Carolyn selalu menggagalkan rencana ku untuk bisa dekat dengan adikmu!" keluh Ansel sesaat.


"Asisten baru itu?" selidik Carolyn memastikan.


"Ya benar,"


"Hem, kita harus memberi pelajaran! Suruh saja temanmu atau saudaramu menggoda asisten itu sehingga mereka bisa berpacaran dan asisten itu melupakan nonanya," perintah Casey seenaknya.


"Kau bicara mudah sekali! Asisten itu sepertinya menyukai Carolyn dan dia bukan orang sembarangan. Pasalnya aku pernah melihat dia," gumam Ansel.


"Siapa sih?" Casey cukup penasaran.


"Coba kau tanya Lucas!"

__ADS_1


"Yasudah untuk sementara biarkan saja dan kau fokus membuat Carolyn bertekuk lutut padamu, oke?" Casey lagi mengingatkan.


"Oke sayang! Aku akan ke Nederland Minggu depan," saut Ansel lagi.


"Oke, love you,"


"Love you too!"


Panggilan dimatikan. Ternyata Ansel merupakan kekasih dari Casey yang disuruh untuk mengusik hati seorang Carolyn.


...


Keesokannya, Carolyn sudah siap dengan presentasi denahnya pada Rietha, Deborah dan beberapa karyawan perusahaan property Rietha sebelum mereka menemui Ansel. Namun, siapa sangka ada beberapa karyawan yang sebenarnya menginginkan pekerjaan Carolyn jadi membenci Carolyn. Padahal mereka sudah berlomba lomba untuk menjadi asisten Deborah tapi dengan mudahnya Carolyn bisa masuk.


"Beri saja pelajaran padanya agar Nyonya Deborah memarahinya dan Nyonya Rietha tidak membelanya lagi karena kecerobohannya!" kata salah satu karyawan bernama Grizel.


"ide bagus Grizel! ku dengar dia akan mempresentasikan denah untuk keluarga Gellarmo. dia dengan sombongnya menggunakan iPad," saut temannya bernama Lila.


"Kita rusakan saja ipadnya!"


"kau benar benar jahat Grizel!"


"ini dunia kerja! seharusnya kita berdua yang menjadi tangan kanan Nyonya Rietha dan Nyonya Deborah!"


"kau benar!"


mereka pun menjalankan rencana jahat mereka. Grizel dan Lila temannya masuk ke dalam ruangan Carolyn. kebetulan Carolyn sedang membuat minuman hangat di pantry. Grizel dan Lila menjatuhkan iPad Carolyn juga menginjaknya sampai mati dan layarnya retak. setelah itu mereka menuang air putih di atasnya sehingga terlihat iPad itu jatuh dan terguyur air. sudah puas mereka pun pergi.


Ketika Carolyn datang, dia terkejut bukan main. Semua pekerjaannya sampai portofolio sketsa denahnya ada di sana. Ah, Carolyn merutuki dirinya sendiri. Dia malah menyalahkan dirinya yang sangat ceroboh menaruh iPad di pinggir meja. Dia tidak tahu kejadian yang sebenarnya.


Carolyn pun memutuskan untuk membuat lagi di kertas bergambar tapi Grizel sudah memanggilnya untuk memulai presentasi. Carolyn benar benar kesal juga bingung. Akhirnya dia memaksakan dirinya menggambar di white board secara langsung dan akan menyerahkan print out secepatnya pada Deborah. Namun ternyata hasil karyanya di white board diacungi ibu jari oleh Rietha dan Deborah karena secara langsung Carolyn bisa sangat lugas dan juga jelas. Ketika Carolyn menggambar sekaligus menjelaskan membuat Rietha dan Deborah menjadi mengerti.


Carolyn sempat menangkap Grizel dan Lila seperti membicarakannya. Carolyn jadi mencurigai sesuatu. Dia tetap kesal dan dia menghubungi Xelino. Dia mau makan siang di luar. Xelino pun menyanggupi karena Gilbert mengijinkannya.


"Ada apa denganmu, nona?" tanya Xelino pada Carolyn yang keluar dari gedung.


"Lihat!" Carolyn menunjukan iPad nya.


Xelino sedikit terkejut dan meraih iPad Carolyn.


"Kau tahu apa yang harus kau lakukan, Xelino!" Kata Carolyn dan masuk ke dalam mobil. Xelino melihat lihat dan sepertinya dia harus mencari orang untuk memperbaikinya.


"Mengapa hal ini bisa terjadi?


"Sepertinya ada seseorang yang ingin membuatku terlihat buruk di mata Bibi Rietha dan Nyonya Deborah


"Ooh, hal itu juga sudah biasa Nona. Kalau mereka agak bodoh, dia pasti tidak akan menyadari cctv yang selalu menyala. Sebaiknya kau periksakan pada petugas penjaga cctv untuk memastikan kecurigaanmu, Nona," kata Xelino kemudian menaikan alisnya. Carolyn langsung menatap kagum Xelino. Ternyata tidak percuma ayahnya mempekerjakan Xelino menjadi asistennya. Kepintaran Xelino bahkan melebihi Lucas. Sepintas, Carolyn sedikit mencurigai Xelino.


'Orang seperti apa sebenarnya pria ini?!' gumam Carolyn menerka.


...


...


...


...


...


anaknya Tuan Janson, Lyn 😝😝


.


next part 13


apakah Carolyn akan meringkus tikus tikus di kantor nya untuk menjatuhkannya?


dan apakah Ansel dan Casey berhasil menggulingkan seorang Carolyn yang dijaga ketat oleh Xelino?


lalu bagaimana pekerjaan Xelino selanjutnya? tetap bisa fokus atau terbengkalai karna Carolyn?


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2