
Acara pemberkatan telah selesai. Lexa dan Leon berjalan beriringan ke depan gereja. Sorak sorai menyambut mereka keluar gereja. Tidak lupa tepuk tangan riuh dan siraman bunga menyertai mereka. Lexa benar benar terharu dengan semua ini.
Sampailaih Lexa keluar di depan gereja. Lexa hendak melempar buket bunga lili nya. Hari ini dia benar benar tampak putih dan tempat resepsinya juga. Sebenarnya Lexa hendak memberikan saja buket bunga itu pada Angel, namun Angel tidak mau. Dia mau sendiri yang berusaha mendapatkannya.
Seluruh teman teman wanita Lexa yang belum menikah sudah berkumpul di sana. Termasuk Abby, Angel, Susan, Greta dan tak ketinggalan, Claudia calon ibu angkatnya sudah bersiap di belakang Lexa. Claudia baru saja akan melangsungkan pernikahannya sebulan lagi bersama Egnor. Mereka baru berencana namun Claudia juga ingin merasakan. Sedangkan Greta sudah menggelar tunangan bersama Revo dan akan menikah secepatnya.
Dan Leon membantu Lexa untuk melemparnya ke belakang. Setelah hitungan ketiga, Lexa dan Leon pun melemparnya. Namun, karna lemparannya begitu kencang, buket bunga itu melewati kerumunan wanita itu dan malah diterima oleh Jerry. Semuanya terkejut dan termasuk Angel. Angel berteriak histeris. Dia lalu berlari ke arah Jerry dan memeluknya.
"Angel, ini untukmu. Aku juga akan segera menikahimu." ucap Jerry lalu memegang dagu Angel dan mencium bibir wanita kecilnya itu. Mereka semua melihatnya ikut hanyut dan tertawa bahagia.
"Cih, musang kecil betina, dia sangat agresif dengan saudara angkatmu, Lexa! Bikin malu saja! " decak Leon melihat tingkah adiknya yang sepertinya sangat mencintai Jerry.
"Kau musang besarnya!" Lexa menepuk kecil pipi suaminya dan masuk dalam pelukannnya. Leon pun mengecup puncak kepala Lexa.
...
Mereka semua lalu sudah berpindah ke tempat resepsi Lexa dan Leon di Pantai Dermaga, tempat di mana Leon mengajak Lexa berkencan meskipun mereka belum menjadi kekasih. Lexa dan Leon telah menyewa taman outdor berumput hijau di sisi pantai tersebut. Lexa benar benar yang mendekorasinya bersama Greta, Abby dan Angel. Semua dekorasi tampak putih. Bunga bunga berwarma putih tertata dengan sangat cantik dan indah. Semua pengunjung begitu menikmati resepsinya.
Lexa dan Leon telah duduk di pelaminan. Lexa sudah mengganti gaunnya dengan gaun yang lebih simple dan elegan. Leon terus bergelayutan dekat Lexa. Terkadang dia memandangi Lexa yang melihat pemandangan resepsinya. Sampai saatnya sang MC memberitahukan kalau ada acara dansa. Leon lalu beranjak dari duduknya dan dia berlutur di hadapan Lexa.
"Lexa, istriku, maukah kau berdansa denganku?" Tanya Leon menengadahkan tangannya pada Lexa. Lexa memegang dadanya terlebih dahulu merasa Leon begitu romantis. Dia lalu memberikan tangannya dan menuju ke tempat dansa. Di sana para pasangan telah berkumpul. Viena dan Dion pun ikut bersama yang lainnya yaitu Abby dan Ben, Jerry dan Angel, Egnor dan Claudia, Greta dan Revo, Marcel dan Pammy yang juga diundang oleh Leon meskipun dengan perdebatan dirinya dan Dion. Leon merasa tidak suka dengan Marcel namun Marcel juga merupakan saudara dari Revo. Ada juga Susan dan Delon, teman Lexa yang baru saja menjadi sepasang kekasih. Dan tak ketinggalan Renzy dan Paul. Mereka berdansa dengan iringan lagu My Heart Will Go On by Celine Dion karna mereka berdansa di pinggir pantai dengan angin semilir dan menjelang sunset. Mengingatkan dengan film Titanic dan semuanya menikmati berdansa dengan pasangan masing masing.
"Leon, terimakasih banyak!" Bisik Lexa di samping telinga Leon masih sambil berdansa.
"Untuk apa sayang?"
"Untuk semuanya. Kesabaranmu, kebesaran hatimu, kau yang tidak menyerah mendekati dan berteman dengan ku. Kau yang mencariku jika kita berjauhan dan atas air matamu. Terimakasih Leonku sayang. Kau sudah mau menjalani semua perjalanan ini bersamaku. Menerima aku apa adanya." Ucap Lexa terus memeluk Leon dalam dansanya dan mengecup bahu suaminya.
"Karna aku mencintaimu Lexa. Sejak awal aku sudah yakin akan keberadaanmu, namun memang aku hanya takut kejadian itu terulang lagi. Oleh sebab itu aku mempertahankanmu. Aku terus ingin berada di dekatku. Kau adalah duniaku. Terimakasih juga Lexa kau menerima semua kekonyolanku dan memperhatikan diriku. Sungguh tulus aku menjaga perasaan ini untukmu istriku!" Tutur Leon makin mengeratkan pelukannya.
"Kita hanya sedang menguji waktu Leon. Dan kini kita bersama. Waktu itu sudah kita lalui dengan banyak konflik, krikil dan tantangan. Kita hanyalah pasangan asisten Leon. Namun kita bertemu pada pekerjaan ini. Aku sungguh merasa Tuhan memang sudah memasangkan kita." Gumam Lexa.
"Ya Lexa, assistant love assistant, i love you my assistant, now, tomorrow and more and more!!" Balas Leon dengan nada yang begitu mesra.
Leon kini menghentikan gerak gerik dansa pelannya. Dia menatap Lexa. Memegang kedua pipi pengantinnya itu dan mencium bibir Lexa begitu menghayati, dalam sampai Lexa pun tak ingin melepaskannya diiringi terbenamnya matahari perlahan seperti ciuman mereka.
Semua pengunjung juga menikmati sunset sambil terbawa koramansaan pasangan asisten yang masih dalam kecupan bibir mereka.
...
"Lexa, kau mau membersihkan dirimu dulu?" Tanya Leon memegang bahu Lexa ketika mereka sudah di kamar Hotel Atkinson yang kebetulan berdiri di samping pantai tersebut. Di kamar tersebut juga sudah berhias kelopak bunga mawar putih dan peach bertaburan di setiap lantai dan tempat tidur.
Kamar yang di khususkan untuk malam pertama Lexa dan Leon. Jerry sengaja membookingnya sebagai salah sati hadiah untuk pernikahan saudara angkatnya. Kamar bergaya modern clasik dan memiliki jacuzzi elegan berbentuk kotak yang terdapat di balkon kamar tersebut. Kamar hotel tersebut memang cukup besar seperti kamar apartemen. Sangat cocok bagi pasangan yang hendak bulan madu atau malam pertama.
(Jacuzzi dikenal sebagai kolam air hangat. Silahkan searching di ugel elegante jacuzzi suite;)
"Ah iya Leon, aku akan mengganti pakaian lalu bergabung bersamamu di balkon. Kau hendak berendam kan?" Kata Lexa setengah menoleh melihat Leon.
"Ya, tapi bersamamu." Bisik Leon.
"Tunggulah, aku akan mengganti pakaian." Kata Lexa agak sedikit gugup. Ini malam pertamanya. Dia tidak boleh lagi menghindar.
"Ya, cepatlah." Leon sedikit menyeringai. Dia lalu menuju ke Jacuzzi dan membuka pakaiannya sehingga hanya meninggalkan pakaian dalam bawahnya.
Sementara Lexa menuju ke ruang ganti di kamar tersebut. Kamar ganti yang bergabung dengan kamar ganti terdapat sebuah lemari menyimpan beberapa pakaian yang sudah Lexa siapkan sebelumnya. Namun, ketika Lexa membukanya, di sana hanya ada sebuah gaun malam seperti ligerie berbentuk dress tanpa lapisan hanya berbahan lace ber-renda berwarna hitam.
__ADS_1
"Ini pasti salah! Aku yakin kemarin aku menaruh semua piyamaku disini!" Lexa mencoba meraih ligerie tersebut karna terdapat sebuah kertas di atas gantungannya. Lexa mengambilnya dan membacanya.
~haha! Rasakan! Sekarang gantian, aku yang menaruh ligerie ini di lemarimu! Aku sudah menyuruh Angel menukar semua bajumu dengan ligerie ini! Gunakan atau aku akan mengganti asisten ku dengan Abby! Viena.~
"Nyonya!!!!" Lexa menepuk dahinya. Dia benar benar lengah dan melupakannya. Dulu dia juga bersama Leon yang hanya menaruh sebuah gaun tidur tanpa lengan berbahan saten tipis berwarna putih dengan renda di bagian dadanya di dalam lemari nya ketika bosnya itu menikah. Kini Viena sudah puas membalaskan dendamnya.
Akhirnya Lexa terpaksa menggunakannya. Dia agak malu, akhirnya dia juga mengenakan jubah handuk menuju ke Leon. Dia meneguk ludahnya melihat punggung suaminya. Begitu bidang dan sangat berbentuk.
"Em, Leon?" Panggil Lexa duduk di pinggiran Jacuzzi.
"Lexa? Mengapa kau menggunakan jubah handuk itu?" Leon agak terkaget.
"Ah iya ini untuk menutupi pakaian yang kugunakan." Jawab Lexa polos.
"Pada akhirnya kau juga harus melepas pakaianmu untuk berendam bersamaku." Decak Leon terkekeh.
"Oh iya benar juga ya? Tapi aku benar benar malu Leon." Kata Lexa menunduk dengan wajahnya yang kian memerah.
Leon pun berdiri, dia membimbing Lexa untuk masuk ke dalam jacuzzi. Leon lalu membuka tali jubah handuk itu dengan perlahan. Lexa memegang tangan Leon. Dia benar benar gugup.
"Tenanglah Lexa, kita hanya berendam." Kata Leon lagi dan terbukalah tali jubah itu. Leon lalu membuka jubah Lexa dan terpampanglah pakaian apa yang istrinya itu gunakan. Leon tersenyum tipis dan membuka semua jubah handuk itu.
"Kemarilah!" Ajak Leon mengajak Lexa duduk di sampingnya di dalam jacuzzi.
"Bagaimana Lexa? Kau agak lebih rileks?" Tanya Leon menoleh kesamping yang mana kepala Lexa sudah bersandar dan memejamkan matanya. Leon tersenyum dan menatap Lexa. Lexa begitu cantik. Dia lalu mengelus pipi Lexa sehingga Lexa membuka matanya. Dia juga menatap Leon. Leon lalu mencium bibir Lexa dan Lexa membalasnya dengan memegang sisi lengan Leon. Leon lalu melepaskannya sesaat.
"Lexa, kau cantik sekali!" Kata Leon dan Leon sudah tak kuasa. Dia menarik tubuh Lexa agar berada di atasnya. Di dalam jacuzzi tersebut, Lexa berada di pangkuan Leon saling bertatapan. Leon mendekatkan tubuh Lexa. Lexa agak menahannya dengan memegang dada Leon.
"Ada apa Lexa? Kau takut?" Tanya Leon kemudian. Lexa menggeleng namun menunduk. Dalam hatinya sangat bergejolak. Ini benar benar pertama kali untuknya. Leon lalu meraih dagu Lexa dan menatapnya syahdu.
"Tidak! Aku mau Leon." Kata Lexa menunduk tersipu malu. Leon tersenyum. Dia kembali mendongakan kepala Lexa dan mencium bibirnya. Terus berciuman dan bibir Leon turun ke leher Lexa. Ia kecupi dengan tangannya terus memegang pinggang Lexa. Lexa telah memejamkan matanya merasakan kecupan serta sentuhan lidah Leon pada lehernya. Leon lalu membenamkan wajahnya di antar kedua buah dada Lexa. Leon sedikit mendesah. Tangannya pun tak tinggal diam kini juga menggerayangi dua bulatan kenyal milik istrinya itu. Lexa benar benar menikmati. Dia tidak tahu kalau rasanya seperti ini.
"Ah, Leon!!" Lexa memanggil nama suaminya.
"Panggil saja Lexa jika kau merasa nikmat!" Saut Leon. Dan Leon sudah tak kuasa. Dia menggendong Lexa. Lexa pun mengalungkan tangannya ke leher Leon.
"Leon, kita baru saja berendam." Guman Lexa ketika Leon berdiri.
"Aku sudah sejak tadi, kita lanjutkan di dalam!"
Leon pun menggendong Lexa memasuki kamar. Dia membaringkan tubuh Lexa di atas tempat tidur mereka. Leon dengan segera menyerang Lexa. Mencium bibirnya dengan lembut. Mencengkram bongkahan kenyal Lexa dengan lembut dan akhirnya Leon menyibakan legarie yang Lexa kenakan.
Leon meneguk ludahnya.
"Aku sudah tahu kalau tubuhmu begitu indah, Lexa!!" Ucap Leon lalu kembali memainkan lidah dan bibirnya serta tangannya menjamah semua milik Lexa. Dia pun mengusap lembut inti keindahan Lexa yang benar benar dijaga dengan sangat rapi. Leon melakukan dengan sedikit penekanan dan Lexa merasa ini sangat nikmat baginya dan sampailah Lexa pada puncaknya hanya karna tangan Leon.
"Leon, ini benar benar.."
"Sssttt, ini belum seberapa. Kau akan merasakan jauh lebih menyenangkan sayang." Leon menyeringai namun Lexa merasa suaminya sangat tampan.
Leon lalu membuka lebar kedua kaki Lexa. Dia sudah membuka semua yang menutupi tubuhnya. Terlebih dulu dia mengarahkan tangan Lexa untuk memegang keperkasaannya itu.
"Leon, ini? Akan membuatku bahagia?" Tanya Lexa tersipu.
"Ya, kita akan memiliki seperti Dior?" Gumam Leon ikut tersenyum.
__ADS_1
Lexa tersenyum dan sangat malu. Lexa pun kembali merebahkan dirinya. Leon mengarahkan kepemilikannya.
"Ini mungkin akan sedikit sakit Lexa, namun bertahanlah, tidak akan lama." Kata Leon. Lexa sudah memejamkan matanya juga memegang lengan Leon yang menahan tubuhnya.
Dengan sedikit penekanan Leon memasukan apa yang sudah ia nantikan.
"Argh Lexa, sangat sangat sulit!" Kata Leon mendongakan kepalanya dan memejamkan matanya menikmati apa yang selama ini dia inginkan dari Lexa.
"Leon! Sakit sekali!!!"
"Sabar sayang!" Dan akhirnya Leon memajumundurkan tubuhnya secara perlahan. Keluarlah tanda kesucian Lexa selama ini menghiasi seprei putih itu. Lexa sudah memejamkan matanya dan satu tangannya mencengkram seprei. Leon melihat wajah Lexa yang sedikit tersiksa. Dia akhirnya hendak mengeluarkannya namun dia terkejut kalau ternyata Lexa menahan tangannya.
"Lanjutkan musang! Mengapa kau jadi lemah hanya karna melihat kesakitanku?! Ini, ini cukup nikmaat Leon!"
Leon benar benar terkejut mendengar kata kata Lexa sehingga ia menjadi bersemangat. Leon lalu melakukan aksinya dengan cukup penekanan sehingga Lexa berkali kali mengeluarkan suara yang sangat Leon inginkan. Tak ayal Lexa mencengkram bahu Leon. Leon pun mengimbangi dengan mengecup bibir istrinya dan meninggalkan tanda cinta disekujur bawah leher Lexa. Leon sungguh menikmati semua yang dimiliki istrinya sampai terkadang mencengkram keras lengan Lexa. Lexa sungguh menggemaskan hati dan birahinya.
Dan sampailah mereka terpuaskan. Leon menghujam kencang ketika dia akan mengeluarkan puncak kenikmatannya dengan desahan yang juga begitu berarti bagi telinga Lexa. Leon benar benar puas. Dia menindih Lexa yang telah lunglai sambil tetap memainkan bulatan kenyal Lexa yang sungguh ranum. Tidak lupa ia sedikit melahapnya sebelum Leon membaringkan dirinya di samping Lexa.
Leon memeluk Lexa yang masih dengan napas tersenggal.
"Terimakasih Lexa, maafkan aku jika membuatmu tersiksa." Ucap Leon. Lexa lalu menoleh ke arah Leon.
"Tidak apa Leon! Aku senang. Kau sungguh tau caranya selalu membuatku tersenyum." Lexa mengelus pipi Leon lalu dia memejamkan matanya. Lexa begitu lelah. Leon pun ikut tertidur.
Tengah malamnya Leon terbangun. Dia melihat tubuh Lexa yang begitu mulus dan seksi karna pencahayaan kamar yang remang remang. Leon merasa masih ingin melakukannya lagi. Dia pun mencoba membangunkan Lexa namun Lexa tidak terbangun dan terpaksa Leon melakukannya dengan membelakangi Lexa yang tertidur miring. Ketika Leon melakukannya lagi, Lexa terbangun dan malah mendesah mengikuti apa yang suaminya inginkan. Sepertinya Lexa mulai menyukainya dan juga ingin terus melakukan kegiatan ini dengan suaminya itu.
...
...
...
...
...
Oke fine! Entahlah, rasakan sendiri 😝😝
akhirnya booo 😍😍
.
Masih ada cerita terakhir di bagian pertama ini ya 😍😍
.
Biasa ya hehe jangan lupa LIKE dan KOMEN untuk kisah perjalanan cinta LeLe 😁😁
Kasih RATE dan VOTE di depan profile novel
Kasih TIP juga boleh monggo 😇😇
.
Oke thanks for read and i love you 💕💕
__ADS_1
Mohon maaf jika ada kesalahan pengetikan typo karna sejatinya kesempurnaan hanya milik Tuhan 😊😊