Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 39


__ADS_3

Leon sudah mengancingi lagi kemeja yang sudah beberapa terlepas kancingnya.


Dia hendak keluar dari mobil dan kembali memarahi sang petugas keamanan itu, tapi Lexa langsung menahannya.


"Jangan bertindak seenaknya! Diam kau di sini!" Kata Lexa menarik tangan Leon agar tetap diam di dalam mobil.


"Mohon maaf Tuan, kami akan segera melajukan mobil ini, kami sudah menikah Tuan, anda tenang saja." kata Lexa memiringkan sedikit kepalanya dan tersenyum pada sang petugas keamanan itu.


"Baiklah, silahkan lanjutkan perjalanan anda Tuan, Nyonya!" Sang petugas keamanan lalu lintas itu memberikan hormat lagi dan Lexa segera melajukan mobilnya.


Lexa tertawa terbahak bahak karna kejadian ini. Dia tidak menyangka akan terbawa suasana dan menanggapi suaminya. Sementara Leon malah mendengus menekuk wajahnya sebal. Seluruh tubuhnya sudah menegang termasuk bagian bawahnya. Dia sudah ingin melakukannya. Ini akan menjadi cepat jika dilakukan di tempat tempat yang ia rasa cukup ekstrem karna dia pun belum pernah melakukannya dengan Lexa.


"Lexa, kau harus membayar semua ini!" decak kesal Leon karna kejadian tadi.


"Membayar apa?" selidik Lexa menoleh kearah Leon.


"Kau sudah membuatku menegang!" Leon memperhatikan istrinya yang menyetir mobilnya.


"Lagian kau ini, kita bisa melakukannya di rumah, tapi kau malah menciumku!"


"Dan kau menikmatinya kan?!


Lexa mengangguk angguk tersenyum. Dia tak habis pikir akan mengalami kejadian seperti ini. Padahal tadi Lexa juga sudah memastikan kalau jalan tampak sepi dan lenggang jadi dia sengaja meminggirkan mobilnya. Lexa terus menjalankan mobilnya sampai pada apartemen mereka. Lexa menuju ke basement parkir apartemen untuk memarkirkan mobilnya.


Ketika mobil sudah berhenti, Leon masih mengusap usap pelipisnya seperti gelisah. Lexa menoleh sebentar dan malah mengelus pelipis Leon.


"Kau kenapa? Petugas keamanan itu tidak akan mengenali kita." kata Lexa yang merasa Leon gelisah karna petugas keamanan tadi.


"Bukan!"


"Lalu?"


"Cepat puaskan aku di sini Lexa!" Kata Leon meraih kepala belakang Lexa dan menundukannya ke arah kepemilikan Leon.


"Kau gila ya? Kenapa tidak di apartemen saja?" Lexa mencoba menahan kepalanya dan menghempaskan tangan Leon.


"Sekarang saja, aku sudah sangat tegang Lexa!" Leon lagi lagi mengarahkan kepala Lexa ke dekat tungkai pahanya.


"Tidak! Ayo di atas atau tidak usah sama sekali! Musang mesum!" Decak Lexa kembali menghempaskan tangan Leon dan keluar dari mobilnya.


"LEXXAAAA!!! ini semua karna petugas keamanan itu, dia belum tahu siapaku!" Teriak Leon dan berdecih. Dia pun juga menuruni mobil dan menyusul Lexa.


Di dalam lift Leon sudah merangkul pinggang Lexa sambil mengecupi lehernya. Ketika sudah sampai di lantai kamar apartemen mereka, Leon sudah meraih raih kepala Lexa untuk mencium bibirnya. Sesekali Lexa menanggapi dan juga meraup bibir tipis Leon. Sampai mereka sudah berada di depan pintu apartemen mereka, Leon menghadapkan Lexa di depan tubuhnya.


"Kau harus bertanggung jawab karna sudah membangunkan seekor musang." Kata Leon dan kembali menerkam bibir merah istrinya. Tak lama Lexa menarik diri karna harus membuka pintu apartemen. Namun Leon terlalu berhasrat dan terus mengecupi leher belakang Lexa.


"Kenapa kau sangat agresif Leon? ahh.." tanya Lexa sedikit mendesah.


"Karna kau sungguh membius ku Lexa!" Kata Leon lagi mulai mendorong Lexa masuk ke dalam apartemen mereka.


Dengan sangat cepat Leon kembali membalikan tubuh istrinya itu. Dia mengecupi leher Lexa turun ke bawah dan melepas blouse yang Lexa kenakan. Dia segera meraih dua gundukan kenyal Lexa, mencengkramnya dengan lembut namun cukup bergairah dan membenamkan wajahnya di depan benda kenyal itu. Lexa pun meremass lembut rambut belakang Leon dan mengeluarkan suara suara yang membuat suaminya itu makin bersemangat.


Setelah puas merasakan sensasi dua gunung bertuan itu, Leon menghempaskan tubuh Lexa ke sofa ruang tengah mereka. Dia melepas kemejanya dengan cepat dan menanggalkan celana Lexa juga celana panjangnya. Permainan pun dimulai. Lexa sudah mencengkram sampai mencakar seluruh bahu, pundak dan punggung Lexa karna Leon menghentak tubuhnya dengan sangat cepat dan bernafsu. Lexa dapat merasakannya namun dia pun menikmati permainan ini. Sesekali Leon menarik diri dan melepaskan kepemilikannya untuk dimainkan Lexa lalu kembali disatukan lagi ke dalam tubuh istrinya itu.


Sampai akhirnya ada sesuatu yang Lexa anehkan dari Leon, ketika mereka sudah mencapai puncaknya dan Leon sudah mengerang, Leon malah melepas kepemilikannya dan mengalirkan lelehan gairahnya di atas dada Lexa. Karna Lexa juga mencapai nikmatnya, dia belum menanyakannya karna Leon pun segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Lexa masih mengatur napasnya. Setelah sudah agak tenang, dia bangkit dan meraih pakaiannya juga pakaian suaminya yang betebaran di lantai. Dia pun mengenakan jubah handuknya dan menuju ke kamarnya. Dia menunggu Leon selesai sambil terus menerka maksud dari Leon yang tidak membenamkan cairan cintanya di tubuhnya.


"Aku sudah selesai, kenapa kau tidak bergabung Lexa?" tanya Leon keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Mengapa kau membuangnya di luar Leon?" Lexa malah kembali bertanya dan mempermasalahkan pemikirannya tadi.


"Ku rasa seperti di film film Lexa, cukup menggairahkan, hehe!" Leon seperti berdalih dan terkekeh.

__ADS_1


"Kau jangan macam macam ya? Aku masih mau hamil!" Lexa memperingatkan Leon sambil menunjuk nunjuknya dan menuju ke kamar mandi.


Leon menaikan bahunya tidak peduli dan menjulurkan lidahnya pada istrinya itu. Faktanya, Leon memang sedang dalam penundaan terlebih dahulu.


...


Keesokannya Lexa dan Leon telah bersepakat akan berkata tegas pada kedua atasannya kalau mereka tidak akan ke Honolulu dalam waktu dekat ini. Mereka sedang mengantisipasi dan meskipun diberikan tiket gratis serta akomodasi bulan madu, mereka tidak mau karna tidak mau menyalakan api.


"Lexa, jangan lupa, kau jangan takut pada nyonya mu dan katakan dengan tegas kalau kau tidak mau berurusan dengan Nyonya Bella atau dia akan kembali mengusik hidupku!" Leon mengingatkan.


"Kau juga! Bicara dengan benar dan tetap sopan pada Tuan Dion! Jangan terus bergurau dan menggodanya!" Lexa kembali mengingatkan.


"Beliau menjadi sangat lucu jika kuberikan gurauan Lexa, hahaha!" Leon tertawa kecil mengingat wajah keras Dion jika termakan gurauan nya.


"Leon!!! Aku serius! Jangan sampai aku yang berhasil sehingga tidak pergi dan kau yang DIHARUSKAN PERGI, jangan macam macam ingaaatt!!!" Lexa kembali menunjuk nunjuk Leon dengan tegas.


"Iya Lexa, kau bawel sekali, jangan sampai kau kuhabisi di sini lagi! sudah sana turun!" balas Leon sambil menepuk kecil sisi setoran mobilnya.


"Hem! Percuma kalau melakukan tapi dibuang di luar!" Balas Lexa acuh dan turun dari mobil. Leon terbengong mendengar penuturan istrinya yang pasti menyindirnya. Dia menghela napas. Sejatinya dia juga ingin namun mengapa dia merasa semua ini sungguh harus menderita. Seperti ada harga dari sebuah kebahagiaan.


"Maafkan aku Lexa, tapi aku akan berusaha membuatmu bahagia!" Gumam Leon dan dia menjalankan mobilnya menuju ke kantor hotel nya.


...


Mungkin memang sudah suratan takdir atau rencana Tuhan kalau Lexa dan Leon tidak usah ke Honolulu terlebih dulu.


Lexa menemukan nyonya nya menangis di ruangannya namun ketika Viena mengetahui Lexa masuk, Viena terkejut dan harus menutup panggilan.


"Nanti ku hubungi lagi kak!" Kata Viena dan menghapus air matanya.


"Ada apa Nyonya? Mengapa kau menangis?" tanya Lexa mengernyitkan dahinya. dia yakin pasti ada sesuatu.


"Tidak ada apa apa. Aku harus berbicara padamu Lexa!" kata Viena berusaha menghapus semua sisa sisa air matanya.


"Aku harus ke Honolulu mungkin untuk beberapa Minggu ini. Aku akan membawa Dior dan mertua ku kesana. Aku juga akan pergi bersama suamiku." kata Viena menautkan kedua tangannya.


"Ada apa Nyonya?" Lexa masih terus bertanya.


"Nanti kau akan tahu, untuk sementara aku belum bisa memberitahumu karna kabarnya masih simpang siur. Untuk masalah iklan, serahkan saja padaku dan Solane. Aku sudah paham dengan konsepmu." tambah Viena yang mana Lexa merasa, nyonya nya sedang menyembunyikan sesuatu.


"Apa ini berhubungan dengan keluargamu Nyonya." Lexa mencoba menerka.


Viena mengangguk.


"Baiklah, semoga semua nya baik baik saja Nyonya dan titip salam ku untuk mom and dad angkat ku." kata Lexa lagi dan entah mengapa pikirannya terpusat pada Egnor dan Claudia, ayah dan ibu angkatnya.


"Kau doakan saja mereka, agar semua baik baik saja." pesan Viena menghapus air mata yang hendak kembali terjatuh.


"Iya Nyonya."


"Jadi Lexa, aku kembali menyerahkan semua wewenang ini padamu. Urus iklan yang sudah disepakati dengan Tuan Revo. Temui juga Greta dan katakan padanya aku ada di Honolulu. Pokoknya kau yang mengatur bersama Abby dan Susan agar semuanya lancar. Mungkin selama dua Minggu atau paling lama satu bulan. Namun semoga semuanya selesai dengan cepat. Kabari aku jika ada sesuatu yang sangat mendesak dan tidak bisa kau atasi, kau mengerti kan?!" kata Viena sudah mendongakan kembali kepalanya.


"Mengerti Nyonya. Hem, mengapa aku sangat merasa sedih dengan kepergianmu Nyonya?" gumam Lexa menundukan kepalanya.


"Jangan berpikir macam macam. Kau bekerja dengan benar dan aku akan mengabarimu. Oke? Sekarang aku harus mempersiapkan apa saja yang dibutuhkan Dior selama di sana! Aku pergi Lexa!" Kata Viena lagi beranjak dari duduknya. Dia mengambil tas nya dan pergi meninggalkan ruangannya dan Lexa.


"Hati hati Nyonya!"


Lexa menghela napas. Entah mengapa ada suatu masalah besar yang sedang dialami ayah dan ibu angkatnya. Dia hanya bisa berdoa dan mengurus perusahaan iklan nyonya nya ini untuk sementara waktu. Di sisi lain dia senang, namun di sisi lain dia ingin menangis .


...

__ADS_1


Begitu juga dengan Leon. Baru saja dia duduk di meja kerjanya dan menyalakan komputernya, Dion juga datang tak lama dia datang.


"Segera pesankan tiket pesawat private class ke Honolulu besok, Leon!" Perintah Dion sambil memasuki ruang kerjanya.


Seperti bintang jatuh yang mengajukan permintaan lalu segera di kabulkan. Leon langsung menerka kalau tuannya ke Honolulu, dia pasti yang akan tinggal. Tapi Leon masih harus memastikannya.


"Ada apa Tuan? Kenapa ke Honolulu mendadak sekali? Bukankah Nyonya Viena belum menugaskan Lexa?? Atau hanya kau saja yang pergi?" Leon memberikan serentetan pertanyaan untuk memastikan .


"Pesan kan 4 tiket pesawat. Aku, Viena, ibuku dan Dior! jangan lupa yang private class, Leon!" jawab Dion mewakili semua jawaban Leon yang membuatnya tambah pening.


"Jadi bukan aku dan Lexa?" Leon kembali memastikan dengan sudah duduk di hadapan tuannya.


"Bukan. Kau di sini saja, jaga hotel ini! Aku memberikan semua kuasa dan wewenangku untuk sementara ini. Paling cepat dua minggu Leon!" jawab Dion.


"Memang ada apa Tuan? Sepertinya masalah yang sangat genting?" kini Leon bertanya mengenai alasan Tuan nya harus ke Honolulu sementara usaha hotel mereka tidak ada masalah.


"Ini tentang keluarga Viena. Nanti kukabari karna masih belum jelas kabarnya."


"Apakah kondisi Tuan Besar Jovanca memburuk, Tuan?"


"Itu salah satunya. Viena hendak mengunjungi ayahnya dan kurasa aku juga harus ikut untuk menghormati mertua ku."


"Ah, kau benar sekali Tuan. Baiklah, aku akan mencari tiket mu dulu."


Dion mengangguk dan mengusap dahinya kasar. Leon menyadari kalau tuan nya sedang berusaha menjadi suami, ayah dan menantu yang baik. Hem, tak salah Leon begitu memuja tuan nya itu meskipun terkadang tingkahnya tak sejalur namun Tuan nya sudah merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.


...


...


...


...


...


nah nah kesampean deh Leon Lexa .. jangan berulah ya 😁😁


.


next part 40


masih ada keseruan Lexa dan Leon


dan, apakabar dengan Atkinson Family?


bagaimana kandungan Angel?


.


aduh maaf kalo episode ini dikit ya aku LG ga enak body 😂😂


semoga besok aku up lagi yaa 😍😍


oiya kalo ada yg nanya masalah keluarga Viena nanti dibahas di lapak kakak nya yaa jadi jangan berharap vii ceritain disini karna nanti aku diomelin sama babang Leon, nanti aku ga dikasih kecups wkwkwkw 😂😂


.


Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟🌟🌟🌟🌟


Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍

__ADS_1


.


Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕


__ADS_2