Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 49. Slow but Sure!


__ADS_3

Bagai srigala berbulu domba, hanya melihat dari luarnnya ternyata menyimpan sejuta keburukan yang hendak dilakukan. Ansel dan Casey melakukannya dengan sangat apik tapi apapun yang diawali dengan kelicikan dan kejahatan tidak akan berakhir bahagia. Carolyn sudang mengatahui siapa Ansel yang sebenarnya, lalu bagaimana Xelino membuka kelicikan Casey?


...


Carolyn masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat di layar komputernya. Semua terpampang jelas mengenai keluarga Gellarmo yang sudah mengalami kebangkrutan. Ansel hanya memiliki tabungan dari beberapa asetnya yang dibantu oleh keluarga Erina. Walau keluarga Erina terkena imbasnya, Erina dan kedua orang tuanya sudah aman di Japanis. Dia juga sudah memberi pesan pada Xelino meminta maaf karena melakukan kejahatan pada Carolyn. Erina sudah mengatakan kalau semua ini karena Ansel yang menyuruhnya. Ansel pun kini masih dalam pencarian. Dia melarikan diri tapi Lucas mengatakan pada Casey tidak ada tanda tanda Ansel kembali ke Nederland.


Gilbert juga sedikit terkejut tapi tidak sampai berlebihan. Dia hanya kecewa dengan adiknya yang terlalu percaya dengan fisik luar Ansel yang memang tampak seperti Aciel dan cukup bermartabat. Kini Gilbert malah mencemaskan keadaan adiknya. Entah dia sudah melihatnya atau belum.


"Xelino, instingmu memang tidak diragukan lagi," puji Carolyn yang kini mulai terbuka dengan Xelino.


"Untung saja kau juga melarikan diri dari tunangan kemarin. Kalau tidak, dia akan menuntut macam macam pada daddymu," gumam Xelino.


"Kau benar Xelino. Aku memang tidak menyukainya. Bagiku, menyukainya malah menjadi bumerang yang akan membuatku terkurung dalam masa laluku. Oleh sebab itu aku berusaha untuk tidak memberikan perasaanku padanya," kata Carolyn menundukan kepalanya seketika.


"Oh, jadi begitu, bukankah dia juga membuat rumah impian seperti rumah impianmu dan mantanmu?" selidik Xelino semakin ingin mengetahui isi hati Xelino.


"Hal itu malah membuatku tidak memiliki tantangan. Karena dia selalu setuju dan aku sudah mengetahui di mana kekurangannya Xelino. Jadi apa menurutmu itu sesuatu yang bisa kubanggakan ketika dia tersenyum nmenyetujui pekerjaanku? Aku malah menjadi tidak suka dengan senyumnya yang agak terpaksa," saut Carolyn menoleh dan menatap Xelino.


"Aku mengerti! Jadi, kau sudah mengerti maksud Daddy mu agar kau bekerja kan?" kata Xelino mengingatkan tujuan Gilbert menyuruh Carolyn bekerja lebih dulu.


"Mengerti Xelino. Sekarang aku akan berusaha mencari jati diriku dalam pekerjaan dan kemandirian ku," balas Carolyn tersenyum lebar.


"Dengan begini, baru kau dinamakan Putri kebanggan keluarga Delinsky," puji Xelino mencubit pelan hidung mancung Carolyn.


"Cih, terimakasih Xelino,"


Xelino hanya mengangguk tersenyum dan mengelus puncak kepala Carolyn. Entah mengapa Carolyn merasa seperti ini saja mereka sudah seperti menjalin hubungan. Carolyn akan menunggu Xelino menyatakan cinta padanya. Tidak peduli kapanpun itu asal dekat seperti ini saja, dia sudah senang dan merasa cintanya terbalaskan .


...


Keesokan harinya Gilbert dan keluarganya mendengar kabar kalau Rietha di rawat di rumah sakit setelah di temukan asisten rumah tangganya tergeletak tak sadarkan diri di kamarnya. Asisten rumah tangganya curiga mengapa Rietha sampai makan malam tidak keluar dari kamarnya. Sang asisten langsung memanggil ambulans dan membawa wanita itu ke rumah sakit.


Jennifer sontak sangat panik tapi juga merasa ini ada hubungannya dengan kabar berita Ansel yang sangat ia percayai itu. Jennifer sudah bersiap akan ke rumah sakit sementara Gilbert masih menyantap sarapannya.


"Casey, kau lihat perusahaan. Ada beberapa pertemuan penting terhadap pemilik perusahaan sayur dan buah. Xelino yang akan memimpin. Kau hanya mengawasinya saja. Aku harus ke rumah sakit dengan mommy," perintah Gilbert pada Casey.


"Ya dad," saut Casey tersenyum tipis. Dengan begini dia bisa mencari tahu siapa Xelino sebenarnya. Dengan domain yang dimiliki ayahnya, dia pasti bisa membuka silsilah keluarga para petinggi perusahaan di berbagai bisnis dan industri.


"Dan kau Carolyn! Sebaiknya kau kembali dulu ke Venta Property memantau keadaan perusahaan bibimu itu. Aku yakin dia tidak akan bisa bekerja untuk beberapa hari!" perintah Gilbert kini pada anak keduanya.


"Tapi aku ingin menengoknya dad, aku juga ingin meminta maaf karena kemarin membentaknya," saut Carolyn.


"Oh benarkah? Kau mau meminta maaf pada adikku yang keras kepala dan sok tahu itu?" tanya Gilbert sedikit terperangah. Carolyn mengetahui kesalahannya walau tidak sepenuhnya.


"Yes dad, biar bagaimana pun dia hanya ingin yang terbaik bagiku," gumam Carolyn menundukan kepalanya.


"Anak kita benar benar luar biasa, Gilb," gumam Jennifer mengelus pundak Carolyn. Casey memutar bola matanya malas dan melanjutkan makannya.


Gilbert tersenyum dan Carolyn memancarkan wajah khawatir dengan kondisi bibinya.


...

__ADS_1


"Xelino, mengapa kau membiarkan dir melarikan diri? Seharusnya dia ditangkap dan diadili di Nederland!" decak James yang mendengar Xelino tidak menuntutnya.


"Semua orang membutuhkan kesempatan, lagipula di belum sempat merugikan Tuan Gilbert. Kalau dia kembali membuat masalah, disitulah aku akan mengadilinya!" saut Xelino menaikan alisnya.


"Memang sih. Untung saja ketahuan sebelum dia menguras habis harta Tuan Gilbert. Daripada untuk mereka, lebih baik untuk modal kita membuat satu perusahaan lagi, aku dan kau yang memimpin, bagaimana? Keren kan?" gumam James berandai andai.


"Keren kepalamu! Yang ada kau memperbudak ku, sampai sekarang mengapa kau terus menjabat sebagai manager?" saut Xelino meledek.


"Bagian yang ku inginkan, kau yang menguasai,"


"Kau tidak iri padaku, James?"


"For what? Aku masih orang baik Xelino. Aku akui kau memang hebat. Pantas saja kau sangat dipercaya oleh Tuan Gilbert," jawab James yang juga mengakui kehebatan Xelino sejak pertama bertemu.


"Haha, thanks James. Kau tenang saja, kalau aku sudah bisa membuat perusahaanku sendiri, kau yang akan menjadi wakil direkturnya," ucap Xelino ikut berandai andai.


"Ahhh itu yang kuharapkan, dengan begitu Grizel tidak akan meragukan ku lagi," balas James membawa bawa na Grizel.


Seketika Xelino memicingkan matanya. Sudah lama dia tidak bertemu si beruang kecil itu.


"Grizel? Jadi kau benar mendekatinya?" selidik Xelino menerka.


James mengangguk sedikit sedih.


"Ada apa denganmu? Kau sudah menyatakan cinta?" tanya Xelino penasaran.


James mengangguk lagi frustasi.


"Kupikir dia juga menyukaiku, tapi ..."


"Tapi apa? Jangan bilang dia menyukaiku!" celetuk Xelino bercanda.


"Mana ada! Kalau iya, aku akan menghabisimu!" decak James menatap Xelino sedikit geram.


"Jadi?"


"Dia mau laki laki yang mapan dan bisa bertanggung jawab padanya sampai ke jenjang pernikahan. Dia tidak mau main main dalam berhubungan Xelino," kata James memberitahu sesuai yang dikatakan Grizel padanya.


"Hem, aku tidak yakin kalau aku yang menyatakan cinta padanya," Xelino masih bergurau hendak menghibur James.


"Sial kau!"


"Haha, aku hanya bercanda. Yah begitulah wanita tidak begitu mengetahui perasaan kita. Oleh sebab itu aku tidak mau terlalu percaya diri. Satu kali aku menyukai seorang gadis tapi aku tidak mau menyatakannya. Ternyata dia tidak menyukai ku, lagi pula ayah dan ibuku sudah memberiku peringatan karena ayah dan ibuku hanya asisten orang tuanya. Dan sekarang aku merasakan lagi, James. Kurasa aku harus butuh persiapan. Begitu juga denganmu James. Kau belum terlambat. Kau masih bisa mengambil hati Grizel. Buktikan saja sekarang kalau kau akan selalu ada untuknya. Aku yakin , lambat laun dia akan menyukaimu. Aku juga akan membantumu, kah tenang saja. Grizel wanita yang baik," kata Xelino merangkul punggung sahabatnya itu.


"Ya, kau benar Xelino. Aku memang terlalu percaya diri. Lila juga mengatakan itu, Grizel memang hanya kelihatannya saja seperti wanita yang mudah untuk mencintai tapi karena dia merantau di kota, dia harus menjaga diri juga memikirkan baik dan buruknya salah bertahan hidup. Dia tidak mau terlampau sedih jika misalnya kita bertengkar. Jadi, kurasa aku akan mengikuti arahanmu, cukup menjadi temannya saja kan?" saut James setuju dengan kata kata Xelino.


Xelino mengangguk tersenyum.


"Benar, menjadi temannya, menjadi orang yang selalu ada jika dia membutuhkan bantuan dan menjadi semangat di setiap kesulitan yang ia hadapi!" tambah Xelino dengan sangat indah.


"Kau memang pujangga cinta yang kesasar menjadi direktur Xel!"

__ADS_1


"Kurang ajar kau! Baiklah aku ingin membuat segelas kopi, kau mau tidak?" Kata Xelino menawarkan pada James. Walau Xelino sudah memiliki ruangan sendiri, dia tetap saja bekerja di meja kerja lamanya bersama James.


"Boleh lah, low sugar!"


"Banyak gaya!"


"Diet!"


Xelino berdecih dan menuju ke pantry. Xelino memiliki cita rasa sendiri dalam meracik kopi jadi dia tidak menyuruh pesuruh yang membuatnya. Kecuali teh atau minuman lainnya, dia tidak masalah.


Xelino pun berjalan ke pantry. Kebetulan pantry siang itu tidak ada siapa siapa. Xelino membuka rak khusus penyimpanan kopi dan susu. Dia mengambil satu saset kopi hitam dan sekotak susu cair berukuran kecil. Dia meraih cangkir berukuran medium dan menyeduh satu saset kopi tersebut dengan setengah cangkir air panas dan menambahkan satu sendok teh gula low sugar dan menambahkan susu cair tersebut. Dia membuat dua cangkir satu untuk James.


"Ehem," tiba tiba seseorang datang dan berdehem.


Xelino setengah menoleh dan melihat Casey yang berada di daun pintu pantry tersebut. Xelino menarik napas singkat dan kembali mengaduk kopi James lalu berbalik setelahnya.


"Selamat siang Nona Casey, ada yang bisa kubantu?" ujar Xelino memberi salam basa basi.


"Heng, kau tidak perlu memanggilku nona, seharusnya aku yang memanggilmu Tuan Muda Xelino Janson kan?" decak Casey menyindir.


Deg!


Ulah apa lagi yang hendak Casey lakukan padanya? Walau Xelino sedang menyamar tapi ketika nama keluarganya terdengar dia memang bertanggung jawab menyandang nama itu.


"Apa maksudmu, nona? Aku tidak mengerti. Sudah kukatakan nama ku Xelino Juan, bukan Xelino Janson. Terlalu bagus," gumam Xelino.


"Oh, kalau begitu mungkin artikel ini bisa menjelaskan lebih rinci?" Kata Casey lagi menyerahkan selembar artikel yang terdapat foto Xelino, Leon dan Dion.


Di sana memang dijelaskan : Dion Prime (tengah) datang bersama asisten pribadinya, Danteleon Janson (kanan) yang merupakan pemilik Janson Group juga bersama anaknya Marxelino Janson (kiri).


Xelino membelalakan matanya. Ini berita sekitar dua tahun yang lalu. Ketika Dion meminta Xelino memandu beberapa tempat dan desa desa penting di Springfield. Untung saja Xelino mengenakan kacamata hitam jadi mungkin dia akan berkelit.


"Haha, nona! Dia memang mirip sekali denganku, aku jadi tersanjung melihat orang ini. Andai saja aku benar menjadi Marxelino, sementara namaku Xelino. Kau ini bisa membaca kan, nona?" ujar Xelino tetap tenang.


"Heng, kau memang pintar berkelit Xelino sementara di profil kerjamu, kau bernama Marxelino Alexio J. Kau bisa membohongi mom and dad lalu Carolyn, tapi kau tidak bisa membohongiku, sir!" balas Casey dengan wajah yang sangat mengesalkan.


Xelino terjebak. Sebenarnya tidak masalah identitas nya di ketahui, masalahnya dia hanya takut Carolyn kecewa dan marah padanya. Dia ingin dia yang memberitahu atau Carolyn mengetahuinya sendiri.


"Kau terdiam kan? Apa yang kau inginkan? Mengapa kau menipu kami?" selidik Casey ketus.


"Aku tidak memiliki tujuan apapun. Aku tidak sepertimu Nona. Seharusnya pertanyaan ini yang kutanyakan padamu! Apa yang kau inginkan dari keluarga yang sudah merawatmu?" Balas Xelino yang sudah seharusnya memberi peringatan pada Casey.


Xelino merogoh ponselnya di dalam saku celana dan menunjukan sebuah video pada Casey.


"Lihat ini! Kau salah menantang orang, nona!" Kata Xelino dengan berdecih.


...


lanjut di bawah ya


tetap LIKE dan KOMEN part ini ya 😁

__ADS_1


thanks for read and i love you


__ADS_2