Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LELE PART 56: Special Angel & Jerry


__ADS_3

Ketika jalah hidup semakin gelap, kenyataan nya hanya orang yang kita cinta saja yang mampu membuatnya terang. Ketika jalan hidup semakin dingin dan hilang arah, di saat itulah orang yang paling terdekat yang akan membuatnya terasa hangat. Angel pulih hanya dengan sekedar kata kata yang terucap dari mulut suaminya. Tidak terlalu banyak tetapi itu merupakan janji mereka berdua untuk memberikan kehidupan luar biasa bagi anak mereka yang kekurangan.


Begitu juga dengan Rico yang berusaha menjadi jalan lurus bagi kehidupan Solane dan anaknya. Solane mungkin menangkapnya hanya sebuah kesenangan cinta semata namun kenyataannya dia sangat menikmati kehadiran Rico di setiap hela napasnya.


Akankah mereka bahagia selamanya?


...


Akhirnya, hari itu tiba, selang tiga hari kemudian. Lexa duduk di samping Angel. Nyatanya Lexa dan Leon masih di Springfield. Leon tidak mau pulang sebelum melihat adiknya sadar. Sementara Jerry pun tidak sangat berselera makan . Harus Juan yang mengantarkan makan atau sebuah roti. Jerry tidak ingin apa apa hanya ingin kesadaran Angel yang belum kunjung datang. Sementara setiap hari dia harus melihat anaknya yang dengan susah payah menyeruput susu formula melalui selang kecil yang di sematkan pada pipi dan ke mulut bayi kecil itu. Namun, tetap saja, sepertinya Jessie pun tidak bisa menikmati air susu ibunya jika Angel tersadar nanti. Kondisi Angel begitu lemah sampai belum ada tanda tanda kehidupan dan mendengarkan celotehannya.


"Angel, mau sampai kapan kau berbaring tak tentu arah seperti ini? Kau tidak merindukan suamimu hah? Suamimu hampir mata karna cacing cacing menggerogoti tubuhnya. Dia sudah sekali makan. Katanya tunggu Angel sebentar lagi dia akan sadar dan makan bersamaku. Begitu katanya Angel. Ah kau tega sekali meninggalkan suami mu itu. Kalah saja ada hati lain yang bisa menyegarkan nya kau jangan menyesal karna kau terus tertidur seperti itu. Cepat bangun Angel! Kau tidak kasihan dengan Jessie. Ya anak kalian bernama Jessie. Nama yang penuh harapan. Dia akan melihat dunia Angel, tapi harus dengan bantuanmu, malaikatnya, ibu peri nya. So, wake up come on!" Celoteh Lexa dengan nada yang sebenarnya pelan sambil menusuk nusuk kecil tangan Angel dengan jari telunjuknya.


"Kau bodoh atau apa hah memarahinya seperti itu?!" Tanya Leon yang sudah di belakang Lexa. Dia memegang wajah istirnya dan mendongakannya untuk menatapnya.


"Biar dia bangun Leon! Ini sudah tiga hari masa dia belum kenyang juga! Kau tidak lihat di sana Tuan Jerry sampai akhirnya tertidur menunggu istrinya. Entah sudah berapa hari dia tidak tertidur." Jawab Lexa menoleh melihat saudara angkatnya.


"Ya, dia sangat lelah. Di berharap dia yang menjadi orang pertama di lihat Angel, Lexa." Saut Leon.


"Miris sekali. Apa waktu aku tak sadar kemarin, kau juga seperti saudara angkatku itu Leon?" Lexa malah penasaran dengan dirinya ketika keguguran waktu itu.


"Aku tidak makan tidak tidur di sampingmu terus tapi kau keras kepala." Jawab Leon mendengus.


"Adikmu juga!"


"Sudahlah Lexa, ayo kita makan siang dulu." Ajak Leon karna waktu sudah menunjukan pukul dua belas.


"Baiklah." Lexa pun berdiri namun ketika Lexa berbalik dan hendak pergi bersama Leon, terdengar suara memanggil nama orang lain


"Aaallleennaa .." suara itu ternyata datang dari Angel.


"Tuuaann Jeerrryyy, seeelllaammaattkann Alleennaa.. suamiku, selamatkan Alena." Kata Angel lagi.


"Alena katanya Leon? Siapa Alena Leon?" Lexa terheran karna nama anak mereka Jessie seperti yang dikatakan Jerry.


"Mungkin nama anak yang mau dibuat Angel." Leon menerka.


"Oohh sudah cepat kau panggil perawat biar aku bangunkan Tuan Jerry." kata Lexa langsung bertindak.


"Iya iya." Leon pun segera keluar dan mencari perawat yang mengurusi Angel.


Lexa segera membangunkan Jerry supaya dia bisa di samping Angel ketika Angel bangun nanti.


"Ada apa Lexa? Angel sudah sadar?" Jerry tersadar dengan sigap.


"Ya, dia memanggil namamu dan Alena Tuan . Ayo cepat!" kata Lexa dengan cepat.


"Alena?" Jerry sedikit mengerutkan keningnya.


"Ya, mungkin nama yang hendak ia buat untuk Jessie."


"Ah iya benar!" Ujar Jerry dan dia segera menghampiri Angel.


Di sana Angel berkeringat dan suhu tubuhnya kembali meningkat sambil memanggil manggil nama Alena dan juga suaminya Jerry.


"Angel, sayang, apa kau mendengarku sayang? Ini aku di sini sayang." Kata Jerry memegang tangan Angel juga mengusap dahinya . Sesekali Jerry mengecupnya namun Jerry merasa memang suhu Angel sangat panas seperti demam.


"Angel, kau kenapa sayang, bertahanlah, Angel .." Jerry terus memanggil. Dia sangat khawatir.


"Ada apa dengannya Tuan?" selidik Lexa ikut cemas.


"Lexa, cepat panggil perawat dan dokter. Angel demam. Badannya panas sekali." jawab Jerry makin panik. dia tidak mau ada kejadian genting lagi. dia terlalu takut.


"I i iya Tuan." Lexa hendak pergi namun Leon sudah kembali datang bersama seorang perawat.


"Permisi Tuan, biar saya lihat." Kata sang perawat wanita itu. Jerry agak meminggir ke dekat kaki Angel namun dia terus memegang ujung jemari istrinya. Leon di belakang Jerry memegang bahunya.


"Semua pasti baik baik saja Tuan." Bisik Leon. Jerry mengangguk sambil mengusap matanya. Dia hendak kembali menangis.


Sang suster lalu memeriksa suhu tubuh Angel yang mencapai 38 derajat. Selain itu dia memeriksa nadi nya yang agak cepat. Dan ketika sang suster memegang sedikit sisi buah dada Angel, sang suster merasa buah dada Angel agak membusung dan mengeras.

__ADS_1


"Oh God! Apa wanita ini benar benar malaikat?" Gumam sang suster pelan namun Jerry mendengarnya.


"Ada apa sus?" selidik Jerry.


"Sebentar Tuan, aku akan menghubungi dokter Barley untuk segera datang. Karna, sepertinya istri anda menghasilkan air susu yang sangat banyak. Oleh sebab itu dia demam karna sudah menahan proses terjadi nya air susu ini yang seharusnya sudah diberikan pada anak Tuan dan Nyonya." jawab suster menurut pengetahuannya.


Lexa menutup mulutnya terharu. Angel dalam keadaan lemah dan tak sadar pun, tubuhnya masih memproduksi air susu ibu seperti mesin. Namun, Leon dan Jerry masih tidak mengerti.


"Bagaimana maksudnya suster? Sa saya kurang paham." tanya Jerry.


"Aku juga!" Tambah Leon juga bingung .


"Jadi Tuan, menurut prediksi Dokter Barley kemarin, sepertinya Nyonya Angel belum bisa menyusui dulu karena keadaan dan kondisi Nyonya Angel yang tidak memungkinkan. Selain itu Nyonya Angel belum sadarkan diri. Kami tidak berharap air susu ibu pada tubuh Nyonya Angel. Namun karna suhu tubuh Nyonya Angel tinggi dan ketika aku meraba sedikit pinggiran buah dada Nyonya Angel tampak mengeras. Menurut saya, ini adalah air susu Nyonya Angel sehingga semua memberikan efek tak baik. Air susu ini harus segera dikeluarkan dan diberikan pada anak Tuan, Tuan. Sudah mengerti? Biarkan saya menghubungi Dokter Barley dulu karna Nyonya Angel masih belum sadar." jawab Suster berusaha memberitahukan secara rinci sesuai pengamatannya.


Jerry dan Leon yang mendengarnya hanya terpaku. Sedikit mereka sudah paham. Sang suster sudah meninggalkan mereka. Lexa sudah menangis dan memeluk pinggiran lengan Leon sementara Jerry juga sudah menangis namun ia menutupnya dengan matanya. Istrinya benar benar luar bias. Dalam sakit dan lemah pun masih bisa bekerja menghasilkan sesuatu yang baik untuk anaknya. Jerry tak kuasa dan memeluk Angel. Jerry menangis sampai air matanya mengenai bahu bahu Angel.


"Kau benar benar sudah mempersiapkan diri menjadi seorang ibu sayang. Aku memang selalu yakin pada dirimu oleh sebab itu aku selalu menurutimu. Sekarang sadarlah Angel, berikan sumber kehidupan ini pada anak kita juga padaku Angel. Aku hampa tanpamu, aku tak dapat bernapas dan hidup dengan benar jika kau begini, bangunlah, sadarlah sayaang, istriku .. Jessica Alena Atkinson membutuhkanmu, dia ingin minum air kehidupan langsung dari tubuhmu, ku mohon ANGELINA DIANA JANSON, BANGUN!!!" akhirnya Jerry berteriak. Dia tidak peduli di sana ada Leon karna nyatanya mata Leon juga sudah berkaca kaca. Dia merasakan penderitaan juga pengorbanan adiknya yang dia merasa lebih kuah dari dirinya.


Tak berapa lama.


"Jerry? Ada apa? Ada apa denganku?" Tiba tiba suara pertanyaan itu keluar di dekat telinga Jerry. Jerry masih memeluk Angel. Suaranya sangat pelan dan parau.


Lexa dan Leon melebarkan matanya.


"Angel? Kau sudah sadar?" Pekik Lexa makin melelehkan air matanya.


Jerry lalu menarik diri. Dia melihat Angel sudah membuka matanya. Tidak berkata apa apa lagi. Jerry langsung mencium bibir Angel. Angel pun yang masih setengah sadar namun merasakan kesedihan hati suaminya membalas ciuman itu dan juga ikut memeluk Jerry. Entah mengapa, Angel merasakan sangat merindukan suaminya. Seperti sudah bertahun tahun tidak bertemu.


"Angel, sayang, akhirnya kau bangun, aku merindukanmu, sayang anak kita perempuan Jessica Alena Atkinson. Kau suka namanya?" Kata Jerry yang kini sudah memegang wajah Angel. Angel malah menangis. Dia akhirnya berhasil menyelamatkan anaknya.


"Aku, aku suka nama itu Tuan Jerry. Jessica yang menyimpan harapan dan Alena adalah gadis yang cantik. dia akan menjadi gadis cantik yang penuh harapan akan pengelihatannya. Aku mau melihatnya. Anakku." Kata Angel namun sepertinya dia masih tidak sanggup untuk duduk berlama lama. Tubuhnya kembali lunglai dan hendak bersandar pada tempat tidurnya lagi namun Jerry menahannya. Dia pun dengan pelan merebahkan Angel..


"Tunggulah dulu dokter nanti kita menemui anak kita ya? Dia masih di inkubator dan masih lemah sayang. Dia membutuhkanmu. Nanti kita bisa melihatnya." kata Jerry menenangkan istrinya dengan kelembutan.


Angel hanya mengangguk dan tersenyum . Sepertinya dia juga masih belum kuat benar berbicara.


"Angel?" Panggil Lexa pelan dan masih menangis.


Angel masih tersenyum. Lexa langsung memeluk Angel ketika Jerry sudah memberikan ruang bagi saudara angkatnya .


"Angel, akhirnya kau sadar. Selamat sayang kau sudah menjadi seorang ibu." Lexa memberi selamat.


"maafkan aku kak, aku mendahuluimu, aku yakin setelah ini kau juga akan mengandung, aku yakin." kata Angel.


"tenang saja, kakakmu tidak jauh berbeda darimu. kami juga pasti mempunyai nya." saut Lexa tersenyum.


Angel hanya mengangguk. Lexa pun kembali pada posisinya dan memberikan kesempatan pada Leon. Leon juga langsung memeluk adiknya itu.


"Satu kali lagi kau selamat dari maut Angel!" decak kagum dari Leon.


"Aku, aku, aku sudah menjadi seorang ibu kak! Aku sudah menjadi adikmu yang paling membanggakan kan?" pekik Angel tersenyum.


Leon terkejut mendengar kata kata itu dari adiknya. Ya memang selama ini Leon belum pernah memuji Angel secara langsung sampai Angel merasa Leon tidak begitu menyayanginya.


"Kau lebih dari mengagumkan. Kau adikku yang paling kuat dan hebat, bahkan aku mengaku kalah darimu Angel! Maafkan kakakmu yang bodoh ini!!" Kata Leon memegang tangan Angel dan menciuminya. Dia menempelkan ke dahinya sambil menangis. Lexa juga sudah menangis melihat hubungan kakak adik ini. Jerry sudah menepuk pelan bahu Lexa.


Tak berapa lama suster datang hendak memberitahu posisi Dokter Barley yang sedang kesini namun dia terkejut ketika melihat Angel sudah tak sadarkan diri. Dia lalu lagi bergumam tak menyangka.


"Oh Tuhan, apakah wanita ini benar benar malaikat yang kau utus? Dia begitu kuat dan tak ada tandingnya." pekik Sang suster.


Kali ini Jerry mendengarnya dengan jelas. Dia tersenyum dan berbalik.


"Dia memang malaikat hatiku suster. Dia utusan Tuhan untuk ku dan anak anak ku." kata Jerry tersenyum hangat.


"Benar Tuan, saya sangat kagum dengan istrimu, dia begitu kuat! Em oiya dokter Barley akan segera kemari. Tetapi sepertinya aku harus mengeluarkan sedikit air susu Nyonya Angel agar lebih lega dan tidak meradang setelah itu, saya dan perawat lain akan mengantar Nyonya Angel ke ruang NICU untuk menyusui anak Tuan dan Nyonya." sang suster memberi tahukan apa yang selanjutnya harus dilakukan.


"Oh, iya baiklah sus."


"Silahkan Tuan dan Nyonya sekalian bisa menunggu di luar terlebih dahulu." perintah sang suster dengan sangat sopan.

__ADS_1


"Sus, aku, aku ingin bersama suamiku." pinta Angel masih terbata.


"Ya silahkan. Yang lainnya bisa menunggu di luar."


Lexa dan Leon pun meninggalkan ruangan sementara Jerry menemani Angel dengan duduk di samping dan memegang tangannya. Suster dan beberapa perawat lainnya mengerjakan bagiannya. Jerry sempat melihat dan memang benar, buah dada istrinya agak meradang dan merah. Dia kembali memandang Angel karna semakin membuatnya berpikir yang tidak tidak. Dia benar benar merindukan istrinya dia merasa istrinya semakin lebih bersinar dan sangat cantik.


Angel lagi lagi tersenyum memandang wajah tersipu Jerry. Jerry juga tersenyum dan menempelkan dahinya pada dahi Angel.


Sekitar lima belas menit sang suster sudah mengerjakan tugasnya. Angel diminta untuk kembali beristirahat. Tak lama Jane, Larry dan Juan pun datang. Mereka masing masing memeluk Angel. Leon pun akhinya mengajak Jerry untuk makan terlebih dahulu. Awalnya Jerry menolak namun akhirnya Angel yang menyuruhnya makan maka dia pun pergi bersama Leon.


Setelah Leon dan Jerry makan, mereka kembali ke ruang perawatan Angel. Namun, mereka hanya menemukan Juan bermain bersama Lexa dan Larry menikmati kopi sambil membaca koran.


"Dad, di mana Angel?" Tanya Jerry pada Larry.


"Ah iya, dia sudah ke ruang NICU hendak menyusui anakmu. Mom menemaninya." jawab Larry.


"Oh, yasudah aku ingin menyusul ke sana." kata Jerry lagi dan mulai keluar lagi.


"Aku juga ingin melihatnya. Juan, kau di sini dulu ya bersama dad." susul Lexa juga Leon.


Juan mengangguk dan kembali bermain mobil mobilannya. Lexa, Leon dan Jerry pun menyusul Angel ke ruang NICU. Namun, karna Jane sudah menemani Angel di dalam, Lexa, Leon dan Jerry hanya bisa melihat dari luar melalui pembatas kaca bening itu.


Mereka bertiga pun memaklumi. Mereka melihat dari kejauaha. Jerry melihat istrinya di sana sedang menggendong anak mereka dengan kerapuhannya saat ini. Namun, karna cinta kasih nya yang besar, Angel tetap menyusui Jessie dengan suka cita. Terpancar wajahnya yang tersenyum. Dan Jerry merasa, senyum ini adalah senyum paling indah, yang pernah ia lihat dari paras istrinya. Jerry kembali meneteskan air matanya. Doanya terkabul. Dia memang meminta pada Tuhan agar mengirimkan istri yang mau menemaninya kapanpun dan memberikannya keturunan agar dia memiliki orang dari darah dagingnya sendiri. Jerry menundukan kepalanya merasakan kebaikan Tuhan padanya. Dia menangis namun mencoba untuk terus menghapusnya. Sampai Leon merasa kalau saudara iparnya itu menangis bahagia. Leon pun merangkul Jerry.


"Selamat Tuan, kalian merupakan seorang mom and dad yang paling kuat." kata Leon bangga.


"Ya, Leon. Tuhan begitu baik padaku. Dia memberikan orang orang terbaik pada anak sebatang kara sepertiku. Mulai dari papinya Lexa, dan sekarang adikmu juga anakku." Kata Jerry dan Leon tersenyum mengangguk setuju. Lexa juga sudah menepuk bahu saudara angkatnya itu.


Dan beberapa hari kemudian, karna air susu ibu yang selalu Angel berikan pada Jessie, berat badan Jessie naik pesat serta keadaan tubuhnya sangat sehat walau tetap Jessie tidak bisa melihat. Angel dan Jessie pun sudah diperbolehkan pulang. Jerry memberikan satu baby sitter untuk Angel namun sedikitpun Angel tidak pernah meninggalkan Jessie. Dia merawat Jessie dengan tangannya dan tidak pernah membiarkan baby sitter nya menggendongnya atau hanya sekedar memegang. Semua Angel yang kerjakan. Dia begitu mencintai Jessie dan Jerry semakin mencintai istri dan ibu dari anaknya itu.


...


...


...


...


...


Sekian gaes kisah Jerry & Angel mencapai kebahagiaan mereka memiliki anak ya. Nanti cerita cerita tambahan mereka sambung menyambung aja ya .. sekedar spoiler, nanti Angel akan hamil lagi, anaknya perempuan juga namanya Allegra, dan Jessie akan terus tidak bisa melihat sampai besar namun karna Angel selalu membimbingnya, Jessie memiliki insting untuk merangkai bunga bahkan lebih hebat dari ibunya.


.


Next part 57


Kita tuntaskan kisah Rico & Solane mencapai kebahagiaan mereka ya .


Abis itu balik ke Lexa Leon yang akhirnya hemol juga .. 😁😁


Kalo baca mantan terindah pasti tahu kapan Lexa hamil lagi dan berhasil hehe


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2