
lanjutan part 47,
Xelino pun melajukan mobilnya hendak menuju ke apartemen James. Namun, ketika dia melewati jalan jalan yang terbilang sudah melewati kawasan mansion Carolyn, ada dua mobil yang menghadang jalannya. Mobil tersebut mengarahkan lampu padanya membuat Xelino harus berhenti dan keluar dari sana. Ketika Xelino keluar, salah satu penumpang dari mobil tersebut keluar. Ternyata Ansel dan tiga temannya yang menghadang Ansel.
"Haiz, kau lagi, ada apa? Memang kau tidak lelah menunggu Carolyn tadi seharian? Kukira kau sedang di rumah bersiap tidur atau sedang mengatur sebuah strategi lagi untuk mendapatkan harta dan perusahaan Carolyn," celetuk Xelino menolak satu pinggangnya.
"Apa maksudmu hah? Apa maksudmu menjadi benalu dalam rencanaku?!" Decak Ansel menunjuk nunjuk Xelino.
"Hah? Apa kau bilang? Kau bilang aku yang menjadi benalu? Kau ini sudah mengantuk, tuan! Sebaiknya kau tidur sekarang!" Saut Xelino merasa bingung dengan pemikiran Ansel.
"Sial! Jangan bercanda lagi! Kau juga ingin perusahaan Carolyn kan? Kau sungguh menggangguku! Apa yang maksud dari perkataanmu di rumah Carolyn?" Pekik Ansel lagi.
"Sir! Kau ini penipu! Kau tidak mempunyai apa apa, kau ingin mengelabui keluarga Delinsky sehingga kau bisa menguasainya kan? Berita nya sudah tayang, tapi besok pasti akan tersebar. Keluargamu yang sebanarnya sudah hancur kan? Aku tahu semuanya! Aku tidak membutuhkan perusahaan orang lain, bukan seperti mu!" Balas Xelino tampak tenang.
"Kurang ajar! Kau benar benar berani menantangku! Hajar!" Kata Ansel memerintahkan tiga temannya untuk memukuli Xelino.
"Cih, mengapa kau tidak membawa tiga puluh orang?" Sindir Xelino dan mulai menghadapi ketiga orang itu.
Satu orang memberi tinju pada Xelino lalu ia menangkisnnya dan langsung mendang kejantanannya. Tidak sampai situ, Xelino mencengkram rambut orang itu dan melemparnya ke arah Ansel. Dia dan Ansel membentur kap mobil. Sementara yang keduanya langsung menyerang Xelino secara bersamaan. Xelino tentu menangkisnya dengan memegang pergelangan tangan mereka lalu memutarnya. Mereka merintih kesakitan. Satu orang tidak menyerah masih memberikan satu pukulan pada Xelino yang tentu saja lagi lagi Xelino menangkisnya.
Buak!
Xelino memukul wajah orang itu dan kembali menghempaskan tubuhnya meniban Ansel yang masih menahan temannya tadi.
"Kalian sangat menghalangi jalanku untuk tidur malam. Sudah kuberitahu padamu Ansel, sebaiknya kau tidur di rumah dan kuperigatkan. Jangan lagi muncul ke permukaan Springfield! Aku sudah memegang kartu matimu!" Decak Xelino menghamparkan kedua teman yang meniban Ansel. Dia meraih kerah kemeja Ansel dan mengancamnya.
"Kau, kau siapa sebenarnya?" Ujar Ansel bertanya dengan terbata bata.
"Siapapun aku, kau tidak perlu tahu, yang perlu kau ketahui, sebaiknya kau kembali Nederland dan jangan menganggu keluarga Delinsky lagi! Ini peringatan pertama dan terakhir! Kalau kau masih mencari masalah dengan merek, aku tidak segan melakuka hal keji padamu! Sekarang jangan halangi aku!" Decak Xelino lagi menatap tajam Ansel sampai Ansel bergidik. Dia menghempaskan tubuh Ansel ke jalanan dan kembali ke mobilnya. Dia menuju ke apartemen James.
Sesampainya di sana, James langsung memperlihatkan sebuah rekaman video Casey menghubungi Ansel. Bukan hanya itu, di dalam video terlihat Casey dan Ansel bercumbu di samping mobil lalu masuk ke dalam bersama. Dan yang membuat Xelino mengernyitkan dahinya, mobil itu bergoyang.
"Aku memang sudah mencurigai Casey. Apakah mereka bekerja sama?" Kata Xelino menerka.
"Sepertinya! Yang ku dengar memang Casey anak angkat. Mungkin dia cemburu pada Carolyn, Xelino, bisa saja kan?" Gumam James ikut menerka.
"Kau benar James! Baiklah aku akan menyimpan rekaman ini. Hem, sejak kita meringkus hama di Selena, kau menjadi seperti tenaga intel ya?" Saut Xelino menggoda sahabatnya itu.
"Aku hanya tidak sengaja mendengar ketika aku hendak menghampirimu. Aku memang sudah tidak suka dengan Nona Casey. Dia sok cantik dan sangat sombong! Sudah saja, aku mengikutinya sampai basement dan ini yang kulihat. Tentu aku harus merekamnya! Kau harus menyelamatkan Nona Carolyn, Xelino! Aku percaya dia juga menyukaimu!" Kata James dengan wajah serius.
"Thanks James! Kita harus memberitahu kejahatan mereka semua secara perlahan," tutur Xelino menajamkan pandangannya.
"Benar, Xel! Kalau kau membutuhkan bantuanku katakan saja, aku siap menjadi sekutumu!"
Xelino mengangguk mencari cara membuka kedok mereka semua.
...
__ADS_1
Keesokan hari nya seperti janji Xelino, dia kembali ke rumah Carolyn. Dia memberi salah pada Jennifer dan Gilbert yang sedang menikmati makan siang. Ini akhir Minggu di hari Minggu mereka selalu menyempatkan diri berkumpul bersama. Tidak terlihat Carolyn di sana. Hanya Casey yang ikut makan bersama kedua orang tua angkatnya.
"Kau ada janji dengan Carolyn, Xelino?" Tanya Jennifer. Casey sudah melirik ibunya itu.
"Benar nyonya, mengapa dia tidak bergabung bersama kalian?" Selidik Xelino setelah memberi salam pada Jennifer, Gilber dan Casey.
"Sepertinya dia kurang sehat, kau bisa melihatnya di atas. Sekalian, berikan makanan ini padanya. Dia baru meminum susu sejak pagi tadi," kata Jennifer meminta tolong.
"Oh, baiklah nyonya," kata Xelino mendekati mereka dan meraih nampan berisi satu piring dengan dua sosis panggang, telur mata sapi dan kentang goreng juga segelas air putih dan segelas orange juice.
"Permisi nyonya, tuan, nona Casey," ijin Xelino memberi penekanan ketika memanggil Casey dan menatapnya tajam dengan mata lancipnya itu.
'Ada apa dengan matanya? Mencurigakan! Awas kau Xelino berani mengusikku!' gumam Casey tak senang.
Xelino pun menuju ke kamar Carolyn. Dia mengetuk dan menyuruh Carolyn untuk mendorongnya saja.
"Selamat siang Nona!" Sapa Xelino memberi salam dan memasuki kamar.
"Terlambat 5 menit!" Saut Carolyn menoleh ke arah Xelino.
"Oh God, aku harus mengambil ini untukmu. Eh, kata ibumu kau kurang sehat?" Selidik Xelino.
"Tadinya, setelah aku melihat ini, aku menjadi tahu apa maksudmu semalam!"
"Apa?" Tanya Xelino menghampiri Carolyn di depan meja kompoternya. Dia juga sudah meletakan set makanan Carolyn di meja satunya.
"Ya, aku akan mendaftarkan diriku menjadi freelance di perusahaan ini menjadi arsitek mereka. Benar begitu Xelino?" Kata Carolyn setengah menoleh menatap Xelino.
"Ya, kau benar! Ini lebih ke arah designer Carolyn. Kau hanya mendesign apa yang mereka butuhkan!" Ujar Xelino memberitahu maksudnya yang sebenarnya.
"Tepat sekali! Dengan begitu aku akan mengoleksi portofolio ku dan aku akan menyerahkan pada Tuan Gilbert yang terhormat sehingga dia bisa membuatkan ku perusahaan, bukan begitu?" Gumam Carolyn meminta saran.
"Betul sekali! Jadi kau tidak pusing lagi kan mengenai pekerjaanmu?" saut Xelino tersenyum.
"Tapi Xelino?" Carolyn menundukan kepalanya ragu.
"Apa lagi?" tanya Xelino duduk di samping Carolyn.
"Apa Daddy setuju? Karena aku bekerja secara online bukan secara langsung!" keluh Carolyn sedikit ragu.
"Aku akan membantumu bicara dan menjelaskan maksud dari ini semua. Bekerja online bukan hanya kau berdiam di rumah, kau juga harus menemui atasanmu di perusahaan itu dan sesekali bertemu klien. Kau tenang saja semua ini tetap dalam ranah pekerjaan," kata Xelino menenangkan.
"Hem, terimakasih Xelino, kau baik sekali," ucap Carolyn tersenyum.
"Baiklah, sekarang makan makananmu dulu," balas Xelino menarik tangan Carolyn untuk menuju ke sofa dan memakan makan siangnya.
'Dia selalu memperhatikan jadwal makanku, sungguh pria yang penuh perhatian!' gumam Carolyn dalam hati menatap senyum Xelino yang sedang memotong sosis.
__ADS_1
Lagi lagi sepasang mata semalam memperhatikan mereka. Siapa lagi kalau bukan Casey. Casey menangkap hawa hawa ketertarikan antara mereka berdua. Dia harus memikirkan cara untuk memisahkan Xelino dan Carolyn. Dan yang terpenting, Carolyn tidak boleh bahagia, sedikitpun!
"Casey?" Tiba tiba terdengar Jennifer memanggilnya. Casey langsung menegakan dirinya karena terkejut.
"Sedang apa kau di depan kamar Carolyn? Kau menguping?" tanya Jennifer sudah melipat kedua tangan di depan dadanya.
"Oh, aku baru saja melintas mam dan mereka seperti sangat akrab, tapi mom, apa kau tidak mencurigai Xelino kalau dia sebenarnya anak dari Tuan Leon Janson?" saut Casey seperti mencari sekutu untuk menjebak Xelino.
"Kau berkata apa? Apa maksudmu?" tanya Jennifer mengernyitkan dahinya.
"Aku hanya pernah melihat mereka bersama ketika aku di Legacy dan menginap di hotel Prime. Mereka seperti memiliki hubungan?" ujar Casey mengusap dagunya.
"Oh, kalau begitu bagus dong, berarti jabatan Xelino lebih tinggi dari kita. Lalu kenapa? Kau juga ingin mendekati Xelino? Mengapa tidak aku menjodohkanmu pada Ansel? Ansel si penipu," decak Jennifer hendak memancing kecurigaannya terhadap Casey.
deg!
seketika jantung Casey berdegup tak karuan.
"Penipu? Apa maksudmu mom?" selidik Casey pura pura tidak tahu.
"Kau bisa melihat di ponselmu. Di berita forum bisnis dan forum bisnis khusus agribisnis," kata Jennifer sedikit ketus.
Casey membelalakan matanya dan segera meraih ponselnya. Dia membuka forum yang dimaksudkan ibunya dan melihat semua di sana. Berita yang ditutupi Ansel terbongkar. Sekarang Casey bingung apa yang harus ia tutupi lagi.
"Kenapa kau terkejut? Apa kau mengetahui sesuatu?" tanya Jennifer terus memancing.
"Hah? Ti tidak mom! Aku, aku tidak begitu dekat dengannya!" gumam Casey gugup.
"Mana aku tahu! Kau yang membantu perusahaan yang jelas jelas sudah bangkrut! Aku akui, daddymu juga salah karena tidak memantau perusahaanmu di sana. Sekarang begini saja Casey, aku sudah bicara pada Daddy kalau kau akan mendapat setengah dari harta warisannya. Kau kembali ke Nederland dan benahi perusahaan yang ia berikan padamu! Jangan mengecewakannya! Kau mengerti atau tidak?!" kata Jennifer akhirnya memutuskan.
"Tapi mom, aku saja baru mengetahui kenyataan ini," saut Casey membela diri.
"Entahlah aku harus percaya padamu atau tidak! Aku bingung dengan cara pemikiranmu sekarang! Sekarang kau masuk kamar dan renungi semuanya!" perintah Jennifer menunjuk ke kamar anak angkatnya itu.
"Mom!! Kenapa kau begini padaku?! Kau pilih kasih! Semua karena aku hanyalah anak angkat kan?!" bentak Casey tidak terima.
"Aku tidak menganggapmu seperti itu! Malah kupikir Daddy terlalu memanjakanku ketimbang Carolyn," gumam Jennifer santai.
"Aaahhh, aku benci Kalian semua!" Decak Casey sudah malas berdebat. Dia kembali ke kamar. Bersamaan dengan itu, Carolyn dan Xelino keluar karena Jennifer dan Casey berdebat di depan kamar Carolyn.
"Ada apa mam?" tanya Carolyn membuka pintu kamar.
"Tidak ada apa apa! Kau dan Xelino harus melihat berita. Di sana telihat jelas siapa Ansel sebenarnya!" jawab Jennifer menggaruk leher dengan telunjuknya.
Xelino menundukan kepalanya sambil tersenyum mendengar penuturan Jennifer. Semua sudah terkuak, sekarang tinggal mengurus Casey.
...
__ADS_1
next part 47 jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊 thanks for read and i love you 💕