Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
JERRY & ANGEL PART 7


__ADS_3

Angel telah bersiap dengan celana jeans dan sweater turtleneck berwarna coklatnya. Dia kembali mengenakan heels berwarna hitam. Rambutnya yang lurus bagaikan serat benang hitam kecoklatan dibiarkan menjuntai dengan sangat cantik. Sampai Jerry tak berkedip ketika wanita kecilnya itu memasuki ruang makan.


Hari ini dia benar akan ikut bersama Jerry ke kota. Dia tidak boleh menghilangkan kesempatan untuk selalu bersama tuannya itu. Masih banyak hal yang belum Angel ketahui tentang Jerry.


"Kau sudah membawa beberapa pakaianmu Angel?" Tanya Jane melihat Angel yang telah rapi ikut bersama Jerry.


"Ya, hanya beberapa helai. Aku bisa membelinya disana mam, sudah lama aku tidak berbelanja pakaian kan?" Jawab Angel sudah menyandarkan koper kecilnya di dinding ruang tamu.


"Hem, baiklah ide yang bagus. Belikan juga nanti untuk Juan." Saut Jane mengingat adiknya tidak bisa ikut berlibur kesana.


"Tenang saja. Jadi, Juan kau tidak ingin ikut denganku?" Ajak Angel lagi duduk di samping adiknya itu.


"Tidak usah, aku tidak mau kau merajuk karna sebal dengan adikmu ini!" Jane mengingatkan.


"Aku juga tidak mau ikut, aku maunya ke Legacy. Kak Jerry, kapan kau membawaku ke Legacy?" Tanya Juan mendongakan kepalanya pada Jerry yang ada di sampingnya.


"Sebentar lagi kakakmu menikah, pasti kau akan ke sana, aku yang menjemputmu, kita naik jet pribadiku." Jerry tersenyum mengusap usap pangkal kepala calon adik iparnya itu.


"Wwwaaahhh, Jet pribadi kak? Kau punya?!" Juan terkagum.


"Hehem, satu, aku menggunakannya kalau harus mengantar dad ku menyebrang kota untuk kesehatannya dan juga urusan mendadak pekerjaan." Jerry menaik turunkan alisnya.


"Habat sekali kau nak! Padahal Tuan Alexis bukan siapa siapamu, tapi kau sungguh mencintainya seperti ayahmu sendiri." Puji Larry yang bangga juga kalau anaknya mempunyai kekasih seperti Jerry.


"Aku mengasihinya paman. Kasih ku padanya melebihi apapun. Dia seperti dikirimkan Tuhan untuk menjadi pengganti ayahku, sehingga aku tidak kesepian lagi." Kata Jerry yang tiba tiba dia menjadi sangat merindukan ayahnya yang sudah tiga hari tidak bersamanya.


"Ya, beliau memang orang yang intelek dan sangat baik. Terimakasih, kemarin kau menyuruh asistenmu menjemput kami sehingga aku bisa bertemu dengan besan ku itu." Tambah Larry sambil menyeruput kopi nya.


"Sama sama paman! Baiklah, Angel, kau sudah siap?" Tanya Jerry bersiap berangkat.


"Sudah Tuan. Ayo berangkat!" Angel pun kini berdiri.


"Kalian semua hati hati ya. Kabari aku jika sudah sampai Angel!" Jane mengingatkan.


"Tenang saja mom!" Saut Angel menggandeng tangan Juan keluar rumah.


Mereka pun berjalan ke luar rumah dengan senda gurau mengantar kepergian Angel dan Jerry. Ketika mereka sampai di luar, beberapa pekerja Angel datang. Ada Ana, satu pekerja pria teman Angel bernama Tony dan satu lagi teman Ana bernama Raina. Raina merupakan adik dari Rachel. Rumah mereka berdekatan dengan Ana. Namun, Ana tampak menekuk wajahnya kesal.


"Ana, ada apa dengan wajahmu? Aku hanya menitip toko bunga itu selama 3 hari, setelah aku pulang, kau bisa libur juga selama tiga hari." Kata Angel agak meninggikan nada suaranya karna sebal melihat wajah Ana yang tak menentu.


"Aku tidak keberatan dengan semua itu, aku lebih keberatan dengan kakak gadis ini!" Decak Ana menunjuk Raina.


"Kenapa Rachel?" Angel agak mendelik.


"Mulutnya terserang lebah. Dia tidak melihat ada lebah sedang hinggap di bunga itu. Dia sedang memeriksa aroma bunga, Angel. Aku sudah katakan hanya kau yang bisa menentukan, tapi dia kekeh. Dasar keras kepala. Sekarang dia merajuk menangis di rumah kacamu menyuruh kami meminta obat yang kau miliki Angel." Ana memberitahu dengan nada kesalnya.


"Apa? Mulutnya tersengat lebah? Bagaimana Rachel bisa seceroboh itu?!" Angel cukup cemas.


"Hem, biar saja Angel, Rachel harus menerima pelajaran. Kau tidak tahu kan siapa yang menyuruh gadis gadis yang tak kau kenal membicarakan mobil Tuan Jerry?" Saut Tony menimpali.


"Siapa? Jangan kalian bilang semua ulah Rachel!" Angel memicingkan matanya dan perasaannya tidak enak.


"Siapa lagi! Dia bekerjasama dengan Nigel, seharusnya kau juga memenjarakannya. Dia itu selalu menyusahkan!" Sungut Ana.


"Jangan begitu kak Ana. Dia sudah menyesal. Kedua orang tua ku juga sudah memarahinya." Bela Raina.


"Oohhh jadi begitu. Pantas saja dia kemarin menghindariku tapi sekarang masih tau wajah untuk datang bekerja bersama ku. Akan kuhabisi kau Rachel!" Angel dengan hati yang meluap luap menuruni halaman rumahnya dan hendak ke rumah kacanya namun Jerry menahannya.


"Wasting time sayang! Mau jam brapa kita sampai ke kota?" Bisik Jerry.


Angel terdiam dan berpikir. Dia menghentikan langkahnya. Namun, dia tetap menuruni halaman rumahnya yang juga diikuti oleh Jerry, kedua orang tuanya dan Juan yang digendong ibunya.


"Yasudah, biar saja mulutnya terserang lebah, rasakan! Mulut itu harus dijaga, jangan seenaknya saja! Itu namanya karma! Hei Raina, kau jangan membelanya, apa kau tidak tahu, kalau kakakmu sendiri yang suka menjelek jelekan dirimu padaku agar diriku mengurangi pemasukan yang seharunya kau dapatkan. Tapi karna sesuai dengan namaku, malaikat, aku tahu kau tidak seperti itu. Tapi, aku tidak mau memberikan obat itu pad kakakmu. Karna dia, hampir saja masa depanku hancur!" Decak Angel sedikit meluap luap.


Jerry lalu menyenggolnya lagi. Angel merasa Tuan Jerry nya ini tidak menyukai perbuatan dan ucapannya.


"Ada apa Tuan?" Angel menoleh ke arah Jerry.


"Angel, cepat ambil obat madumu itu! Aku tidak mengajarkan kau balas dendam seperti ini! Apa kejadian kak Lexa belum menyadarkanmu!?" Saut ibunya sedikit kesal dengan kesombongan anaknya.


"Oh iya! Kenapa mulut ini juga susah dijaga!" Desis Angel yang tadi malah memberikan sumpah serapah pada Rachel tanpa menyadarinya.


"Aku tahu kau tidak seperti ini. Cepat sana ambil, setelah itu kita pergi." Kata Jerry terkekeh sambil merangkul Angel.


Angel menghela napas dan menuju ke dalam rumahnya. Dia mengambil obat madu yang ia buat dan racik bersama ibunya untuk mengurangi peradangan atau pembengkakan sehingga mencegah infeksi. Waktu itu Angel juga pernah tersengat lebah, mengingat dirinya sangat menyukai dan merawat bunga dengan baik.


"Ini obatnya! Jangan dihabiskan! Aku susah membuatnya!" Kata Angel setengah tulus namun dia tetap melakukannya. Dia menyerahkan obat itu pada Raina.


"Sudah Raina! Kau sudah mendapatkannya, ayo kita kembali, kau tidak perlu takut pada Angel, dia sangat baik!" Decak Ana juga masih tidak suka.


"Yasudah, kau kembali lah Ana, jangan sampai si Rachel itu membuat ulah lagi!" Angel memperingatkan.


"Bilang apa Raina? Kau ini harus selalu kuajarkan, kakakmu itu apa kerjanya? Hanya memarahimu hah?" Ana sudah melipat tangannya. Karna selalu bersama Angel, Ana menjadi mirip dengan Angel yang agak arogan namun tetap mengerti norma prilaku.


"Ah iya kak Angel, terimakasih, aku mewakili kakakku meminta maaf dan berterimakasih." Raina membungkukan tubuhnya kepada Angel.


"Ya ya, sudahlah Ana, dia hanya korban. Kembalilah kalian semua. Aku hendak pergi." Kata Angel yang malah membuat Jerry mendengarnya semakin bangga dengan kekasihnya itu.


"Iya Angel, kami pamit. Permisi, Tuan Larry, Nyonya Jane, Tuan Jerry dan Juan, bye!" Ana memberi salam yang diikuti oleh Tony juga Raina. Mereka pun kembali ke rumah kaca untuk menemui Rachel.

__ADS_1


"Heng, Tuan Jerry, mengapa kau juga tidak menangkapnya? Dia dalang dari semuanya. Aku harus memecatnya, aku tidak mau melihat wajahnya, memuakan!" Seketika Angel melirik Jerry meminta pertanggung jawaban lebih. Sejatinya dia masih sebal dengan Rachel.


"Angel, tapi yang hendak melakukannya Nigel, dia hanya korban." Jerry menjelaskan dengan lembut.


"Benar Angel! Kedua orang tuanya sudah meminta maaf dan memohon pada kami agar tidak memenjarakannya. Masa kau tega?" Jane menambahkan.


"Heng, kau mom dad terlalu baik! Kau juga Tuan Jerry, jangan bilang kau menyukai gadis tengik itu!" Decak Angel sedikit cemburu buta.


"Bagaimana aku menyukainya kalau hatiku sudah memilihmu hah?" Saut Jerry menggoda wanita nya.


"Baiklah, hari semakin siang. Pergilah kalian berdua. Salamkan pada Tuan Alexis, Angel." Kata Larry kemudian.


"Ah iya benar sekali. Oke dad tenang saja."


"Baiklah mom, paman, Juan, aku berangkat bersama Angel." Jerry akhirnya pamit.


"Iya nak, hati hati ya. Jaga dirimu Angel dan jangan membantah Tuan Jerry!" Jane mengingatkan dengan sangat tegas.


"Oke mom!" Angel mengecup pipi ibunya dan ayahnya juga Juan. Dia segera menaiki mobil dan berangkat bersama Jerry menuju ke pusat kota.


Perjalanan sekitar 3-4 jam karna ketika Jerry hendak mengajak Angel makan, Angel menolaknyanya dengan alasan agar cepat sampai. Angel tidak ingin berlama lama di mobil.


"Kau tidak senang ya berlama lamaan denganku?" Selidik Jerry yang sejak tadi Angel tidak mau berhenti dari perjalanannya..


"Bukan begitu Tuan, aku agak tak nyaman berlamaan di dalam mobil pribadi sebagus ini." Jawab Angel yang sejatinya dia tak biasa menaiki mobil pribadi. Dia lebih senang menaiki bus atau mobil terbuka.


"Kau harus terbiasa Angel, bukankah kau mau menjadi Nyonya Atkinson." Jerry menaik turunkan alisnya menggoda Angel.


"Oh Lord! Tuan Jerry, kau sudah memikirkan sampai sana?" Hati Angel agak bergetar. Dia benar benar tidak menyangka.


"Begitulah, kau menyukainya kan?"


"Hehem, kapan itu akan terjadi?" Angel kembali menggoda Jerry.


"Setelah kakak mu menikah mungkin, kita masih sempat berkenalan kan?" Jerry tersenyum.


"Ah iya, aku juga belum mengetahui kebusukanmu!" Kata Angel seenaknya membuat Jerry malah geli mendengarnya. Belum ada wanita yang mengatakan sebenarnya dan sedikit meledek dirinya ketika hendak menjalin hubungan.


"Hahaha, Angel! Sepertinya pengalamanmu sudah banyak ya?"


"Aku juga yakin kau juga begitu!" Angel kembali mencurigai Jerry.


"Baiklah, mari kita saling mengenal selama tiga hari ini tapi jangan pernah menggodaku!" Jerry mengingatkan karna sungguh menguras isi hatinya yang semakin lama terkikis karna Angel sangat senang memancingnya.


"Kau juga jangan terlalu baik!"


...


Mereka telah sampai di pusat Kota Springfield sekitar pukul 6 sore. Mereka lalu menuju di hotel tempat Alexis dan Jim menginap. Tadinya Jerry hendak mengajak Angel ke pusat perbelanjaan terlebih dahulu. Mungkin ada yang wanita kecil nya beli terlebih dahulu namun Angel menolak lagi karna seharusnya mereka menemui Alexis dulu. Jerry memakluminya dan menyadari jauh dari sisi Angel yang terkadang arogan, dia juga sangat tau sopan santun. Jerry semakin yakin akan memilih Angel sebagai tujuan akhirnya karna juga mau menerima ayahnya yang hanya ayah angkat.


"Angel, kau tidak lapar hah?" Tanya Jerry menyusuri koridor kamar hotel menuju ke kamar ayahnya.


"Memangnya tidak bisa memesan makanan di hotel sebesar ini dan kita makan malam dengan dad mu hah?" Saut Angel logika.


"Iya iya!"


Jerry mengalah lagi dan memang ini yang harus dilakukan Angel. Bertemu dengan calon mertuannya dan menyalaminya.


Mereka pun tiba di kamar hotel Alexis dan Jim. Jerry menekan bel dan Jim segera membukanya. Tampak Alexis sedang menonton televisi dengan cemilan buah buah berry nya.


"Selamat Malam Tuan Alexis." Angel memberi salam. Alexis dengan cepat menoleh ke arah suara dan sudah ada Jerry, anaknya dan Angel yang tersenyum riang padanya.


"Selamat malam, sayang, Jerry, kau sudah kembali!!" Alexis dengan cepat berdiri. Dia terlalu senang jadi agak lupa mengambil tongkat atau meraih kursi rodanya. Sejatinya dia sudah bisa berjalan namun tidak boleh terlalu lama.


"Ya Dad! Aku sudah membawa Angel sesuai janjiku!" Kata Jerry tersenyum. Alexis sudah menghampiri mereka.


"Angel, terimakasih kau sudah mau menerima anak ku yang agak memaksakanmu ya?" Tanya Alexis memegang lengan Angel.


"Tidak Tuan, aku juga sebenarnya menginginkannya namun aku hanya wanita desa, aku bisa apa untuk mendapatkan hati anakmu?" Jawab Angel tersenyum.


"Wanita desa yang mempunyai sejuta cinta dan ketulusan. Hanya itu yang dibutuhkan anakku." Alexis terus memuji Angel. Jerry ikut hanyut atas keakraban keduanya. Dia pun merangkul Angel yang merasa bangga mendapatkannya.


"Terimakasih Tuan, kau telah mengijinkan anakmu untuk bersamaku." Saut Angel lagi tersipu malu.


"Sama sama Angel, aku senang dia memiliki wanita yang baik hati dan sederhana sepertimu." Alexis menepuk nepuk lengan Angel.


"Hem, bagaimana keadaanmu Tuan? Apa pemeriksaannya berjalan lancar?" Tanya Angel.


"Sangat lancar dan terkendali." Saut Alexis tersenyum.


"Baiklah, dad kau sudah makan? Aku dan Angel belum makan. Jim, bisakah kau pesankan kami beberapa makanan seperti sup atau steak?" Perintah Jerry yang dirinya sudah agak lapar.


"Tentu Tuan." Jim pun memesankan makanan untuk mereka semua.


Mereka pun duduk di meja makan melingkar itu. Angel sebenarnya sudah sangat lapar, sehingga dia makan dengan lahap. Jerry sudah memicingkan matanya. Dia agak sebal karna Angel menahan laparnya hanya untuk cepat tiba di kota bertemu ayahnya. Jerry tidak mau Angel sakit dan jadi sangat mengorbankan dirinya deminya. Sampai akhirnya Angel tersedak. Jerry dengan cepat menepuk bahunya dan memberikan segelas air.


"Pelan pelan Angel! Kau makan sangat lahap, apa kau sangat lapar?" Selidik Jerry mengernyitkan dahinya.


"Uhuk, uhuk! Maaf Tuan. Iya aku sangat lapar, haha!" Pekik Angel sambil menutup mulutnya.

__ADS_1


"Apa kau tak mengajaknya makan, Jerry?" Tanya Alexis kemudian.


"Sudah dad, tapi dia ingin cepat menemuimu!" Bantah Jerry.


"Angel, lain kali kau tidak boleh telat makan seperti ini, kau akan sakit." Alexis memperingatkan.


"Iya Tuan, terimakasih "


"Hem, Angel, kau tahu kan apa yang seharusnya kau panggil untukku?" Tanya Alexis yang membuat perasaan Angel sangat senang. Dia sudah menunggunya.


"Ya, Dad! Aku hanya tidak ingin terlalu percaya diri seperti calon menantumu Tuan, em maksudku dad." Jawab Angel mengingatkan mereka dengan Leon.


"Hahaha, kau ini Angel, percis sekali seperti kakakmu. Kau harus bangga memilikinya Jerry."


"Tentu dad! Angel merupakan wanita kecilku yang langka."


Seketika Angel memicingkan mata lancipnya ke arah Jerry dengan akan sebal.


"Apa maksudmu dengan langka?"


"Satu satunya di dunia, tidak ada yang lain!!" Jerry mendekatkan wajahnya pada Angel dan Angel tak kuasa menahan wajahnya yang memerah karna Jerry tersenyum dengan sangat manis.


Setelah makan, mereka masih bersenda gurau dan membahas acara televisi. Tangan Jerry terus merangkul di pundak Angel ketika mereka duduk di sofa menikmati acara televisi. Mereka terus bercakap cakap sampai Alexis ijin untuk istirahat terlebih dahulu.


Tinggalah Jerry dan Angel masih setia di depan televisi. Mereka sudah menikmati acara film, bukan lagi berita seperti yang mereka saksikan bersama Alexis.


"Kau suka menonton Angel?" Tanya Jerry membuka pembicaraan.


"Ya, aku suka sekali, aku selalu menonton bioskop di pusat kota setiap satu bulan sekali." Angel memberitahu dengan antusias.


"Bersama Nigel?"


"Tuan Jerry! Mengapa hari ini kau begitu sensitif dan cemburu hah?" Tanya Angel merajuk dan menghadapkan wajahnya menoleh ke Jerry.


Jerry sedikit beranjak dan merangkuh dagu Angel dan satu tangannya lagi memegang kepala Angel.


"Karna aku tidak mau kehilanganmu Angel. Apa kau percaya, ini kali pertamaku mencintai wanita sebaik dirimu, selihai, selincah, dan aku merasa kau sangat juga bersamaku. Sejujurnya, aku juga pernah bahkan mencintai Lexa, calon kakak iparmu, tapi tak sebanyak diriku padamu. Baru beberapa hari ini, aku merasa sudah sepenuhnya ingin selalu menjagamu Angel. Aku juga takut bagaimana ketika aku kembali nanti ke Legacy. Aku takut kau melupakanku.


Angel terperangah dengan semua kata kata manis romantis kekasihnya itu. Ini juga merupakan kali pertama Angel merasa dicintai dan mencintai yang begitu dalam dan sejatuh jatuhnya. Angel pun memegang wajah Jerry.


"Tidak! Tidak ada lagi pria seindah dirimu di dunia ini yang aku temui Tuan Jerry. Aku akan selalu menempatkan dirimu di lubuk hatiku terdalam, di hati kecilku! Akan selalu mengingat dirimu sehingga di Legacy sana kau juga akan selalu memikirkanku." Kata Angel tersipu.


"I love you, my angel, malaikatku!" Ucap Jerry.


"I love you too my jerry!"


Mereka pun berciuman, agak lama menghayati sampai mereka mengantuk. Jerry mengajak Angel untuk tidur bersamanya. Angel sungguh menggodanya dengan pakaian tidur yang ia kenakan namun Jerry terus mengkukuhkan niatnya untuk tidak melakukan apa apa pada wanita kecilnya itu.


~Sepertinya, besok aku harus membelikannya beberapa piyama tertutup untuk melewati dua hari lagi dengannya. Sungguh membuatku tak berdaya. Sial!~ pekik Jerry dalam hati yang memeluk Angel yang sudah tertidur. Dia mencoba memejamkan matanya agar tertidur namun keinginan tak sesuai dengan kenyataan. Dia kembali terbangun ketika Angel semakin mengeratkan pelukannya padanya.


...


...


...


...


...


Diriku jadi mau nyanyi marilah kemari hey hey hey


Boleh dua-duaan


Asal tetap dilingkaran


Tapi awas jangan pergi berduaan


Nenek bilang itu berbahaya


Hahahaa .. hati hati Jer yang ketiga tuh namanya .. dirimu tahu laahh 😁😁


.


Next part 8


Aku buat ini sampai 10 part ya?


Btw, ada yang mau tau kisah AbbyBen & SolaneJim ga nii? Kalo ga kepo kepo banget biar kita balik ke Lexa Leon aja hehe 😝😝


.


Tidak pernah bosan


Penuhi LIKE DAN KOMEN


Semakin banyak semakin cepat update


Thanks for read and laf yaou all 💕😍

__ADS_1


__ADS_2