Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 22. Trick


__ADS_3

Ucapan dan mimik bisa menipu tapi hati tidak pernah menipu bahkan prilaku yang keluar bisa diikuti karena hati yang menginginkan. Sampai kapan Carolyn dan Xelino akan mempertahankan keegoan hati mereka? Apakah Ansel bisa merebut hati Carolyn?



Ansel Gellarmo


cast Choi Jin-hyuk


...


Carolyn berjalan ke arah Ansel dan mereka berjalan berdampingan menuruni gedung. Tak ada perasaan apapun dalam hati Carolyn. Dia malah makin memikirkan Xelino yang nanti sore menjemputnya atau tidak. Mereka menuju ke basement menaiki mobil Ansel.


"Di mana asistenmu?" Tanya Carolyn memecah kecanggungan.


"Erina? Dia sedang mengurus perusahaan ku di Nederland," jawab Ansel mulai mengarang cerita.


"Oiya apa kau bekerjasama dengan perusahaan kakakku Casey Delinsky?" tanya Carolyn lagi.


"Tentu Carolyn. Kakakmu wanita yang hebat. Dia selalu membawa Delins Group menjadi perusahaan agribisnis yang sangat dikenal," saut Ansel tersenyum.


Carolyn tersenyum tipis. Dia belum menghubungi kakaknya lagi dan memang ayah ibunya berusaha menutup akses mereka berdua bicara terlalu sering.


Mereka masuk ke dalam mobil dan Ansel melajukan mobilnya menuju ke sebuah cafe. Mereka mengambil posisi di depan cafe tersebut. Dia halaman cafe lebih tepatnya. Mereka memesan teh dan beberapa camilan.


"Kau suka teh, Carolyn?" tanya Ansel sedikit basa basi.


"Tidak begitu suka tapi lumayan untuk sekedar santai," saut Carolyn mengaduk aduk tehnya.


"Aku suka sekali teh. Teh bisa menenangkan juga menyehatkan," tutur Ansel melebarkan senyumnya.


Lagi lagi Carolyn mengingat sesuatu tentang seorang yang begitu menyukai teh. Orang itu bahkan tau mengenai filosofi teh. Sesekali Carolyn di ajak ke perkebunan teh dan memberitahu padanya manfaat teh yang sungguh baik. Sejak itu Carolyn mencoba menyukai teh agar bisa selalu serasi dengannya. Tidak lain orang itu Aciel. Aciel berasal dari keluarga yang berada. Setiap ibunya pulang ke Springfield, mereka selalu mengadakan tea party.


"Carolyn? Kau memikirkan sesuatu?" Selidik Ansel yang sebelumnya menyeringai. Mangsanya tepat mengenai sasaran. Tadi malam Casey menghubunginya dan memberi tahu ada sebuah kenangan mengenai teh. Lucas yang memberitahu. Kebetulan hari ini Ansel mengajaknya minum teh dan Ansel juga menyukai teh.


"Tidak ada, aku hanya mengingat seseorang yang juga menyukai teh," kata Carolyn menyeruput teh nya. Hem, benar saja apa yang dikatakan Ansel. Ketika Carolyn menyeruput teh tersebut, rasanya ketenangan melingkupinya, pikirannya menjadi sejuk dan aura aura kegembiraan melingkupinya.


"Hem, teh ini sangat nikmat. Teh apa yang kau pesan kan padaku tadi, tuan Ansel?" tanya Carolyn agar ada bahan omongan.


"Oh no Carolyn! Mengapa sampai saat ini kau memanggilku tuan?" keluh Ansel seketika.


"Oh iya maaf Ansel. Karena kau klien ku," gumam Carolyn tersenyum tipis.


"Hem, apa aku tidak bisa menjadi temanmu? Setidaknya ketika di luar gedung seperti ini," pinta Ansel dengan nada yang lembut.


"Maafkan aku Tuan, ups maksudku Ansel. Ya tentu saja," saut Carolyn tersenyum.


"Aku tadi memesankanmu hanya teh melati biasa. Karena aku belum tahu kau menyukai teh atau tidak jadi sepertinya Jasmine tea ini sangat cocok," kata Ansel mengingat pertanyaan Carolyn.


"Kau sangat paham sekali, aku suka,"


"Kau menyukaiku?" selidik Ansel menggoda.


Deg!


Ansel membicarakan perasaan yang sampai sekarang masih Carolyn tidak mengerti bahkan ragu untuk dekat dengan pria ini.


Uhuk! Uhuk!


Carolyn terbatuk dan hampir menumpahkan tehnya.


"Bukan maksudku aku menyukai teh ini," saut Carolyn.


"Carolyn," panggil Ansel tiba tiba meraih tangannya. Carolyn terkejut dan hendak menarik tangannya tapi Ansel menahannya. Carolyn pun menatapnya tak percaya Ansel memegang tangannya lalu tersenyum.


"Bagaimana kalau aku menyukaimu?" tanya Ansel dengan tatapan dan suara yang sungguh penuh kasih.


"Apa? Menyukaiku? Kau jangan bercanda tuan, ah maksudku Ansel," saut Carolyn salah tingkah. Dia memikirkan Aciel hidup kembali.


"Benar Carolyn, aku menyukaimu sejak pertama kali kau salah mengenaliku," kata Ansel lagi lebih ke arah serius.


"Ah itu, aku minta maaf, itu karena kau mirip seseorang yang penting dalam hidupku," ujar Carolyn mencoba menjelaskan.


"Jadi, apa kau juga menyukaiku?" selidik Ansel yang terus mengait ngaitkan.


"Apa? Tidak, bukan, em maaf, aku tidak tahu," saut Carolyn bingung dan menundukan kepalanya.


"Aku akan berusaha membuatmu menyukaiku, Carolyn," tutur Ansel.


"Carolyn?"


Tiba tiba seseorang memanggil Carolyn. Carolyn akhirnya bisa melepaskan tangannya dari Ansel. Mereka berdua melihat siapa yang memanggil Carolyn.


"Daddy! Xelino!" panggil Carolyn lagi beranjak dari duduknya. Dia melihat Xelino dan Xelino sudah memasang wajah kesal, cemberut dan juga sebal karena Carolyn tidak mendengarnya tapi dia tidak bisa berbuat apa apa karena ada Gilbert.

__ADS_1


"Daddy, kenalkan ini Ansel Gellarmo, apa kau mengetahuinya?" tanya Carolyn mengenalkan.


"Oh iya, Rietha sudah menceritakannya. Halo Tuan muda Ansel," kata Gilbert mengulurkan tangannya. mereka berjabat tangan.


"Ansel tuan, jangan begitu, aku hanya anak dari pemilik perusahaan tersebut," saut Ansel tersenyum ramah dan sopan.


"Ya ya, bagaimana pertanian di Gellarmo Group? Bukankah kemarin kalian sempat mengalami penurunan?" Selidik Gilbert hanya memastikan . Ansel berdehem.


"Sedang dalam masa perbaikan tuan, oleh sebab itu Daddy ku sedang belajar bersama anak anda Nona Casey Delinsky, dia sangat hebat," ujar Ansel tetap dengan wibawanya.


"Ya ya kau benar, tidak apa. Di dalam perusahaan naik turun itu wajar," kata Gilbert menepuk pelan pundak Ansel.


"Benar tuan,"


"Baiklah Carolyn, kau jangan berulah dengan Ansel!" kata Gilbert memperingati.


"Tapi dad, apa yang kau lakukan di sini dengan Xelino?" tanya Carolyn yang penasaran dengan ayah dan Xelino di cafe ini.


"Tentu meminum teh setelah sekelumit masalah pada pertemuan agrobisnis tadi,"


"Oh baiklah,"


"Aku harus kembali ke kantor dengan Xelino dan nanti sore dia akan menjemputmu," kata Gilbert lagi hendak pergi.


"Tidak usah tuan, biar aku saja yang mengantar Carolyn pulang," sela Ansel menawarkan karena kesempatan untuk lebih dekat dengan Carolyn.


"Ah ide bagus, Xelino tugasmu menjadi ringan," gumam Gilbet pada Xelino.


Xelino hanya mengangguk tersenyum. Dia tidak boleh terlihat seperti arogan di hadapan Gilbert. Sementara Carolyn memperhatikan Xelino yang wajahnya tidak berselera. Bahkan Xelino tidak melihatnya lagi.


"Tapi dad, aku harus pergi ke suatu tempat dengan Xelino, ya masalah pekerjaan, Xelino harus menjemputku!" ujar Carolyn menyela.


"Aku bisa mengantarmu, Carolyn," saut Ansel lagi.


"Bukan begitu Ansel, ini masalah yang penting. Xelino, kau harus menjemputku nanti!" Carolyn terus berusaha untuk bisa bersama Xelino hari ini.


"Tuan Ansel saja nona, aku masih ada urusan dengan tuan," saut Xelino akhirnya membuka suara yang membuat Carolyn terkejut karena tidak membelanya.


"Kaaauu!!!"


"Sudah Carolyn, kau ditemani Ansel saja, ayo Xelino kita akan terlambat!" ajak Gilbert kemudian.


Xelino membungkukan tubuhnya dan mengikuti tuannya. Carolyn jadi merasa bersalah tapi juga kesal karena Xelino mengabaikannya. Sementara kemarin bibirnya menyentuh sampai seluruh isi mulutnya. Menyebalkan! Umpatnya dan kembali meminum teh dengan Ansel namun dengan wajah tak berselera.


Selama sisa jam bekerja Carolyn benar benar kesal pada Xelino. Mengapa Xelino seperti itu padanya? Bahkan dia tidak mempertahankan dirinya di depan ayahnya. Padahal sebelum sebelumnya Xelino kesal jika dia dekat dengan Ansel.



Grizel & Lila


cast : Tzuyu Twice (Grizel) & Jihyo Twice (Lila)


...


Sore hari menjelang. Ansel tentu sudah menjemput Carolyn. Sekarang Carolyn bingung ingin mengajak Ansel ke mana karena Carolyn hanya berbohong agar Xelino tetap menjemputnya. Carolyn masih berpura pura berkutat bersama Grizel dan Lila berharap Ansel bosan dan ijin pergi tapi ternyata tidak. Ansel tetap menunggunya sambil bermain ponsel.


"Grizel, Lila, cari cara agar Ansel pergi dari sini!" perintah Carolyn berbisik.


"Mengapa kau tidak mau pergi dengannya?" selidik Girzel juga ikut berbisik.


"Aku ada urusan dengan Xelino," saut Carolyn.


"Carolyn, lebih baik kau bersama Tuan Ansel dan aku yang bersama Xelino," kata Grizel lagi malah menyarankan Carolyn bersama Ansel.


Tuk!


Carolyn memukul puncak kepala Grizel dengan pensil iPad.


"Aduh!" Grizel mengusap kepalanya.


"Dia sudah punya pacar! Kau jangan coba coba mendekatinya!" decak Carolyn menunjuk Grizel.


"Siapa suruh dia begitu tampan dan seperti orang kaya!" dengus Grizel sementara Lila memperhatikan mereka berdua.


"Diam! Pokoknya sekarang kalian berdua cari cara membuat pangeran itu tidak jadi mengantarku!" kata Carolyn lagi memaksa.


"Ahh baiklah baiklah, Lila kerjakan!" perintah Grizel pada Lila.


Lila mengangguk dan tak lama Lila memegang perutnya bersandar pada sofa.


"Aaaahhh, perutku, perutku sakit Grizel, Carolyn!" pekik Lila seketika seperti merintih kesakitan pada perutnya.


Ansel tentu menoleh. Dia mengira Carolyn yang sakit. Carolyn tidak menyangka Lila bisa berakting seperti ini.

__ADS_1


'Dasar dua orang siluman, mereka bisa dengan cepat memainkan peran, sungguh anak buah yang memukau!' gumam Carolyn bangga dalam hati.


"Aduh Lila, mana yang sakit? Apa kau harus ke rumah sakit?" Kata Grizel ikut panik.


"Tidak tidak, aku ingin pulang! Carolyn ijinkan aku pulang! Aku harus meminum obat di rumah! argh!!" Lila makin menjadi jadi.


"Iya iya kau pulang lah, tapi aku tidak ada yang menjemput . Ahh Ansel tolong antar Lila pulang aku mohon!" pinta Carolyn ikut cemas pada Ansel.


"Iya tuan, kami takut jika naik taxi akan dimanfaatkan dengan kondisi seperti ini!" tambah Grizel memegang perut Lila.


"Tapi, aku harus mengantarmu Carolyn," saut Ansel masih mau mengantar Carolyn.


"Ahh, tidak usah memikirkanku, aku masih punya supir di rumah, Lila lebih penting!" balas Carolyn memanasi suasana.


"Aaahhh sakit sekali aku harus segera meminum obat!!!" pekik Lila lagi terus memegang perutnya.


'Dua gadis sial! Aku tidak tahu ini siasat atau bagaimana tapi aku memang harus terlihat baik dan tanggap di hadapan Carolyn,' decak Ansel dalam hati.


"Baiklah, ayo ku antar!" akhirnya Ansel menyetujui dengan berat hati.


"Grizel, kau temani ya?" kata Carolyn lagi meminta tolong.


Grizel mengangguk mengedipkan matanya dan Lila bahkan bermanja ria agar Ansel memapahnya. Mereka bertiga pun pergi dari ruangan Carolyn.


"Beres!!!" Ujar Carolyn menggesekkan kedua tangannya.


"Sekarang lebih baik aku beberes dan pulang ke rumah untuk berendam. Dan awas kau Xelino, besok kau harus membalas semua ini! Kau harus mentraktirku makan Sukiyaki, sepertinya itu enak di tempat kemarin. Atkhinson De Angel. Makan di sana seperti aku ratunya dan dia rajanya, hihi!" Carolyn terkikik membayangkannya.


Sementara itu Xelino melajukan mobilnya dengan cepat ke Venta Property karena sebentar lagi jam Carolyn bekerja selesai. Dia harus lebih dulu dari Ansel sehingga bisa mengantar Carolyn. Sejatinya dia tidak rela jika Carolyn terus berdekatan dengan pria lain. Di cafe teh tadi, Xelino sudah melihat dan dia sedikit kesal. Namun, dia tetap harus tampil sewajarnya di depan Gilbert.


Untung saja Xelino tiba lima belas menit sebelum jam pulang kerja Carolyn. Dia menunggu di depan gedung seperti biasa. Xelino sudah kelur dari mobil dan berdiri di depan mobilnya.


"XELINOOOO!!!"


tiba tiba terdengar seorang wanita memanggilnya dari seberang jalan. Wanita itu melihat Xelino keluar dari mobil dan berjalan ke depan mobilnya.


Xelino sontak menoleh melihat siapa yang memanggilnya. Xelino benar benar membelalakan matanya. Bagaimana bisa wanita paruh baya itu menemukan dirinya di sini? Dan mengapa tidak mengatakan padanya?!


Wanita itu keluar dari sebuah mobil pribadi yang mereka tumpangi juga membantu seorang wanita lagi dari dalam mobil tersebut. Mereka berdua menyebrangi jalan dan menghampiri Xelino.


"Oh my God! Xelino! Kau seperti kedua anakku, tampan, gagah dan stylist! Aku merindukanmu nak!" Kata salah satu wanita itu dan memeluknya. Xelino masih sangat terkejut tapi juga tetap memeluknya. Dia bingung apa yang harus ia lakukan sekarang.


Apalagi ketika sebuah suara lagi datang memanggilnya dan pasti akan menanyakan semuanya.


"Xelino??"


Suara itu, ya suara Carolyn memanggilnya.


...


...


...


...


...


Ketika dirimu di antara para wanita hebat itu Xelino, apa yang harus kau perbuat? Buahahahaaa #ketawajahat dong guee 😈😈


Terus tiba tiba Mak nya Carolyn juga Dateng 😂😂


.


Next part 23


Apa yang akan Xelino lakukan?


Mengaku apa masih memiliki seribu taktik berkelit ala rubah cerdik?


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍

__ADS_1


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2