
Hanya menghadapi semuanya dengan senyum. Tidak mau dengan mengeluh dan meratapi nasib. Semua akan indah pada waktunya. Lexa dan Leon meyakini pernikahannya tidak akan berakhir dengan hanya berdua. Mereka percaya akan ada satu kehidupan lagi yang mewarnai pernikahan mereka. Bagaimana kelanjutannya?
...
Seperti biasa Leon mengantar Lexa sampai di basement parkiran kantornya. Hari ini Lexa harus masuk karna katanya Viena hendak menyampaikan kabar gembira. Lexa tentu saja bersemangat. Biasanya kalau Viena mengatakan kabar gembira maka dia akan terkena imbasnya. Entah di traktir makanan enak di restoran mahal atau paket berlibur atau mendapat tambahan gaji bulan depan.
"Bagaimana kalau liburan ke Honolulu? Kau sudah siap kesana?" Tanya Leon menggoda Lexa mengenai kabar yang akan diberitahukan Viena.
"Kenapa tidak? Kata Rico, Nyonya Bella bahkan selalu berdiam di mansion nya bersama anaknya. Dia tidak pernah pergi kemana mana. Kenapa kau tiba tiba mengingatnya? Kau merindukannya?" Lexa kembali menggoda dan sedikit menyindir suaminya.
"Apa otakku sudah rusak merindukannya? Mengatahui kabarnya saja tidak, malah kau yang tahu!" Dengus Leon.
"Ya beberapa waktu lalu Solane menghubungiku. Dia sebal katanya tidak hamil hamil. Dia sebal, bagaimana aku?" Keluh Lexa menundukan kepalanya.
"Dia sengaja hendak mencemburui kita." Gumam Leon.
"Kurasa begitu. Dia sudah mempunyai Jacklyn, bagaimana dengan kita? Wanita bedebah!" Umpat Lexa kembali menegakan kepalanya.
"Ya, tapi kau tetap bersahabat dengannya!" Leon mencibir.
"Begitulah sahabat yang tak mengambil keuntungan, memang Ben temanmu!" Lexa terus membalas perkataan Leon.
"Hahaha, besok anaknya ulang tahun yang pertama, kita harus datang Lexa." Kata Leon mengingatkan.
"Ya aku tahu, mommy nya berisik sekali!" Keluh Lexa mengingat kerepotan Abby.
"Ya sudah sampai jumpa nanti sore, tunggu aku sayang!" Kata Leon mengingatkan.
"Ya sayang, sampai jumpa!" Lexa menghampiri wajah Leon dan mereka berciuman singkat. Lexa pun keluar dari mobil. Leon masih memperhatikan Lexa. Sebenarnya dia tahu apa yang Viena hendak katakan pada bawahannya.
Dion sudah memberitahu Leon lebih awal kalau Dion juga menyuruh Leon memesan makanan untuk para bawahannya sebagai ucapan syukur. Tapi Leon ingin membebaskan perasaan Lexa. Semoga Lexa beranggapan positif dan tidak memikirkan hal yang tidak seharusnya ia rasakan. Leon melajukan mobilnya ke Hotel Prime.
Lexa pun tiba di kantornya. Dia merasa ada atmosfer yang berbeda dari kantornya ini. Agak ramai dan sepertinya banyak anak kecil karna sudah terdengar suara canda tawa beberapa anak di sini. Lexa tersenyum dan membuatnya semakin penasaran ada apa gerangan yang terjadi. Dia segera menuju ke ruangan Nyonya nya.
"Morninggg!!! Oh My God! Lucy, Abby? Kalian membawa anak kalian? Beatrice, Liam, aku merindukan kalian." Lexa membali salam sekaligus terkejut karna hari ini Abby dan Lucy mengajak anak mereka.
Beatrice merupakan anak Ben dan Abby sedangkan Liam anak Lucy dan Adam, Suami Lucy.
"Beatrice, mengapa lama kelamaan kau mirip sekali dengan Daddy mu? Bukanny akau seorang baby girl?" Goda Lexa pada Beatrice yang belum tua apa apa. Bayi kecil itu hanya tersenyum senyum sehingga pipi tebalnya menutupi matanya yang membentuk sebuah garis.
"Lexa, kau keterlaluan! Jangan menggodanya seperti itu!" Dengus Abby tidak menerima Lexa meledek mata anaknya .
"Dia lucu sekali seperti Ben kalau tersenyum hilang sudah matanya, hahahaha!!" Lexa tambah menjadi jadi.
Abby lalu mengambil alih Beatrice dan menggendongnya.
"Dan kau Liam, kau semakin tampan, tapi kau jangan galak seperti mommy mu ya?" Kini Lexa beralih pada Liam yang cukup dekat dengan Lexa seperti dengan Dior.
"Iya Lexa aunty beauty." Balas Liam memegang wajah mulus Lexa.
"Oh God Lucy? Dia sudah bisa bicara?" selidik Lexa sedikit tidak percaya karena seminggu lalu Liam hanya bisa tersenyum melihatnya.
"Ya sedikit sedikit tapi masih terbalik balik." jawab Lucy tersenyum.
"Tidak apa apa. Lucu sekali dia! Liam, kau mau ke rumahku?" ajak Lexa bergurau.
"Memang rumah mu sudah jadi?" saut Abby meledek.
"Nanti kalau sudah jadi, hahahaha!" balas Lexa tidak mau kalah dari Abby.
"Ada apa denganmu hari ini Lexa? Kau senang sekali?" Selidik Abby sedikit curiga.
"Aku senang karna kalian semua berkumpul di sini untuk mengetahui kabar gembira dari Nyonya Viena kan?" jawab Lexa santai.
"Ya, kalau kau tahu, kau jangan shock!" Abby meledek dan Lucy langsung memukul lengannya agar Abby tidak asal berbicara.
"MomXa! Why you search me?"
__ADS_1
'Oh my God! Suara itu?' Lexa sangat mengenal suara ini dan tahu itu siapa dari panggilan dan nada bicaranya.
"Dior? Kau? Aku tidak melihatmu! Not search Dior!" Lexa mencoba membenarkan tapi Dior lebih tau cara mengalihkannya.
"Search mencari MomXa! Cause Liam and Beatrice, you not search me!" kesal Dior masih duduk di singgasana ibunya.
Lucy, Abby dan Susan sudah tersenyum tidak enak mendengar kosa kata Dior yang sangat mendunia ala kadarnya. Benar benar polos namun benar benar cukup pintar. Dior hanya seorang anak yang hendak berusia 4 tahun dan sedang memperbanyak kosa kata.
"Oh Lord, kuatkan hamba! Dior, MomXa sudah mengajarimu verb dan grammar yang benar mengapa masih tidak tepat?" keluh Lexa menghampiri Dior.
"But you know yang ku maksud kan MomXa?" kata Dior lagi seenaknya.
"Ya ya baiklah, i know! Where is your mom?" tanya Lexa kemudian.
"Behind you!"
"Nah itu baru benar!"
Dior tersenyum sedikit menyombongkan dirinya.
"Hay Lexa, selamat datang!" Sapa Viena yang sepertinya baru saja keluar.
"Good Morning, madam." balas Lexa.
"Morning! Baiklah semua sudah berkumpul di sini. Aku senang sekali kita semua berkumpul di sini dan aku ingin membagi kebahagiaan bersama kalian. Sebagai ucapan syukur kita akan merayakannya dengan pesta kecil di Restoran Crown Hotel Prime Sabtu besok pukul 7 malam. Em, karna aku .." kata Viena sesaat terhenti. dia agak gugup mengatakannya.
Semua sudah menunggunya. Lucy dan Abby sudah tahu tetapi tetap menautkan kedua tangannya merasa terharu dengan hasil yang di dapat atasannya. Mereka juga Lexa sangat mengetahui pengorbanan Viena.
"Aku hamil!" kata Viena lagi tersenyum. dia melipat kedua tangannya.
Deg!
Sesaat jantung Lexa berdebar.
"Aku hamil anak kembar dan sudah menginjak 12 Minggu. Dior akan memiliki adik kembar." tambah Viena.
Deg!
Suara tepuk tangan serta sorak sorai meramaikan ruangan Viena. Viena melipat tangannya di depan dadanya tersenyum sesaat dia melirik ke arah Lexa yang menutup mulutnya. Lexa tampak terharu. Lexa lalu menghampiri Viena dan memeluknya.
"Selamat nyonya ku! Aku senang sekali! Tidak sia sia segala pengorbanan dan perjuanganmu bersama Tuan Dion!" Lexa menangis di pundak Viena. Dia menangis bukan karna sepenuhnya terharu namun juga menangisi kenistaan dirinya yang juga belum kunjung mengandung.
Viena juga memeluknya dan mendekap asisten kesayangannya itu.
"Suatu saat kau juga akan merasakannya lagi, percaya pada ku Lexa!" Kata Viena yang sepertinya merasakan sedikit kekecewaan pada diri Lexa sendiri. Lexa hanya mengangguk .
"MomXa, don't be said!" kata Dior memegang sisi celana Lexa.
"Sad Dior!" Lexa masih saja menyauti Dior yang mengatakan dengan salah.
"Don't be sad! Ada aku! Aku anak momXa." kata Dior lagi menarik narik sisi celana Lexa dan Lexa meraih tangan kecilnya.
"Nah, Dior saja mengerti, Lexa sayang." kata Viena tersenyum.
"Argh, aku benar terharu karnamu Nyonya. Masa kau tidak percaya." dengus Lexa.
"Aku percaya, Lexa!" Celetuk Abby dan lagi lagi Lucy menyenggolnya.
Lexa sedikit melirik Abby. Dia berbanding terbalik dengan sahabatnya itu. Ya biar bagaimanapun dia harus tetap bersyukur kalau Jane, mertuanya tidak seperti mertuanya Abby. Lexa menarik napas sepertinya dia memang sudah sangat merindukan seorang anak namun tak kunjung datang.
"Baiklah, aku akan mencuci wajahku dulu, aku benar benar terharu mendengar semua ini Karna sebagian disinipun mengetahui kalau Nyonya Viena berusaha sekuat tenaganya bersama Tuan Dion. Mereka melakukan program hamil yang terbilang ekstrim. Selamat nyonya sekali lagi." kata Lexa ijin dengan semuanya.
"Ya sudah sana bersihkan wajahmu." Kata Viena menepuk pelan bahu Lexa. Lexa mengangguk dan menuju ke kamar kecil.
Setelah ia mencuci wajahnya tentunya ia kembali ke ruangan Nyonya nya. Tidak begitu ada pertemuan hari ini. Pantas saja Abby dan Lucy bisa membawa anak anaknya. Lexa pun sesekali bermain bersama mereka sampai lagi lagi Lexa terhanyut.
Di saat semua sudah kembali ke meja kerja mereka masing masing dan Viena tertidur di sofa besarnya bersama Dior, Lexa juga kembali ke ruangannya. Hamil kembar sangat membutuhkan tenaga Ekstra.
__ADS_1
Sesampai di ruangannya, Lexa jadi ingin berbicara dengan suaminya. Dia pun menghubungi Leon. Tumben sekali Leon langsung mengangkat panggilannya. Dia cukup senang. Biasanya butuh berkali kali baru Lexa berhasil menghubungi suaminya itu.
"Lexa? Ada apa sayang?" Leon mengangkat ponsel nya sambil menyugar rambutnya ke belakang karena pagi ini dia tidak sempat menegakan rambutnya. Dia sedang ada di balkon atas Hotel Prime dan untung saja membawa ponsel. entah mengapa hatinya ikut kalut setelah mendengar kabar dari tuannya mengenai kandungan Viena.
"Kau tumben sekali mengangkat dengan cepat?" kata Lexa yang terheran dengan Leon.
"Ya, aku sedang ada di balkon atas hotel Prime. Ada apa sayang?" Leon bertanya kembali menyembunyikan kekalutannya. dia sudah senang istrinya menghubunginya.
"Em, aku merindukanmu Leon!" kata Lexa pelan.
"Aku tahu." balas Leon tersenyum. mereka bersua seperti sepasang kekasih yang belum menikah.
"Kau sudah mendengar kabar?" selidik Lexa.
"Ya, Nyonya Viena hamil anak kembar kan?"
Lexa tidak menjawab. Dia menundukan kepalanya menyandarkannya di atas meja kerjanya. Air matanya sudah hendak menetes.
"Lexa, tenanglah. Aku mengerti perasaanmu. Jangan tidak percaya diri. Kau pasti hamil. Percayalah padaku!" ujar Leon lagi.
"Ya Leon, hiks hiks .." dan Lexa mulai menangis.
"Lexa, Tuhan sudah mempunyai perencanaan sendiri bagi umatNya. Kau harus yakin. Sekarang kita memang harus belajar terlebih dahulu. Mencintai anak anak yang disekitar kita. Kau sudah menjadi seorang ibu sayang. Bagaimana dengan Dior yang memanggilmu MomXa? Dia begitu bangga dan juga senang dekat denganmu." Leon berusaha menghibur Lexa.
"Tapi kalau ada Nyonya Greta, dia lebih senang bersama Nyonya Greta." dengus Lexa masih tidak percaya diri.
"Nah kau cemburu, berarti di hatimu sudah tersimpan perasaan memiliki anak. Jangan menangis sayang. Apa yang kau inginkan? Aku akan menurutimu." tanya Leon.
"Jemput aku kita makan siang bersama." Pinta Lexa masih dalam sesenggukan. Dia tidak bisa membalas perkataan bijak suaminya. Suaminya memang benar. Tidak seharusnya dia seperti ini.
Leon tersenyum mendengar permintaan Lexa. Lexa jarang meminta makan siang bersamanya. Selalu Leon yang mengajaknya dan kadang Leon meminta kewajibannya melakukannya di mobil. Di basement parkir hotel prime atau di basement parkir kantor Jovancy Advertising.
Dengan segala kemesraan dan gairah mereka, ya Leon juga sering berpikir mengapa semua ini tidak adil baginya juga istrinya. Khususnya istrinya. Tuhan telah memanggil ayah kandungnya lalu anak mereka. Mengapa samai selama ini Lexa masih juga belum hamil? Hem, sesuatu yang sulit memang. Sudah menginjak 4 tahun mereka juga belum memiliki momongan. Namun, Leon tidak mau ikut bersedih karna istrinya membutuhkan dirinya. Hanya dia yang diinginkan. Jadi Leon harus menjadi besi sehingga ketika Lexa penuh amarah dan kesedihan dan berubah menjadi api, Leon bisa menahannya bahkan Leon akan semakin kuat dan memanas memberikan kehangatan bagi Lexa.
...
...
...
...
...
hem Lexa, be calm and patient .. pasti terjadi, semua perkara ada di tanganku wkwkwkw 😁😁
.
next part 63
nantikan saja .. ini menuju ending hehe 😊😊
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
__ADS_1
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤