
Seperti sebuah kincir angin yang kecil, termenung berdiri sendirian, terlihat kesepian seakan mencari objek lain untuk mendampinginya. Meski di tengah harta bergelimang dan kepintaran tiada tara, nyatanya sebuah kasih sayang paling diutamakan. Carolyn tampaknya baik baik saja sampai pria bernama Aciel harus pergi meninggalkan dunia ini untuk selamanya. Ketraumaan melingkupi dan menutup diri dari apapun. Tidak ada yang ia dengarkan. Namun, bagaimana keadaannya sekarang setelah bertemu Xelino? Dia pun berani berhubungan dengan orang yang belum ia lihat wajahnya dan bertemu langsung. Rasa rindu dan ingin bersama semakin mencekam Carolyn. Bukan hanya Carolyn, tampaknya juga dirasakan Xelino. Bagaimana kelanjutannya?
...
Carolyn meletakan foto frame tersebut tetapi dengan menutupnya. Dia merasa wanita yang di samping Xelino atau Zhavia itu sangat beruntung bisa menjadi kekasih Xelino. Carolyn kini percaya kalau Xelino benar benar mempunyai pacar. Lagipula tidak seharusnya dia menyukai Xelino. Xelino hanya asistennya. Tidak lebih. Dia memantapkan hatinya untuk tidak menumbuhkan rasa suka ini terlalu tinggi. Dia masih harus mendekatkan diri pada Lionel. Setiap malam mereka terus berkirim pesan dan Carolyn sangat yakin kalau Lionel juga tak kalah baik dan mempunyai selera humor seperti Xelino. Carolyn hanya belum mengetahui siapa Lionel dan Xelino sebenarnya.
Carolyn menuju ke kamar mandi Xelino dan masih merasa takjub karena semuanya sangat rapi. Ada juga bathtub yang menggugah dirinya untuk berendam tapi tentu saja ia urungkan. Dia bisa melakukan di rumahnya. Carolyn hanya bisa mencuci wajahnya. Setelah itu dia kembali ke ruang tamu. Sepertinya makanannya belum sampai. Xelino juga masih tertidur. Ingin mengerjakan tugas dari Deborah mengenai anggaran pembangunan rumah Ansel rasanya Carolyn sedang lelah dan malas.
Dia duduk di sofa single dan sesaat dia melihat Xelino. Carolyn tersenyum. Xelino tidur sangat pulas. Carolyn menghampirinya. Ingin melihat wajah itu dari dekat. Dia menyentuh kening Xelino yang sudah tidak begitu menghangat lagi. Carolyn terus memperhatikan wajah pria itu. Dari rambutnya yang ternyata tebal, alis matanya yang juga cukup tebal, hidungnya yang mancung sampai rahang pipi yang ingin Carolyn kecup. Tidak lupa, Carolyn sampai pada bibir Xelino yang seenaknya selalu mengecup dan mencium bibirnya. Namun, Carolyn tersenyum mengingat sudah 2x mereka saling menempelkan bibir mereka.
Tak lama Xelino bergerak tentu saja Carolyn terkesiap, dia hendak menegakan dirinya tapi kaki tak sejalan dengan pikiran. Dia kembali hendak terjatuh. Tentu saja Xelino menahannya karena sebenarnya dia tahu kalau Carolyn sedang memperhatikan wajahnya. Xelino menahan tangannya agar tidak terjatuh tapi juga menariknya agar Carolyn berada di atasnya.
"Aahh, Xelino?" Kata Carolyn dengan wajah yang sudah memerah. Jantungnya berdebar. Ingin menjauh tapi rasanya ini lebih menyenangkan, lagipula tangan Xelino menahannya.
"Kau sedang apa?" Tanya Xelino.
"Ingin ke dapur dan tersandung," jawab Carolyn berdalih.
"Kalau kau belum puas melihat wajahku, lihat sini baik baik, aku akan menjaga tubuhmu di atas tubuhku," saut Xelino melebarkan senyumnya.
"Tidak! Rubah mesum! Kau jangan begini! Kau sudah punya pacar kan?" Dengus Carolyn mengingatkan.
"Dia di Legacy tidak akan tahu," sela Xelino asal.
"Licik! Kau berselingkuh, aku akan mengadukan padanya!" ancam Carolyn.
"Selingkuh bagaimana? Jadi kau mau menjadi kekasihku, nona?" saut Xelino.
"Mana ada?! Kau asisten ku dan akan seperti itu seterusnya, sekarang lepaskan aku!" pinta Carolyn lebih tegas lagi.
Xelino menggeleng tersenyum.
"Kalau pacarmu tahu, dia akan sedih Xelino," kata Carolyn lagi memposisikan dirinya sebagai pacar Xelino di Legacy.
"Ya karena pacarku tidak ada, jadi aku memelukmu saja, kau tidak masalah kan? Buktinya kau tetap ada di sini," sambung Xelino makin memanasi Carolyn.
"Sial! Biarkan aku berdiri!" Decak Carolyn mencoba mengangkat tubuhnya tapi Xelino tetap menahannya.
"Sebentar saja nona, lusa aku tidak bisa mendampingimu dulu. Aku ada survey ke Desa Selina di dekat Desa Serena selama tiga hari bersama Daddy mu dan James. Aku pasti sangat merindukanmu," kata Xelino kemudian.
"Cih, aku senang tidak Adamu!" balas Carolyn berbohonh. Dalam hatinya seketika dia menjadi sedih karena Xelino akan pergi dan pasti dia akan kesepian.
"Jangan macam macam dengan Ansel, jaga jarakmu! Dia bukan orang yang baik!" Xelino memperingati.
"Kau bukan siapa siapaku!" decak Carolyn.
"Aku sudah memperingatimu, jangan sampai kau menyesal!"
"Tapi Minggu depan, pembangunannya sudah mulai direncanakan Xelino,"
"Minggu depan aku sudah kembali, aku akan menemanimu,"
Carolyn tersenyum dan menyandarkan kepalanya di dada Xelino. Dia tetap tidak bisa pergi dari sana. Sejujurnya, dia juga menyukainya. Merekapun berpelukan sampai pengantar makanan datang. Merek makan dengan candaan dan gurauan. Tak ayal menebar umpatan yang membuat mereka malah lebih dekat. Carolyn menghubungi ayahnya untuk menyuruh Cole yang menjemputnya karena kondisi Xelino. Xelino pun merasa Carolyn lebih berbeda dari sebelumnya.
"Carolyn Carolyn, sebenarnya kau wanita yang sangat polos. Kau percaya dengan apa yang kukatakan. Hem, kupastikan kau akan mencintaiku dan hatimu hanyalah milikku!" Gumam Xelino menyeringai melihat kepergian Carolyn bersama Cole dari atas apartemennya.
...
Lusa menjelang. Xelino kini sudah duduk di bangku belakang mobil bersama Gambar Gilbert. Gilberth tahu kalau semalam Xelino menemani Carolyn kembali membuat maket untuk klien yang kedua. Pada akhirnya klien kedua yang merupakan pembangunan kantor cabang perusahaannya, yang pegawainya dicurigai Carolyn melakukan korupsi ternyata benar. Semua anggaran dilebihkan dan direkayasa untuk mereka. Untung saja Carolyn dan Deborah sudah membuat anggaran yang sebenarnya. Mereka pun berterimakasih pada Carolyn dan mereka juga menambahkan bonus dua kali lipat untuk Deborah dan Carolyn jika mereka bisa membuat maket miniatur cantik kantor cabang tersebut. Mereka hendak memajangnya sebagai apresiasi baik dari penyelamatan anggaran yang dilakukan oleh Venta Property lebih tepatnya pada Carolyn. Oleh sebab itu Carolyn meminta bantuan lagi pada Xelino untuk membantunya membuat miniatur tersebut.
Agak malam Xelino pulang sampai Jennifer menyuruhnya untuk menginap tapi Xelino menolak. Xelino harus mempersiapkan kepergiannya ke Desa Selina. Jadi, Gilbert menyuruh James yang menyupir. Sementara pekerjaan Xelino untuk Carolyn digantikan Cole untuk sementara.
"Maafkan kalau anakku suka merepotkanmu, Xelino," ucap Gilbert seketika.
"Tidak masalah tuan, itu sudah merupakan pekerjaanku," saut Xelino menyunggingkan senyumnya.
"Apa yang kau lakukan sehingga kau bisa membagi waktu sedemikian rupa?" tanya Gilbert cukup penasaran.
"Dia hanya tidur 3 jam, tuan!" celetuk James tiba tiba.
"Ehem!" Xelino hendak memperingati James tapi sudah terucap.
"Ah, yang benar kau Xelino?" selidik Gilbert lagi.
"Tidak juga tuan, kadang kalau aku terlalu lelah, aku langsung tidur setelah mengantar Nona Carolyn," jawab Xelino singkat.
"Hem, jaga kesehatanmu Xelino. Biar bagaimana pun tubuhmu sangat penting untuk menjalani hidup ini," kata Gilbert memperingati.
"Iya tuan, kau tenang saja. Yang penting aku sehat dan mengerjakan semua pekerjaan yang kau percayakan padaku dengan baik!" saut Xelino makin melebarkan senyumnya.
__ADS_1
"Bukankah kemarin Nona Carolyn merawat Xelino ketika tidak enak badan, tuan," celetuk James lagi. James ingin melihat respon tuannya.
"Jaaammeeess! Kau berisik sekali! Supir yang benar!" Dengus Xelino memukul sisi belakang kursi pengemudi James.
"Oh iya, aku juga ingin bertanya tetapi selalu lupa. Lusa kemarin Cole yang menjemput Carolyn di apartemen mu, Xelino?" selidik Gilbert lagi.
James sudah terkekeh. Begitu juga dengan Sekretaris Lidya yang juga ikut.
"Ah iya tuan, maafkan aku, Nona Carolyn yang memaksa," saut Xelino menundukan kepalanya. James memperhatikan tingkah Xelino yang dia yakin sedang berpura pura menyesal padahal dia sudah tahu apa yang Xelino lakukan pada anak atasannya itu.
"It's oke, Xelino. Aku tidak akan memarahimu. Ini merupakan sebuah kemajuan dimana Carolyn ingin membantumu kan?" gumam Gilbert sudah bangga dengan anak perempuannya itu.
"Ah iya benar tuan, Nona Carolyn memang sudah banyak kemajuan. Apa kau tidak tahu? Dia memaafkan pekerja yang mengerjain dia di perusahaan Nyonya Rietha," kata Xelino lagi memberitahu.
"Kau serius Xelino?"
"Benar tuan, selain itu dia selalu mengucapkan selamat pagi dan sampai jumpa pada petugas keamanan perusahaan Nyonya Rietha," kata Xelino lagi. Dan Xelino terus menceritakan kebaikan Carolyn yang ada juga ia lebih lebihkan.
Sementara James gagal membuat Xelino terpojok. Dia malah mengerutkan bibirnya sebal. Dia akui kalau Xelino mampu bersilat lidah dengan baik dan tangkas.
'Benar apa yang dikatakan Nona Carolyn, Xelino merupakan jelmaan siluman rubah yang turun ke bumi, sangat LICIK!' dengus James dalam hati.
Sementara si Venta Property, Carolyn terus bersin bersin sampai Deborah sebal padanya. Carolyn menyuruh Grizel membuatkannya teh hangat, dia merasa dia akan flu padahal Xelino sedang membicarakannya pada Gilbert, ayahnya.
...
Sesampainya di Desa Selina, mereka langsung menuju ke rumah kepala desa. Mereka menanyakan mengenai seperempat lahan Desa Selina yang sudah diakuisisi oleh Delins Group. Kepala Desa mengatakan kalau beberapa hari ini, lahan tanam kentang organik dan lahan tanam ubi ungu yang merupakan andalan Delins Group tahun ini terserang hama. Xelino tentu saja mendelikan alisnya tidak percaya. Padahal laporan akhir menyatakan kentang berbuah pesat juga ubi ungu yang warnanya sangat cerah.
"Sebaiknya kita langsung ke lokasi saja, tuan," kata Xelino menyarankan. Gilbert menyetujuinya.
Mereka berempat langsung melihat hama hama yanh dimaksud oleh si kepala desa. Kepala desa juga memberitahu kalau ada beberapa sampai membusuk karena hama yang meningkat dengan cepat.
Xelino sudah menyuruh seorang petani menggali satu tanaman kentang dan ubi ungu nya. Sebelum dia melihat hasil kentangnya dia melihat dedaunannya terlebih dahulu. Xelino memperhatikan daun tanaman kentang ini meleleh menghitan seperti tersiram air panas. Sesaat Xelino mengingat kalau ini bulan Juni dan belum merupakan masuk musim dingin. Sementara hama atau penyakit yang menyerang dedaunan ini biasanya masuk di musim dingin sekitar bulan oktober atau November.
Xelino menggelengkan kepalanya. Gilbert tidak begitu mengerti tentang hama. Baru kali ini juga dia mendapat masalah seperti ini. Xelino lalu beranjak sambil membawa daun tersebut.
"Sepertinya ini di sengaja, tuan!" kata Xelino memicingkan matanya terus memperhatikan dedaunan yang menghitam ini.
"Sengaja? Apa maksudmu?" selidik Gilbert.
"Hama ini merupakan hama penyakit daun busuk. Awalnya memang hanya menyerang bagian pinggir. Jika tidak ditanggulangi maka akan menyebar ke seluruh permukaan daun dan tidak menutup kemungkinan sampai ke batang yang menyebabkan tanaman dan buah yang dihasilkan akan mati. Akan tetapi, penyakit ini biasa ada pada musim dingin. Sekarang baru bulan Juni sementraa musim dingin masuk di awal bulan Oktober atau November. Sepertinya, ada yang menebar virus jamur dari penyakit ini secara sengaja, tuan," tutur Xelino menjelaskan apa yang ia ketahui dan curigai.
Xelino membuka matanya lebar menatap James.
"Haruskah kita katakan pada tuan Gilbert?" bisik James lagi.
"Kita belum ada bukti, jangan sampai reputasi nama kita dipertaruhkan. Biarkan Tuan Girbert dan kita beristirahat dulu dari perjalanan panjang ini, biar kita berdua saja yang mencari bukti selama tiga hari ini, James," bisik Xelino membalas.
"Ah kau benar, baiklah,"
Akhirnya Xelino berjanji pada Gilbert untuk menangkap pelaku dari penyebaran hama secara sengaja ini. Karena masalah ini mereka jadi sulit menentukan tempat peng-irigasian terbaik pada lahan yang ada. Sebagai pilihan survey yang lain, di pagi dan siang hari Gilbert mengajak Xelino dan lainnya mengunjungi lahan lain yang belum ditanami apapun. Xelino dan James memberikan saran untuk menanam jagung juga dan sebagian sayur mayur untuk peningkatan program tahun ini.
Dan ketika malam hari, Xelino pergi bersama James bertanya tanya pada warga sekitar yang melihat orang bukan dari Delins Group mengunjungi lahan tanam kentang dan ubi ungu tersebut. Mereka berempat menginap di rumah peristirahatan yang khusus dibuatkan warga untuk Delins Group karena Gilbert selalu memberikan kelebihan dari penjualan hasil tanam mereka di kota setiap bulannya pada warga setempat. Gilbert juga merupakan dermawan yang bijak.
Sementara itu, Xelino dan Carolyn tidak saling berkirim pesan. Awalnya Carolyn mengirim pesan pada Xelino tapi tidak terkirim. Carolyn beranggapan mungkin sedang tidak ada signal padahal Xelino lupa membawa ponsel nya dan baterainya habis. Xelino juga merindukan Carolyn ketika tidur malamnya. Xelino iseng meminjam ponsel James dan memeriksa email-nya . Ternyata Carolyn mengirim email untuk Lionel.
"Sebagai kakakku juga tidak apa apa. Setidaknya aku bisa berkomunikasi dengannya," kata Xelino menyeringai.
Chating Email Xelino (Lionel) & Carolyn
Lionel : Carolyn!
Carolyn : Hay? Tumben kau mengajakku Chatting? Apa kau sedang tidak sibuk?
Lionel : selalu ada waktu untukmu
Carolyn : oh ya?
Lionel : tentu! Apa kabar?
Carolyn : baik, tapi aku sedang jenuh karena sedang melakukan semuanya sendiri
Lionel : kenapa begitu?
Carolyn : ya, asisten pribadiku sedang dipinjam daddyku menemani ke ladang
Lionel : dipinjam? Memang daddymu tidak mempunyai asisten? Apa sebenarnya kau yang meminjam pada daddymu! (Terkikik)
Carolyn : sebenarnya haha!
__ADS_1
Lionel : hem, kau lucu juga ya?
Carolyn : ini semua karna tertular oleh asisten pribadiku
Lionel : apa dia wanita?
Carolyn : pria
Lionel : wah, jangan jangan dia suka padamu atau kau suka padanya?
Carolyn : mana ada?! Kami hanya asisten dan majikan. Kau jangan cemburu Lionel
Lionel : hem, baru saja aku hendak datang 3 hari lagi ke Springfield tapi sepertinya kau lebih menyukai kebersamaanmu dengan asistenmu ya?
Carolyn : tentu tidak Lionel! Kau jangan seperti ini! Jadi 3 hari lagi kita bertemu ya?
Lionel : baiklah! Jangan mengajak asistenmu, aku takut dia menyukaimu dan membunuhku
Carolyn : ya, kau tenang saja. Baiklah di kebun bunga samping gereja tua pinggiran Springfield pukul 5 sore ya?
Lionel : ok!
Carolyn : baiklah aku tidur dulu, besok aku ada presentasi
Lionel : dengan siapa?
Carolyn : dengan klien ketigaku, Ansel Gellarmo yang waktu itu aku ceritakan merusak maketnya.
Lionel : di mana?
Carolyn : di kantor
Lionel : baguslah, ok jaga dirimu, bye ❤️
Seketika Carolyn merasa mengapa pertanyaan Lionel sama seperti Xelino yang tampak sangat protektif ketika hendak melakukan presentasi dengan Ansel? Carolyn jadi merasa melakukan chating pada Xelino.
"Rubah bodoh tidak tahu sopan santun mematikan ponselnya karena takut aku menghubungi, hem, sok tampan! I HATE YOU!"
...
...
...
...
...
asal jangan pake bahasa indo Lyn, nanti jadi bener bener cinta 😝😝
.
next part 20
bagaimana Xelino mensiasati pertemuan dengan Carolyn?
apa menyuruh orang atau apa? 😁
lalu siapa yang kembali mencari masalah pada Delins grup?
dan rayuan Ansel akan terus berlanjut, apa yang akan terjadi?
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1