
Hidup ini seperti bermain game. Kita mulai dari kelahiran di mana memulai dari level satu seperti pada sebuah game. Setelah itu kita akan mendapatkan pengalaman, kenangan, pemikiran, pengembangan diri, pengaruh baik dari orang orang sekitar. Sama seperti karakter dalam game yang belajar dan terus berkembang. Sedari awal, Carolyn tinggal dari keadaan berada, begitu juga dengan Xelino tetapi perbedaannya, Carolyn selalu terpenuhi sedangkan Xelino ingin memulai semuanya jika dirinya tidak berada. Menjalani semuanya dari awal, berkembang untuk mencapai sebuah tujuan. Dalam hal ini Carolyn baru merasakan kehidupan yang sebenarnya. Pengembangan diri dan pemantapan. Apakah Carolyn dapat bertahan? Bukan hanya bertahan mendapatkan posisi yang baik dalam pekerjaan tetapi juga dalam hal cinta. Mampukah dia menghadapi apapun yang menyakitinya? Sementara Xelino? Bisakah dia terus membagi diri agar bisa menjadi yang terbaik dimanapun dan untuk merubah seorang Carolyn?
"Xelino! Mengapa kau yang datang? Lebih baik kau pergi, Lionel mau datang sebentar lagi!" Decak Carolyn memukul mukul lengan Xelino. Padahal di dalam hatinya dia sangat berbunga bunga. Apalagi dengan pakaian yang Xelino kenakan kali ini.
"Mana Lionel? Kau di sini sendiri cemberut tiada arti! Memang kau tidak merindukanku?" Saut Xelino meledek.
'Iya Xelino, aku merindukanmu!' gumam Carolyn dalam hati tapi apa haknya mengatakan ini? Dia bukan siapa siapa Xelino dan Xelino bahkan mempunyai kekasih.
"TIDAAAKKK!! MOOD KU TAMBAH BURUK MELIHATMU! Cepat pergi dulu dari sini Xelino, nanti Lionel marah denganku!" Decak Carolyn lagi mendorong tubuh Xelino agar jauh darinya.
"Argh! Baiklah! Aku akan pergi! Awas kalau menghubungi suruh aku menjemputmu!" Tantang Xelino juga mengancamnya.
"Tidak akan! Lionel yang mengantarku!" Dengus Carolyn menjulurkan lidahnya.
Xelino beranjak dari tempat duduk di bawah pohon itu.
"Tunggu dulu!" Tahan Carolyn.
"Ada apa lagi? Tadi kau mengusirku!" Dengus Xelino berhenti.
"Mengapa kau mengenakan Coat tebal itu?" Tanya Carolyn yang merasa Xelino begitu tampan dan dewasa.
"Kau lupa aku habis dari mana! Di sana dingin tidak ada yang bisa kupeluk," keluh Xelino dengan maksud hendak memeluk Carolyn.
"Cih! Lalu untuk apa kau di sini? Mengapa kau tahu aku di sini?" Carolyn berdecih bertanya.
"Aku ingin ke gereja lalu melihat mobil Cole dan aku kemari, jelas?"
"Yasudah sana sana, jangan menggangguku!" Carolyn mengibaskan tangannya mengusir Xelino.
"Hem!" Xelino memalingkan wajahnya sedangkan Carolyn menekuk bibirnya kesal. Dia kembali berbalik memandang taman bunga itu kesal. Mengapa Xelino tidak langsung memeluknya? Sepertinya Xelino memang hanya ingin ke gereja.
Sementara Xelino tentu tidak langsung pergi. Dia menunggu sambil memesan dua kue ikan dan kopi susu kesukaan nonanya itu.
Waktu terus berjalan dan akhirnya haripun hendak gelap. Lionel tetap tak akan datang. Xelino masih menunggu di kedai sampai dia rasanya khawatir dan menemui Carolyn. Sebelum ia tiba, ia mendengar Carolyn malah menangis. Carolyn menangis mungkin karena Lionel tidak datang datang. Xelino menarik napas panjang dan menghampiri nonanya itu.
"Ini! Kau lapar kan?" Kata Xelino menyodorkan salah satu kue ikan yang sudah ia pesan tadi. Carolyn mendongakan kepalanya menatap Xelino tanpa menghapus air matanya. Dia bahkan melirik Xelino dengan sangat tajam.
"Aku tidak lapar! Untuk apa kau masih di sini?!" Sungut Carolyn barulah mengusap air mata yang masih menempel di pipinya.
"Untuk mengantarmu pulang!"
"Ada Cole! Kau tidak usah menungguku!"
__ADS_1
"Cole sudah kusuruh pulang karena ini tugasku!"
"Aaarrrgghhh!! Xelinooo!! Mengapa kau selalu membuatku kesal?! Kau tidak peka denganku! Kau tidak pernah mengerti aku! Kau selalu meledekku, memarahiku! Sebenarnya kalau kau tidak menyukaiku, kau tidak usah menjadi asistenku!" Teriak Carolyn dalam tangisnya akhirnya kembali pecah.
Sebenarnya dia sedang kesal dan marah dengan dirinya sendiri tapi karena Xelino muncul dia ungkapkan semuanya di depan Xelino. Xelino menarik napas dan memasukan kue ikan yang hendak ia belikan ke paperbag dan meletakannya di pinggir tempat duduk. Dia pun duduk di samping Carolyn dan menarik Carolyn masuk ke dalam pelukannya. Carolyn sontak terkejut tapi dia tidak menolak. Dia malah makin menangis. Xelino memeluknya sambil mengelus punggung Carolyn juga memegang leher belakang nonanya itu.
"Kau sebenarnya kenapa nona?" Tanya Xelino merasakan tubuh Carolyn yang seketika mendingin.
"Aku benci dengan diriku! Sejak lahir mom and dad selalu memberikan apa yang kuinginkan. Ketika besar aku hanya tau meminta dan sampailah aku bertemu dengan Aciel," kata Carolyn mulai bercerita sambil sesenggukan.
Xelino mendelikan alisnya. Akhirnya Carolyn mau bercerita padanya.
"Aciel juga begitu, selalu menuruti apa yang kuinginkan sampai dia meninggal juga karena menurutiku, menuruti keegoanku! Sekarang sepertinya banyak yang membenciku Xelino! Pekerjaanku tidak ada yang benar! Selalu ada orang yang hendak menyakitiku! Mom and Dad juga setiap hari jarang bercakap lagi denganku! Bibi Rietha terus memaksaku untuk dekat dengan Ansel! Ansel itu mirip sekali dengan Aciel dan aku mau melupakan Aciel, Xelino! Aku lelah Xelino! Dan sekarang, sepertinya aku menyukai pria itu, Lionel! Tapi mana? Dia tidak muncul! Dia berbohong! Mengapa dunia ini membenciku Xelino? Apa kesalahanku? Mengapa mom and dad juga seperti itu padaku? Mengapa tidak sejak awal mom and dad mengajariku! Aku tidak tahu apa apa, bahkan aku juga tidak bisa apa apa. Aku tidak bisa merawatmu ketika kau sakit padahal kau sudah baik padaku! Aku benar benar wanita yang tidak berguna Xelino! Aku lelah!!!!" Carolyn meluapkannya di dalam pelukan Xelino. Xelino tersenyum tipis karena Carolyn mau mencurahkan semua isi hati padanya.
"Sudah tenanglah! Kalau kau mau menangis, menangislah! Kata mamiku, menangis adalah cara yang paling memuaskan diri kita! Papiku tidak suka jika mamiku menangis, tapi papiku selalu memeluk mamiku seperti ini jika mamiku menangis agar tangisannya cepat mereda. Tapi menurutku kalau menangis bisa menyelesaikan kekesalah dalam hati, menangislah, aku menunggu! Aku di sini! Kau sudah melakukan yang terbaik Carolyn tapi kau tidak menyadarinya saja," tutur Xelino terus mendekap Carolyn dengan sangat erat.
Akhirnya berhentilah tangis Carolyn tapi sepertinya ia lelah. Dia masih bersandar di dada Xelino. Tubuh Xelino begitu hangat. Lampu lampu taman sudah dinyalakan. Sebenarnya taman bunga sudah tutup tapi Xelino sudah meminta ijin.
Tak lama Carolyn menari diri dan menghapus air matanya.
"Terimakasih atas pelukanmu Xelino, aku akan menaiki gajimu," tutur Carolyn dengan lembut dan mengusap wajahnya.
Xelino terkekeh.
Deg! Deg! Deg!
Jantung Carolyn berdegup seperti Xelino sedang menyatakan cinta padanya padahal itu mungkin hanya ungkapan seorang asisten pada majikannya. Namun, Carolyn merasa sangat bahagia. Carolyn pun tersenyum tipis.
Xelino kembali merangkul Carolyn lalu mengambil paper bag berisi roti ikan dan kopi susu.
"Makan ini setelah itu kita pulang!" Kata Xelino menyerahkan kue ikan tersebut.
Carolyn meraihnya dan memakannya. Mereka makan di sana sampai habis dan Xelino mengantarnya pulang. Carolyn hendak turun dari mobil, tetapi Xelino menahan pergelangan tangannya.
"Ada apa Xeli ..."
Belum Carolyn menyelesaikan bicaranya, Xelino sudah menempelkan bibirnya ke bibirnya. Xelino mencium Carolyn dan entah sihir dari mana Carolyn juga membalasnya. Xelino menciumnya dengan sangat lembut dan penuh perhatian. Bahkan lebih lembuh dari ciuman pertaman Carolyn dengan Aciel. Jantung Carolyn kembali berdegup sangat kencang. Dia kembali menyelidiki hatinya apakah dia sudah kembali jatuh cinta? Apakah mungkin dengan seorang asisten?
"Xelino!" Carolyn mendorong tubuh Xelino. Xelino tersenyum menanggapi Carolyn yang wajahnya sudah sangat memerah.
"Apa apaan kau ini hah?" Dengus Carolyn mengusap bibirnya.
"Kau suka kan? Ciuman selamat malam," saut Xelino melebarkan senyumnya.
"Rubah keparat!" Umpat Carolyn dan dia keluar dari mobil dengan memegang dadanya. Ada yang salah sepertinya dengan hatinya. Dia harus lebih mendalami lagi. Carolyn pun masuk ke dalam rumah dengan wajah yang merona.
__ADS_1
"Sebentar lagi harimau kecil, kau akan masuk ke perangkap hatiku," gumam Xelino tersenyum puas karena telah membuat Carolyn tersipu malu.
Carolyn memegang kepalanya siang itu. Entah apalagi yang ia hendak kerjakan pada sketsanya. Seketika dia lupa dengar sketsa yang ia buat kemarin. Di pikirannya sekarang hanya ada nama Xelino. Satu lagi, Lionel meminta maaf padanya karena ada urusan mendadak. Lionel bahkan menghubungi dirinya melelaui sambungan telepon. Entah mengapa hati Carolyn merasa malah sedang berbicara dengan Xelino. Tidak menutup kemungkinan jika suara pria ada yang sama dan berbeda. Namun, Lionel lebih banyak diam dan akhirnya Lionel kembali berjanji mungkin Minggu depan bisa bertemu. Carolyn hanya mengiyakan tanpa terlalu berharap.
Bayangan Xelino mendatanginya kemarin tiba tiba, memeluknya dan menciumnya terus menari di atas kepalanya. Dia ingin bertemu dengan Xelino tapi pagi ini rubah tengik itu tidak bisa menjemputnya karena ayahnya harus cepat mendatangi pertemuan bulanan antar perusahaan agribisnis di Springfield. Ayahnya hendak mengajak Xelino sebagai pekerja muda yang pintar. Terpaksa dia harus bersama Cole. Carolyn masih berharap siang ini Xelino menghubunginya dan mengajaknya makan siang. Namun, sepertinya nihil. Xelino sama sekali tidak menghubunginya dan dia lupa kalau siang ini Ansel hendak mengajaknya minum teh. Ansel sudah berdiri di daun pintu ruangannya.
"Sudah siap, tuan putri?" Kata Ansel sekaligus memberi salam. Carolyn menengok. Dia tersenyum tipis dan beranjak dari duduknya.
...
...
...
...
...
yuhuu next di bawah ya
part 22
apa yang akan terjadi nanti?
stay tune ges 😁😁
.
rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:
---- LOVE & HURT ----
karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1