
Di dunia ini akan selalu ada masalah. Entah itu masalah kecil atau pun masalah besar. Entah itu masalah yang akan membawa kebahagiaan atau masalah yang akan membawa pada kesedihan dan keterpurukan. Bagian kita bagaimana menyikapinya. Dihadapi atau menutup diri. Jika di hadapi, kita akan memiliki kepribadian yang kuat dan kokoh. Sedangkan jika kita menutup diri, masalah itu akan menumpuk dan tidak akan berakhir. Terkadang kedua pasangan asisten ini selalu menghadapinya. Namun terkadang, tanpa mereka sadari, mereka bahkan menghindari masalah yang ada. Seperti Leon, sampai saat ini sejak sudah dua bulan berlalu, Leon masih menunda mengingini untuk Lexa kembali mengandung. Sementara Lexa yang sibuk dengan tugas kantornya.
Paska Viena, nyonya mereka pergi ke Honolulu yang ternyata mencapai satu bulan, itupun masalah tuannya itu belum selesai, Lexa menjadi sangat giat bekerja. Dia juga bersama Leon karna memegang amanah tuannya dalam mengemban usaha dan wewenang yang diberikan kepada mereka menjadi kerasan ketika para majikan mereka kembali. Apalagi karna kesedihan yang menggandrungi keluarga majikan mereka, mereka menjadi orang yang harus mengerti keadaan para nyonya dan tuan mereka. Lexa dan Leon pun turut sedih atas kejadian yang menimpa keluarga Viena, namun mereka mencoba kuat dan belajar dari kejadian menyakitkan yang juga pernah mereka alami. Meski harapannya sangat kecil namun mereka percaya bahwa kebahagiaan akan kembali bersama mereka.
Kini pun sudah sekitar 4 bulan Lexa kehilangan anak mereka. Ada keinginan mereka untuk memilikinya lagi, lebih tepatnya Lexa yang begitu menginginkan ketimbang Leon yang bahkan tidak pernah membahas. Lexa selalu yang berusaha membuat mereka berhubungan di waktu masa kesuburannya dan mengingatkan Leon untuk menjaga kualitas benih cintanya. Sedangkan Leon sering berpura pura lupa atau sengaja tidak mengeluarkan benihnya di dalam tubuh Lexa.
"Leon! Kenapa kau belum pulang?" Tanya Lexa pada sambungan telepon. Padahal Leon sudah mengatakan kalau dirinya akan mengantar Dion ke pinggiran Legacy memantau hotel Prime dan ada sedikit perayaan kecil.
"Aku masih di pinggiran Legacy sayang! Aku sedang dalam perayaan pembukaan satu fasilitas baru hotel Prime." Jawab Leon agak berteriak karna terdengar bising suara dentuman musik.
"Kau akan meminum wine, tequila, beer atau semacamnya kan?!" Selidik Lexa menyudutkan.
"Tidak, kau tenang saja, aku akan meminum orange juice!!" Pekik Leon.
"Jangan bohong! Untuk saat ini kau harus menjaga kualitas cair*n c*nta mu Leon! Kau jangan meminum minuman itu untuk sementara! Kau ini tidak mengerti sekali!!!!" Decak Lexa makin curiga.
"Iya Lexa, kau tenang saja, nanti akan kukirimkan gambar minuman yang akan kutegak!" Kata Leon lagi menggaruk garuk pelipisnya. Dia sudah menegak satu gelas besar root beer.
"Aku mau kan tiba di apartemen tepat pukul 9 malam atau kau tidur si sofa!" Pinta Lexa kemudian sambil memain mainkan jarinya di sebrang sana.
"Jam 9? Ini pukul 8 malam Lexa dan perayaan baru saja di mulai!" Decak Leon berdalih.
"Lalu kau mau jam berapa? Pokoknya jam 9 sudah ada di apartemen! Aku tahu perayaan sudah dimulai sejak pukul setengah 7 malam! Abby yang mengatakan padaku!" Gumam Lexa.
"Tapi Lexa, jarak dari sini ke apartemen tidak mungkin cukup waktu satu jam!!" Leon mencoba membuat istriny mengerti namun gagal.
"Aku tidak mau tahu! Hari ini tanggal kesuburan ku yang begitu matang Leon! Kau jangan mengacaukan! Cepat kembali atau aku tidak akan memberikan mu lagi!!!" Ancam Lexa menjadi jadi.
"OKE FINE!"
Leon mematikan panggilan. Ini semua karna Ben. Dia pasti yang memberitahu pada Abby dan Abby memberitahu pada istrinya. Sial! Leon sudah tahu kalau hari ini merupakan masa subur Lexa, Lexa pasti menagihnya.
"Tuan! Aku pulang duluan!" Ijin Leon yang sebenarnya memang sudah bisa pulang sejak tadi.
__ADS_1
"Kau kenapa Leon?!" Tanya Dion menegak minumnya.
"Kenapa istrimu tidak mengajak istriku kesini, sekarang dia urung uringan menginginkan aku pulang!" Decak Leon yang melihat Viena sudah datang bersama Greta.
"Kau tidak menyuruh!" Gumam Dion santai.
"Yasudah aku pulang dulu!" Dengus Leon menjauh dari bos nya dan sebagian teman temannya .
"Leon, hati hati dijalan!" Teriak Ben yang mengetahui Leon tidak mengatakan pada Lexa. Sementara Abby juga ada disini. Tadi Ben menjemputnya.
"Ku bunuh kau, Ben!!" Ancam Leon. Ben yang malah mengacungkan jari tengahnya pada Leon. Leon menghiraukannya sementara karna dia benar benar bergegas untuk pulang. Dia harus melewati daerah yang cukup ramai menjelang akhir Minggu ini meskipun masih hari Jumat.
Memang Dewi Fortuna sedang bersama Leon, kawasan yang biasa ramai itu sedang lenggang sehingga dia bisa menerobos jalan jalan dengan leluasa. Dan sampailah ia kurang sepuluh menit sudah berada di depan pintu kamar apartemennya. Dia menekan bel karn pintunya terkunci. Tak berapa lama Lexa membukanya.
Leon meneguk saliva nya karna ini merupakan kali pertama Lexa mengenakan gaun malam berwarna hitam dan sangat ranum. Ada juga beberapa gaun malam nya yang berwarna hitam, tapi tidak seindah ini untuk dilihat. Lexa hanya membuka pintu lalu kembali masuk sementara Leon masih terpaku di san melihat tubuh Lexa yang menurutnya makin berisi.
"Kenapa diam disitu, cepat masuk sayang!" Decak Lexa menatap tajam Leon. Leon sudah tak kuasa. Dia menutup pintu apartemennya setelah masuk ke kamar. Dia segera membuka jas nya, dan melucuti kemejanya dan menghampiri Lexa.
Dia memeluk Lexa dan belakang dan mengecupi sekujur tubuhnya.
"Ah, ide bagus, ayo bantu aku membersihkannya!" Ajak Leon menggandeng tangan Leon.
"Aku sudah mandi Leon!" Teriak manja Lexa mengikuti arah tarikan tangan Leon.
"Masa bodoh, siapa suruh menyuruh seekor musang yang sudah terangsang untuk mandi!!" Gumam Leon.
Dan di sana Lexa melayani Leon dan melakukan sebuah pergulatan kecil namun Leon menahannya karna masih ingin memperpanjang lamanya permainan. Mereka lalu melanjutkannya di atas tempat mereka beristirahat setiap hari.
Suara decitan ranjang menggema memenuhi kamar mereka. Leon menikmatinya karna kecantikan dan sintal tubuh istrinya yang akhirnya dia melupakan tekad nya. Dia begitu terbius oleh semua yang sudah dipersiapkan Lexa sehingga dia mengeluarkan cairan gairahnya di dalam tubuh istrinya dengan penekanan yang sungguh ia hayati. Tersungkur lah ia di samping Lexa.
"Hosh, hosh, kau hebat Leon! Sangat!! Ini akan menjadi anak kedua kita." Tutur Lexa masih dengan napas tersenggal sambil memegang perutnya.
"Argh, Lexa, kau sengaja menjebak ku kan?! Kau sudah menyiapkan ini ya? Aku lelah sekali, hosh hosh!!" Saut Leon dengan posisi tubuh tengkurap.
__ADS_1
"Tentu!!! I love you sayang!!" Gumam Lexa dan dia menaikan kedua kakinya ke atas agar cairan Leon merasuk ke rahimnya penuh dan membuahkan apa yang ia inginkan. Sementara Leon sudah sangat lelah hanya bisa bernapas tersenggal.
"Emm, Leon, untuk memastikan kesuburan ku menjadi sangat berguna, kita harus melakukannya lagi besok subuh, oke?" Kata Lexa lagi dengan senyum sumringah.
"APA?!!!" Seketika Leon setengah beranjak menatap Lexa yang sedang tersenyum senyum menggoda.
"Ah kau kelinci gila, kau sudah gila aku yakin!!" Decak Leon kesal kembali membaringkan tubuhnya tengkurap dan menutup kepalanya dengan bantal.
Ya, begitulah Lexa terus berusaha agar dirinya kembali hamil dan bisa memiliki seorang bayi. Dia terus berjuang agar suaminya pun mendukung meski hanya di saat saat tertentu saja.
Sampai akhirnya Jane, ibunya Leon juga sudah mengirim sepaket obat herbal untuk kedua anaknya konsumsi. Lexa membaca khasiat yang ditulis oleh ibunya yang memang sesuai dengan kebutuhan dirinya dan Leon. Dia akan segera mencobanya.
...
...
...
Bagaimana perjuangan Lexa dan Leon?
Apa yang sebenarnya kandungan kandungan yang terdapat pada obat herbal tersebut?
Apa akan membuat mereka sengsara, cepat kembali hamil, atau menikmati? Atau yang lainnya?
Stay tune terus gaes
.
Next part special Angel & Jerry dulu ya 😁
.
Pada akhirnya vii meminta dukungan dari kalian melalui LIKE dan KOMEN nya, lalu bisa juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa vii tunggu semua dukungan kalian 😍😍
__ADS_1
.
Thanks for read and i love youuuuu 💕💕