Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 62. Happy for You


__ADS_3

lanjutan part 61,


"Untuk apa kau mengikutiku? Aku ingin kembali ke Springfield!" Kata Carolyn menghempaskan tangan Allegra yang menahan lengannya.


"Dan untuk apa wanita itu juga mengikutimu?!" Decak Carolyn lagi melihat Zhavia ada di belakang Allegra.


Allegra melihat ke belakang tidak tahu kalau Zhavia juga menyusul mereka.


"Kak Carolyn! Kau salah paham! Kak Xelino dan Zhavia tidak ada hubungan apa apa. Mereka bahkan bertengkar terus!" balas Allegra berusaha menjelaskan pada Carolyn.


"Aku juga bertengkar denga nya dan dia mengatakan cinta padaku sementara dia sangat dekat dengan si Zhavia itu! Aku tidak terima! Kakakmu berbohong!" saut Carolyn lagi membentak.


"Dia tidak berbohong Carolyn, aku benar bukan kekasih Xelino," sela Zhavia yang harus bicara agar tidak terjadi salah paham terus menerus.


"Kekasih pun aku tidak peduli! Xelino memang lebih pantas dengan mu, cantik, elegan, sopan, dan anak dari orang berpengaruh! Sudahlah kalian jangan menjelaskan, aku mengerti!" balas Carolyn berbalik hendak meninggalkan mereka.


"Kak Carolyn bergabunglah dengan kami, kau bahkan sangat pantas. Kau kan anak dari direktur perusahaan terkenal di Springfield. Mengapa kau jadi membicarakan jabatan? Aku dan kak Xelino bahkan dari desa," kata Allegra tidak mau ada jarak sama sekali.


"Kau sekali lagi tidak usah merendahkan diri! Aku sudah tahu semua! Kau lahir di kota sementara Xelino lahir di sini kan? Negara besar! Sudah kalian kembali sana! Jangan memusingkan ku, maaf sudah menghancurkan acara kalian!" saut Carolyn mencoba tidak peduli.


"Sudahlah Allegra, dia keras kepala sekali, mana pantas wanita keras kepala dengan Xelino! Aku saja tidak jadi bersama dengannya!" sindir Zhavia mengajak Allegra kembali.


Carolyn hanya menoleh melirik tajam ke arah Zhavia. Zhavia juga memandangnya dengan seksama dan kali ini dia ingat Carolyn adalah wanita yang memberi jari tengah padanya.


"Oh, kau wanita waktu itu ya?! Yang memberikan jari tengah pada kami, padahal jelas jelas kau yang menabrak kami! Heng pantas saja Xelino tidak mau membawamu kemari karena dia takut kau akan membuat masalah, buktinya tadi saja kau membuat nyonya Barbara Seth marah! Kau tidak tahu dia kolega paman Leon paling penting pasti Xelino sedang merayunya terlebih dulu! Kau apa?! Hanya wanita tak tahu sopan santun, aku mengerti sekarang!" bentak Zhavia kemudian.


"Zhavia! Kau malah membuatnya makin marah!" bantah Allegra menjadi pusing.


"Biar saja! Biar dia tahu kedudukan yang sebenarnya?! Biar dia tidak bisa sombong lagi!" tambah Zhavia.


'sekarang aku sudah berubah! Aku tahu semua kesalahanku! Ya memang etika, tata Krama, sopan santun, lebih baik ketimbang semua kedudukan ini, hem sudahlahlan, aku sendiri disini, aku harus kembali dan sepertinya harus melupakan Xelino,' kata Carolyn bersedih mendengar semua kata kata Zhavia yang sangat membuka hatinya benar benar.


Carolyn tidak berkata kata lagi dan berbalik berjalan lagi.


"Zhavia, Xelino mengatakan kau di sini minta ku jemput," kata sebuah suara pria yaitu Patrick.


"Iya Patrick sayang! Aku ingin makan ice cream, kepalaku panas menghadapi wanita berkelas tapi tidak tahu diri!" saut Zhavia menunjukan sesuatu yang akan membuat Carolyn sadar.


"Sudah ayo! Kenapa kau juga suka membuat orang naik pitam?!" balas Patrick sudah merangkul Zhavia untuk kembali ke gereja.


"Dia tidak menghargai Xelino!" dengus Zhavia.


"Hem, aku sejak tadi cemburu kau tidak tahu?" ujar Patrick.


"Tapi kau mengerti kan? Aku dan Xelino hanya pendamping pengantin saja!" balas Zhavia.


Carolyn mendengar ocehan Patrick dan Zhavia yang menjauh. Dia setengah menoleh melihat mereka berdua pergi berangkulan. Carolyn menepuk dahinya karena sudah salah paham dengan Xelino. Entahlah dia sudah kehabisan tenaga dan lelah. Allegra masih di sana tapi hanya memandanginya saja sementara Carolyn kembali berbalik dan berjalan menuju pesisir pantai legacy yang ada di sekitar gereja itu.


Tak lama barulah Xelino yang ditemani Morgan berhasil mengejar Allegra.


"Dia di pantai kak, di sana, itu, aku hanya melihatnya saja agar tidak terjadi apa apa. Aku tidak bisa mendekatinya karena dia terlalu emosi. Kau sana sana. Ini Legacy, dia tidak tahu apa apa, dia sendirian, temani dia!" Kata Allegra menunjuk Carolyn yang sedang duduk di pesisir pantai. Dia sedang melepas hiasan kepala dan sepatunya.


Xelino menarik napas. Wanita itu terlihat sangat manis dengan balutan baju itu. Xelino tersenyum dan merasa harus melakukan sesuatu padanya. Lexa dan Claudia sudah panik melihat kejadian itu. Lexa malah sudah memperingati Xelino untuk tidak membuat Carolyn menangis atau pulang sendirian. Xelino pun menghampirinya. Sementara Allegra kembali bersama Morgan ke resepsi.


...


"Ini, di sini hanya ada ice cream, tidak ada kue ikan," kata Xelino memberikan satu cone ice cream coklat berukuran kecil pada Carolyn yang masih duduk di pinggir pantai.


Carolyn tidak berharap kalau Xelino akan menyusulnya. Dia menoleh dan belum mengambil ice cream tersebut.


"Mengapa kau menyusulku?" Tanya Carolyn dengan wajah datar.


"Karena kau kekasihku," jawab Xelino dengan sangat santai dan tersenyum lebar.


"Cih, jangan dimasukan ke hati Xelino, aku hanya melindungi diri. Maafkan aku menggunakanmu menjadi kekasihku," saut Carolyn berdecih.


"Kalau sudah kumasukan ke hati bagaimana? Itulah sebabnya aku harus menjadi kekasihmu karena untuk melindungi dirimu secara langsung atau pun secara tidak langsung. Apa kau menyadarinya? Ini ambil dulu ice cream mu! Aku membelinya untuk mu agar meredakan emosimu!" Kata Xelino lagi menjelaskan tentang arti melindungi.

__ADS_1


"Hem, kau memaksa sekali, terimakasih," ucap Carolyn meraih ice cream tersebut.


"Sama sama sayang," saut Xelino dan merangkul Carolyn. Dia merasa Carolyn tidak marah lagi.


"Hem, aku belum memutuskan apa apa, sudah kubilang jangan masukan ke dalam hati!" Balas Carolyn kini mengenai ujung ice cream ke hidung Xelino.


"Carolyn, apa apaan kau?" sungut Xelino .


"Ini lagi!" Carolyn mengenalinya lagi dan mulai beranjak. Xelino menjadi sangat gemas dan hendak memebalasnya.


"Carolyn, kau keterlaluan sekali! Kemarikan ice cream nya kalau kau hanya mau bermain!" pinta Xelino masih serius.


"Tidak, bleee!!" Carolyn malah menjulurkan lidahnya dan berlari kecil. Xelino merasa Carolyn hendak bercanda dengannya. Dia tersenyum lebar dan akhirnya mengejar Carolyn setelah melepas semua alas kakinya.


Mereka berlarian di pinggir pantai dan Xelino berhasil meraih pergelangan tangan Carolyn. Dia menarik dan memeluknya.


"Kau nakal sekali ya?" ujar Xelino menyentil hidung Carolyn.


"Hem, apa kau senang berlarian denganku Xelino?" Tanya Carolyn sudah meletakan tangannya di depan dada Xelino sementara ice cream itu sudah jatuh entah kemana.


"Hem, lumayan, ada apa bertanya begini?" saut Xelino terheran.


"Eng, tadi aku melihatmu bersama Zhavia keluar dari gereja tampak senang. Kalian tertawa dan kurasa Zhavia bisa membuatmu tertawa, sementara aku hanya bisa membawamu pada sebuah masalah dan masalah. Sebelumnya aku minta maaf, kalau hari ini aku bisa membayarnya, aku sangat berkesan," jawab Carolyn dengan tulus.


"Sangat, tidak usah kau melakukan apapun, kau datang kemari saja aku sudah sangat senang. Mengapa kau datang kemai? Apa kau merindukanku?" tanya Xelino tersenyum menggoda.


Carolyn mengangguk dan wajahnya tersipu. Xelino tersenyum dan mendongakan kepalanya.


"Jadilah kekasihku, Carolyn, plis, aku yang memohon!" Pinta Xelino.


Carolyn menggeleng.


"Kau menolak ku lagi?" Xelino mengernyitkan alisnya.


"Masih dalam pengawasanku, apa kau bosan? Kau menyerah?" selidik Carolyn menantang.


Xelino sudah mendudukan Carolyn pada mobilnya.


"Mobil siapa Xelino?" tanya Carolyn terkagum.


"Papiku, lantas?"


"Keren sekali, mobilku kalah!


"Tidak usah membicarakan kekayaan, kau jelas akan kalah,"


"Haiizzz, sombong sekali kaaauuuu," decak Carolyn mengacak acak rambut Xelino. Xelino malah meraih pergelangan tangannya dan menatap wajahnya.


"Carolyn, kau ingin pria lebih di atas mu kan?" tanya Xelino menatap dalam Carolyn.


"Kalau bisa, kalau tidak asal itu kau aku tidak apa apa," jawab Carolyn mengedipkan matanya menggoda Xelino. dia sudah tergila gila pada pria bermata lancip ini.


"Heng, secara tidak langsung kau sudah menjadi kekasihku!" Balas Xelino dan mencium bibir Carolyn sangat lembut sampai wanita itu terbuai dan malah membalasnya.


"Di mana hotel mu? Aku akan mengantarmu," tanya Xelino hendak melajukan mobilnya.


"Atkinson, kalau di Prime aku takut kau mengetahuinya," jawab Carolyn.


"Di Atkinson kau lebih ketahuan,"


"Setidaknya kau mendatangi acara Tuan Prime kan?"


"Ya ya kau cerdas sekali!"


Xelino pun melajukan mobil nya ke salah satu hotel bintang lima di Legacy itu. Di sana Xelino ternyata mengajak Carolyn makan siang terlebih dahulu lalu mereka bercanda dan menikmati musik di club yang disediakan di hotel tersebut. Selama Xelino bersama Carolyn akan aman. Sesekali mereka mencoba lantai dansa dan Carolyn begitu menikmati kebersamaannya dengan Xelino .


"Tidak sedih lagi kan?" Tanya Xelino merangkul pinggang Carolyn menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Carolyn menganggeleng dan tersenyum. Kepalanya agak sedikit pening karena menegak beberapa beer tapi dia masih dengar apa yang Xelino tanyakan.


"Aku selalu bahagia denganmu, Carolyn, kau jangan salah paham, sekarang hatiku hanya tertulis namamu! Kau harus percaya! Akan ada sesuatu yang kusiapkan untukmu dan aku yakin, kali ini kau tidak bisa mengelak dariku. Kau harus menjadi milikku, Carolyn," kata Xelino memperingatkan.


"Ya, aku menunggunya,"


Mereka pun tiba di depan kamar hotel Carolyn. Carolyn membuka pintunya dan memasuki kamar itu tentu saja menarik tangan Xelino karena dia berpikir Xelino akan di sini menamaninya.


"Carolyn," panggil Xelino menahan Carolyn.


"Hem?" Carolyn setengah menoleh.


"Beristirahatlah, aku harus kembali, besok aku akan mengajakmu keliling melihat pusat ibu kota Legacy," kata Xelino kemudian.


"Apa? Kau kembali? Kau meninggalkanku?" pekik Carolyn menoleh.


"Ya, tidak seharusnya aku ada di sini, aku bukan siapa siapamu di dalam satu kamar hotel. Aku tidak mau terjadi hal hal yang tidak memungkinkan," saut Xelino.


"Xelino, kau yakin akan meninggalkanku?" Selidik Carolyn lagi kini sudah kembali memeluk Xelino . Dia menatap Xelino dengan penuh harap kalau pria ini akan bersamanya.


"Lagipula aku harus mengetahui hasil akhir acara itu, masa kau tidak mengerti?"


"Xelino, " panggil Carolyn menggeleng .


"Carolyn ..." Panggil Xelino lagi merayu sambil melepaskan tangan Carolyn yang menempel di dadanya.


"Jangan tinggalkan aku. Atau aku ikut bersamamu, aku mohon!" pinta Carolyn merayu.


"Sebagai kekasihku?" Xelino menyeringai.


Carolyn mengangguk dengan manjanya. Hal ini malah membuat Xelino gemas dan tak kuat jika tidak mencium bibirnya. Xelino kembali mencium Carolyn dan menutup kamar hotel. Entah bagaimana pikiran Xelino tapi wanita ini sungguh memancingnya. Dia tidak bisa menahan sebagai seorang pria.


"Kau merindukanku kan? Jawab Carolyn!" Tanya Xelino masih mencium Carolyn dan merengkuh bokong wanitanya itu.


Carolyn mengangguk dan kini membuka jas Xelino.


"Kau juga mencintaiku kan?" tanya Xelino lagi kembali menautkan bibirnya pada bibir bawah Carolyn.


"Sangat Xelino! Argh!" Lenguh Carolyn karena kini Xelino meremass bokong sintal itu. Satu tangan Xelino mencoba membuka dress formal Carolyn.


"Kalau hal ini terjadi, bagaimana?" Xelino menguji.


Carolyn hanya mengangguk pasrah. Mungkin karena pengaruh beer dan juga perlakuan Xelino yang sangat ahli membuatnya sangat terbuai.


Waktu itu Aciel pernah melakukannya membuat dia agak terangsang tapi entah mengapa Carolyn enggan dan menjauh. Namun, kali ini Xelino melakukannya dengan kelembutan Diimbangi sebuah hasrat terpendam serta cinta yang berlebih.


Xelino mengarahkan Carolyn ke kamar mandi. Xelino kini mengecupi leher Carolyn dan sebentar lagi beralih pada dua bongkahan kenyal mantan majikannya itu.


"Tapi maaf Carolyn, aku tidak bisa, aku harus bersabar, sekarang kau masuk ke dalam dan bersihkan dirimu! Aku akan menunggumu, kita ke kediaman keluarga Prime," kata Xelino kemudian mendorong Carolyn ke kamar mandi dan menutup pintunya.


"Oh shit! Wanita itu sungguh menggodaku! Untung saja omongan mami terus berkeliaran di kepalaku! Thanks mam!" Dengus Xelino merenggangkan dasinya dan menggeleng. Dia menuju ke pantry mungkin ada yang bisa diminum untuk menenangkan pikirannya.


Dia mengingat perkataan maminya : berikan dia kenikmatan ketika waktunya maka dia akan lebih mencintaimu sangat dan mendalam karena di dalam lubuk hatinya dia tahu kalau kau begitu menghormatinya.


Sementara Carolyn di dalam terpaku sambil mencengkram kerah dress-nya.


"Xelino sangat menghargai dan menghormatiku, terimakasih rubahku! Aku semakin mencintaimu dan tak mau lepas!" Gumam Carolyn masih tidak percaya dengan apa yang dilakukan pria yang sudah memenuhi relung hatinya.


...


Ada bau bau tamat ga? Hehe


Next part 63


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊


Thanks for read and i love you 💕💕

__ADS_1


__ADS_2