Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LELE PART 17 : Special Solane & Rico


__ADS_3

Setibanya di rumah sakit. Rico dan Solane menunggu ambulans yang membawa jenasah Jimmy dan pasien lainnya yang hanyak tak sadarkan diri di depan ruang administrasi. Solane sudah memberikan data mengenai suaminya dan mengisi formulir perawatan jenasah. Tak berapa lama ambulans yang membawa korban minuman keras dan obat obatan itu datang. Jimmy sudah dibawa dengan tempat tidur berjalan menuju kamar jenasah untuk mendapatkan perawatan sementara semua teman temannya masuk ke dalam ruang gawat darurat. Solane dan Rico sontak mengikuti Jimmy untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.


Sebelum memasuki ruangan untuk melihat terakhir kalinya, Solane terdiam di depan ruangan tersebut.


"Ada apa Solane?" Tanya Rico ikut menghentikan langkahnya.


"Aku sudah memaafkannya. Aku harap seluruh dosanya diampuni, Rico. Tapi, untuk sekarang aku tidak mau melihatnya lagi. Aku sudah cukup tegar saat ini. Jangan sampai aku mengingat dan tidak jadi memaafkannya. Kau saja yang bertanya pada orang medis." Jawab Solane menundukan kepalanya. Rico mengerti maksud semua kata kata Solane yang sungguh masuk akal. Dia pun mengelus punggung Solane terlebih dahulu sebelum memasuki ruangan.


Solane duduk di samping ruang jenasah tersebut menunggu kabar Rico. Tak lama Rico keluar. Dia duduk di samping Solane.


"Sudah Solane. Laporan penyebab Jimmy tewas akan dilaporkan besok. Dia meninggal bersama satu temannya juga. Sepertinya mereka mengkonsumsi dengan jumlah banyak berbarengan dengan minuman beralkohol tinggi. Apa sebelumnya kau juga pernah mendapati Jimmy seperti ini Solane?" Tanya Rico sedikit menyelidiki.


Solane mengangguk dan menutup wajahnya. Dia benar benar sudah frustasi. Dia benar benar kecewa dengan suaminya. Dia sudah tidak dapat berkata apa apa lagi. Rico mengerti dari anggukan Solane. Dia lalu kembali memeluk Solane dan di sandarkan pada dadanya.


"Sudah Solane. Sepertinya kita harus mencari tempat yang dapat menenangkanmu. Kita ke hotel terdekat dari rumah sakit ini saja ya?" Ujar Rico mengelus elus punggung Solane.


Solane mengangguk. Pikirannya lelah. Dia merindukan anaknya. Anaknya yang pasti sedang menunggunya. Dia harus segera menghubungi Renzy untuk menanyakan kabarnya.


"Solane, aku antar kau ke restoran rumah sakit dulu ya? Aku harus mengetahui kabar teman teman Jimmy dan Nyonya Bella untuk laporan ke kantor polisi, Tuan Dion dan Leon." Kata Rico kemudian yang akan membuat Solane semakin lelah jika mengikutinya.


Solane mengangguk. Rico terus merangkul Solane menuju ke restoran. Rasanya dia ingin seperti ini terus pada Solane, menjaga dan mendekapnya hangat. Setelah mendudukan Solane di restoran dan memesankan teh hangat, Rico menuju ke ruang rawat Bella dan ruang emergency.


Ternyata Bella di pindahkan pada ruang ICU. Ada sesuatu yang perlu di observasi lebih dalam dari kondisi tubuh Bella. Dokter mencurigai masalah cedera dan gegar otak. Dan dokter juga mencurigai beberapa penyakit yang ternyata sudah lama diderita Bella. Rico benar tak menyangka. Selama ini dia yang selalu memperhatikan segala keadaan nyonya nya namun memang akhir akhir ini Bella agak menjaga jarak padanya sehingga Rico sedikit lengah.


Sementara Sherly, selingkuhan Jimmy juga mengalami koma. Dia mengalami peradangan pada hatinya karna mengkonsumsi terlalu banyak minuman beralkohol. Begitu juga dengan teman temannya yang terlalu banyak mengkonsumsi obat obatan terlarang dalam dosis banyak. Ada beberapa dari mereka yang sudah dilarikan pada pusat rehabilitas.


Rico menarik napas. Semua terjadi bersamaan. Untung saja Lexa dan Leon sudah berbaikan. Ada sedikit rasa lega dalam dirinya. Sekarang dia harus menenangkan Solane dan memberinya kenyamanan. Dia segera menghampiri Solane. Dia harus membawa Solane ke hotel untuk beristirahat. Namun, ketika sampai di restoran rumah sakit, dia tidak menemukan Solane. Di mejanya tadi hanya ada teh hangat nya yang sepertinya belum tersentuh. Rico menepuk dahinya frustasi. Seharusnya dia tidak meninggalkan Solane. Solane pasti pergi ke suatu tempat yang bisa membuatnya lebih tenang. Entah mengapa, Rico berpikir pasti Solane ke bar bar atau club club resmi yang bisa mengkonsumi alkohol secara legal.


"Sial!" Sungut Rico dan segera ke club langganannya di Honolulu ini. Dia sudah menghubungi Solane namun ponsel Solane tidak aktif. Dia juga sudah menanyakan Solane pada Leon dan Lexa namun tidak ada. Lexa sempat panik namun Rico mengatakan akan terus mencarinya. Lexa harus tetap mengistirahatkan dirinya dulu karna dia baru saja mengetahui kandungannya.


Dan benar, Solane berada di club langganannya itu. Club ini memang ada di pusat kota dan sangat mudah dilihat oleh orang orang. Tampak Solane di sana sudah menegak beberapa gelas sampai bartender yang melayaninnya agak khawatir. Sementara Solane tidak bergeming dan mengatakan apapun. Namun, nampaknya bartender ini pernah melihat wajah Solane di layar kaca.


"Rico?! How are you sir? Sudah lama sekali kau tidak kesini!" Sapa sang Bartender yang memang akrab dengan Rico yang menghampiri Solane.


Rico tersenyum di belakang Solane dan merangkulnya. Dia juga mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan bartender itu.


"Aku baik! Ya, aku harus mengurusi hotel di Legacy." Jawab Rico tersenyum tipis.


"Kau semakin hebat! Em, kau mengenal wanita model ini? Dia terus meneguk dan meminta wine padaku Rico. Dia bahkan sudah memberikanku kartu kreditnya." Kata Carl si bartender.


"Iya, dia kekasihku!" Jawab Rico yang langsung meyakinkan dirinya kalau dia ingin selalu bersama Solane.


"Waah, kau memang hebat Rico. Kau pantas dengan model terkenal ini. Aku pernah melihatnya beberapa kali di televisi." Kata Carl lagi terkagum kagum.


"Ya dia memang model papan atas yang cantik!" Tutur Rico duduk di samping Solane dan mengelus wajahnya. Tampaknya Solane sudah tertidur karna cukup banyak wine yang ia minum.


"Sebaiknya kau bawa dia pulang Rico karna dia sudah tampak lelah dan tadi kurasa wajahnya agak frustasi. Seperti sedang ada masalah." Ujar Carl memberi saran.


"Ya benar, Carl! Baiklah aku akan membawanya pulang. Terimakasih telah melayaninya." Ucap Rico dan siap menggendong Solane.


"Sama sama Rico. Lain kali mainlah kemari. Kita berbincang bincang, aku yang traktir."


"Tenang saja, Carl!" Balas Rico. Dia segera mengangkat tubuh Solane. Solane tersadar. Dia melihat Rico dan memegang wajah pria itu.


"Rico.. kau Rico kan? Rico, mengapa kau memelukku terus hah? Kau menyukaiku ya?" Kata Solane menampar nampar kecil pipi Rico.


"Diamlah! Kau sudah mabuk!" Saut Rico memapah Solane.


"Tidak! Aku tidak mabuk! Aku melihat wajahmu! Wajahmu sangat tampan melebihi Jimmy!" Balas Solane tidak terima dirinya dikatakan mabuk, padahal dia memang tak sadar mengatakannya.


"Ya ya terserahmu, ayo kita ke hotel, kau harus beristirahat!" Pekik Rico merengkuh erat pinggang Solane.

__ADS_1


"Ah Rico! Sepertinya aku mau berselingkuh denganmu! Biar saja si Jimmy Brenggsek itu!" Kata Solane masih berceloteh dan kali ini dia menghentikan Rico dan mengalungkan tangannya ke leher pria itu.


"Bicaramu sudah kacau Solane. Sudah ayo kita pulang!" Saut Rico berusaha melepaskan tangan Solane dengan pelan.


"Rico! Bukannya kau yang bilang padaku kau menyukaiku hah? Masa kau tidak mau bersamaku!" Dengus Solane menampilkan wajah cemberutnya membuat Rico sedikit gemas.


"Iya aku menyukaimu tapi bukan begini!" Saut Rico memegang pergelangan tangan Solane dan akhrinya berhasil merangkul Solane kembali.


"Aaahhhh Rico.. bersenang senanglah malam ini. Suamiku tidak ada. Dia juga berselingkuh, jadi untuk apa takut dengannya. Aku kan wanita yang sering berselingkuh, jadi ayolaaahhh...." kata Solane lagi seperti nenyesali kepribadiannya yang kelam.


Rico sudah tidak menanggapinya lagi. Dia memapah Solane menuju ke mobilnya. Rico memasangkan sabuk pengaman pada Solane. Rico mendengar debaran jantung Solane yang begitu kencang. Rico begitu kasihan dengannya. Andai dia sudah menjadi suaminya. Pasti dia akan memenuhi hasrat wanita ini karna dirinya juga sudah agak terpancing.


"Heeemm, jadi begini selama ini kau tidak mau menyentuhku Jimmy! Padahal dulu kau selalu memuji tubuhku, kelangsinganku, keseksian ku tapi kau tetap mencari wanita! Kau jahat Jimmy kau jahat! Aku sudah mau setia denganmu! Tapi kalau begini bagaimana? Aku sudah menemukan pria yang lebih daripadamu!" Solane masih berceloteh tanpa sadar di sana. Rico mendengarkannya sambil melajukan mobilnya. Rico sangat penasaran dengan pria yang sudah Solane temukan itu. Apa itu dirinya.


Sungguh kebahagiaan bagi Rico jika Solane juga menyukainya. Dia tidak peduli dengan keperawanan Solane. Dia ingin Solane karna Solane seperti ibunya. Solane mau berjuang banting tulang demi menafkai Jacklyn. Solane yang merawat Jacklyn tanpan bantuan babysitter dan sesekali Solane selalu membawa Jacklyn bersamanya. Sebuah sifat keibuang yang sangat Rico dambakan. Kalau dia bisa membuat Solane menyukainya maka Rico akan memiliki wanita paling sempurna di dunia pikirnya. Rico tersenyuk menantikannya. Dia memang harus bersabar karna Jimmy pergi karna meninggal bukan sesuatu yang membuatnya masih di dunia. Namun, apakah Rico sanggup menahan rayuan Solane yang sedang mabuk dan hilang kendali seperti ini?


"Hemmm, Jimmyy!!! Kau sudah pergi ya? Bagus! Kau pergi dan jangan kembali! Aku sudah tidak mau! Kita harus bercerai!" Solane kembali mengingau dan sedikit bangun karna Rico menghentikan mobilnya. Mereka sudah tiba di basement parkir.


"Jimmy sudah meninggal!" Saut Rico


"Oohh, bagus bagus! Sekarang aku bisa mendekati atau membalas cinta seorang pria. Haha dia sepertinya mencintaiku!" Tutur Solane memegang kepalanya. Rico menoleh setelah melepas sabuk pengamannya. Dia hend ak mendengar penuturan Solane yang pasti akan berbuat jujur. Begitulah kalau orang orang yang agak mabuk pasti akan mengatakan yang sebenarnya.


"Siapa Solane?" Tanya Rico tersenyum lebar.


"Dia menyukai Jacklyn, selalu menggendong Jacklyn, hem seharusnya aku bertemu dia terlebih dahulu ketimbang bertemu dengan Jimmy. Dia juga menyukaiku, dia yang mengatakannya. Dia tampan, matanya hidungnya bibirnua dan tadi dia menciumku oh my God! Mengapa dia tidak mencium sekujur tubuhku?! Aku harus bersamanya dan dia harus menjadi milikku! Heemm!! Semua ini membuatku sangat sangat bergairah! Sudah lama sekali Jimmy tidak menyentuhku! Dasar lelaki tak berguna!!! Dia sudah mendapat mahkota tapi dia mau mahkota juga ratunya. Serakah!!!" Decak Solane benar benar tidak sadar apa yang ia kesalkan.


Fix! Rico sangat yakin kalau Solane juga menyukainya. Dia segera turun dari mobil dan memapah Solane menuju ke hotel dekat pusat kota yang juga sering Rico kunjungi untuk sekedar makan malam bersama kolega Nyonya Bella.


Sesampainya di kamar, Rico hendak membaringkan Solane, namun Solane malah menahannya dan mengalungkan tangannya ke leher Rico.


"Rico, bersenang senanglah denganku! Kau tidak akan menyesal!" Kata Solane yang sudah terbius dengan pesona Rico selama ini. Walau dia setengah sadar namun dia tahu dia sedang bersama Rico.


"Aku belum menjadi kekasihmu, apa kau mau menjadi kekasihku?" Kata Rico tersenyum sambil memperhatikan wajah cantik Solane dengan riasannya yang pas dan sensual.


"Cukup Solane! Jangan lagi mengatakan karma! Kau ini ciptaan Tuhan paling indah, kau jangan begini terus!"


"Rico, bibirmu merah sekali, tidak bisa kah kita melanjutkan di mobil tadi?"


"Oh God Solane! Kau yang meminta dan jangan menyesal! Aku akan selalu bersamamu!"


"Hehem! Cium aku! Kau lama sekali!!!""


Rico pun mencium Solane dengan lembut dan lebih dalam lagi. Solane pun mengimbangi pergerakan bibir Rico yang benar benar bibir termanis yang pernah ia rasakan. Sesekali Solane menjambak kecil rambut Rico yang cukup tebal dan bergelombang. Tangan Rico yang melingkar pada pinggang Solane sudah menjalar meremass kuat bokongnya sehingga wanitanya mengeluarkan nada nada yang indah membuat Rico semakin tergoda.


Suatu kewajaran Rico juga terbuai dengan tubuh sintal dan langsing Solane. Selain itu kemulusan setiap kulit Solane yang selalu ia basuh dengan rendaman air susu membuat Rico ingin mengecupi setiap inci tubuhnya. Rico sudah membaringkan Solane yang terus menggeliat karna hawa panas alkohol dalam tubuhnya. Rico membuka kemeja putihnya. Solane menyipitkan matanya. Dia merasa tubuh Rico sangan menawan dan menakjubkan. Solane kembali menghampiri Rico.


"Rico, puaskan aku!" Pinta Solane dengan wajahnya yang pasrah dengan apa yang terjadi jika dia menggodanya seperti ini.


"Serahkan padaku Solane! Tapi Kau harus menjadi milikku!!"


"Terserahmu!"


Rico pun membuka blouse hitam Solane dan terpampanglah dua gundukan sintalnya yang begitu indah. Rico meneguk ludahnya dan sekali lagi dia berpikir akan kah dia melakukannya.


"Ricooo..." Panggil Solane melenguh.


"Baiklah Solane, maafkan aku, kau begitu menggodaku, aku sudah tidak tahan lagi!!!" Decak Rico menyeringai dan dia membuka lagi penutup gundukan itu dan memain mainkannya di sana. Solane sampai menjabak Rico dan menikmatinya. Sungguh sensasi yang luar biasa bagi tubuhnya. Sudah lama sekali Solane manahannya. Solane bahkan tidak melakukannya dengan bantuan apapu . Dia benar benar menunggu Jimmy yang tidak peka terhadapnya.


Setelah Rico puas bermain main di sana. Rico pun menanggalkan semua yang menutupinya dan juga Solane. Solane meraih kepunyaan Rico dan membuat pria itu tak berdaya.


"Solane, jangan salahkan aku semakin mencintaimu!"

__ADS_1


"Heemm, ini sangat luar biasa Rico! Aku menyukainya!!!"


Dan dengan serangkaian cicip mencicipi akhirnya Rico melakukannya. Beginilah rasanya ternyata. Dia sangat puas meskipun kata orang, sensasi luar biasa jika melakukannya dengan wanita yang masih suci, namun ini saja sudah membuat Rico ingin terus melakukannya. Mungkin karna sudah berbulan bulan Solane tidak dijamah jadi masih terasa sensasinya.


"Rico, aku sudah keluar berkali kali! Mengapa kau masih memajumundurkan tubuhmu! Aku lelah!!" Dengus Solane masih mengeluarkan desahannya yanh parau.


"Sebentar lagi Solane!!!" Kata Rico sambil terus mengecupi dada Solane.


"Kau sangat nakal!!!"


"Kau yang mengajariku jadi kau harus bertanggung jawab, argh Solane!! Kita harus melakukannya lagi, ARGH!!!" Kata Rico dengan teriakannya yang sangat membuat Solane tersenyum dan puas.


Rico pun menjatuhkan dirinya di samping Solane dengan napasnya yang tersenggal. Ini pengalaman baru baginya. Dia lalu menoleh ke arah Solane yang sudah memiringkan tubuhnya.


"Terimakasih Solane, tapi aku tidak memakai pengaman, aku tidak tahu akan seperti ini. Aku akan bertanggung jawab, kau tenang saja!" Kata Rico mengelus kepala Solane.


"Tidak apa aku menggunakan kontrasepsi! Aku mengantuk!" Saut Solane sekenanya. Dia langsung memejamkan matanya karna benar benar lelah dan kepalanya sedikit pening. Hari ini dia sudah mengetahui semuanya. Menguras jiwa raganya. Semuanya. Sempurna dan dia harus mempersiapkan berbicara pada ibu mertuanya. Dia sudah lelah memikirkan apa yang akan terjadi nanti. Hem, untuk Rico dia mengucapkan terimakasih lagi dalam hatinya lalu mendekatkan dirinya, memeluk Solane dari belakang dan tertidur. Apakah besok Solane akan sadar dengan apa yang terjadi?


...


...


...


...


...


...


Lalallalalaa .. aku ga ikut ikutan Solane, siapa suruh memancing api dengan bensiiinnn 😂😂


Ga tau itu perumpamaan apaan 😝😝


.


Next part 18


Entahlah masih Rico Solane apa gabung lagi sama soib nya 😁😁


Apakah Solane akan bersama Rico?


Akankah semudah itu hubungan mereka?


Bagaimana keadaan Bella?


.


Betewe betewe hehe intip dongg Karya Novel BARU akoh dengan judul


DEJA VU : JASMIE & CHEST 😁😁


ceritanya FRESH dan BARU ya dan terlepas dari #MantanTerindahTheSeries 😁😁


semoga berkenan intip ya caranya klik fotoku terus ke karya.. maaciiww 😍😍


.


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nyaa ya


Kasih RATE dan VOTE juga di depan profil novel mohon bantuannya hehe 😊😊

__ADS_1


.


Thanks for read and i love you 💕


__ADS_2