
Leon sudah siap dengan semua bahan bahan yang ia pesan untuk membuat kare. Leon menyiapkan daging sapi, kentang, bawang Bombay, kare instant, bumbu bumbu dan yang terpenting wortel. Leon sengaja menggunakan wortel dalam jumlah banyak karna dia sangat menyukai wortel dan pasti Lexa juga menyukainya.
"Dia kan kelinci ku!" Pekik Leon terkikik.
Dia lalu mulai memotong daging menjadi seperti potongan dadu, mengiris bawang Bombay dan juga memotong kentang serta wortelnya. Leon mengikuti langkah langkah yang diberi tahu. Dia tidak lupa menaruh bubuk cabai karna Lexa begitu menyukai pedas. Leon ingin malam ini dia berpesta makan bersama Lexa. Dia juga sudah membeli root beer. Leon tersenyum membayangkan keseruan mereka nanti.
Sore ini memang Leon tidak menjemput Lexa, karna Lexa bertemu dengan Solane untuk penanda tanganan kontrak model iklan lanjutan. Solane sudah dibelikan mobil oleh Rico, katanya agar mudah kemana mana ketika dirinya harus ke Honolulu.
Waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh malam. Seharusnya Lexa sudah pulang. Leon jadi gelisah sendiri. Dia sudah memasak tapi masih mengaduk ngaduk kuah kare nya karna dagingnya belum empuk benar. Leon terus menatap jam dinding dan menoleh noleh ke arah pintu.
"Beginilah wanita kalau sudah berkumpul, entah apa yang dibicarakan pasti selama ini. Pasti Abby juga bergabung! Haiz, tadi kujemput saja dia!" Leon merajuk tak karuan menunggu Lexa.
Tapi tak berapa lama, pucuk dicinta ulam pun tiba. Lexa pulang dengan membawa sekantung belanjaan.
"Lexa?!" Leon memastikan dan sambil memanggil nama istrinya.
"Ya!" Lexa menjawab.
"Kenapa kau lama sekali? Bukannya kau bertemu Solane pukul 3 sore? Ini jam berapa?!" Dengus Leon dengan nada suaranya yang melengking.
"Setelah tanda tangan, Solane mengajakku berbelanja Leon!" Jawab Lexa masih merapikan sepatunya dan juga sepatu Leon yang tidak ia susun dengan rapi.
"Dengan Abby juga?" Leon memastikan.
"Tidak! Katanya Solane sebal dengan Abby!" Jawab Lexa.
"Kenapa?"
"Kata Solane, Dia sombong sekali karna jabatannya yang hampir setara denganku dan dia akan menikah dengan Ben. Dia menceritakan pada Solane kalau dia akan mengenakan gaun termahal yang di rancang oleh designer terkenal." Jawab Lexa mulai berjalan ke arah dapur.
"Lalu apa hubungannya dengan Solane. Kenapa dia tidak kembali menyombongkan dirinya?" Selidik Leon masih di depan masakannya.
"Karna Solane yang lebih dulu mengatakan pada Abby, Leon! Dan Abby suka memarahinya juga menyindirnya. Katanya baru saja Jimmy meninggal sudah asik sekali bermesraan dengan Rico." Jawab Lexa sambil meletakan kantung belanjaannya ke atas meja.
"Haha, komplotan kalian aneh!" Cibir Leon.
"Aneh apa?! Mereka yang saling menyombongkan diri, tapi mereka juga yang kesal, hem!" Saut Lexa berjalan ke samping suaminya.
"Kau tidak membangga bangga kan ku?" Leon penasaran tanpa menghentikan kegiatannya mengaduk kare pedasnya.
"Untuk apa? Tidak ada gunanya! Cukup aku saja yang membanggakan mu, orang lain tidak perlu tahu! Ini merupakan rahasia rumah tangga Leon!" Jawab Lexa melipat kedua tangannya di depan dadanya.
"Ah, tidak salah aku memilihmu menjadi istri ku kan?" Leon merasa bangga.
Lexa mengangguk angguk setuju dan tersenyum. Dia lalu mengenduskan hidungnya dan merasakan aroma kare itu yang menguar dari dalam panci padahal sudah sejak tadi istri Leon itu berada di depan washtafel di samping mereka meletakan kompor gas.
"Ngomong ngomong, kau memasak apa sih sayang? Seperti nya complicated sekali!" Lexa terkikik yang menyadari Leon terus mengaduk aduk panci ukuran medium itu.
"Kau ini! Aku sedang membuat kare pedaasss .. kesukaanmu." Leon tersenyum.
"Waaaahhh, kau tidak demam kan?" Lexa malah memegang dahi Leon membuat Leon makin sebal.
"Tidak! Aku sengaja membuatkannya untukmu!" Dengus Leon tidak terima.
"Oohhh, it's suprising sayang! Kupikir ada seseorang yang menyuntikan hormon musang padamu sehingga ada sel sel otakmu yang berubah untuk membuat makan malam!" Lexa terus saja terkikik. Dalam sisi kiri Leon, dia sebal karna istrinya meremehkannya. Padahal sebelum dia berpacaran dengan Lexa, dia selalu memasak sendiri. Tapi, di sisi kanan Leon, dia senang karna istrinya bisa ceria kembali.
"Terus saja kau meledekku! Seharusnya kau mengecup bibirku dan mengatakan terimakasih!"
"Ya ya terimakasih sayang! Cup!" Lexa lalu hanya mengecup kecil pipi Leon.
"Hem, kau belum membersihkan dirimu ya?" Tanya Lexa yang merasa keringat Leon sama seperti aroma kemejanya dan Leon masih mengenakan kemeja kerjanya.
"Kau duluan sana, sebentar lagi kare ini matang!" Jawab Leon menyuruh Lexa membersihkan dirinya lebih dulu.
"Baiklah. Aku akan segera membersihkan diri dan memakan kare mu. Aromanya begitu harum Leon."
Leon tersenyum melihat kepergian istrinya untuk membersihkan diri. Sementara Leon merasa sudah matang dan ia mencicipinya.
"Hem, delicious! Seharusnya aku membuka restoran Danteleon Cuisine, haha!!" Leon dengan sejuta percaya dirinya membangga banggakan dirinya. Leon lalu mematikan kompor.
Sejenak pikiran nakalnya berkecamuk. Dia menyeringai dan menyusul Lexa membersihkan diri. Dokter juga tidak melarangnya untuk berhubungan, malah hal ini bagus, haha! Pikir Leon.
"Leoonnn!!!" Teriak Lexa terkejut ketika Leon yang langsung memasuki kamar mandi dan menepuk bokong istrinya gemas.
...
__ADS_1
"Lexa! Kenapa kau memisahkan wortelnya?! Kau ini tidak menghargai sekali!" Keluh Leon yang meliha istrinya sibuk mencari cari wortel dalam mangkuk kuah karenya.
"Aku tidak suka Wortel! Kau lupa atau sengaja hah? AKU TIDAK SUKA WORTEL!!!" Lexa merajuk.
"Ada apa dengan wortel?! Tapi kau menyukai wortel ku! Bahkan kau mengulumnya dengan semangat!" Saut Leon malah membicarakan hal lain yang tidak ada hubungannya sama sekali namun Lexa paham maksud suaminya.
"Leon! Kau menjijikan, aku sedang menikmati Kare mu!" Umpat Lexa ikut sebal.
"Tapi kau tidak memakan Wortelnya untuk apa sok sok an menikmati?!" Leon juga mulai merajuk.
"Aku tidak suka!" Lexa tetap bersih kukuh.
"Kau kan kelinci Lexa, masa kau tidak menyukai wortel? Wortel itu bagus untuk mata Lexa!!" Leon kembali mengingatkan sambil juga menyeruput kuah kare bagiannya pada wadah yang berbeda.
"Tidak mau Leonnn!!! Ini benar benar banyak sekali, kau sengaja ya?" Dengus Lexa semakin menjadi jadi.
"Kupikir kau tidak menyadarinya." Saut Leon masih menikmati Kare nya.
"Aaahh Leon, cepat bantu aku pisahkan ini semua! Kalau tidak aku tidak akan melanjutkan memakannya!" Ancam Lexa dan Leon akhir nya membantu Lexa mencari wortel yang untung saja, Leon memotongnya agak besar jadi cepat untuk menemukannya.
"Hah, satu mangkuk! Kau keterlaluan Leon!" Sungut Lexa memukul pelan lengan kekar suaminya.
"Keterlaluan apa? Aku meletakan wortel bukan racun, kau ini! Sudah cepat makan, aku jadi tidak berselera!" Decak Leon sebal dengan tingkah kekanak kanakan Lexa. Leon pun meninggalkan meja makan menuju ke ruang tamu.
"Heng, merajuk saja kau sana! Aku yang habiskan semua kare daging ini, tanpa wortel, hahahaha!!!" Tutur Lexa yang merasa memenangkan perdebatan.
Leon mendengus sebal sambil menyalakan acara lagu kesukaannya. Namun, ketika Lexa sudah menghabiskan karenya dan membersikan dapur, dia bergabung bersama suaminya yang ikut ikutan bernyanyi. Leon pun sudah tidak kesal lagi karna Lexa langsung menghambur masuk ke dalam pelukannya.
Dan begitulah hari hari pasangan asisten itu yang sudah mengikis perlahan kenangan buruk mengenai kegugurannya. Mereka tetap terus berusaha dan menjalani semuanya dengan rasa syukur serta mengalir apa adanya. Setiap pagi, siang dan sore mereka bekerja dan malamnya mereka berkasih kasihan.
...
Sementara itu di Springfield, di kamar apartemen milik Jerry Atkinson.
"Angel, makanlah sedikit nak!" Kata sang ibu meminta anaknya untuk memakan makan siangnya.
Angel menggeleng gelengkan kepalanya sambil meringkuk an tubuhnya memeluk guling. Dia memiringkan tubuhnya ke kanan dan ke kiri seraya tidak nyaman dengan kondisi hamilnya yang sudah berusia 9 Minggu itu.
"Jadi kau mau makan apa? Pagi tadi saja kau hanya meminum susu, itu pun tidak habis! Kau tidak kasihan dengan anakmu di perut itu?!" Kata ibunya mengingatkan dengan into nasi nada yang cukup tinggi.
"Aku tidak pernah manja seperti ini. Sudah tiga kali aku hamil dan aku selalu ingin makan!" Jane memberitahukan anaknya.
"Aku tidak mam!" Angel tetap pada pendiriannya. Sejujurnya dia merindukan suaminya.
"Jadi kau mau apa?!" Jane menekankan.
"Aku mau Jerry! Aku mau dia di sini!" Dengus Angel menutup wajahnya dengan guling. Sudah dua hari Jerry pergi ke Legacy karna dia harus memeriksa kinerja hotel nya yang ada di sana. Dan dia juga harus membicarakan langkah terbaik untuk pengembangan usahanya bersama Jim dan manager manager yang Jerry percayai.
"Dia sedang ke Legacy! oh Lord, mengapa anak Perempuanku seperti ini sekali sih?! Apa yang harus ku katakan pada suamimu jika dia bertanya kau sudah makan apa belum?" Kini Jane yang merajuk pusing bukan kepalang.
"Katakan saja belum sehingga dia segera pulang mom!!" Jawab Angel sekenanya.
"Dia ke Legacy mencarikan makan dan minum dirimu dan anakmu! Bukannya jalan jalan, kau ini tidak mengerti sekali!" Kata Jane sudah menolak pinggangnya.
"Aku mau Jerry, Jerry Jerry, tidak ada yang lain , aku mau dia saja mom!!!" Angel malah merajuk semakin menjadi jadi.
"Terserahmu! Aku masih bersyukur ada pria seperti Jerry yang ingin hidup bersamamu!" Cibir Jane yang akan selalu menang berkata kata dengan anaknya sekalipun. Leon dan Angel mengakuinya, bahwa ibunya yang paling benar.
"Mom, kau jahat sekali berkata seperti itu pada putri semata wayangmu!" Gumam Angel bersedih. Dan dia memang selalu kalah dengan ibunya.
"Makanya, ayo makan beberapa suap saja setelah itu aku akan menghubungi suamimu di mana keberadaannya. Katanya sore ini dia akan terbang dari sana!" Akhirnya Jane mengatakan apa yang sudah diinformasikan Jerry pagi tadi.
"Kenapa tidak bilang dari tadi mom? Sini aku makan!" Angel meminta piring makanan dari Jane. Padahal Jane membuatkan sup kental kepiting kesukaan Angel.
"Cih, rasa rasany ibumu ini sudah tidak ada gunanya lagi ya Angel?" Sungut Jane yang ternyata menantunya lebih ampuh ketimbang dirinya, padahal Angel juga yang memanggil dirinya untuk menemaninya.
Huek! Huek! Suara Angel merasa mual.
"Sudah ku bilang mom, semuanya tidak masuk di tenggorokan dan perutku!" Tiba tiba Angel merasa mual dan hendak memuntahkan semuanya. Dia pun menuju toilet dan mengeluarkan apa yang baru saja ia makan dan telan.
Jane akhirnya menyerah memberikan Angel makanan. Dia juga kasihan dengan anaknya yang benar benar sulit sekali untuk makan. Jane pun mengelisi punggung anaknya sampai tertidur. Jane menghela napas. Tak berapa lama menantunya menghubunginya. Jane mengatakan Angel sedang tidur dan tidak mau memakan apapun. Jerry mengerti dan memakluminya. Dia pun mengatakan akan segera kembali.
Tepat sekitar pukul 9 malam, Angel kembali bersiap hendak tidur. Namun, dia masih di depan cermin melihat lihat bentuk perutnya yang sudah terlihat membuncit. Ketika hendak menuju ke tempat tidurnya, sebuah tangan merengkuh pinggangnya. Dia memeluk Angel dari belakang.
"Heemm, i Miss you .." seru seseorang itu yang adalah Jerry, suami Angel. Dia menenggerkan kepalanya di pundak istrinya dan mengecupi lehernya.
__ADS_1
"Jerry? Kau sudah pulang?" Angel setengah menoleh ke arah suaminya.
"Hehem, baru saja." Jawab Jerry memejamkan matanya dan merasakan perut indah istrinya.
"Kau lama sekali!" Dengus Angel menyenderkan tubuhnya pada tubuh suaminya.
"Aku hanya dua hari di sana." Ucap Jerry tanpa menghentikan kegiatannya mengecupi leher istrinya.
"Kau tidak macam macam kan?" Selidik Angel dengan tatapan tajam mata lancipnya.
"Bukankah aku terus menghubungimu? Malahan kau yang tidak menghubungiku!" Sungut Jerry.
"Aku takut kau sibuk sekali dan membuatmu kepikiran kalau aku dulu yang menghubungimu." Gumam Angel yang malah merasa bersalah.
"Kau memang istri yang pengertian. Baiklah, coba kulihat perutmu?" Kata Jerry membalikan tubuh Angel.
"Sudah semakin membesar ya?" Periksa Jerry lagi.
"Iya sayang, tapi aku agak aneh, karna aku tidak mau makan dan rasanya pinggang ku ini sakit sekali." Angel memberitahu apa yang menjadi ketidak nyamananya.
"Bukankah ini wajar sayang? Kita akan memeriksakannya lagi ya?"
Angel mengangguk. Jerry lalu meraih ponselnya dari saku celananya. Dia agak mundur karna hendak mengambil gambar istrinya.
"Kau mau apa?" Tanya Angel.
"Mengambil gambar dirimu dan perutmu, agar kita bisa melihat perubahannya, ayo tunjukan perutmu, sayang!" Pinta Jerry .
Angel tersenyum karna antusias suaminya. Dia lalu berpose sambil menunjukan perutnya. Kebetulan Anggel mengenakan piyama pendeknya namun membuka semua kancing baju piyamanya.
"Sekarang bersihkan dirimu dan tidur bersamaku sayang!" Kata Angel mengingatkan Jerry yang masih dengan kemeja dan celana kerjanya. Jerry mengangguk dan segera membersihkan dirinya. Setelah itu dia tidur memeluk istrinya.
Ketika pagi subuh menjelang, entah mengapa pinggang Angel terasa sangat sakit dan panas. Dia sudah berusaha mencari posisi tidur yang nyaman namun nyatanya tidak ia rasakan. Tak berapa lama perutnya sangat sakit seperti melilit bercampur keram.
"Aahhh.. kenapa perutku sakit sekali?" Keluh Angel memegang perutnya. Dia lalu mencoba miring ke kanan namun dia malah merasa ada yang mengalir di bawah sana.
"Sayang! Jerry! Bangun! Perutku sakit sekali dan sepertinya ada yang mengalir di bawah sana! Sayang!!!" Angel merajuk menggoyang goyangkan lengan suaminya.
Jerry pun menggeliatkan tubuhnya dan menatap istrinya yang sudah sangat panik. Dia pun tersadar.
"Ada apa sayang?" Tanya Jerry melihat istrinya sudah meneteskan air mata.
"Perutku sakit sekali! Pinggangku juga sangat nyeri!!" Jawab Angel mulai sesenggukan.
"Jangan menangis! Ayo kita ke rumah sakit! Aku akan membangunkan mom!" Kata Jerry dengan sigap memapah Angel turun dari tempat tidur dan bersiap menuju ke rumah sakit.
...
...
...
...
...
Haiz, ada apa denganmu Angel? baru gek kakak n ipar lau keluar dari masa kritis 😂😂😭😭
.
Next part 37
Ada apa lagi keseruan Lexa dan Leon?
Aku skalian bahas kisah nya Rico Solane sama Jerry Angel barengan ya? Semoga aku bisa menyajikan alur yang ga membingungkan hehe karna emang kejadiannya berbarengan hehe 😁😁
.
Jangan lupa bubuhkan jempol kalian pada logo LIKE dan kasih KOMEN kalian .. apapun sangat membantu mood vii dan smangat luar dalam haha .. kalau boleh kasih RATE nya bintang lima 🌟
Dan VOTE nya yaa di depan profil novel 😍😍
.
Happy reading, thanks for read and love you somuch all 💕💕
__ADS_1