Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 78


__ADS_3

"Lexa? Kau Lexa kan?" Saut Solane memegang lengan Lexa.


"Ya aku Lexa, masa kau lupa denganku? Ayo bangun dulu!" Lexa lalu membantu Solane untuk bangun dari jatuhnya yang hampir tertabrak tadi. Mereka menuju ke pinggir jalan dekat Leon meninggirkan mobilnya.


Leon pun ikut terkejut. Mengapa tiba tiba mereka bertemu dengan Solane dan dia kini hamil?


Sementara Angel yang masih di mobil terperanjat. Itu Solane. Wanita yang membuatnya melakukan banyak kepicikan dengan kakaknya. Dengan wanita yang menyelamatkan hidupnya. Dengan wanita yang bahkan seperti malaikat. Namun Solane juga adalah sosok yang pernah ia banggakan. Kini, Angel melihat sosok Solane yang tampak seperti orang biasa biasa saja. Dengan dress selutut dan dia sedang hamil.


"Kau sedang apa di sini Solane? Kau hamil anak Jimmy kan?" Leon langsung berspekulasi.


"Lalu aku hamil anak siapa Leon? Kau jangan mengira aku masih seperti dulu! Kami pun juga sudah menikah!" Solane memukul mukul kecil betisnya dan menundukan kepalanya.


"Kau kenapa Solane? Kenapa kau sedih? Lagipula sedang apa kau di sini? Ingin melakukan perjalanan?" Tanya Lexa kemudian.


"Aku ingin menemui Jimmy. Dia bekerja di sini! Aku sedang mencurigainya. Ada seorang wanita yang terus mendekatinya tapi dia bilang tidak ada hubungan apa apa. Aku hanya ingin memastikan!" Solane masih tertunduk.


"Di mana dia bekerja?" Tanya Leon mengernyitkan alisnya.


"Di bagian administrasi Leon! Eng kalian mau kemana? Ingin melakukan perjalanan? Apakah kalian sudah menikah?" Solane kembali bertanya.


"Aku mau mengantar Angel!" Jawab Leon agak getir. Solane lalu mendongakan kepalanya. Hatinya bergetar. Dia seperti hendak bertemu Angel. Dia lalu melihat ke arah kaca mobil.


"Angel?" Gumam Solane.


"Iya Angel! Dia ada di mobil, kau mau menemuinya?" Tambah Leon.


Belum saja Solane berdiri, Angel sudah keluar dari mobil.


"Kak Solane?" Panggil Angel pelan namun ada guratan kekecewaan pada wajahnya.


"Angel?" Solane mulai berdiri dan menghampiri Angel. Dia lalu memegang tangan Angel.


"Kak Solane, kau hamil? Anak siapa?" Tanya Angel agak geram.


"Jimmy." Jawab Solane menunduk.


"Kau benar benar jahat ya kak!" Angel menghempaskan tangan Solane.


"Aku minta maaf Angel." Gumam Solane pelan.


"Kau hampir saja membuat keretakan hubunganku dengan kakak kandungku sendiri. Kau mencuci otakku dan sekarang aku menyaksikan dirimu hamil dengan pria yang waktu itu aku tidak percaya berselingkuh denganmu! Aku pikir kau benar setia dan menyesal terhadap kakakku! Di luar dugaan. Kau memang licik kak! Aku menyesal mengenalmu! Kau hancurkan toko bungaku hanya karna kak Leon tidak menerimamu lagi, padahal kau yang memberikannya!!" Angel benar benar marah. Dia berkata mencak mencak pada Solane yang kini sudah meneteskan air mata. Lexa menghampiri ke sisi belakang Angel dan mengelus punggungnya.


"Maaf Angel!" Pekik Solane lagi mengangkat sedikit kepalanya.


"Sekarang kau baru meminta maaf! Kau minta maaf pada kak Lexa! Kau memanfaatkan ku dengan uang yang kau miliki! Lihat, wanita tidak bersalah ini!" Angel menunjuk Lexa.


"Sudah Angel, dia sudah meminta maaf padaku!" Lexa menjelaskan.


"Kapan?! Aku rasa dia tidak tulus!" Decak Angel tak suka.


Leon sudah diam saja melihat kemarahan adiknya yang tidak jauh berbeda dengannya. Angel memiliki watak keras melebihi dirinya. Dia akan sangat marah dan geram jika dirinya dikecewakan apalagi sedalam ini.


"Angel, aku yang minta maaf padamu!" Solane kembali meraih tangan Angel yang lagi hendak Angel hempaskan namun Solane menahannya.


"Jangan lepaskan aku mohon! Aku sudah sadar semua, aku jujur. Kau dengarkan! Aku tidak pernah mencintai kakakmu, aku minta maaf, aku hanya mencintai Jimmy. Aku memanfaatkan kakakmu. Aku memanfaatkanmu untuk mendapatkan harta ayahku, aku minta maaf Angel! Lihat mataku Angel, lihat mataku, aku tulus meminta maaf padamu. Kau seperti adikku, sekarang aku sudah tidak punya apa apa, sudah sebanding dengan apa yang aku lakukan kan?! Aku hanya mencari teman. Tolong, maafkan aku!" Solane menghentak hentakan tangan Angel dan menatap Angel dengan sangat serius sampai sudah meneteskan air mata.


Angel masih menunduk dan menekuk wajahnya. Dia masih sangat kesal. Dia marah. Namun, Lexa membisikan sesuatu.


"Angel, kau tidak boleh begini! Kau sekarang sudah berbaikan dengan kakakmu, dan kakakmu bersamaku, dia juga sudah bahagia dengan pria nya. Kau maafkanlah! Dia sedang hamil, kata orang, kalau kau berbuat baik pada ibu hamil, kau akan mendapat keberuntungan, masa kau tidak tahu! Sudah maafkan! Jangan drama seperti ini! Kakak mu sudah diam saja, jangan sampai dia marah marah tak jelas! Kau tahu kan bagaimana bar Ben dia buat!" Begitulah kata Lexa.


Dan akhirnya Angel melihat Solane yang dengan wajah memelas, bersedih serta rasa tulus menyesalkan perbuatannya.


"Aku belum begitu bisa memaafkanmu, mungkin aku butuh waktu. Tapi untuk sementara aku terima permohonan maafmu. Jangan begitu lagi kak Solane. Aku juga sudah menganggamu sebagai kakakku!" Kata Angel masih terasa dingin dan sedikit kekanak kanakan.


"Terimakasih Angel!" Tanpa banyak bicara lagi Solane langsung memeluk Angel. Angel terkejut dan melihat kakaknya yang juga melihatnya. Leon lalu mengangguk memberi kode untuk Angel kembali memeluknya. Akhirnya Angel memeluknya.


"Sudah kak jangan menangis, kasihan kandunganmu!" Angel lalu menarik diri setelah beberapa saat mereka berpelukan.


"Aku berharap kakakmu dan Lexa berbahagia selalu!" Saut Solane masih sesenggukan.


"Lalu kau mau kemana Solane? Ke ruangan Jimmy?" Tanya Lexa kemudian.


"Ya Lexa, perasaanku tak enak. Sejak tadi dia tidak menghubungiku." Jawab Solane tertunduk sambil mengusap matanya yang masih agak berair.


"Yasudah, ayo bersama kami! Leon ayo kita antar Solane, kenapa hatiku juga tak enak!" Kata Lexa ikut merasakan kegusaran Solane. Leon menyetujuinya dan mereka berempat masuk ke dalam Bandara setelah Leon memarkirkan mobilnya.


Masih ada waktu untuk Angel terbang. Angel pun ikut bersama Lexa dan Leon mengantar Solane menuju ruang administrasi salah satu maskapai penerbangan. Solane pernah satu kali diajak oleh Jimmy. Mereka menyusuri koridor ruangan yang seperti perkantoran itu.


Sudah semakin dekat dan akhirnya tiba di depan pintu ruangan Jimmy. Ketika Solane hendak mengetuk, Lexa yang mendengar ada keganjalan.

__ADS_1


"Tunggu sebantar Solane! Kau tidak mendengar sesuatu?" Tanya Lexa mulai mengajak mereka disitu mendengarkan.


Jimmy dan atasannya seorang wanita bercakap cakap di balik ruangan:


Jimmy : "Aku mohon Nonya Sherly! Aku sudah memiliki seorang istri dan istriku sedang mengandung! Aku mohon jangan seperti ini. Aku di sini murni bekerja!"


Sherly : "Tapi kan istrimu tidak tahu! Aku bisa menggajimu lebih tinggi lagi!"


Jimmy : "Tidak perlu nyonya. Gajiku yang sekarang sudah mencukupi dan istriku tidak pernah meminta lebih!"


Sherly : "Jimmy, aku sangat menyukaimu! Kau jangan seperti ini padaku! Aku juga cantik seperti istrimu! Aku tahu siapa istrimu! Ayolah, peluk dan cium aku!"


Kreak! Solane membuka pintu. Dia sudah tidak tahan lagi. Solane melihat posisi Sherly, atasan Jimmy memeluk Jimmy dari belakang. Solane sudah terbawa emosi. Dia menutup mulutnya dan meneteskan air matanya.


Jimmy melepaskan pelukan Sherly dan menghampiri istrinya.


"Solane, kau percaya padaku kan?" Jimmy menghampiri Solane.


"Heng begitulah karma berlaku, dia menyelingkuhi kakakku, sekarang dia diselingkuhi!" Decak Angel di daun pintu.


"Angel!" Leon memperingatkan untuk diam.


"Ini hanya salah paham Angel!" Tambah Lexa.


"Solane, kau percaya kan aku tidak ada hubungan apa apa, dia yang selalu merayuku!" Jimmy membela diri.


"Sesekali kau juga ingin!" Saut Sherly memain mainkan jari kukunya.


Solane sudah menangis lagi. Dia memang seperti merasakan sebuah karma. Namun dia memang merasa suaminya tidak bersalah.


"Jadi Jimmy, aku sudah mentransfer gajimu dan menambahkannya. Aku sangat menyukaimu dan kau juga menikmatinya jadi maaf Nyonya Solane. Ini hanya sebuah cinta lokasi, kau tidak usah menganggap nya serius. Aku sudah membayar suamimu!" Saut Sherly duduk bersila di meja kerjanya.


Lexa mendelik mendengar pernyataan atasan Jimmy. Dia hendak menghampiri dan memberi tahukan sesuatu namun Leon menahannya. Sekentara Jimmy menatap tajam Sherly.


Tak lama, Solane memegang perutnya. Dia merasa sakit dan nyeri pada bagian bawah perut. Kandungannya memang sudah menginjak 28 minggu. Solane meringis. Jimmy menyadari keringat dingin yang keluar dari sisi sisi lengan Solane.


"Solane? Kau baik baik saja?" Tanya Jimmy memastikan.


"Perutku sakit! Keram sekali!" Solane hendak terjatuh dan Jimmy menahannya.


"Arghhh!! Sakit!" Solane tidak dapat menahan beban tubuhnya. Dia tersungkur.


"Cepat bawa ke rumah sakit Jimmy!" Leon dengan sigap menghampiri Solane dan hendak menggendongnya namun Jimmy lebih dulu. Entah mengapa Leon sangat bertanggung jawab pada Solane.


"Lexa, Angel! Ayo!" Ajak Leon dengan agak panik.


"Kau antar saja Solane ke rumah sakit bersama Jimmy, aku akan menyusul setelah Angel terbang!" Saut Lexa mengingat jam penerbangan Angel.


"Ah iya benar, Angel hati hati, titipkan salamku pada mom and dad juga juan!" Leon berteriak sambil terus bersama Jimmy. Dia merasa seperti Lexa yang sakit.


Sementara Lexa masih di ruangan itu menatap nanar Sherly.


"Mau apa lagi? Kau tidak mengurusi temanmu yang banyak drama itu?" Tanya Sherly sudah duduk bersila di meja kerjanya.


Lexa menghampiri meja Sherly.


Brak! Lexa menggebrak mejanya.


"Sekali perebut suami orang akan begitu seterusnya. Kau dengarkan aku baik baik ya?! Aku Alexa Luxurio yang memutuskan. Aku istri dari Danteleon Janson, asisten resmi presiden direktur pemilik Hotel Prime!" Lexa terdiam sesaat hendak memperhatikan mimik atasan Jimmy yang hanya seorang manager.


Seketika mimik Sherly menjadi memucat. Dia salah berurusan dengan orang. Dia tidak tahu di belakang Solane yang sudah menjadi keluarga sederhana.


"Jimmy tidak akan bekerja lagi di sini! Suamiku yang akan mempekerjakannya dan kalau sampai terjadi sesuatu pada Solane, sahabatku, namamu akan ter blacklist! Dimana pun! Ingat namaku ya, Alexa Luxurio, asisten resmi Nyonya Viena Jovanca. Kau pasti tahu beliau manager murahan!" Ancam Lexa dan dia berbalik.


"Heng, kukira hanya pria yang seperti ini, ternyata wanita tua seperti dia juga sangat rendahan, kak Lexa!" Tambah Angel melipat tangannya di daun pintu.


"Benar! Tidak tahu diri! Ayo Angel! Ucapkan selamat tinggal pada ruanganmu ini Nyonya Sherly!" Lexa menutup kasar pintu ruangan dengan Sherly yang sudah memasang wajah takut, tak percaya dan bingung.


...


"Kak, kau harus memperhatikan kak Leon! Tidak menutup kemungkinan kak Solane meminta belas kasihan dari Kak Leon!" Kata Angel masih sedikit kesal dengan Solane. Dia hendak menuju ke pesawatnya.


"Kau jangan berkata sembarangan!" Bantah Lexa tidak memikirkan apa apa.


"Aku benar kak, kau kan juga tahu bagaimana sifat kak Solane!" Angel masih memperingatkan dengan memegang tangan Lexa. Dia sudah semakin menyayangi calon istri kakaknya itu.


"Kau sudah memaafkannya Angel!" Lexa mengingatkan.


"Aku hanya berjaga jaga karna kebaikan hatimu kak! Aku sudah percaya 100% padamu kak! Kau yang terbaik untuk kak Leon! Kak Leon juga sangat mencintaimu kak! Sewaktu kau menolongku dan kau tersesat di hutan, dia menangis kak, dia menangis untukmu kak!" Angel berniat memberitahukan sesuatu yang sepertinya tidak Leon katakan pada Lexa.

__ADS_1


"Menangis? Katanya dia tidak menangis!" Lexa agak senang namun hanya ingin memastikan.


"Tidak menangis apa?! Dia memarahiku habis habisan dan akan menceburkan aku juga jika kau tidak ketemu sampai tengah malam!" Angel mengoreksi dengan semangat.


"Benarkah Angel?"


"Benar kak! Dia juga menangis pada mom! Dia mencintaimu kak, jaga dia untukku kak, untuk mam dad dan juan. Aku pulang ya kak?" Akhirnya Angel pamit karna panggilan penerbangan pesawat sudah berkumandang.


"Pasti Angel! Aku tidak akan menyia nyiakan pria sehebat Leon ku itu! Kau hati hati! Dua bulan lagi kau sudah harus ada di sini mempersiapkan pernikahanku!" Jawab Angel mengelus puncak kepala Angel.


"Iya kak, aku akan merawat bunga bunga ku untukmu lagi!" Balas Angel mengangguk tersenyum.


"Terimakasih sayang, hubungi aku jika sudah sampai!"


"Aku menyayangimu kak!"


"Aku juga, Tuhan memberkati. Sampai jumpa, sana!"


Angel dan Lexa berpelukan. Angel menuju ke pesawatnya sementara Lexa terus melambaikan tangannya sampai Angel tak terlihat.


Kini dia harus ke rumah sakit. Dia agak memikirkan kecemasan Leon ketika melihat Solane meringis kesakitan.


"Berpikir apa kau Lexa?! Dia hanya reflek hendak membantu Jimmy dan Solane, tak ada maksud lain!!" Gumam Lexa menggeleng gelengkan kepalanya dan segera menuju ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit, dia menghubungi Leon namun Leon tidak mengangkat. Dia bertanya pada meja informasi dan mengatakan Solane masih di ruang gawat darurat. Lexa segera kesana. Di sana Jimmy dan Leon sedang menunggu di luar. Lexa langsung melihat Leon. Dia sudah tahu Jimmy pasti sangatlah khawatir karna dia suaminya. Sementara Leon bukan siapa siapanya. Hanya mantan kekasihnya yang ternyata Solane tidak pernah mencintainya. Sementara Leon pernah mencintainya dengan sangat.


Dia melihat mimik Leon yang sudah berkeringat. Seperti sangat cemas. Lexa agak cemburu tapi dia mencoba menetralkan diri. Solane sudah bersuami dan hendak memiliki anak. Lexa masih terdiam sampai Leon menyadarinya.


"Lexa, kau sudah datang?" Leon menghampiri Lexa yang tidak mendekatinya.


"Ya, sejak tadi." Jawab Lexa singkat.


"Kenapa tidak menghubungiku?" Leon meraih tangan Lexa.


"Mungkin kau terlalu mencemaskan mantan kekasihmu jadi kau tidak menyadari aku menghubungimu!" Sindir Lexa pelan.


"Oh Tuhan! Aku membuat profile silent sayang! Maafkan aku! Angel sudah terbang?"


"Ya sudah!" Lexa memalingkan wajahnya tidak mau menatap Leon.


"Kau kenapa? Jangan menekuk wajahmu seperti itu Lexa!" Leon agak cemas.


"Tidak apa apa. Jadi bagaimana keadaan Solane?" Kini Lexa kembali menatap Leon.


"Dia masih ditangani! Dia terus merintih kesakitan!" Leon menunduk memberitahu. Tersirat kesedihan di mimik wajahnya.


"Dia pasti baik baik saja. Aku sudah memberi peringatan pada Sherly! Kau jangan khawatir seperti itu!" Lexa mencoba menetralkan dirinya dan juga mencemaskan Solane.


"Aku mengingat Tuan Reynald, Lexa. Pria itu menitipkan Solane padaku. Aku tidak tahu kehidupan mereka menjadi sesederhana ini." Kata Leon bersedih.


Lexa tersentak mendangar nama Reynald. Dia melupakan sesuatu. Lexa tahu semuanya. Kini dia mengerti bagaimana perasaan Leon. Dia tidak seharusnya egois dan cemburu seperti ini


"Leon, tenanglah, Solane pasti baik baik saja percayalah!" Lexa memegang tangan Leon dan menunduk mencari cari wajah kekasihnya itu. Leon juga melihatnya dan tersenyum.


"Terimakasih Lexa. Kau sungguh mengerti diriku. Aku sangat mencintaimu!" Leon lalu menarik Lexa untuk masuk ke dalam pelukannya. Semua orang beberapa melihatnya namun Leon tidak peduli. Dia terus mendekap Lexa dengan sangat erat dan Lexa juga mengendusi aroma tubuh Leon. Lexa merasa cinta Leon hanya untuknya. Ini hanya bentuk kecemburuan saja dan bentuk tanggung jawab Leon pada Tuan Reynald. Sejatinya Leon pasti sangat mencintainya tidak ada yang lain.


...


...


...


...


Pen nikah juga neng, tenang aja, mas leon tak akan berpaling dari kebaikan hatimu 😁😁


.


Next part 79


Oke kita ke inti pernikahan ya??


Siap siap gaun kebaya blangkon apa kek 😝😝


.


Jangan lupa kasih LIKE dan KOMEN nya ya sayang sayangku 😍😍


Kasih juga VOTE dan RATE di depan profil novel yaa 😘 😘

__ADS_1


.


Thanks for read and i laf youu 🌹🌹


__ADS_2