Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LELE PART 57: Special Rico & Solane


__ADS_3

Berusaha menjadi yang terbaik sangat tidak mudah. Harus mencari tahu apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak dilakukan. Jangan sampai malah mengundang kesalah pahaman yang berkelanjutan. Bagaimana akhirnya Rico dapat membuat Solane menjadi miliknya selamanya? Meski sudah menjadi kekasih, rasanya masih banyak perjuangan Rico untuk merebut hatinya seutuhnya.


...


Leon disibukan dengan kopernya dan Lexa juga koper berisi buah tangan. Ibunya memanfaatkan kesempatan untuk memberikan banyak vitamin dan makanan cemilan yang menyehatkan bagi Lexa dan Leon di saat saat mereka sedang menjalani program hamil seperti ini. Ibunya senang melihat Lexa dan Leon dalam keadaan sehat dan berharap akan segera menjadi seperti Angel dan Jerry. Hem, tentu saja Lexa tidak keberatan dengan semua pemberian ibu mertuanya. Berbeda dengan Leon anaknya. Dia memang tidak mau repot repot membawa koper yang berisi oleh oleh itu. Sementara sejak turun dari pesawat dan menyalakan ponselnya, Rico terus menghubunginya.


"Ada apa?! Oh God! Kau tidak tahu aku sedang menunggu koper pada bagasi pesawat! Kenapa kau berisik sekali hah?!" Decak Leon mengangkat panggilan Rico.


"Leon, aku membutuhkanmu." Kata Rico di seberang sana.


"Kau membutuhkan Solane, bukan diriku! Aku mempunyai istri, aku tidak suka pria!!" Saut Leon dengan nada kesal sehingga terdengar agak keras.


Seketika beberapa orang di sana melihat Leon karna Leon agak berteriak membuat Lexa yang sedang memainkan ponsel juga akhirnya melihat suaminya.


"Leon, siapa yang menghubungimu? Berisik sekali! Pelan pelan !" Lexa menegur Leon karna Lexa pun tahu itu hanya gurauan. Leon tidak mempedulikan teguran istrinya namun mengecilkan suaranya.


"Kau mau apa?!" Tanya Leon pada Rico di sebrang sana.


"Ayolah, aku harus melamar Solane, tetapi aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Setiap apa yang kulakukan tidak sesuai dengannya. Kau kan ahli melakukan kejutan kejutan seperti ini." Jawab Rico yang sudah berencana meminta tolong pada Leon dan Lexa.


"Ahli apa? Ahli bercinta!" Dengus Leon kesal. Dia sedang memperhatikan koper yang berisi makannya terus terkena tanda merah. Lexa kembali melotot ke arah Leon yang berbicara seenaknya.


"Leon! Oh God! Otak mu ini kenapa hah? Banyak yang melihat!" decak Lexa memarahinya.


"Lexa, kau urus koper makananmu ini, ini tidak semudah yang terlihat. Banyak sensor dimana mana , makanan yang mendapat bea cukai, sedangkan Rico berisik sekali di ponsel ini!!" keluh Leon menanggapi teguran istrinya. sementara Rico di sana maah cekikan mendengar Omelan Leon.


Lexa lalu mengambil alih ponsel dari Leon.


"Cepat urus koper itu, aku mau koper itu!" perintah Lexa yang tidak mengerti masalah sensor dan peraturan membawa makanan dari luar kota jauh. kalau Leon yang mengurus, tinggal menyebut semua nama kenalan polisinya semua akan beres.


"Iya, kau urus pria yang pernah menyukaimu ini!" decak Leon lalu menuju ke ruang informasi.


"Rico! Kenapa kau hah? Kami masih di bandara, tidak bisakah kau menunggu kami di apartemen?" kata Lexa sedikit membentak mengambil alih percakapan suaminya.


"Aku sudah di depan apartemen kalian. Kalian bilang hari ini pulang jadi aku sudah datang. ini semua untuk Solane!" jawab Rico santai. sebenarnya dia ada di restoran Hotel Prime.


"Yasudah kau tunggu saja sebentar lagi! Repot sekali kau ini!!" Lexa menutup panggilan.


Rico pun masih menunggu lagi di depan apartemen Lexa dan Leon. Ya, dia harus meminta pendapat pada sahabat Solane, Lexa dan Leon. Dia hendak melamar Solane lagi. Ini sudah hampir satu bulan seperti yang dikatakan Solane agar Rico menunggu dirinya. Kali ini Rico harus berhasil membuag Solane mau menerimanya. Namun, dia tidak boleh melakukan kesalahan. Dia tidak boleh lagi membuat kekasih hatinya itu kecewa atau berpikir yang macam macam mengingat dirinya telah gagal menikah satu kali, memiliki satu orang anak juga merupakan public figure.


...


Hari itu Rico telah bersiap. Dia sudah menapakan kakinya di Legacy tepat siang ini pukul 2. Dia belum mengabari Solane karna memang dia hendak membuat kejutan. Semua rencana telah tersusun rapi yang dibantu Lexa dan Leon. Kali ini, Rico pasti berhasil. Sekarang dia hanya perlu ke rumah Solane dan mengajaknya makan malam seperti biasanya. Tentunya kali ini Rico juga ingin pergi bersama Jacklyn. Mereka bisa berjalan jalan nanti setelah makan malam dan ada sesuatu momen yang tepat yang akan Rico sajikan pada Solane.


Rico sudah berada di depan apartemen Solane. Dia menaiki lift dan sampailah di lantai apartemen Solane. Namun, ketika baru saja ia hendak mengetuk pintu apartemen, Solane sudah keluar sambil menggendong Jacklyn. Wajahnya panik dan pakaiannya seadanya hanya dress terusan berwarna putih.


"Rico? Kau datang?!" kata Solane yang seperti melihat malaikat penyelamat datang . dia memang agak kewalahan.


"Kau dan Jacklyn kenapa sayang?" tanya Rico memandang Solane.


"Cepat bawa Jacklyn ke rumah sakit. Dia demam Rico dan kejang. Baru saja dia kejang, aku panik sekali, ayo cepat Rico!!" pekik Solane sangat sangat cemas.


"Ah iya iya, sini ku gendong!" Kata Rico meraih Jacklyn dan dia pun berjalan dengan cepat ke basement parkir sementara Solane mengikuti setelah mengunci pintu apartemennya. Sesaat Solane memperhatikan Rico yang tampak rapi dan dia tidak menyadari apa yang membuat Rico tiba tiba datang. Solane sangat merasa Rico seperti dewa penyelamat. Pria ini selalu ada untuknya. Beruntung sekali Solane ada pria yang masih mau mencintainya seperti Rico. Solane sadar diri dengan statusnya. Dia tidak memikirkan fisik nya, fisik itu nomor kesekian jika status diri seseorang sudah memalukan, fisik malah akan menjadi perbandingannya. Solane sangat tidak mau.


Mereka pun sudah berada di dalam mobil. Solane kembali menggendong putrinya. Jacklyn seperti sesak napas dan keringat terus bercucuran. Nadinya sangat cepat dan panas tubuhnya sangat tinggi.


"Kapan ini terjadi Solane? Mengapa kau tidak mengabariku?" Tanya Rico menyalakan mesin mobilnya.

__ADS_1


"Baru tadi pagi sayang. Pagi tadi Jacklyn demam dan setelah aku memberinya obat penurun panas dia malah kejang. Aku mana sempat memberitahumu. Sepanjang hari aku menggendongnya sambil merapikan apartemen dan menemaninya tidur. Tapi untung kau datang, terimakasih Rico." jawab Solane sedikit menunduk menatap Jacklyn.


"Aku selalu ada untuk mu Solane! Meskipun aku masih di Honolulu, aku pasti datang!" Pekik Rico dan mulai melajukan mobilnya menuju ke rumah sakit. Solane tersenyum lega dengan semua penuturan kekasihnya.


Sekitar tiga puluh menit perjalanan menuju rumah sakit pusat kota. Rico jadi melupakan rencananya. Dia terlalu fokus pada demam Jacklyn yang kini terus bergetar meriang. Rico menggendong dan memeluknya dengan erat. Sementara Solane berlari di belakang Rico, mereka menuju ke unit gawat darurat.


Sesampai di sana, Jacklyn segera diperiksa dan diberikan obat pereda demam untuk pertolongan pertama. Solane begitu tidak tega melihat Jacklyn harus diambil darah dan mengenakan infus. Seluruh kondisi Jacklyn tiba tiba melemah.


"Apa yang terjadi dok?" Tanya Solane sangat sangat panik.


"Sepertinya anak anda dehidrasi ringan. Bagaimana keadaannya akhir akhir ini?" sang dokter kembali mengidentifikasi.


"Ya, memang akhir akhir ini sulit sekali makan dan tidak mau minum susu. Padahal aku selalu memperhatikannya ." jawab Solane menurut pengamatan nya selama bersama dirinya. dia percaya dengan Lexa dan Renzy jika Jacklyn di titipkan pada mereka selagi dirinya bekerja.


"Sepertinya gigi giginya akan tumbuh Nyonya. Jadi dia tidak mau makan. Baiklah satu kantong cairan mungkin bisa mengembalikan cairan tubuhnya. Anda tenang saja. Biarkan anak anda beristirahat di sini sampai besok ya?" Saran dokter. Solane menyetujuinya. Rico yang mengurus semua.


Sementara Leon sudah berkali kali menghubungi Rioc namun tidak menjawab karna Rico mengurus administrasi dan ruang perawatan yang hendak ditempati Jacklyn. Sampai akhirnya Solane yang merasa ponsel Rico terus berbunyi.


"Siapa yang mengubungimu terus? Dari hotel mu?" selidik Solane agak sedikit terganggu.


"Aku tidak tahu." Akhirnya Rico merogoh saku celananya untuk mengambil ponselnya. Dia benar benar melupakan seluruh rencananya. Leon yang menghubungi. Dia menepuk dahinya.


"Aku keluar sebentar Solane." ijin Rico.


"Siapa yang menghubungimu?" tanya Solane sangat penasaran.


"Leon, tadi kami janjian, aku akan membatalkannya." Kata Rico langsung keluar dari ruang unit gawat darurat tanpa menunggu Solane berkata kata lagi. Dia hendak mengangkat panggilan Leon. Solane memicingkan matanya merasa ada sesuatu yang Rico sembunyikan.


"Suster, bisakah menjaga anakku sebentar, aku hendak ke toilet." Pinta Solane pada suster dan diam diam dia hendak mendengar apa yang Rico sembunyikan atau direncanakan dengan Leon.


Solane mendengar semua. Ternyata Rico sudah menyiapkan makan malam romantis dengannya. Solane menarik napas. Betapa ini sangat tidak diharapkan. Apakah Rico akan kecewa padanya? Solane jadi memikirkan Rico dan tidak menyadari kalau Rico sudah selesai menelepon dengan Leon dan meliht dirinya sedang merenung.


Solane lalu mendongakan kepalanya perlahan.


"Rico?" panggil Solane memegang lengan Rico.


"Hem?"


"Mengapa kau ke Legacy secara tiba tiba? Apa kau ingin mengurus pekerjaan?" tanya Solane perlahan.


Rico menggeleng tetapi tersenyum memegang dagu Solane.


"Lalu?" tanya Solane dengan tatapan yang sendu dan lirih. Rico jadi ingin mencium nya namun ini di lorong rumah sakit, dia tidak bisa seenaknya.


"Aku hanya merindukanmu. beberapa hari ini aku selalu memikirkan mu, aku ingin selalu berada di dekatmu. Tapi, aku masih tidak tahu caranya." kata Rico dengan sangat pelan namun terdengar mesra.


Solane lalu tersipu malu. Dia menundukan lagi kepalanya. Rico hendak mendongakannya lagu namun Solane lebih dulu melingkarkan tangannya ke pinggang Rico dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang Rico.


"Ada apa Solane? tenanglah. " Ucap Rico juga mendekap Solane.


"Rico, aku ingin bersamamu, aku mau menjadi istrimu dan bawa aku kemana pun kau mau. Aku sudah sangat yakin dan tidak peduli apa kata orang. Aku ingin bersamamu. Aku tidak sanggup sendirian setiap saat. Memang benar, setiap hari aku ingin sekali meminta kau untuk datang tetapi aku tidak mempunyai kuasa. Kini aku sudah yakin dan pasti ingin bersamamu sayang. Maafkan aku, karna Jacklyn sakit, semua rencanamu batal." kata Solane kemudian.


Rico terkejut mendengar sebuah pernyataan yang sangat ia nantikan dan selalu terngiang dalam angan angan atau mimpinya.


"Solane, kau bicara apa? Aku tidak dengar!" kata Rico bergurau tetapi dia tidak menyangka dan ingin mendengarnya lagi saja.


"Ah, kau tidak usah pura pura!" dengus Solane menghentakkan tubuh Rico.

__ADS_1


"Benar, aku tidak dengar." Rico meraih wajah Solane dan mendongakannya lagi untuk menatapnya. Rico tersenyum sedikit menggoda


"Aku mau menjadi istrimu!" kata Solane lagi dengan mata yang berbinar binar.


"I love you Solane, cup!" Rico mengecup singkat bibir Solane karna mereka masih di lorong rumah sakit.


"Kau tidak perlu mengatur segala kejutan untukku Rico. Jadilah dirimu sendiri, jangan kau berusaha menjadi Leon. Leon seperti itu karna dia begitu mencintai Lexa. Lexa wanita yang baik, bukan sepertiku." kata Solane kemudian yang sepertinya Rico sedang meminta bantuan pada Leon untuk dirinya mengingat kejutan kejutan yang selalu Leon berikan pada Lexa.


"Kau tetap yang terbaik bagiku." kata Rico meyakinkan karna begitulah kata hati nya.


"Tapi kau juga pernah menyukai Lexa." Solane sedikit menggoda.


"Hanya suka, tidak cinta, aku lebih menyukai, cinta dan sayang padamu!" balas Rico mencubit kecil pipi Solane.


"Terimakasih Rico sudah menjadi pelengkap dalam hidupku dan kau tidak pernah menjauh dariku apapun yang sudah kulakukan padamu." kata Solane lagi membuat Rico semakin tersentuh dan tidak salah kalau dirinya menetapkan Solane menjadi teman hidupnya.


Rico lalu mengangguk dan tersenyum. Dia lalu mendampingi Solane menjaga Jacklyn sampai keesokan harinya ketika Jacklyn sudah lebih pulih. Jacklyn sudah dipindahkan ke ruang perawatan. Dan kata Dokter, dokter ingin melihat perkembangan demamnya terlebih dahulu.


Tak lama kemudian, Lexa dan Leon datang menjenguk. Ternyata hari ini adalah hari ulang tahun Solane.


...


...


...


...


...


kenapa jadi kata kata Solane buat gua meleleh, harusnya gua kan kek Solane kan? wakakaka .. ikutan bergidik eke Rico 😍😍


.


next part 58


masih edisi Rico dan Solane yaa


kejutan apa sih yang sebenernya direncanain Rico yang dibantu Leon dan Lexa untuk Solane?


siap siap bapers n nyengir gaes 😁😁


.


rekomendasi novel baper lainnya karya aku wkwkwk ..


🌟DEJA VU: JASMIE & CHEST 🌟


yang belom mampir, mampir gaes .. ketika mereka pernah bertemu dalam permainan cinta yang tidak mereka sadari lalu bertemu lagi di waktu yang berbeda dan terus merasakan kenangan indah tapi juga pahit .. this like Deja Vu by @viiyovii πŸ’•


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❀❀


__ADS_2