
Lanjutan part 24, tapi aku mau jelasin dulu tentang Hiperosmia adalah kondisi ketika seseorang terlalu sensitif atau pekaย terhadap bauย tertentu. (penjelasan lainnya liat di ugel) ๐๐
...
Keadaan semakin memanas apalagi mereka tidak menyadari kalau Xelino terus memperhatikan. Bukan hanya itu, tatapan Xelino membuat mereka akhirnya merendahkan nada bicaranya.
"Tapi ini cat yang kami terima, kami tidak tahu menahu dan sebaiknya nona mengamatinya lagi. Mungkin anda yang salah, sepertinya daftar notes dan merek cat ini sama!" Kata pegawai tersebut menanggapi kecurigaan Carolyn dan Deborah.
"Benar Carolyn, coba kau periksa dulu daftar yang kau tulis dengan daftar yang kau belanjakan!" Kata Deborah pada Carolyn agar tidak terjadi kekeliruan.
"Baik, aku akan buktikan! Grizel, iPad ku!" Pinta Carolyn pada temannya. Grizel segera mengambil iPad pad tasnya karena Carolyn hanya membawa iPad sehingga menutup di tas Grizel.
"Ini Olyn," Grizel memberikan ipadnya.
Seketika Carolyn melirik tajam Grizel.
"Hanya orang kesayanganku yang boleh memanggilku Olyn!" Decak Carolyn seketika.
"Aku kan kesayanganmu, Ting!" Saut Grizel malah menggoda Carolyn.
"Ish! Xelino, perhatikan tingkahnya, menggelikan!" Dengus Carolyn tak suka.
"Sudah kau fokus dengan cat itu, kau benar atau salah," ujar Xelino memegang pundak Carolyn.
"Iya iya,"
Carolyn pun membuka ipadnya. Dia mencari data anggaran yang ia buat juga list belanjaan yang ia pesan melalui aplikasi online. Carolyn memeriksa dan melihat ternyata nama cat yang ada sama seperti cat yang datang. Namun, detail yang Carolyn ketahui tidak tampak.
"Bagaimana Carolyn?" Tanya Deborah.
"Nama catnya sama tapi benar Nyonya, keunggulan yang aku inginkan tidak tercantum di cat ini!" Jawab Carolyn mempertahankan apa yang sudah ia tetapkan mengenai cat yang bermutu dan berkualitas.
"Lihat saja isi dalamnya mungkin kau bisa menilainya?" Kata si pegawai.
"Ya, coba buka bagaimana bentuk cairan cat nya?!" Pinta Carolyn sungguh penasaran. Sebenarnya dari list kandungan sudah terlihat kalau ini cat yang berkualitas buruk.
Mereka pun membuka cat tersebut. Xelino mengambilkan untuk Carolyn agar diperhatikannya. Belum sampai cat itu dekat di depan wajahnya, Carolyn sudah merasa cat ini aneh dan tidak sesuai yang ada dalam pikirannya. Benar saja, ketika cat tersebut dekat di depan wajahnya, Carolyn langsung ingin bersin. Dia pun menjauh dari cat tersebut.
"Ah, itu bukan cat yang kuinginkan, hatchi! Aku, aku tidak memesan cat ini, kalian semua pasti menggantinya, hatchi!" Carolyn bersin bersin dan kepalanya mulai pening. Xelino tentu menahan nonanya agar tidak terjatuh.
"Carolyn, kau yakin bukan cat ini? Tapi daftarnya sama," kata Deborah lagi meyakinkan. Kalau untuk hal ini, Deborah tidak begitu mengerti. Dia hanya menyukai warna warna saja tanpa melihat kualitas.
"Yakin, bukan itu nyonya, cat ini tidak benar! Kalian semua mencoba menipu lagi ya? Hatchi!" Tuduh Carolyn sudah kesal karena kandungan cat tersebut malah membuat dirinya alergi. Carolyn memang memiliki alergi terhadap sesuatu yang menyengat dan sampai masuk menusuk Indra penciumannya.
"Kami hanya menerima nona, cat cat ini harus digunakan tidak bisa dikembalikan!" Decak salah satu pegawai lagi.
"Bisa! Pokok nya aku tidak mau cat ini, sebaiknya kalian menukarnya dengan yang benar atau aku akan melaporkan pada atasan kalian. Mungkin cat ini cat tiruan! Hatchi! Hatchi!" Balas Carolyn terus bersin bersin sementara Xelino memang sudah mencium gelagat tidak benar dan harus melakukan sesuatu.
"Sudah sudah Carolyn, biar aku yang mengurusnya," sela Deborah yang harus bertindak tegas. Sudah lama Deborah tidak menemukan kecurangan kecurangan seperti ini. Mungkin mereka tahu kalau dirinya bekerja dengan seorang anak baru seperti Carolyn.
"Nyonya, kau harus yakin padaku! Jangan sampai menyesal nyonya! Hatchi! Hatchi!" Kata Carolyn lagi mengingatkan Deborah.
"Iya, kau tenanglah Carolyn. Tolong Xelino Grizel kau bawa dulu Carolyn keluar. Sepertinya dia alergi dengan cat cat ini!" Pinta Deborah pada Grizel dan Xelino. Xelino yang sudah merangkulnya merasa ini ada yang tidak beres tapi Xelino harus membawa nonanya dulu menjauh dari cat cat itu.
"Bagaimana ini? Kita akan rugi besar?" Bisik salah satu pegawai yang mulai takut.
"Tetap gunakan saja, tapi beri wanita itu pelajaran agar dia tidak bisa mengawasi pembangunan!" Saut temannya juga berbisik.
"Kau benar! Biar ku suruh seseorang melakukannya!" Balasnya lagi sudah menyusun rencana menyakiti Carolyn.
Sementara itu Deborah masih di sana dan hendak memastikan setelah Carolyn keluar dari ruangan itu.
"Kalian yang bertanggung jawab atas ini semua?" Tanya Deborah melipat kedua tangan di depan dadanya.
"Kami hanya menerima nyonya!" Jawab seorang di antara mereka berdua.
__ADS_1
"Aku pun juga tidak mau tahu, cat ini sebaiknya di ganti saja, aku akan melapor agar digantinya lagi!" Kata Deborah lagi.
"Tapi nyonya, cat ini sudah dibayar!" Sela mereka.
"Hem, aku akan menyuruh orang untuk mengangkut cat cat ini sebagai barang bukti siapa yang dengan jahatnya menukar dengan menggunakan nama yang sama! Kalian juga masuk dalam pengawasan! Dan untuk cat yang baru biar aku saja yang mengurusnya!" Kata Deborah dengan tegas dan meninggalkan mereka semua.
"Sial, bagaimana ini? Dia akan menindak lanjuti hal ini," kata seorang pegawai setelah Deborah pergi meninggalkan mereka
"Sudah tenang saja, ternyata asistennya itu benar benar jeli. Tidak bisa diremehkan!" Saut temannya.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya temannya lagi sudah panik.
"Begini, sebelum mereka melapor, sebaiknya kita yang lebih dulu melapor kalau mereka ternyata memesan cat yang salah karena nama merek yang sama sehingga bukan kita yang dicurigai. Setelah itu, ketika cat yang baru datang, kita bisa tukar lagi dengan yang buruk sehingga untungnya akan kembali lagi ke kita, bagaimana? Aku pintar kan?" Tutur pegawai tersebut kembali merencanakan hal yang serupa.
"Ah kau licik sekali,"
"Tapi tetap lakukan sesuatu pada wanita itu agar tidak ikut serta dalam pembangunan dan cat yang baru kita tukar tidak di gagalkan lagi!"
"Baiklah,"
Namun, belum saja mereka melakukan aksinya, seseorang dari belakang mendorong mereka hingga terjatuh dan salah seorang dari mereka terkena cat yang sudah terbuka.
"Seenaknya kalian ingin menyakiti wanitaku! Bisa bisanya kalian membohongi orang yang sudah bekerja dengan benar!" Bentak Xelino yang ternyata dia menitip Carolyn pada Grizel dan mengarah melalui pintu samping untuk mengetahui apa yang dua orang ini bicarakan.
"Kau, mengapa kau di sini? Bukannya kau sudah kelur bersama wanita wanita itu?" Decak seorang dari mereka sambil menunjuk nunjuk Xelino.
"Kalau mau berbuat jahat harus pintar, kalian secara terang terangan menunjukan ketakutan kalian. Aku tidak bisa dibohongi. Sekarang ku beri kalian pilihan, kalian mengundurkan diri atau kuberitahu rekaman ini pada atasan kalian supaya kalian dipecat dan tidak akan bisa diterima dimanapun?! Dan awas saja sampai kalian berbuat macam macam pada Carolyn, kalian berurusan denganku!" Ancam Xelino menatap tajam mereka berdua.
"Jangan, jangan! Baik baik, besok kami akan mengurs pengunduran diri kami, kami tidak akan bekerja lagi di sini!" Kata seorang dari mereka memohon.
"Dan sekali saja aku dengar terjadi sesuatu pada Carolyn, aku akan mencari kalian, kemana pun! Aku Xelino Janson, kau ingat namaku baik baik!!" Ancam Xelino lagi tapi merendahkan suaranya.
"Xelino Jan Janson?" Kata orang itu yang sedikit tahu tentang nama belakang itu. Mereka mengingat kalau keluarga Janson mempunyai kenalan pihak polisi dan berteman dengan banyak perusahaan.
"Iya iya tuan, maafkan kami!" Kata mereka terbata dan ketakutan.
"Xeli oppa! Kalau sudah selesai cepat bawa Olyn ke rumah sakit! Dia terus bersin dan semua wajahnya memerah seperti hendak demam, cepat!!"
"Iya iya! Awas kalian, mataku ada di mana mana!" kata Xelino lagi mengingatkan.
Xelino pun meninggalkan mereka berdua dan menghampiri Carolyn. Di sana Carolyn terus bersin bersin dengan wajahnya yang memerah dan Deborah yang sudah merangkulnya.
"Nona, nona, kau baik baik saja?" Kata Xelino sudah berjongkok di bawah Carolyn dan memegang wajahnya. Xelino begitu panik. Belum pernah dia melihat Carolyn sakit seperti ini. Rasanya dia ingin langsung memeluknya agar wanitanya itu lebih tenang.
"Aku sulit bernapas, Xelino, hatchi!" Balas Carolyn mengendus hidungnya dan memegang dadanya.
"Bawa ke rumah sakit saja, Xelino! Kau bawa mobil kan? Tadi dia bersama Ansel dan Ansel pasti mengurusi asistennya!" kata Deborah dengan cepat.
"Baik nyonya,"
"Grizel, kau temani mereka, aku juga akan mengikuti kalian," tutur Deborah lagi dan sudah beranjak ke arah mobilnya.
"Iya Nyonya. Carolyn, bertahanlah ..." Saut Grizel yang panik melihat Carolyn semakin melemah.
Xelino pun membantu Carolyn berjalan. Xelino merasa tubuh Carolyn menghangat dan ketika baru beberapa melangkah, dia memegang dahinya. Kepalanya semakin pening.
"Kepalaku sakit sekali ..." Ujarnya dan Carolyn tak sadarkan diri akibat bersin yang terlalu sering juga kepalanya yang meradang hebat sakitnya. Untung saja Xelino sudah menahan dan akhirnya menggendong Carolyn.
"Carolyn, bertahanlah Carolyn," ujar Xelino
"Oh my Gosh oppa, bagaimana ini?" Grizel semakin panik karena Carolyn tak sadarkan diri.
"Ambil kunci mobil di kantong jas ku, Grizel dan buka mobilku itu di pinggir bangunan itu
"Iya iya oppa!" Grizel dengan cepat merogoh saku jas Xelino dan meraih kunci mobil dan segera menuju ke mobil itu. Grizel membuka mobilnya dan dia masuk lebih dulu di kursi belakang. Xelino memberikan Carolyn pada pangkuan Grizel. Xelino segera melajukan mobilnya ke rumah sakit dengan sesekali melihat wajah wanitanya itu sedang tak baik.
__ADS_1
'Carolyn bertahan Carolyn! Kalau sampai Carolyn kenapa kenapa, akan kucari mereka berdua itu! Seenaknya dia membodohi wanitaku!' decak Xelino dalam hati sambil memukul mukul kemudi.
"Tenang Oppa, Olyn pasti baik baik saja, huhu, bangun Olyn!" Saut Grizel yang nyatanya malah menangis karena kasihan dengan Carolyn yang wajahnya tampak merah dan napasnya terasa tersenggal.
Sesampai di rumah sakit, Carolyn segera dilarikan ke unit gawat darurat. Xelino dan Grizel menunggu. Xelino begitu cemas sampai lupa harus menghubungi Gilbert. Dia ingin memastikan Carolyn baik baik terlebih dahulu. Tak lama Deborah datang bersama Rietha. Deborah sudah menceritakan semuanya.
"Xelino, bagaimana Carolyn? apa yang harus kukatakan pada ayahnya! aku lupa aku lupa!" tutur Rietha sangat panik sambil meremass remass tangannya.
"ada apa nyonya?" tanya Xelino penasaran.
"Carolyn mempunyai hiperosmia tapi lebih kepada alergi dengan bau yang menyengat. dia bisa sesak napas, bersin bersin dan demam selama berhari hari, bahkan, bahkan Carolyn pernah mati suri karena hal ini!" kata Rietha lagi menjelaskan dan sudah menangis.
"AAAPPPPAA?!!" Pekik Deborah dan Grizel sementara Xelino menatap tajam Rietha. Entah mengapa Xelino berpikir, apa dia sudah gagal menjaga Carolyn?
...
...
...
...
...
habis sudah dua orang tadi dah kabur apa gimana itu?
mudah mudahan Carolyn cepet sadar ya kan ada oppa ๐๐
.
next part 26
bagaimana keadaan Carolyn selanjutnya?
sanggupkah dia bertahan?
.
Hay semuaaa ... aku cuma mau kasih tau kalau Mantan Terindah ini terdiri dari 3 seri ya :
Seri Pertama : MANTAN TERINDAH (Dion - Viena dan anak anaknya)
.
Seri Kedua : ASSISTANT LOVE ASSISTANT (Leon - Lexa dan anaknya, Leon dan Lexa ini merupakan asisten setianya Viena & Dion)
.
Seri Ketiga : SATU-SATUNYA YANG KUINGINKAN (Egnor - Claudia dan anak anaknya, Egnor merupakan seorang pengacara, kakak kandung dari Viena)
.
mampir yuk di dua seri lainnya lihat di karya vii, dijamin ceritanya masih berhubungan dan juga menegangkan sekaligus gereget ๐
minta LIKE dan KOMEN nya ๐
.
Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku ๐๐
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss ๐๐
.
Thx for read and i love you so much much more and again โคโค
__ADS_1