Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 61


__ADS_3

Jawaban dalam doa itu ada tiga. Iya, tidak dan tunggu. Lexa percaya kalau Tuhan sudah menjawab doanya dengan tunggu. Menunggu kalau suatu saat nanti Tuhan kembali mempercayakan dirinya mengandung dan memiliki seorang anak. Untuk sementara Lexa memperdalam dan belajar bagaimana menjadi seorang ibu yang baik. Begitu juta dengan Leon yang selalu mendukung apa yang diinginkan Lexa. Dia pun tidak pernah keberatan jika harus mengurus anak kecil yang dititipkan pada mereka. Jadi, kapan mereka akan memiliki seorang anak? Sebuah peristiwa di mana setiap pasangan suami istri merasa sensitif dan agak takut tidak akan terjadi malah membuat Lexa dan Leon semakin berdiri kokoh.


...


Akhirnya Lexa dan Leon bersama Juan memutuskan untuk kembali ke rumah Manuel, memberikan apa yang terjadi. Leon sudah menghubungi kepala kepolisian kenalannya untuk segera mencari Sherry. Leon juga sudah memberikan foto Sherry. Lexa masih menangis menyesali kecerobohan suaminya. Juan bergandeng tangan dengan kakak iparnya agar lebih tenang.


Ketika Leon dan Lexa serta Juan menuju ke mobil, Manuel lebih dulu menghubungi Leon.


"Manuel?" Leon mengangkat panggilan.


"Leon! SHERRY BERSAMAMU ATAU TIDAK?! JAWAB JUJUR LEON!" Tanya Manuel teriak dan sangat panik.


"Iya Manuel, maafkan aku, aku menyetujuinya untuk kembali pada Lexa selesai membeli ice cream. Ternyata dia hilang." Jawab Leon sedikit pelan.


"Sial! Bagaimana kau menjaganya? Aku mempercayaimu dan sekarang dari mana aku mendapatkan uang 500 juta?!" Decak Manuel sedikit kecewa pada sahabatnya itu.


"Maaf Manuel, tapi aku sudah melapor pada kepolisian. 500 juta untuk apa?" Selidik Leon berhenti di samping mobilnya.


"Menebus Sherry. Sherry diculik Leon!" jawab Manuel berteriak.


"Diculik siapa?" Leon melebarkan matanya tak percaya dengan semua ini. rasanya dia langsung ingin menghabisi penculik itu.


"Aku tidak tahu, sekarang mereka ada di pinggir pantai plaza. Dia bilang kalau tidak ada uang itu Sherry akan di buang ke laut Leon bagaimana ini?!" Manuel benar benar bingung harus seperti apa.


"Kau tenang lah. Jangan menangis Manuel! Tenang!"


"Bagaimana aku bisa tenang? Tabunganku, tabunganku mana ada sebesar itu dalam waktu sesingkat ini Leon! Kalau saja kau tidak ceroboh semua tidak akan seperti ini!!" Manuel benar benar dalam emosi dan menyalahkan Leon.


"Iya Manuel kau tenang!" Leon masih berpikir apa yang harus ia lakukan sampai Lexa bertanya.


"Ada apa Leon? Apa Sherry bersama Manuel?"


"Sherry diculik Lexa, mereka meminta tebusan 500 juta saat ini juga. Mereka menunggu Manuel di pinggir pantai Plaza." kata Leon sedikit menjauhkan ponselnya dan berbicara pada istrinya.


"Iyakan saja dulu Leon, suruh Manuel ke sana kita akan bawa uangnya Leon! Masa kau tidak ada uang segitu!" ujar Lexa dengan cepat. dia terlalu panik jadi hanya bisa menuruti apa kata penculik itu pikirnya.


"Iya iya!!" Leon menyetujui lalu kembali bicara pada Manuel.


"Manuel kau tenang. Begini aku punya rencana. Kau lebih baik langsung ke pantai Plaza. Aku juga akan ke sana bersama Lexa dan membawa uang yang diminta penculik itu tapi aku akan diam diam ke sana bersama polisi. Kau pura pura membawa koper saja ya? Kalau kau sudah sampai kabari aku."


"I i iya Leon! Kau serius kan?" Manuel memastikan.


"Iyaaa!! Hubungi jika sudah sampai!"


"Baik Leon!"


Dan mereka pun menuju ke pantai Plaza setelah mengambil uang di mesin ATM seadanya saja. Leon menyuruh Lexa menghubungi kepala polisi Rain untuk juga segera kesana. Entah mengapa Leon menjadi sangat emosi. Bisa bisa nya penculik itu mau membuang Sherry ke laut! Gila! Leon tidak akan membiarkan dia mendapatkan uang ini maupun menyakiti Sherry seujung jengkal pun. Wajah Leon menjadi geram dan sesekali memukul kemudinya.


"Kau kenapa Leon?!" tanya Lexa juga cemas dengan emosi suaminya.


"Penculik itu mau membuang Sherry ke laut." jawab Leon sedikit takut hal itu terjadi.


"Ah kau yang benar Leon!."


"Benar Lexa! Pengecut sekali! Aku tidak akan membiarkannya mendapatkan uang ini, kurang ajar!" decak Leon benar benar dalam kekesalannya.


"Tenang Leon. Kau harus hati hati. Bagaimana kalau mereka berkelompok?"


"Aku tidak takut!! Seharusnya dia menculik ku !!"


"Mana mungkin!"


"Kenapa?"


"Melihat matamu saja, mereka tidak akan berani mendekatimu!"


"Jangan tahan aku menghabisinya Lexa!"


"Jangan mencari masalah Leon! Meskipun dia bersalah kalau kau membunuhnya kau juga akan salah!" Lexa mengingatkan dan Leon akhirnya terdiam.


Leon semakin kesal. Dia sudah tidak sabar menemui penculik itu. Sekitar satu jam akhirnya Leon, Lexa dan Juan tiba di sekitar jalan raya pantai itu. Leon melajukan mobilnya pelan dengan cahaya lampu yang redup sementara Lex melihat lihat orang yang membawa anak kecil. Tak lama Manuel menghubungi. Manuel mengatakan dekat tebing searah restoran seafood. Leon langsung melajukan mobilnya ke sana.


Benar saja, Manuel sudah berada di sana. Dia pinggir pantai dan menatap ke dermaga. Leon menghentikan mobilnya. Leon lalu menghubungi Manuel lagi sementara Lexa mengatakan pada Kepala Polisi Rain untuk mematikan sirine mobil nya dan memarkirkannya di depan mobil Leon. Manuel lalu terlebih dulu ke mobil Leon untuk menaruh uangnya di koper yang ia bawa.

__ADS_1


"Ini hanya pura pura, dia pasti percaya kalau isi koper ini 500 juta. Kau datangi saja mereka sementara aku mengintai di belakang. Yang penting Sherry ada di tanganmu. Kau mengerti Manuel?" Leon memberikan arahan.


Manuel meneguk salivanya dan mengangguk. Dia pun membawa koper berisi uang yang hanya sekitar 50 juta karna hanya segitu yang yang ada di mesin ATM. Manuel berjalan menuju ke dermaga.


Di ujung sana terdapat dua orang pria berbadan tegap. Salah satu nya memegang Sherry yang telah diikat tangannya dan mulutnya di tutup isolasi besar. Manuel sedikit meneteskan air mata melihat gadis kecilnya di sana dengan sangat tersiksa.


"Kau sudah membawa uangnya?" Tanya salah satu penculiknya.


"Sudah. Kita bersama sama. Aku memberikan duitnya kau memberikan anakku." pinta Manuel dengan sedikit terbata.


"Ya oke! Kalau kau macam macam aku langsung membuang anak mu ini ke laut!" ancam penculik itu.


"Tidak! Aku tidak macam macam."


Mereka bertiga pun berjalan ke tengah. Salah satu penculik menyuruh Manuel membuka koper nya terlebih dahulu dan Manuel menunjukan uangnya. Mereka pun bertransaksi. Manuel sudah mendapatkan Sherry dan memeluknya. Sementara penculik tersebut langsung membawa koper tersebut pergi.


Ketika dua penculik itu hendak menuruni dermaga, Leon dari samping menendang dengan kencang perut salah satu penculik tersebut sehingga mengenai temannya dan mereka terjatuh. Dengan cepat Leon mengambil koper tersebut lalu memukulkan koper tersebut ke dua orang tersebut dengan membabi buta secara bergantian. Karna suasana yang gelap dan tanpa kesiapan kedua penculik tersebut sulit melawan Leon. Leon membuang koper tersebut lalu dengan tangannya sendiri memukuli wajah salah satu penculik dengan sangat kencang dan terus menerus. Ketika teman satunya sudah agak tersadar, dia menarik baju Leon namun Leon berbalik dan memberikan pukulannya lagi teapat di pipinya sehingga ia tersungkur lagi. Bersamaan dengan itu, Kepala Polisi Rain datang bersama beberapa temannya dan meringkus kedua penculik tersebut. Leon masih memukuli teman penculik itu yang tadi ingin memukulnya.


"Kau menculik anak kecil yang tidak tahu apa dan semena mena ingin membuangnya ke laut?! Manusia macam apa kau hah?!!!" Teriak Leon masih memukulnya.


"Leon! Hentikan Leon! Dia bisa mati!" Kata Lexa menahan Leon.


"Ampun Tuan, kami hanya disuruh Tuan!" kata penculik tersebut karna benar kata Lexa, kalau sampai dia terus dipukuli seperti ini maka dirinya akan tewas seketika.


"Disuruh? Siapa yang menyuruhmu?!" tanya Leon geram.


"Tapi jika aku mengatakannya, kalian harus membebaskan kami!"


"SIAPA?!!!"


"Tu, tu, tuan Dayroth Tuan!" jawab penculik tersebut.


Leon mengerutkan keningnya, dia seperti ingat nama itu namun samar samar.


"Dayroth?!" Manuel memastikan sambil menggendong anaknya.


"Siapa dia Manuel?" Tanya Leon setengah menoleh.


"Brengsekk!!! Dia?! Kurang ajar! Aku harus membuat perhitungan padanya! Rain, tangkap mereka berdua!" Decak Leon memukul penculik itu sekali lagi dan beranjak. Dia pun berjalan ke arah Manuel.


"Sherry, maafkan aku telah membiarkanmu berjalan sendiri." ucap Leon mengelus punggung Sherry.


Sherry sudah seperti trauma. Dia meringkup pada gendongan ayahnya.


"Aku akan membalaskan penyiksaanmu Sherry! Di mana rumah Dayroth ******** itu, Manuel?" tanya Leon dengan wajahnya yang memanas.


"Di Cluster Alfa dekat Big Plaza, semoga tidak pindah." jawab Manuel juga rasanya ingin menghabisi orang itu.


Leon mengangguk lalu menuju ke istrinya.


"Lexa, kau dan Juan pulang bersama Manuel dan Sherry, tapi bawa Sherry ke rumah sakit terlebih dahulu, periksakan dia." perintah Leon pada istrinya.


"Kau mau kemana Leon? Tidak usah ke sana Leon! Kita tidak tahu bagaimana kondisi rumahnya!" Lexa masih menahan Leon sambil menggendong Juan.


"Tenang saja sayang, bukan Leon jika tidak terselesaikan semuanya!" kata Leon memegang wajah Lexa.


"Tapi Leon?" Lexa sangat cemas.


"Jangan khawatir, aku pasti pulang, tenang saja." Kata Leon dan mengecup kening Lexa. Dia dengan semua kekesalannya menuju ke mobil dan ke tempat yang diberitahu Manuel.


Lexa tidak dapat menahannya. Dia tidak bisa menghentikan suaminya jika sudah emosi seperti ini Karna Leon juga merasa bersalah. Lexa, Manuel dan Juan pun membawa Sherry ke rumah sakit. Dan benar kecurigaan Leon, Sherry mengalami traumatik. Dia menjadi ketakutan dan sedikit demam. Dokter menyuruh Manuel untuk merawat Sherry di rumah sakit dulu. Dengan semua kasih sayang semoga Sherry bisa kembali seperti semula.


Dan Leon dengan secara terbuka tanpa penjagaan dan pengamanan memasuki cluster itu. Dia bertanya pada security dimana rumah Dayroth dan mereka memberitahu. Ternyata dia belum pindah. Tanpa berkata apa apa Leon mendobrak pintu rumahnya.


"DAYROTH!! KELUAR KAU!!" Teriak Leon. Dari dalam kamar, Dayroth sudah mendengar suara Leon. Dia akhirnya keluar dengan ketakutan. Leon lalu menghampirinya secara perlahan dengan wajahnya yang sangat penuh amarah.


"Tuan Leon? Maafkan aku Tuan!" Dayroth meminta ampun dengan wajahnya tidak berani menatap Leon.


"Sekarang kau baru minta maaf, bedebah kau!" Leon terus menghampirinya dan ketika Leon telah menjangkau kerah kemeja Dayroth, seorang wanita paruh baya keluar membawa seorang bayi seusia Dior.


"Tuan, maafkan suamiku, kami semua terpaksa melakukan ini walaupun aku sudah menghalanginya." kata wanita itu membuat Leon tidak melanjutkan aksinya .


Leon mengerutkan keningnya.

__ADS_1


Singkat cerita, Dayroth dibawa Leon ke kantor polisi dan menunggu Manuel yang menentukan hukumannya. Leon menjadi melemah ketika Ramona, istri dari Dayroth mengatakan alasan Dayroth melakukan ini. Sejak kekalahannya di sidang, perusahaan Dayroth menjadi bangkrut jadi anak dan menantunya yang bekerja namun naas, ketika perjalanan dari luar kota, anak dan menantunya mengalami kecelakaan dan tewas di tempat. Mereka mengurus cucunya yang ternyata menderita penyakit yang cukup serius sehingga harus di operasi. Uang pensiun dan tabungan Dayroth tidak cukup untuk membiayai semuanya dan sebelum ia menjual clusternya dia malah melakukan hal keji ini. Dia sangat yakin akan berhasil namun Leon tidak akan membiarkannya semudah itu.


Akhirnya Leon memutuskan membiayai operasi cucu dari Dayroth dan Ramona itu namun hukuman tetap harus ditetapkan. Leon menyerahkannya pada Manuel.


"Baiklah Tuan Leon, aku pasti akan menerima hukumanku, tapi aku minta bantuan selamatkan cucuku. Aku menyuruh keponakan ku menjual rumahku untuk mengganti bayarannya." ucap Dayroth merasa menyesal melakukan semua ini. Dia pun tidak menyangka kalau Leon ternyata sangat baik seperti ini.


"Kau tidak usah memikirkan operasi cucumu. Aku yang akan menanggungnya. Kau diamlah di sini dan menunggu keputusan Manuel." kata Leon agak dingin.


"Terimakasih Tuan. Sampaikan permohonan maaf ku pada istriku." kata Dayroth lagi menundukan kepalanya.


Leon mengangguk dan menuju ke rumah sakit bersama Ramona. Sesampai di sana mereka bertemu dengan Lexa dan Juan yang duduk di depan ruang perawatan dengan wajah sedih sedikit letih. Mata Juan sudah sayu namun masih ingin menunggu kakaknya.


Leon menceritakan semuanya pada Lexa dan Lexa sangat setuju dengan apa yang dilakukan Leon. Leon juga menceritakan pada Manuel. Manuel menghela napas namun sepertinya dia tetap harus memberikan pelajaran pada Dayroth agar tidak lagi berpikiran sempit seperti ini sampai dia mengorbankan anak orang lain. Ramona pun setuju dengan keputusan Manuel. Dayroth akhirnya di hukum dengan hukuman penjara dua tahun. Sementara Ramona tetap tinggal dan mengurus cucunya.


Sejak saat itu, Lexa menjadi terbeban. Karna kecerobohan Leon juga dia merasa ini rencana Tuhan untuknya agar merawat anak anak yang disekitarnya terlebih dahulu. Lexa memutuskan membantu Manuel untuk menyembuhkan ke-traumaan Sherry. Selain itu dia juga suka mengunjungi cucu dari Ramona itu. Dia memberikan keperluan yang dibutuhkan anak itu selama Dayroth di penjara.


Jadi setiap makan siang, Lexa akan menjemput Sherry sekolah, mengajaknya makan siang dan menemaninya tidur siang di hotel Prime. Lalu ketika pulang bekerja Lexa langsung menuju ke rumah Ramona membantunya mengurus cucunya.


"Kau benar benar wanita yang mulia, Lexa!" Kata Leon ketika menjemput Lexa selesai melihat cucu dari Ramona itu.


"Hanya ini yang bisa kulakukan selama kita belum memiliki anak, Leon. Aku ikhlas." kata Lexa menanggapi pujian suaminya.


"Kau tahu cerita Bapak Abraham yang memiliki banyak anak?" tanya Leon tersenyum pada Lexa.


"Tahu!"


"Ya, kau versi wanita nya, Ibu Alexa mempunyai banyak sekali anak anak." Leon tertawa sambil mencubit kecil pipi Lexa.


Lexa tersenyum dengan mengelus tangan Leon. Mereka pun pulang dan makin berbanggalah Leon pada istrinya.


Lexa terus melakukan hal ini selama dua tahun. Meski tak kunjung hamil, dia tidak perduli dan sangat yakin kalau suatu saat dia pasti akan hamil. Dan sampailah dia mendapat kabar yang entahlah dia merasa iri, sedih atau senang ketika kabar itu sampai di telinganya. Meskipun yang menyampaikannya dengan sangat senang karna juga mengharapkannya namun Lexa kembali merasa mengapa Tuhan tidak adil padanya.


"Bukan tidak adil sayang, belum saatnya. Kau yang mengatakannya. Kita harus mengambil hal positif dari semuanya. Kita pasti bisa menikmatinya. Selama kau dan aku bersama, kita pasti akan bisa melewatinya. Aku akan tetap mencintaimu apapun keadaan kita." Kata Leon menenangkan Lexa sambil mengecup keningnya.


...


...


...


...


...


Sabar Lexa, orang baik pasti akan dapat juga yang terbaik 😊


.


Next part 62


Kabar apa yang sebenarnya mengusik hatinya?


Apakah Lexa akan menerima dan menjalankan statusnya sebagai wanita mulia di mata suaminya?


Stay tune gaes menuju ending 😁


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karyaku berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤

__ADS_1


__ADS_2