Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
PART 68


__ADS_3

Hari itu setelah Lexa sadar dan sudah mulai membaik, dia tidak melihat keberadaan Angel, padahal dia mau memastikan sikap adik perempuan Leon itu padanya. Karna masih dalam pemulihan, akhirnya Lexa memutuskan untuk terus berbaring di kamar dan tentu saja bersama Leon. Leon tidak mau kemana mana. Juan pun bermain di kamar mereka. Jane tak pernah henti memberikan obat untuk kondisi tubuh Lexa dengan ramuan yang menguatkan tenaganya. Tidak lupa juga Jane kembali mengganti perban Lexa agar tetap steril dan cepat sembuh. Leon sama sekali tak berpijak dari kamarnya menjaga Lexa hari itu.


Keesokannya Lexa sudah semakin membaik. Dia mendengarkan apapun yang Jane katakan padanya. Meminum dan memakan apa yang Jane berikan padanya. Lexa memang tidak anti dan alergi dengan obat apapun jadi sangat mudah dalam pemulihannya. Luka goresan lebar pada pahannya sudah agak mengering dan mengecil. Obat obat tradisional yang Jane berikan sungguh manjur bagi Lexa. Lexa semakin mencintai wanita paruh baya itu. Dia selalu menebar senyum pada ibunya Leon itu dan sesekali mengecup pipinya.


"Aku mencintaimu mam melebihi perasaanku pada anakmu!" Kata Lexa memeluk pundak Jane.


"Ya, semoga aku dan kau tetap serasi, kau tahu kan menantu perempuan dengan mertua wanita itu sering berselisih paham, hihi!" Jane terkekeh sambil mengelus lengan Lexa yang memeluk pundaknya.


"Begitukah mam? Nyonya Rika tidak begitu dengan Nyonya Viena?" Selidik Lexa yang melihat betapa Rika sangat memperhatikan majikannya itu.


"Ya tidak semua, aku hanya berkata sekarang agar kita waspada, kau mengerti maksudku kan?" Jane terkekeh.


"Hem, sepertinya aku tidak tahu kalau kau akan menjadi mertuaku mom, karna kau akan menjadi ibu kandungku, hihi!!!" Lexa juga terkekeh namun memeluk Jane lebih erat lagi dan mereka berdua tertawa.


Leon melihat kedekatan mereka berdua. Leon tersenyum dan sedikit meringis dalam hatinya. Dia memiliki firasat akan menghadapi masalah besar, namun dia tidak tahu apa ketuka melihat Lexa tertawa bersama ibunya namun seperti hendak menangis. Leon menggelengkan kepalanya, mungkin karna Lexa merindukan ibu kandungnya.


Leon sudah agak lega karna Lexa sudah membaik. Dia lalu meraih ponselnya hendak menghubungi tuannya namun tidak bisa. Dia hendak menanyakan bosnya yang tidak ada kabarnya hendak kerumahnya. Tak lama Lexa menghampirinya. Lexa melihat Leon memainkan ponselnya di sana. Dia langsung teringat pada nyonya nya itu.


"Leon, sini aku yang mencoba menghubungi Nyonya Viena?" Kata Lexa menengadahkan tangannya meminta ponsel pada Leon.


"Nih, cobalah! Tapi, aku belum menyimpan nomor nyonya mu." Kata Leon memberikan ponselnya.


Lexa lalu meraih ponselnya dan dia terkejut bukan main kalau signal ponselnya sangat penuh dan bermunculan lah pesan dan panggilan tak terjawab dari teman temannya di Legacy dan dari Viena tentunya.


"Leon, ini ponselmu! Signal ponselku sedang penuh, sebaiknya aku menghubungi nyonya Viena terlebih dulu." Kata Lexa lagi memberikan ponsel Leon.


"Mungkin cuaca cerah jadi signal agak penuh, tapi aku tidak bisa, baiklah sana hubungi aku mau kembali tidur." Saut Leon dan berbaring ke tempat tidurnya.


"Ya tidurlah, aku keluar dulu." Ijin Lexa hendak pergi namun Leon menahannya.


"Kau melupakan pelukan selamat pagi." Kata Leon kemudian menaik turunkan alisnya menggoda.


Lexa menarik napas dan tersenyum. Dia akhirnya memeluk Leon terlebih dahulu lalu mengucapkan selamat pagi di telinga Leon.


"Uuuu Lexa, kau menjadi semakin pandai merayuku yaa?" Goda Leon yang bergidik mendengar bisikan selamat pagi Lexa. Lexa lalu berdiri dan mengedipkan matanya ke arah Leon membuat Leon semakin tak karuan. Lexa segera meninggalkan kamar itu takut kalau kalau Leon malah meminta lebih. Lexa masih sangat belum siap walau hati kecilnya sedikit penasaran karna semakin hari dia semakin mencintai pria bermata lancip itu.


Lexa lalu menghubungi nyonya nya. Viena tampak senang karna akhirnya dirinya dapat berbicara pada asistennya itu. Lexa sedikit menceritakan tentang keluarga Leon, namun dia tidak menceritakan pengalaman buruk yang terjadi padanya baru baru ini karna nyonya nya sedang hamil. Dia tidak mau mengganggu pikiran Viena sehingga bosnya itu selalu memperhatikan dan mencemaskannya. (Percakapan Lexa dan Viena bisa di lihat di Mantan Terindah part 63 ya ;)


Viena mengatakan akan ke tempatnya dan akhirnya pembicaraan mereka harus terhenti karna Jane hendak mengajak Lexa ke kebun kecil sayur mayur Jane yang ada di belakang rumahnya. Lexa tersenyum mematikan panggilan karna dia akan bertemu dengan nyonya nya hari ini. Dia lalu menghampiri Jane ke belakang rumah melalui pintu belakang dapur.


"Siapa yang menghubungi mu sayang?" Tanya Jane berjalan menuju ke kebun sayur mayur itu.


"Nyonya ku, Nyonya Viena, mom. Kau tahu kan? Pekerjaan ku sama dengan Leon menjadi asisten pribadi. Tapi Leon tetap di atasku mom, dia sangat hebat karna keahliannya menjadi asisten Tuan Dion. Sementara diriku karna dikasihani, hehe .." Lexa terkekeh menceritakan pada ibu dari Leon itu.


"Bicara apa kau? Leon juga karna dikasihani karna waktu itu perekonomian kita sedang tidak baik. Angel masih harus bersekolah sementara Juan masih sangat kecil. Sebenarnya aku tidak rela berjauhan dengan anak nakal ku itu Lexa, namun mau bagaimana, hanya Leon yang bisa membantu kami. Akhirnya Leon pergi ke Legacy. Ayahnya Tuan Dion senior sekolah Larry. Mereka masuk dalam sebuah perkumpulan bela diri dan Tuan Jeremy akrab dengan ayahnya Leon. Jadi ya begitulah Leon bisa bekerja bersama mereka. Ternyata Tuan Dion seorang yang baik dan Leon sangat menghormati beliau." Cerita singkat Jane dan barulah Lexa benar benar mengetahui kalau Leon merupakan tulang punggung keluarganya. Dia tak salah mencintai pria itu.


"Leon memang hebat mom. Aku juga sangat menghormati Nyonya Viena. Kau harus bertemu dengannya mom. Dia orang yang sangat menyenangkan.


"Benarkah? Kalau begitu apa makanan kesukaannya?


"Nasi hainan, kau bisa membuatnya? Ah tapi jangan mom, sepertinya karna hamil dia jadi tidak suka. Em, bagaimana dengan chicken noodle? Kau bisa membuatnya mom? Dia sangat menyukai apapun jenis noodle." Jawab Lexa begitu antusias karna akan membuat majikannya bahagia di masa kehamilannya.


"Oohh, baiklah, kalau begitu setelah kita mengambil kol dan lobak ini, aku akan ke rumah Lizzie meminta ayam potong dan noodle." Saut Jane juga antusias.


"Aku tidak perlu ikut?" Lexa selalu menawarkan diri.


"Kau di rumah saja, kau masih harus memulihkan tubuhmu dan lukamu jangan terlalu banyak bergerak. Oke?" Balas Jane penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Oke mom!"


Jane lalu mengajarkan Lexa cara memetik kol yang sudah berbuah dan juga cara mencabut lobak. Lexa sangat senang melihat kol kol yang montok itu meskipun dia tidak bisa membantu Jane memetik lobak pada akhirnya karna dia merintih merasakan pahanya yang agak perih.


Setelah rasanya sudah cukup untuk makanan mereka, Jane menyudahinya. Dia lalu kembali ke rumah bersama Lexa. Ketika mereka sampai di rumah, Angel sudah datang dari rumah kacanya tadi pagi pagi sekali dia pergi. Dia membawa dua keranjang besar berisi bunga bunga yang dapat dirangkai seperti bunga mawar, ranunculus, hydrangea, peony, baby's breath, dan anyelir. Semua bunga yang Angel bawa betapa sangat segar dan terkadang memunculkan aromanya.


"Wah, cantik cantik dan segar sekali Angel. Kau mau apakan?" Tanya Lexa yang sontak terkejut dan merasa terkagum dengan semua bunga yang Angel bawal. Angel terdiam tidak langsung menjawab.


"Hem, sepertinya akan ada kursus merangkai bunga ya? Baiklah, belajarlah dengan baik Lexa, aku akan meminta ayam dan noodle kepada bibi Lizzie mu." Ijin Jane menepuk bahu Lexa dan anak perempuannya lalu meninggalkan mereka berdua di meja makan dekat dapur.


"Angel, apa kau akan mengajariku?" Tanya Lexa agak kurang yakin. Dia masih tidak terlalu berharap banyak dengan perubahan sikap Angel padanya.


Angel lalu mendekati Lexa. Lexa terkejut bukan main karna Angel berlutut di hadapannya.


"Ada apa Angel? Kau tidak harus seperti ini. Ayo bangun!" Lexa langsung saja malah membuat Angel kembali berdiri. Angel lalu memeluk Lexa. Dia menangis tanpa mengatakan apapun.


"Ada apa Angel? Kau bertengkar dengan seseorang? Atau sedang ada masalah?" Kata Lexa mengelus punggung Angel yang terus menangis tersedu.


"Aku minta maaf." Kata Angel kemudian. Seketika hati Lexa bergetir. Dia lalu tersenyum. Tak lama dia mendorong pelan tubuh Angel. Dia menghapus air mata Angel dengan ibu jarinya dan tersenyum di hadapan adiknya Leon itu.


"Aku tidak pernah marah denganmu, tidak pernah sedikitpun. Jadi, kau tidak usah meminta maaf sampai menangis seperti ini. Tenang saja. Aku ini Alexa, bukan Solane, hihi." Lexa terkekeh mengingat Solane yang agak drama jika menghadapi hal hal seperti ini.


"Iya kak, aku salah menilaimu, aku minta maaf. Masih mau kah kau menjadi temanku? Aku tidak pernah mempunyai kakak perempuan. Dulu aku menganggap kak Solane adalah kakakku, tapi semuanya hanyal angil lalu. Dia seorang wanita yang membuat kakakku menjadi tidak serius dengan wanita lain. Sampai dia bertemu denganmu, kurasa dia kembali menjadi orang yang serius bahkan sangat bertanggung jawab. Terimakasih kak kau membawa kehidupan kembali bagi kakakku." Kata Angel kemudian. Lexa merasa sangat terharu dan akhirnya mereka kembali berpelukan.


Angel akhirnya benar benar ingin merangkai bunga. Biasanya ia melakukan di rumah kacanya atau di kamarnya, namun ia ingin merasakan kedekatan dengan calon kakak iparnya itu. Awalnya Angel tidak mengajarkan pada Lexa, dia hanya memperlihatkannya saja, sampai Lexa yang berinisiatif untuk mengikuti apa yang Angel rangkai. Angel merangkainya dengan sangat cepat sampai Lexa tertinggal, namun Lexa tidak protes karna terlalu kagum dengan piawai tangan Angel yang terampil dan kreatif.


"Taraa... Ini untukmu kak! Mawar, anyelir dan baby's breath, bagaimana cantik tidak?" Angel akhirnya menyelesaikan satu buket bunga yang sudah ia rangkai dan menyodorkannya pada Lexa.


Prok! Prok! Lexa bertepuk tangan sebelum meraih buket bunga tersebut.


"Angel, ini luar biasa melebihi kata cantik, amazing .. kau sungguh hebat! Kau harus mengajariku ya?" Decak kagum Lexa memuji hasil karya Angel. Angel lalu tersenyum senang. Dia senang bisa membuat Lexa terkagum padanya.


"Kenapa Angel?" Lexa masih mengagumi hasil tangan indah Angel.


"Karna suatu saat nanti, kau dan aku pasti akan memegang buket bunga ini. Kita akan menuju altar gereja itu dengan membawa buket bunga ini. Dan di sana sudah menunggu orang yang kita cintai, bukan begitu kak?" Jawab Angel dengan wajah sumringah, sementara Lexa malah sudah berkaca kaca mendengar penuturan Angel yang sangat romantis baginya.


"Angel, kau memang adiknya si musang itu ya? Kata kata mu bagaikan pujangga." Kata Lexa terkagum.


"Haiz, kau jangan menyamakan aku dengan musangmu itu kak, jelas aku sangat kalah, aku saja baru berpacaran dengan Nigel sialan itu. Kau hebat kak mampu membuat musang playboy itu bertekuk lutut, aku memberikanmu dua jempol!" Saut Angel menyodorkan dua ibu jarinya.


"Kau bisa saja! Ya, kakakmu memang sangat cocok dijuluki Musang Playboy, haha dapat dari mana kata katamu itu Angel?" Lexa terkekeh.


"Ya mungkin suatu saat nanti aku bisa menjadi kelinci lincah sepertimu jadi aku bisa menciptakan panggilan panggilan sayang ini untuk kekasihku nanti?"


Kali ini Lexa benar benar terpaku mendengar perkataan Angel. Ternyata selama ini Angel memperhatikan setiap umpatan yang Lexa dan Leon utarakan.


"Hahaha, santai saja kak, tidak harus terkejut seperti itu!!!" Angel menyadari keterheranan Lexa dan akhirnya dia terkekeh lagi sambil menggaruk garuk kepalanya.


"Hebat kalian berdua, sudah membicarakanku!" Kata Leon yang tampaknya bangun karna sedari tadi dirinya menjadi bahan omongan. Entah Lexa bersama ibunya atau Lexa bersama adik perempuannya itu.


"Leon, kau sudah bangun?" Lexa melirik ke belakang.


"Hemm!!! Tidurku tidak nyenyak, jadi kepalaku agak pusing!" Jawab Leon dan ikut duduk di kursi meja makan itu.


"Em Leon, Tuan Dion dan Nyonya Viena akan kesini siang ini dan tiba sekitar sore atau malam hari." Lexa memang tidak berniat menyembunyikan kejutan Dion untuk asistennya ini.


"Benarkah? Mengapa Tuan Dion tidak menyuruhku menjemputnya?" Tanya Leon menopang kepalanya dangan satu tangannya.

__ADS_1


"Kata Nyonya Viena kejutan." Saut Lexa.


"Oohh yasudah tidak apa apa. Kalau begitu, untuk menyambut mereka, Kita harus menyiapkan makanan kesukaan mereka." Kata Leon tampak bersemangat.


"Ya kak, aku ingat Tuan Dion smangat menyukai sup jagung." Angel ikut bergabung dalam pembicaraan.


"Wah, sup jagung buatan ibumu sangat enak Angel, dia juga harus membuatkannya untuk Tuan Dion!" Saran Lexa.


"Kalau begitu, bantu mommy mengambil jagung, Angel!" Perintah Leon.


"Ya kak!"


"Aku juga ikut Angel." Pinta Lexa yang juga bersemangat menyambut nyonya dan tuan barunya.


"Tapi kau harus berjalan pelan ya kak?"


"Ya tenang saja."


Angel lalu kembali melanjutkan merangkai buket buket bungannya selagi menunggu ibunya pulang dari rumah Lizzie. Sementara Lexa dan Leon memperhatikan betapa piawainya tangan Angel merangkai bunga bunga segar itu. Sampai pada ketika menjelang makan siang, Jane sudah kembali. Leon menceritakan pada ibunya kalau Tuannya akan datang. Jane sangat bersemangat dan segera mencari jagung bersama Angel dan Lexa.


Leon pun menghubungi tuannya. Dia ingin memastikan sekaligus bertanya status posisinya apakah sudah jalan atau belum.


Lexa sangat senang akhirnya dirinya dapat menyusuri keindahan Springfield di desa ini dengan orang orang yang sudah menyukai dirinya. Dia terus bercanda dan bersenda gurau bersama Jane dan Angel sampai ketika mereka tiba di rumah membawa beberapa kantung jagung, Lexa terpaksa harus menjatuhkan satu kantung jagung nya.


"Cepat ganti bajumu Lexa kita ke kota! Nyonya Viena mengalami pendarahan!" Kata kata Leon ini yang membuatnya terkejut setengah mati.


Leon meminjam mobil kepala desa agar dengan cepat tiba ke kota.


"Mengapa bisa seperti itu Leon?


"Entahlah, seorang pengemudi sepeda motor menyerempet nyonyamu!


"Oh God, ujian apa lagi yang kau berikan pada nyonya ku!!" Decak Lexa bersedih dan menundukan kepalanya menuju ke rumah sakit pusat kota Springfield.


...


Aigoo tau kan perbuatan gila siapa? Hehe


Yang lupa baca lagi sana si mantan hihi 😁😁


Next part 69


Sebentar lagi pulang ke Legacy


😍😍


.


Kasih like dan komennya ya buat episode ini kalo bisa tiap scene biar vii beneran semangat banget deh update nya 😍😍


Jangan lupa RATE DAN VOTE JUGA DI depan profil novel yaa 😘😘


.


Happy monday


Happy night

__ADS_1


And i love you 💕💕


__ADS_2