
Leon sudah menjemput Lexa setelah jam makan siang. Mereka menuju ke rumah sakit terlebih dahulu memastikan kondisi Sherry dan hendak memberitahukan kabar gembira untuk Manuel. Juga Leon ingin menceritakan tentang tuntutan dari Tuan Dayroth, Pemilik Perusahaan Boneka yang cabang tokonya tersebar di mana, juga ada satu di Honolulu. Dan, juga orang yang kemarin berurusan dengan Leon dan Manuel.
"Selamat sore Tuan Manuel." Sapa Leon memberi salam pada Manuel yang sedang duduk di depan ruang rawat Sherry. Manuel menoleh dan beranjak dari duduknya.
"Selamat Sore Tuan Leon, Nyonya Lexa." Balas Manuel membungkukan tubuhnya.
"Em, mengapa kau menunggu di luar Tuan?" Tanya Lexa mengingat dirinya dan Leon menyewa kamar rawat s-vip untuk Sherry.
"Sherry sedang siperiksa Nyonya, dia baru saja sadar namun dadanya agak sesak. Kebetulan sekali Dokter sedang berkunjung dan langsung melakukan tindakan." Jawab Manuel muram.
"Ohh, aku yakin Sherry pasti baik baik saja." Saut Lexa menyemangati Manuel.
"Terimakasih Nyonya."
"Begini Tuan Manuel." Kata Leon kemudian memulai maksud dia datang kesini selain melihat keadaan Sherry.
"Manuel saja Tuan Leon." Manuel mengoreksi agar lebih akrab.
"Baiklah, kau juga harus memanggilku Leon dan Lexa saja!" Pinta Leon juga yang agak risih dipanggil tuan tuan, sementara dirinya hanya seorang bawahan.
Hahaha, mereka tertawa kecil.
"Oke Manuel, jadi begini, Tuan Dayroth, mantan bos mu, sudah menuntut ku karna insiden kemarin." Kata Leon lagi ke inti permasalahan.
"Ah, yang benar kau Leon?" Manuel agak tersentak. Tuan Dayroth benar melakukannya.
"Benar Manuel. Kau tahu? dia menggunakan jasa pengacara Tuan Frank dari kantor Eg. Lawyer. Apa kau pernah mendengar kantor pengacara itu?" Tanya Leon hanya memastikan kekuatan ayah mertua angkat nya itu saja.
"Pernah Leon. Kantor pengacara itu sangat terkenal. Sewaktu dulu ketika perusahaanku masih jaya, aku pernah menggunakan jasa Pengacara Tuan Moses Hangul dari kantor pengacara itu. Dan aku juga pernah berjabat tangan dengan pemiliknya, emmm Tuan Egnor ..."
"Tuan Egnor Victor Jovanca." Lexa yang memperjelas nama lengkapnya.
"Nah itu Nyonya. Em maksudku Lexa. Itu dia nama lengkap pemilik kantor lawyer itu juga merupakan pengacara papan atas di Honolulu dan Legacy ini. Em, tampaknya kalian mengenalnya ya??" Gumam Manuel menerka nerka.
"Em, dia adalah ayah angkatku, Manuel." Lexa memberitahu.
"Oh my God! Benarkah? Wahh, sepertinya aku mengenal orang orang penting di sini. Siapa anda sebenarnya Lexa?" Kini Manuel jadi penasaran dengan istrinya Leon. Dia merasa juga merupakan orang penting seperti Leon yang merupakan asisten utama presiden direktur Hotel Prime.
"Istriku ini asisten pribadi istrinya Tuan Dion Prime, Manuel. Istri Tuan Dion, Nyonya Viena Jovanca, pemilik Perusahaan iklan Jovancy Advertising. Apa anda pernah mendengarnya juga? Dia adiknya Tuan Egnor." Jawab Leon dengan penuh kebanggaan diri. Lexa memang tidak pernah terekspos namun jika disebutkan nama atasannya, sontak yang mendengarnya pun jadi merasa Lexa juga seorang wanita yang hebat.
"Ya ampun, saya benar benar merasa istimewa bisa mengenal orang orang penting dalam dunia bisnis Legacy. Saya pernah mengikuti sebuah seminar pemasaran dari Nyonya Viena. Dia sungguh wanita yang luar biasa." Decak kagum Manuel semakin menjadi jadi dan dia merasa beruntung mengenal orang orang penting di Legacy ini. Mungkin masih banyak yang belum ia ketahui nantinya.
"Iya benar Manuel. Jadi Manuel, Tuan Dayroth telah menggunakan jasa Tuan Frank. Jadi, nanti sepertinya Tuan Egnor atau anak buah yang beliau utus akan kemari. Dia akan meminta pernyataan kesaksian dari anda dan Sherry. Semoga kau bisa menceritakan semuanya secara runut." Kata Leon lagi masuk kembali ke pembicaraan penting mereka.
"Oh begitu ya? Baik Leon, aku akan memberitahukan semuanya dan aku juga akan menceritakan prilaku kejamnya terhadap teman temanku di toko boneka itu." Saut Manuel bersemangat. Dia juga merasa andil bagian dalam menumpas ketidak adilan di dunia kerja.
"Iya benar Manuel, kau harus menceritakan semuanya secara detail dan jangan takut untuk mengatakan hal jujur. Tuan Egnor ada di pihak kita. Kau jangan cemas. Oke?" Balas Leon menepuk pelan bahu Manuel.
"Iya Leon, tenang saja." Manuel mengangguk angguk.
"Dan, ketika aku kembali dari Springfield, aku akan mengajakmu datang ke Hotel Prime untuk bertemu dengan tuanku dan memberikanmu pekerjaan. Bagaimana Manuel? Kau setuju kan?" Kata Leon lagi menawarkan pekerjaan yang sudah ia janjikan kemarin. Dia memang membutuhkan sesorang pengganti Jimmy. Karna, mengurus Dion saja sudah sangat menguras waktunya. Untuk masalah yang sangat penting dan mempunyai pengaruh besar bagi hotel, Dion tidak datang repot repot sendiri, dia harus bersama Leon. Terkadang Leon yang harus menjadi juru bicaranya. Jadi tak heran, jika terkadang nama Leon yang lebih terkenal dan ditakuti ketimbang Dion.
"Tentu Leon, aku sangat menantikannya. Em, berhati hatilah kalian ke Springfield karna Lexa sedang mengandung. Jaga dia Leon!" Pesan Manuel bersahabat dan mengingat mendiang istrinya. Dia agak menyesal karna membiarkan istrinya pergi bersama anak anak nya tanpa dirinya dan dalam keadaan mengandung.
"Tentu Manuel, kau tenang saja.."
Dan belum Manuel kembali bercakap pada Leon dan Lexa, seorang perawat dan dokter keluar dari kamar rawat Sherry. Sepertinya pemeriksaan telah selesai.
"Tuan Manuel?" Panggil sang dokter.
"Iya dok?"
"Ya, Sherry sudah membaik namun sepertinya aku mencurigai ada suatu kendala dalam paru parunya, tapi semoga ini hanya kecurigaanku saja. Kita akan terus mengobservasinya. Untuk sementara Sherry harus menggunakan selang oksigen untuk beberapa hari ya?" Kata sang dokter.
Seketika Manuel merasa sedih. Dia merasa menjadi ayah yang gagal. Lexa dan Leon merasakannya.
"Tenanglah Manuel, ini masih kecurigaan saja. Kau harus terus berdoa dan memberi dukungan pada Sherry. Hanya kau yang ia miliki." Leon mencoba menegarkan dirinya agar tidak terlarut dalam kesedihan karna malah akan tambah membuat Sherry sakit.
Manuel mengangguk. Benar kata Leon. Dia tidak boleh bersedih melainkan harus terus menyemangati dan menemani anak semata wayangnya itu.
Manuel, Leon, dan Lexa pun memasuki kamar rawat. Sherry di sana masih tampak lemah. Lexa langsung menghampirinya dan memberi kecupan pada pipi Sherry. Setelah mereka bercakap cakap dan bergurau sebentar dengan Sherry, Lexa dan Leon pun ijin undur diri karna penerbangan pukul 9 malam dan mereka berdua masih harus bersiap dan check in.
...
Semua persiapan sudah beres dan pasangan suami istri itu bergegas menuju ke bandara menggunakan taxi. Ketika sampai di bandara mereka mendapatkan dua sosok yang sangat mereka kenal namun belum bertemu lagi. Dan mereka berharap akan ada semacam double date.
"Ehem!" Lexa berdehem kencang sehingga dua sosok itu melihatnya.
"Seperti tidak ada tempat saja harus berciuman di bandara seperti ini, tidak tahu malu!" Decak Leon terkekeh menyeringai.
Kedua sosok itu pun menoleh.
"Lexa Leon? Kalian kenapa kesini? Jangan bilang Solane menyiapkan kejutan untukku ya sehingga kalian juga menjemputku." Pekik Rico menarik diri dari Solane yang dipeluknya dengan sangat percaya diri.
__ADS_1
"Buang buang waktu aku menyiapkan kejutan!" Decak Solane melepaskan pelukan kekasihnya .
"Dia masih tidak berubah ya, selalu percaya diri!!" Celetuk Lexa tersenyum.
"Leon juga sering melakukannya kan?" Guman Rico mengingat Leon lebih nakal dari dirinya.
"Ya sih .." Lexa dan Solane mengangguk menyetujui.
Rico dan Leon pun saling berjabat tangan dan menepuk masing masing bahu mereka sedangkan Lexa dan Solane berpelukan singkat.
"Kalian mau kemana?" Tanya Solane akhirnya.
"Aku ingin menemui papiku di Springfield, Solane." Jawab Lexa.
"Benarkah? Aku jadi mengingat kampung halamanku." Saut Solane.
"Nah, kapan kapan kau ajak calon suami barumu itu ke sana Solane!" Tutur Leon.
"Ah, ide yang bagus Leon! Nah Rico, kau dengar kan?" Balas Solane menepuk pelan dada kekasihnya.
"Iya, aku akan menemanimu kesana. Em, tapi Lexa apa kau tidak lelah dengan kandunganmu? Kau sudah memeriksakannya kan?" Ujar Rico agak penasaran dengan kondisi kandungan Lexa.
"Ya Rico, kami sudah memeriksakannya dan aku sudah mengantisipasi semuanya. Semoga semuanya berjalan lancar karna mertuaku baru saja melewati masa kritisnya. Dia sakit, Solane, Rico." Leon yang menjawab dengan jelas.
"Iya iya aku mengerti, tapi Lexa kau harus berhati hati. Jaga kandunganmu dan terus berdekatan dengan Leon. Karna sudah sering kau berpergian, itu sangat mempengaruhi kekuatan janinmu." Tambah Solane memperingati.
"Iya Solane kau tenang saja. Baiklah, kami masih harus check in ya. Sampai jumpa beberapa hari lagi." Saut Leon mulai berjalan menjauh.
"Oke, kita juga harus membahas kelanjutan kerja sama kita Leon." Kata Rico.
"Ya benar! Sampai jumpa!"
"Hati hati di jalan Lexa, Leon!" Kata Solane melambaikan tangannya melihat kepergian dua sahabatnya itu.
...
Penerbangan ke Springfield memakan waktu lima jam. Sesekali Lexa berdiri merenggangkan tubuhnya karna pinggang nya terasa panas. Padahal sesampai di pesawat, Lexa dan Leon tertidur namun setiap setengah jam sekali mereka bangun. Lexa kembali berdiri dan Leon mengawasinya.
"Sakit sekali tubuhmu sayang? Hemm?" Tanya Leon setiap Lexa berdiri dan kembali duduk sambil tangannya melingkar di pinggang Lexa dan bibirnya mengecupi leher istrinya itu.
"Hem, Leon, ini di pesawat, kenapa kau tiba tiba mesum seperti ini??" Lexa melirik sedikit ke arah suaminya yang tiba tiba agak manja.
"Entahlah, aku jadi ingin melakukannya di pesawat." Guman Leon mengendusi aroma tubuh Lexa. Sudah satu minggu ini Leon memang tidak bersetubuh karna kondisi kehamilan Lexa. Dia memakluminya.
"Iya aku mengerti, diamlah, aku hanya ingin memelukmu. Pinggang mu sakit kah?" Selidik Leon dan terus memeluk pinggang Lexa.
"Heem, ini panas sekali di belakangnya Leon." Jawab Lexa menunjukan pegal pada belakang pinggangnya.
"Sini biar ku usap."
Leon lalu mengusap pinggang belakang Lexa ketika Lexa berdiri dan kembali duduk. Namun sepertinya bukan ketika itu saja, Leon malah terus melakukannya karna Lexa terlihat nyaman dan tertidur di beberapa jam akhir penerbangan.
Mereka pun tiba sekitar pukul tiga pagi. Sebelum terbang dari Legacy, Leon sudah menghubungi Jerry dan memberi tahu perkiraan mereka sampai. Jadi di sana, sudah ada supir yang menjemput mereka.
"Selamat Pagi Tuan dan Nyonya Janson. Saya Chris yang ditugaskan Tuan Jerry mengantarkan anda ke hotel terlebih dahulu, mari .." kata Chris, sang supir memberikan salam.
"Tidak! Aku ingin langsung ke rumah sakit saja." Pinta Lexa yang sudah merindukan ayahnya.
"Lexa, kau belum berbaring sepanjang hari kemarin. Sebaiknya kita beristirahat sebentar, nanti ketika hari sudah terang kita ke rumah sakit." Kata Leon menolak menuruti permintaan istrinya. Dia yang harus mengatur kapasitas istrinya dan mengingat Lexa ribut mengeluh mengenai pinggangnya.
"Tapi Leon?" Lexa mencoba membantah.
"Dengarkan aku, kumohon!!" Leon menatap Lexa dengan sedikit sayu dan berharap istrinya akan mendengarkannya.
Lexa menghela napas dan mengangguk.
Mereka lalu menuju ke sebuah hotel yang sudah di booking oleh Jerry. Hotel tersebut tepat berada di samping rumah sakit sehingga mereka dengan cepat ke rumah sakit.
Dan benar saja dugaan Leon kalau istrinya pasti lelah, Lexa kembali mengalami flek meski tidak terlalu banyak namun nampak jelas. Leon dengan segera memberikan obat anti kontraksinya dan mengompres perut istrinya. Lexa pun tertidur sampai hari terang dengan pelukan suaminya.
...
"Morning dad! Bagaimana tidur mu semalam?" Tanya seorang wanita muda yang merupakan menantu nya. Angel.
"Ya Angel, tidurku sangat baik, karna aku bermimpi makan makanan kesukaan ku bersama Lexa. Em, jadi kapan dia akan tiba? Dia jadi menemuiku kan?" Tanya Alexis setiap saat bangun pagi.
"Yes dad, tenang saja. Dia sudah tiba subuh tadi dan akan kemari mungkin setelah bangun. Kau tunggu saja. Anak perempuanmu membutuhkan istirahat dulu karna dia sedang mengandung cucumu." Jawab Angel tersenyum sambil menyiapkan obat yang harus mertuanya minum.
"Cucu?" Selidik Alexis dengan wajahnya yang menerka nerka kalau dia akan menjadi seorang kakek.
"Iya, grandchild. Kau senang kan?" Angel melirik ayah mertuanya masih dengan senyumannya.
"Benarkah Angel? Aku akan menjadi seorang kakek?" Alexis memastikan dengan nada terkejut dan haru.
__ADS_1
"Tentu, kau juga bisa mendapatkannya dariku dan Jerry." Balas Angel menaik turunkan alisnya.
Dia memang senang sekali menggoda ayah mertuanya itu. Angel senang jika melihat ayah mertuanya itu tertawa karna sejak pernikahan, kondisi Alexis memang kian menurun. Terkadang dia hanya melamun saja. Jadi Angel yang juga jarang bertemu dengannya karna harus bekerja bersama suaminya selalu menyenlatkan diri bergurau jika bertemu.
"Jadi, aku bisa memiliki banyak cucu dari kalian?" Tanya Alexis lagi yang merasa hidupnya semakin sempurna.
"Tentu saja .. kau tenang saja, kau mau dari kak Lexa berapa dari Jerry berapa? Katakan saja, kami pasti memenuhi, hihi!" Jawab Angel lagi terkikik.
"Angel, kau ini kenapa cekikikan begitu?" Tanya Jerry yang baru saja datang membawa makanan yang diinginkan Angel pagi ini. Padahal sarapan pasien dan penunggu selalu disiapkan rumah sakit tapi beberapa hari ini Angel ingin yang lainnya jika sarapan pagi.
"Jerry, benarkah Lexa akan memberikanku cucu?" Tanya Alexis memastikan. Jerry tersenyum mendengar pertanyaan ayahnya. Ini pasti ulah Angel yang terus menggodanya.
"Benar dad! Lexa sedang mengandung jadi dia harus perlahan untuk bisa menemuimu." Jawab Jerry menjelaskan.
"Aku tidak sabar. Aku sudah tidak sabar melihatnya lalu mengelus perutnya dan aku tidak sabar untuk melihat anaknya lahir." Gumam Alexis menatap ke langit langit dan menautkan tangannya.
"Tentu dad, kau akan melihatnya dan bisa bermain bersamanya." Saut Jerry sumringah.
"Apa kau juga akan memberikannya Jerry?" Tanya Alexis pada anak tertuanya yang membuat Jerry mengerti mengapa Angel terus tertawa kecil tadi. Namun, belum saja Jerry menjawab, di sana Angel sudah merutuki dirinya.
"Uhuk uhuk, eeeuuww, Tuan Jerry, apa ini yang kau bawa? Baunya tidak enak sekali. Aku mual!!" Decak Angel ketika membuka sebuah mangkuk makanan instan yang dibeli Jerry untuknya.
Jerry lalu menoleh dan menghampiri istrinya.
"Ada apa? Ini outmeal dengan madu, pisang dan blueberry yang kau inginkan Angel." Jawab Jerry merangkul pundak istrinya.
"Memang aroma nya seperti ini? Aroma madu dan susunya sangat menyengat!" Dengus Angel mengibas ngibaskan depan hidungnya.
"Iya, aku mengatakan untuk memberikan ekstra susu."
"Eeemm, biar kucoba." Kata Angel dan mulai menyendoki sesuap bubur oatmeal itu. Namun, ketika Angel merasakan dan perlahan menelannya, malah dirinya benar benar ingin mengeluarkannya lagi. Perutnya jadi luar biasa bergejolak dan tidak bisa menerima rasa dari oatmeal yang menjadi kesukaannya itu. Ibunya selalu membuatkannya.
Angel segera berlari ke kamar kecil yang bergabung dengan ruang perawatan besar itu. Jerry menjadi bingung juga Alexis.
"Ada apa dengan Angel, Jerry? Apa dia sedang tidak enak badan?" Tanya Alexis cemas.
"Entahlah dad, biar ku lihat dulu." Jawab Jerry dan menghampiri istrinya. Angel masih lemas di washtafel karna bukan hanya oatmeal tadi yang keluar tapi juga makanan yang ia santap tadi malam. Rasanya sangat tidak enak.
"Ada apa sayang? Mengapa beberapa hari ini kau seperti ini? Kau ingin sarapan lain tapi kadang kau menolak memakannya." Kata Jerry sudah berada di belakang Angel dan memijit mijit belakang lehernya.
"Tidak tahu sayang, perutku tidak enak sekali. Kau juga menyadari kan beberapa hari ini aku juga kurang makan." Jawab Angel dengan wajah pucat dan memeluk suaminya.
"Nanti kita periksakan ya? Bisa saja kau hamil sayang." Tututr Jerry mengelus punggung Angel.
"Hamil? Tunggu sebentar .." gumam Angel dan dia mencoba menghitung hitung tanggal datang bulan nya.
"Iya kah sayang, aku hamil?" Angel mendongakan kepalanya menatap suaminya yang tersenyum.
"Sudahlah, nanti kita periksakan ya?" Ajak Jerry.
Angel mengangguk dan mereka berdua keluar dari kamar kecil itu.
"Kau pasti hamil Angel, aku sangat yakin!" Kata seorang wanita yang sudah mereka nanti nantikan. Wanita itu sudah duduk di sisi tempat tidur Alexis bersama suaminya.
...
...
...
...
...
Hamil bersamaaa 😝😝
Ku cut dulu sebentar ya hehe
.
Next part 27
Apa Angel juga akan hamil?
Bagaimana kondisi Alexis selanjutnya ketika anaknya sudah datang?
Nantikan trus gaess 😍😍
.
Pada akhirnya vii meminta dukungan dari kalian melalui LIKE dan KOMEN nya, lalu bisa juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel yaa vii tunggu semua dukungan kalian 😍😍
.
__ADS_1
Thanks for read and i love youuuuu 💕💕