
Lexa menghampiri Solane dan memeluknya. Solane agak lupa tapi akhirnya dia menyadari beberapa hari yang lalu dia memang mengatakannya pada Lexa ketika rapat akhir pembuatan iklan. Lexa lalu mengecup pipi kanan dan pipi kiri Solane.
Lexa memberikan sebuah kado dan ucapan selamat pada Solane. Rico diam saja pura pura tidak mendengar dan terus berbicara pada Jacklyn dan juga Leon. Leon lalu memberikan kode pada Rico kalau semua rencana kemarin sudah diundur hari ini.
"Solane, lebih baik kau dan Rico makan malam. Biarkan Jacklyn kami yang menjaga. Kami sudah biasa jaga menjaga anak seperti ini." Kata Lexa memberikan saran untuk sebuah perayaan ulang tahun yang romantis namun tetap sederhana.
"Tidak usah Lexa. Biar aku dan Solane yang menjaga Jacklyn." Kata Rico sedikit ber-acting. Solane masih terdiam. Dia sebenarnya sangat tidak enak dengan Rico yang sudah membatalkan rencana kencan nya semalam. Namun dia khawatir meninggalkan Jacklyn. Dan apalagi mendengar Rico tidak menyetujuinya.
"Rico, kau berlebihan sekali, begini saja aku akan menghubungi Renzy untuk di sini dengan Lexa jika kau cemas Jacklyn bersamaku dan Lexa. Sombong sekali kau!!" Decak Leon yang agak jijik dengan acting murahan Rico.
"Bukan gitu Leon, tapi .."
"Rico, kau tidak mau makan malam denganku?" Tiba tiba Solane yang bertanya kapada Rico. Entah mengapa Rico agak berdebar dan sedikit salah tingkah padahal ini sudah menjadi rencananya.
"Ah apa Solane? Tapi Jacklyn .."
"Aku percaya pada Lexa dan Leon. Jacklyn juga sudah terbiasa bersama Lexa jika aku sedang shooting." Kata Solane memberitahu kalau Lexa juga sering memegang Jackly, bahkan Lexa yang lebih peka terhadap anaknya itu. Mungkin karna keinginan Lexa yang ingin sekali hamil dan memiliki momongan.
"Ini benar tidak apa apa?" Rico memastikan sekali lagi. Leon sudah berdecih malas.
"Tidak, antar aku dulu ke rumah dan kau juga belum membersihkan diri." Solane meyakinkan.
"Ya, ya baiklah." Rico menggaruk garuk kepalanya pura pura bodoh dan sedikit tersenyum. dia melirik Leon yang sudah menyandarkan tubuhnya di sofa besar di ruang perawatan itu.
Solane pun meminta ijin pada Jacklyn yang masih terbaring agak lemah namun menikmati susu dan menonton televisi. Dia mengecup kening anaknya itu.
"Ini terakhir kalinya kau begini, Jack. Kita akan tinggal bersama Daddy Rico dan aku tidak akan mengabaikanmu lagi. Kebutuhan kita akan lebih terpenuhi dan semuanya hanya untukmu. Aku mencintaimu, Jack!" Bisik Solane dan mengecup kening anaknya itu.
Lexa mendengarnya dan sedikit terharu. Ya, Solane mengakui kalau dirinya memang juga agak lelah bekerja sehingga tidak begitu peka pada Jacklyn. Dia selalu menitipkan anaknya pada Renzy atau Lexa. Dia hanya takut jika suatu saat nanti di saat biaya sekolah semakin meningkat, kebutuhan sandang pangan juga tidak normal, dia mempunyai tabungan untuk Jacklyn. Namun, jika dia bersama Rico, Rico bisa membantunya. Lagipula psikis Jacklyn juga berpengaruh jika tidak ada Rico. Dia lebih uring uringan karna di apartemen hanya berdua saja. Solane memang perlu mempertimbangkan Rico, lagi pula Rico juga mencintainya.
Rico juga meminta ijin pad Jacklyn dan mengecup keningnya. Ketika Rico meminta ijin pada Jackly, Jacklyn memegang wajah Rico dengan tangan kecilnya dan tertawa. Terlihatlah dua gigi Jacklyn di atas dan satunya di bawah yang hendak tumbuh.
"Ah benar sekali dokter itu, sebentar lagi gigimu akan menjadi tiga Jacklyn sayang. Kau sudah besar. Sebentar aku pinjam mommy mu ya, dan kita akan selalu bersama sama. I love you!" Pekik Rico. Entah mengapa ini menjadi agak mengharukan bagi Lexa juga Leon. Leon pun sangat tersentuh karna melihat sepertinya Rico lebih menyayangi Jacklyn ketimbang Jimmy dulu. Padahal Jacklyn bukan darah daging Rico. Leon bangga akan sahabat kuliahnya ini .
"Baiklah Leon, Lexa, aku titip Jacklyn ya, kalau ada apa apa segera hubungi aku!" Kata Rico merangkul Solane dan siap pergi.
"Tenang saja! Kami sudah terbiasa." saut Leon melambai lambaikan tangannya menyuruh pasangan itu pergi.
"Tapi jangan jadikan Jacklyn anak kalian, aku akan selalu mau merawatnya!" decak Solane sedikit memperingati Leon dengan menunjuknya.
"Itu bukan urusanku kalau Jacklyn lebih ingin memegang wajahku yang tampan ketimbang calon suamimu." Leon menaikan kedua tangannya di samping bahu bahunya dan menaik turunkannya.
"Terserahmu!"
Mereka agak tertawa ringan dan Rico pergi bersama Solane. Mereka lebih dulu ke apartemen Solane. Ketika Solane dan Rico hendak menaiki apartemen mereka, satpam yang menjaga apartemen memberitahukan pada Solane kalau dirinya mendapatkan bingkisan. Sebuah kotak berwarna putih metalik persegi panjang tidak terlalu tinggi tetapi agak besar seperti kemasan sebuah gaun. Di atasnya bertuliskan 'Vera Wang' dengan type tulisan tegak bersambung. Solane menganga dan sangat tersentuh.
"Oh my Gosh, Rico! Ini bingkisan dari Vera Wang, perancang busana terkenal itu, apa benar ini darinya?" Pekik Solane menatap takjub kotak ini dan menatap Rico berbinar binar. Rico hanya tersenyum.
"Mengapa kau begitu takjub? Bukannya kau model pasti sudah biasa kan?" selidik Rico menaikan alisnya.
"Tidak lagi Rico! Sejak aku bersama Jimmy, aku selalu menahan diri. Padahal aku sangat menyukai gaun gaun rancangannya. Hem, aku sempat mengenal anak dari perancang busana ini, Cecillia Becker. Ya dia." gumam Solane yang sempat bertemu wanita hebat itu ketika dirinya menjadi trainee pagelaran busana ibunya. waktu itu ketika ayah Solane, Reynald Sui masih hidup dan Solane di bawa beberapa kali ke France. sebuah negara Fashion dengan perancang busana perancang busan terkenal.
"Mungkin saja ini dari dia." saut Rico.
"Ayo cepat ke atas, aku sudah tak sabar!" kata Solane lagi yang hendak melihat isi dalamnya.
Rico dan Solane pun menuju ke atas ke apartemen Solane. Solane segera membuka kotak tersebut yang benar, berisi sebuah gaun satin berwarna ungu dengan bentuk leher v-neck dan memiliki pita pita hitam yang membentuk kepang menutupi bagian belakang punggung. Sangat cantik, indah dan cocok sekali dengan bentuk tubuh Solane. Solane lalu menyelidiki lagi apa yang ada di dalamnya. Ternyata sebuah kartu ucapan.
Dear Solane
Kudengar kau kembali di dunia modeling, pertahankan dan lanjutkan,
Sedikit gaun rancangan ibuku untukmu
Selamat Ulang Tahun
Tuhan Memberkati
By Cecilia Becker
Solane menutup mulutnya. Dia mendapatkan gaun terbaik lagi. Dia benar benar tidak menyangka. Rico tersenyum melihat Solane senang di hari ulang tahunnya.
"Baiklah, kau cobalah, aku akan membersihkan diriku!" Kata Rico dan menghambur ke kamar mandi. Ketika Rico sudah masuk ke kamar mandi, Solane melihat ada sebuah tulisan lagi di balik kartu ucapan tersebut.
*Solane, calon suamimu sangat mencintaimu, dia yang menghubungiku dan memberitahu ulang tahunmu. Tuan Rico adalah asisten terbaik Nyonya Bella, aku dan ibuku sangat mengenal Nyonya Bella, dia pelanggan tetap kami. dan sangat wajar jika Rico kini dipercaya pemegang hotelnya sementara. Maafkan aku, sebenarnya gaun ini pemberiannya, dia meminta langsung padaku agar mengatakannya pada ibuku. Kau harus menerimanya, karna dia yang terbaik. Dia mengetahui semua kesukaanmu dan itu sebuah poin penting dalam membina sebuah hubungan. Good Luck. CB*
Kali ini Solane beribu ribu menyesali apa yang telah Solane lalui. Solane ragu akan Rico dan untung saja Rico tidak pernah menyerah. Memang seharusnya Solane menerimanya sejak awal. Rico tidak main main dan benar benar mencintainya. Solane lalu melempar asal gaun tersebut ke atas tempat tidurnya. Dia membuka seluruh pakaiannya dan segera bergabung dengan Rico membersihkan dirinya.
__ADS_1
"Kau kenapa Solane?" Rico terkejut karna Solane sudah ada di belakangnya dan dua benda kenyal itu sangat mengenai punggung nya.
"Aku sangat mencintaimu Rico, mengapa aku tidak bertemu dengan mu lebih dulu ketimbang aku harus bertemu dengan Leon dan Jimmy?" Solane sudah membalikan tubuh Rico agar menghadapnya.
"Emm, karna bukan jodoh namanya dan kita tidak akan merasakan sensasinya sayang." jawab Rico santai dan memegang dagu Solane.
"I love you somuch!" Ucap Solane dan berjinjit untuk mencium Rico. Mereka berciuman dengan panas dan sangat bergairah di bawah pancuran shower. Mereka bergumul dan bergulat dalam cinta yang sempat tertunda. Solane kini sangat yakin dengan cinta Rico dan dia juga percaya kalau ini adalah cinta terakhirnya, tambatan hatinya. Bersama Jacklyn dan mungkin satu anak lagi menghiasi keluarga kecil dan bahagia mereka.
...
Solane dan Rico sudah duduk berhadapan di sebuah restoran roof top milik Hotel Atkinson. Untung saja restoran ini milik Jerry jadi Leon bisa sesukanya memesan atau membatalkan. Begitu juga dengan Rico. Sekarang orang mengenal Rico sebagai pemilik Belleza Hotel di Honolulu.
Rico terus memandangi Solane. Solane malam ini sangat cantik baginya. Dengan gaun ungu ini membuatnya seperti gadis belia yang belum menikah dan belum memiliki seorang anak.
"Rico, matamu jangan seperti itu terus!" decak Solane yang sudah salah tingkah dengan tatapan Rico yang teduh dan menggoda.
"Lalu, aku harus bagaimana? Siapa suruh kau begitu cantik begini?" saut Rico tersenyum.
"Siapa suruh kau memberikanku gaun ini?" Solane masih menyalahkan Rico.
"Aku tidak menyuruh Nyonya Wang memberikan gaun ini, aku hanya memintanya dan dia memberikan mu gaun model ini. Jangan salahkan aku kalau aku terus memandangimu dan belahan buah dadamu itu." kata Rico lagi benar benar menggoda Solane.
"Rico! Kecilkan suaramu!" Solane sedikit malu.
"Tidak ada siapa siapa di sini, hanya kau dan aku, ini yang kau inginkan kan? Sebuah Privasi." bisik Rico menaik turunkan alisnya.
Solane tersenyum. Wajahnya sudah merah merona membuat Rico semakin gemas. Padahal mereka sudah bergulat dalam cinta dan mencurahkan kerinduan mereka tapi rasanya bagi Rico selalu kurang. Dia selalu menginginkan lebih dari Solane.
Tak berapa lama seorang pelayan datang. Dia membawa sebuah round cake berukuran sedang dengan sebuah figura angsa kecil di atas nya dan di lehernya melingkar sebuah cincin berlian. Di samping angsa tersebut juga terdapat topper bertuliskan happy bday 27th, sebuah lilin dan yang paling membuat Solane terkesan, satu buah topper lagi bertuliskan :
*Will you marry me?*
Solane lagi lagi menutup mulutnya menatap kue indah di depannya ini. Sungguh ini merupakan hal yang paling berkesan dalam hidupnya. Leon tidak pernah memberi kejutan padanya, paling hanya selalu memberikan sebuket sebuket bunga setiap berkunjung ke rumahnya. Apalagi Jimmy, hanya ajakan selalu bercinta dan ucapan aku mencintaimu saja yang ia lakukan pada Solane. Namun Rico? Semua sudah Rico lakukan pada Solane. Suka duka bercampur menjadi satu. Ya, pria ini memang pria yang tepat untuk hidup nya kelak bersama anaknya.
"Solane, kalau kau menerima ajakanku, kau tiup lilinnya. Tapi kalau kau tidak menerima, kau ambil cincinya." kata Rico kemudian. dia menatap Solane dengan sangat intens.
Solane yang tadinya tersenyum malah mendelikan alisnya.
"Semua yang kulakukan sama saja untuk menerimamu kan?" decak Solane mencibir.
"Leon sudah mengajarimu apa saja?" tanya Solane entah mengapa jadi memikirkan mantannya yang unik itu.
"Tidak! Leon hanya bilang gunakan semua pikiran licik untuk mendapatkan seorang wanita. Begitu." Jawab Rico sangat santai sambil menopang dagunya.
"Kalian berdua sama saja!" umpat Solane lagi lagi mencibir.
"Jangan samakan aku dengannya, Leon hanya milik Lexa dan aku milikmu!" saut Rico santai.
"Ya ya aku percaya. Em, jadi aku akan melakukan semuanya, aku akan meniup lilin ini dan memakai cincinya.." gumam Solane kini memperhatikan kue ini.
"Itu baru benar! Sekarang make a wish dan tiup lilinnya." kata Rico kemudian.
Solane mengangguk. Dia lalu manautkan tangannya dan berdoa sebelum dia meniup lilinnya.
'God, aku meminta restu mu untuk menjadi istri yang baik bagi Rico dan ibu yang bertanggung jawab dengan penuh kepekaan bagi Jacklyn di kemudian hari. Ijinkan aku merasakan satu kali lagi rumah tangga yang damai dan bahagia. Semoga aku bisa menjadi yang terbaik dan terakhir untuk Rico. Begitu juga Rico menjadi tambatan ku untuk selamanya. Berkati kami selalu Tuhan dan hanya Engkau yang menguasai usia hidupku. Amin.'
Solane membuka matanya dan itulah doanya. Sederhana dan menyeluruh. sebenarnya kekhawatiran nya hanya satu yaitu tidak bisa menjadi yang diinginkan Rico kedepannya. Namun, dia akan berusaha menjadi kebanggaan suaminya dan suatu saat nanti dia bisa menjelaskan hubungan yang sebenarnya pada Jackly. Solane merasa ini tidak masalah karna kebaikan Rico yang luar biasa padanya.
"Sekarang Tiup lilinnya sayang." Kata Rico dan Solane meniup lilinnya. Rico masih tersenyum dan menyaksikan Solane yang agak terbingung. Dia seperti mencari sesuatu di atas kue itu.
"Rico?" Solane hendak bertanya pada Rico namun Rico malah beranjak dari duduknya. Dia berjalan ke samping meja dan meraih tangan kanan Solane. Rico masih menyunggingkan senyumnya dan dia berlutut di hadapan Solane.
"Solane Lilian Tsui, Will you marry me?" Tanya Rico membuat jantung, hati dan jiwa Solane sudah tidak tahu bagaimana dilukiskannya. Mungkin lukisan abstrak yang begitu memancarkan keindahan dari sebuah mahakarya. Dia memegang dadanya. Berdetak sangat cepat. Dia merasa seperti mimpi padahal Rico sudah sering menanyainya.
"Rico, kau tidak perlu seperti ini." Bisik Solane membungkukan tubuhnya. Rico malah sedikit mengerutkan alisnya.
"Begitu kau menjawab pertanyaan ku? Aku sudah berusaha se romantis mungkin. Memang Jimmy tidak melakukan ini?" selidik Rico siap memasangkan cincin tersebut namun tertunda.
Solane menggeleng tersenyum. Dia sangat manis dan Rico mengakui itu. Rico jadi sangat gemas dan akhirnya memasangkan cincin berlian itu pada jari manis Solane. Solane hendak menangis namun sudah menghambur memeluk pria yang kini berstatus calon suami Solane. Rico menari dirinya dan mencium lembut bibir Solane sambil membuat mereka berdua berdiri. Dan sebuah dentuman piano instrumental lagu a thousand year by Christina Perri melantun mengiringi kecupan bibir mereka yang saling bertautan.
Solane mengalungkan tangannya ke leher Rico dan Rico mengajaknya sedikit berdansa dengan tangannya telah merengkuh pinggang Solane. Solane tersenyum mendengar lantunan lagu ini dan ia malah ingin menyanyikannya.
"Heart beats fast, Colors and promises
How to be brave?
How can I love when I'm afraid to fall?
__ADS_1
But watching you stand alone
All of my doubt, suddenly goes away somehow, One step closer.."
('hatiku berdebar kencang,
Warna warni dan janji janji.
Bagaimana agar bisa berani?
Bagaimana aku bisa mencintai saat aku takut terjatuh?
Tapi melihatmu berdiri sendirian,
Seluruh keraguanku hilang seketika.
Selangkah lebih dekat.')
Solane tersenyum berharap Rico mau melanjutkannya dan benar saja, Rico dan dan Solane menyanyikannya dengan sangat pelan namun terdengar begitu mesra dan romantis.
"I have died everyday, waiting for you.
Darling, don't be afraid, I have loved you for a thousand years.
I'll love you for a thousand more.."
('aku telah mati setiap hari karna menunggumu,
Sayang, jangan takut, aku telah mencintaimu seribu tahun,
Aku akan mencintaimu seribu tahun lagi.')
Rico tertawa kecil dan mereka berpelukan.
"I love you for a thousand more, Solane!" Bisik Rico lagi di puncak kepala Solane. Solane mendekap Rico begitu erat sampai tidak mau melepaskannya.
Sekitar satu Minggu kemudian, Rico mengajak Solane dan Jacklyn ke Honolulu. Rico mengenalkan Solane pada Athena, anak semata wayang Bella. Athena tampak menyukai Jacklyn dan juga Solane karna beberapa kali Solane menyuapinya makan ketika dirinya bermain bersama Jacklyn. Athena memang merindukan sosok seorang ibu yang sebenarnya. Solane dan Jacklyn tinggal di Mansion milik Bella karna Bella masih dalam perawatan di rumah sakit.
Mereka mempersiapkan pernikahan di sana dan kehidupan baru dimulai.
Tidak ada yang menyalahi takdir dan nasib seorang Solane. Dia pun ingin menjadi wanita yang sesungguhnya. Kesalahan memang selalu berkeliaran bagai debu di sekitar kita, tetapi ketika kesadaran ada maka semua tidak akan terjadi.
...
...
...
...
...
Oke Bae Bae sampe jumpa nanti cerita Rico dan Solane selanjutnya ya .. masih ada sebuah kejadian yang menguji cinta mereka sampai Solane mengandung dan mempunyai seorang anak laki laki 😁😁
Kita harus balik ke yang punya lapak dulu nanti saya dipecat sama Jendral Dante wkwkwkw 😛😛
.
Next part 59
back to Lexa & Leon
program kehamilannya dan hamil punya anak dah THE END 😂😂
Tapi kapan vii?
stay tune yaa 😁😁
.
Pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁
Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍
.
Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤
__ADS_1