
Berdoa dan berusaha. Mungkin dua kata itu yang ada di dalam pikiran Lexa dan Leon. Kalau masalah hati mereka menerapkan asas kepercayaan yang tinggi. Leon tidak pernah membiarkan Lexa pergi bekerja sendiri, mereka selalu bersama. Lalu, bagaimana akhirnya Lexa hamil? Dan apakah Leon juga selalu mendukungnya? Apa saja yang Leon kerjakan untuk mendukung Lexa?
...
Beberapa bulan kemudian, Leon dan Lexa masih dalam usaha nya memiliki anak. Sampai sampai kini setiap minggu, Lexa dan Leon selalu berkunjung ke apartemen Viena dan Dion dan menjaga Dior. Tidak menutup kemungkinan juga Lexa dan Leon juga mengajak Sherry ke taman bermain ketika Manuel sedang mengurus data data saham bersama Reginald. Hal ini mereka lakukan karna ada yang berkata, mengurus anak orang bisa memancing mereka untuk mengandung.
Dan beberapa kali Lexa dan Leon melakukan program hamil walau tidak begitu efektif.
"Kali ini, kau pasti hamil Lexa! Tenang saja!"
"Kita sudah sering melakukannya tapi aku tidak hamil!" Sungut Lexa dengan wajah melemah.
"Sekarang pasti kau hamil! Kau diam saja, ini harus dilakukan secara rutin!" Balas Leon antusias.
"Kita sudah melakukannya secara rutin Leon!"
"Kali ini bisa , diamlah, biar kan aku bekerja untuk ini semua." Leon begitu yakin dengan apa yang selalu ia lakukan.
"Baiklah aku diam saja." Lexa merengutkan wajahnya.
"Ya biarkan wortel ini berputar putar, yeah!" Ucap Leon menyeringai.
"Leon, aku sebenarnya tidak suka."
"Bagaimana tidak suka, kau selalu menikmatinya. Diam saja sudah!" Celetuk Leon sedikit tidak senang dengan sifat Lexa yang selalu berputus asa.
"Ahh, kau ini selalu memaksa!" Dengus Lexa sesaat.
"Bukan memaksa, karna ini memang nikmat dan menyehatkan, sebentar lagi selesai." Gumam Leon tersenyum manis sekali sampai Lexa akhirnua menyer
Dan begitulah percakapan mereka suatu kali hanya karna membuat sebuah minuman yang diblender. Leon dan Lexa sudah meminumnya sudah hampir dua bulan ini. Kata ibunya yang mendapatkan pesan dari Aunty Lizzie, sahabat ibunya , ada sebuah minuman yang terdiri dari tomat, wortel dan apel yang akan membantu kesuburan karna vitamin yang dibutuhkan tubuh tersedia di sana. Ibunya hanya menyampaikan dan langsung mereka antusias padahal belum tentu juga dapat berkhasiat. Namun, inilah usaha mereka.
"Kalau kau mau hamil , kita harus rutin mengkonsumsinya." kata Leon meminum jus 3 buah dan sayur itu. Leon memang begitu menyukai wortel dan tomat.
"Ahhh tapi ini sudah mau dua bulan belum juga hamil." Keluh Lexa membuat lingkaran di sisi gelas dengan jari telunjuknya.
"Jangan menyerah Lexa! Kita terus berusaha dan sekarang kita lakukan langkah berikutnya." seringai Leon kini mendekatkan diri ke samping Lexa.
"Apa?"
"Bermain di tempat tidur!" Leon menggendong Lexa seketika. Lexa terkejut namun tetap mengalungkan tangannya di leher Leon. Hari ini weekend, mereka tidak masuk ke kantor. Mereka meluangkan waktu hanya mau di rumah saja.
"Tapi ini masih siang Leon!"
"Memang kenapa?"
"Apa tidak terlalu berkeringat?" gumam Lexa polos sambil matanya ke arah langit langit apartemen.
"Disitulah letak keintiman yang mendalam Lexa! Siapa suruh siang ini kau hanya menggunakan kaos tanpa lengan ini dan celana yang bahkan tidak menutupi pahamu, sial!" balas Leon tidak peduli dengan kondisi panas ini.
"Karna panas sayang!"
"Tidak ada alasan, kau menggodaku!" Leon tak peduli dengan bantahan Lexa karna Lexa tak ada usaha memberontak. Leon membaringkan Lexa di atas tempat tidur. Dia sudah melepas pakaiannya dan siap menyerang Lexa setelah juga melucuti celana yang Lexa kenakan.
__ADS_1
Leon mulai menggerayangi dada Lexa yang masih terbungkus dengan kaos ketat nya itu. Mulai sedikit sedikit akhirnya Lexa sudah benar benar tak berbenah sedikit pun. Leon pun mulai memain mainkan ujung gundukan kenyal Lexa yang menggemaskan baginya .
"Mengapa aku baru mengatahui kalau daerah indah mu yang satu ini sangat tampak luar biasa sayang!" gumam Leon sebenarnya basa basi.
"Setiap hari kau melahapnya masa kau baru menyadari sekarang?!" dengus Lexa yang sedikit kesal karna sempat sempatnya Leon menanyakan hal ini.
"Heeemm ..." Leon sudah kembali hanyut dan dia juga menikmati tempat lainnya. Tak mau hanya sendiri yang melayani, Leon membimbing Lexa untuk juga memainkan kepunyaannya . Lexa menurut dan benar benar membuat Leon tak berdaya. Leon sudah tidak tahan dan sudah ingin melakukannya.
Namun, ketika Leon sudah benar benar bergairah dan Lexa juga sedang menikmati permainan Leon, Suara bel apartemennya berbunyi. Awalnya Leon dan Lexa tidak mau menghiraukannya. Mereka terus melanjutkan aktivitas yang berhasrat itu namun lama kelamaan suara bel itu menjadi ketukan pintu dan suara seorang pria memanggil manggil nama Leon. Ada juga suara anak kecil sekitar berusia 7 tahun memanggil nama kedua nya dengan awalan kak.
"Leon! Apa itu bukan Juan? Aku sangat mengenal suaranya!" kata Lexa akhirnya mencoba menyadarkan Leon dari hasratnya.
"Aahhh, biarkan saja dulu, ini tanggung Lexa, ahhh, ahhh!!!" Leon terus menghentakan tubuhnya menggerayangi Lexa.
"Tapi Leon bagaimana kalau itu dad mu dan Juan?" Lexa lagi lagi menghentikan suaminya.
"Oohh Lexa sebentar lagi Lexa!!" Leon terus menghentakan tubuhnya tanpa mempedulikan suara ketukan itu yang terus menerus menggema.
"Leon! Lexa! Kalian ada di dalam kan? Bukalah, ini dad dan Juan!" akhirnya Larry memanggil Leon dan Lexa yang sangat terdengar ke dalam.
"Kak Lexa, Kak Leon! Aku datang ingin main." tambah Juan polos .
"Nah kan Leon Juan, ingin bermain!" decak Lexa juga tidak bermaksud apa apa namun membuat Leon kesal sampai ke ubun ubunnya.
"Siaaalll aahhh, sudah sana buka!" Dengus Leon mengalah namun dia sangat kesal. Akhirnya Leon melanjutkan sendiri di kamar mandi sementara Lexa memakai pakaiannya dan menuju ke pintu depan untuk menyambut ayah mertua dan adik iparnya.
"Selamat siang Lexa." Larry memberi salam pada menantunya ketika Lexa membuka kan pintu apartemennya.
"Masuklah dad, Juan, ini sebuah kejutan kalian berdua kemari? Mengapa mommy, Angel, Tuan Jerry dan Jessie tidak ikut?" Tanya Lexa sembari mempersilahkan ayah mertua dan adik iparnya masuk.
Larry bersama Juan masuk terlebih dahulu dan menuju ke ruang tengah apartemen Lexa dan Leon.
"Inilah Lexa. Mommy mu sibuk mengurusi Jessie. Hal ini tidak mudah. Sudah lama tidak mengurus bayi karna Juan sudah besar dan Angel masih sangat amatir. Waktu kapan Jessie demam karna kata dokter Angel kurang cakap menggendong bayinya. Jadi seperti ada cedera. Untung Jessie kuat minum asi Angel jadi tidak begitu lama namun ya seperti itu Angel kewalahan jadi dia sekarang menetap di rumah dan Jerry bolak balik setiap hari karna ingin selalu melihat anak dan istrinya." Kata Larry yang telah duduk di sofa dan meletakan tas koper kecil yang sepertinya milik Juan.
"Oh begitu. Ya, Angel memang membutuhkan seseorang yang mengajarinya Dad? Tapi bukankah Tuan Jerry mempekerjakan seorang baby sitter?" tanya Lexa ikut duduk di depan mereka.
"Angel tidak mau baby sitter itu memegang Jessie jadi di pecat dan katanya baby sitter itu kerjanya lama jika Angel menyuruhnya. Ya Lexa, kami kan memang tidak pernah menggunakan pembantu. Jadi Angel terbiasa dengan cepat dan sendiri." jawab Larry menyandarkan tubuhnya di sisi sofa.
"Angel itu keras kepala dan sedikit manja dengan mom, dad! Jadi mengapa Daddy kemari? Kenapa tidak mengabari ku agar aku menjemputnya di bandara." Tiba tiba Leon keluar dari kamar nya sambil mengenakan kaos putihnya. Dia sudah menyelesaikan hasrat yang tertundanya dengan tangannya.
"Mendadak Leon! Karna kerepotan di rumah dan Juan sekarang libur, jadi Juan mau kemari. Mommy mu menyuruhku mengantar Juan kemari. Bersamamu dan Lexa. Ajak dia berlibur. Jerry menanyakan padanya mau berlibur kemana dia bilang kesini, ya kan Juan?" kata Larry memberitahukan maksud hati mereka datang ke Legacy.
"Ya, aku mau ke sini mau ke hotel Prime." jawab Juan ketika setiap ditanyakan ingin liburan kemana.
"Hahaha Juan! Kemari kau! Besok kita ke Hotel Prime ya? Ada Sherry, kau ingat?" saut Lexa menarik diri Juan masuk dalam pelukannya.
"Sherry? Yang wajahnya sebelah hitam?" jawab Juan memastikan padahal dia memang menanyakan pada Jerry temannya ini.
"Jangan begitu Juan! Kalau wajahnya semua putih dia cantik kan?" saut Leon mengingatkan adiknya agar tidak merendahkan orang lain.
"Begitu juga cantik , dia baik!" Hanya itu kata kata Juan yang polos. Lexa tersenyum masih memeluk Juan.
"Baiklah Dad, biarkan Juan di sini, aku akan menjaga dan merawatnya bersama Lexa. Kau beristirahatlah dulu di sini, besok baru kau bisa pulang jika ingin langsung pulang." kata Leon kemudian sedikit mencemaskan kesehatan ayahnya jika terlalu lelah.
__ADS_1
"Tentu Leon. Besok aku harus segera kembali. Aku juga tetap harus membantu mom mu juga Angel. Emm, tapi aku ingin bertemu dengan Jeremy. Bisakah kau mengantarku?" pinta Larry karna kebetulan ke kota yang jauh dari Springfield ini.
"Tentu dad! Beliau kini jarang ke kantor. Paling kalau tidak di hotel cabang, dia di rumah menjaga Dior." jawab Leon.
"Nanti kita bisa ke sana semua dad, sekarang makanlah dad. Untung saja aku memasak. Juan, kau lapar? Aku memasak steak Salmond, kesukaanmu." ajak Lexa mengingat sudah lewat jam makan diang.
"Ya, ayo dad kita makan!"
Dan mereka pun makan siang terlebih dahulu dan sore harinya mereka semua berkunjung ke kediaman keluarga Prime.
...
...
...
...
...
hay, apa kabar?
beginilah kabar Lexa dan Leon terkini yang kekangenan hehe ringan ringan dlu Yee sayang sayangan walau nanggel haha 😂😂
.
next part 60
nah bakalan liburan kek mana nii Juan & Sherry?
akan ada kejadian apakah nanti?
di sinilah melihat bagaimana Lexa dan Leon memiliki kerinduan memiliki seorang anak.
.
Beb, rekomen Novel Baper romance dari ku nii judulnya:
----- LOVE IN FRIENDSHIP -----
ketika sebuah persahabatan akan dikorbankan atau cinta yang dikorbankan untuk semuanya berjalan dengan baik?? cus diintip ya 😁
.
pada akhirnya Jangan lupa LIKE DAN KOMEN nyaa karna akan menambah semangat penulis untuk trus UP haha
Jangan lupa juga kasih RATE DAN VOTE di depan profil novel ya😍😍
.
Thanks for read .. happy read and i love youu 💕
.
__ADS_1