Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 23. Mrs. Alexa & Mrs. Jovanca


__ADS_3

Ketika ada niat untuk membuat kaki kita melangkah tanpa keraguan, bisa saja hal itu akan menjadi permulaan sebuah sejarah yang besar. Tak ada yang salah memulainya dari awal walau kita sudah mempunyai apapun, pertanyaannya sanggup atau tidak dan berani atau tidak menerima resiko yang ada. Xelino melakukan sebuah penyamaran hanyalah untuk pengalihan identitas sehingga dia bisa merasakan proses mendapatkannya. Sedangkan Carolyn memang melakukan dengan terpaksa tapi semua itu semata mata ingin membuatnya menjadi lebih baik dan sepertinya dia sudah mulai menikmatinya. Bagaimana akhirnya mereka berdua dapat bersatu? Apakah akan melewati sekelumit drama?


...


'Haiz, kenapa di saat seperti ini Carolyn keluar? Tamatlah riwayatku! Tidak, Mami and Granny pasti mengerti diriku!' decak Xelino dalam hati.


"Granny aku juga sangat merindukanmu, tapi bisakah kita bicarakan nanti?" Kata Xelino menarik diri dari pelukan Claudia dengan kelembutan.


"Xelino, ini Granny Clau, apa apaan kau ini!" Decak Lexa mendelikan alisnya.


"Mami, give me a time, plis, nanti aku akan menjelaskan SEMUANYA, tapi kalian harus pergi dari sini, Granny maafkan aku, kalian harus pergi, ayo cepat Granny, Mami," saut Xelino memohon dan membalikan kedua tubuh wanita itu menuju ke pinggir jalan.


Lexa dan Claudia tentu saja bingung dan terheran tapi mereka tetap mengikuti arahan Xelino untuk kembali ke mobil mereka. Xelino terus mendorongnya dan tentu saja Carolyn terus memanggilnya. Carolyn memicingkan matanya curiga dan merasa pernah melihat dua wanita itu.


Claudia pun mengerti mengapa Xelino seperti ini. Dia menerka karena wanita yang kini sedang menunggui cucu angkatnya itu sehingga Claudia tetap mengikuti arah tangan Xelino. Xelino bahkan menyebrangi mereka dan merangkul kedua wanita paruh baya hebat itu.


"Xelino, mami marah denganmu!" Ujar Lexa melebarkan matanya kesal.


"Plis mami, kau tidak tahu permasalahannya!" Kata Xelino berusaha membuat ibunya mengerti keadaannya.


"Karena wanita itu kan? Kenapa tidak mengenalkan padaku?! Apa itu Carolyn?" Tanya Lexa masih memandang anaknya dan mereka bertiga terus berjalan.


"Iya mami, bukan sekarang, waktunya belum tepat,"


"Sudah, sebaiknya sekarang kenalkan padaku dan kita bisa makan malam bersama , Xelino. Papimu bilang Carolyn anak yang baik kok, kau hanya bercerita pada papi, jadi sekarang saja kau kenalkan padaku!" Ujar Lexa hendak membalikan tubuhnya mengarah ke Carolyn tapi Xelino kembali membalikkannya lagi.


"Nanti saja mami, aku akan menjelaskan padamu, aku berjanji, nanti malam aku akan pulang cepat," tutur Xelino berjanji.


"Tapi Xelino,"


"Lexa ... Trust him!" Sela Claudia memegang tangan Lexa.


"Tapi mom," saut Lexa pada Claudia.


"Nah kan mam? Granny mendukungku, ayooolaahhh ..." Xelino terus merangkul kedua wanita itu.


Mereka bertiga pun sampai di sebrang jalan dan Xelino membantu Lexa juga Claudia masuk ke dalam mobil type sedan hitam itu.


"Xelino, mami marah padamu!" Kata Lexa kesal.


"Nanti akan menjelaskannya! Aku berjanji, Granny i'm so sorry!" Kata Xelino ketika Lexa dan Claudia memasuki mobil dan Xelino menautkan kedua tangannya mengarah pada Claudia. Claudia hanya mengangguk dan tersenyum sementara Lexa melipat wajahny sebal dengan anaknya.


"Mami, i love you! Ini kartu kunci kamar apartemenku, kau kesana ya?" ujar Xelino memberikan kartu kunci pada ibunya dan mencolek dagu ibunya


"I hate you!" Dengus Lexa meraih kartu tersebut lalu memalingkan wajahnya dan Xelino menyuruh supir melajukan mobilnya menuju ke apartemennya.


Xelino pun tersenyum lebar. Dia berhasil membuat ibu kandung dan nenek angkatnya itu pergi. Namun, dia harus mencari seribu kata untuk menjelaskan pada Carolyn. Xelino pun berbalik. Di sana wanita yang sudah mengisi relung hatinya berdiri di seberang sana. Carolyn pasti menunggu dirinya. Belum saat nya dia mengatakan sesungguhnya. Dia masih belum mengetahui isi hati Carolyn yang seandainya dia bukan dari orang berada, apakah Carolyn akan menyukainya? Apakah Carolyn bisa menyukainya dengan keadaan yang serba kecukupan seperti sekarang ini?


Xelino menarik napas. Memang membutuhkan perjuangan untuk mendapatkan hati Carolyn khususnya hati keluarganya karena saat ini Xelino hanya pegawai kantoran biasa dan asisten manager Carolyn. Xelino pun menyebrangi jalan raya itu dan menemui pujaan hatinya.



"Nona, kau sudah selesai bekerja?" tanya Xelino berbasa basi.


Carolyn tidak menjawab. Dia malah melirik Xelino dengan sangat tajam dan melipat lipat bibirnya hendak mendapatkan jawaban yang memuaskan dari seorang Xelino yang selama ini sudah ia curigai adalah anak dari keluarga berada.


"Nona! Mengapa kau menatapku seperti itu?! Sejak kapan kau ada di sini?" Tutur Xelino lagi pura pura tidak mendengar panggilannya tadi.


"Sejak tadi aku memanggilmu!" ujar Carolyn ketus.


"Oh iya? Aku tidak mendengarnya nona. Aku kebetulan lewat dan mungkin kau belum pulang atau aku lebih dulu bisa menjemputmu," balas Xelino malah menjelaskan alasan dia menjemput nonanya itu.


"Bukannya kau ada urusan dengan Daddy?" selidik Carolyn menaikan satu alisnya.


"Oh itu? Ternyata diurungkan menjadi besok, jadi aku hendak menjemputmu saja," saut Xelino mengalihkan perhatian Carolyn tapi Carolyn tetap menatapnya penuh pertanyaan.


"Jadi, kau mau kuantar kemana? Tadi kau bilang mau mengurus pekerjaan," tanya Xelino kemudian.


Carolyn masih menatapnya bahkan lebih memburu.

__ADS_1


"Oh God! Apa yang kau inginkan?!" Pekik Xelino akhirnya.


"Siapa mereka berdua?" tanya Carolyn memburu.


"Mereka berdua siapa?" Xelino malah bertanya kembali.


"Yang tadi kau rangkul dan kau sebrangi ke mobil hitam itu, siapa?" tanya Carolyn lagi.


"Ooohh itu tadi wanita paruh baya yang menanyakan jalan setelah itu mereka memuji ketampananku lalu meminta bantuanku untuk menyebrangi mereka, begitu," jawab Xelino asal.


"Bohong! Itu seperti Nyonya Alexa dan Nyonya Besar Jovanca!" tutur Carolyn memicingkan matanya ke arah Xelino.


Deg!


Seketika Xelino melebarkan matanya juga mulutnya yang mengerucut heran.


'Wanita ini benar benar memiliki mata harimau yang tajam! Dan mengapa dia bisa mengetahui nama mami? Dan bahkan siapa Granny, benar benar wanita fenomenal nan famous, aku bangga menjadi hasil bibit mereka!' decak Xelino terkekeh dalam hati.


"Xelino jawab! Iya kan?" Carolyn menunggu jawaban.


"Oh iya, iya, mungkin saja itu dia, aku tidak tahu dua orang itu seperti apa, iya ya? Wah kalau begitu tadi aku meminta tanda tangan mereka ya," saut Xelino berpura pura bodoh.


"Xelino! Kau mengenalnya kan?"


"Tidak, tidak benar sungguh, mana mungkin aku mengenal orang orang besar itu, kau ini Carolyn, haha haha!" Xelino menggaruk belakang kepalanya sambil terkekeh sedikit menampilkan wajah bodohnya.


"Maksudku masa kau tidak mengetahui mereka? Nyonya Alexa, ibunya Lionel kan?" saut Carolyn dengan polosnya.


Xelino menarik napas lega. Carolyn tidak begitu menyadari.


"Oh iya nona, aku lupa kalau kau bisa saja meraih hatinya ya tadi. Setidaknya bisa melihat ibunya setelah dia membohongimu tidak jadi datang, hahaha!" Xelino terkekeh sekalian meledek nonanya itu.


"Menyebalkan! Diam kau!" Dengus Carolyn dan berjalan ke arah mobil.


Xelino menarik napasnya berkali kali terlebih dahulu merasa lega dan menyusul Carolyn. Tugasnya sekarang menemani Carolyn sambil mencari cara bagaimana membuat Lexa dan Claudia mengerti dirinya di rumah. Masalahnya Lexa tidak mengetahui kalau dirinya bekerja sebagai asisten manager. Leon tahu setelah penjelasan panjang penuh karangan bebas yang terpaksa diterima Leon pada akhirnya.


"Selama kau tidak mengatakan dirimu dari keluarga Janson, terserah padamu! Aku tidak tahu bagaimana jika mamimu tahu! Kau benar benar anak yang tak jauh dari pohonnya! Aku sebenarnya lupa waktu itu mamimu atau aku mengidam apa memiliki anak sepertimu yang memang tak jauh dariku! Padahal aku berharap kau menjadi pengusaha, Xelino!!! Bukan malah menjadi asisten, bahkan kau itu asisten bodyguard bukan asisten manager! Kau ini membuatku mengelus dada, Xelino Xelino! Dan lagi kau menggunakan nama pamanmu!" Begitulah akhirnya Leon berkata dengan sedikit frustasi meratapi mengapa anaknya tetap seperti dirinya.


"Sepertinya aku menyukai dia, pap!" Begitu dan Leon menyerah. Leon menyerahkan semua pada anaknya dan tidak mau memberitahu istrinya.


...


Carolyn memperhatikan Xelino yang tampak bingung dan selalu menggaruk pelipisnya. Kini Carolyn ingin duduk bersebelahan di samping Xelino. Dia tidak mau duduk di kursi belakang lagi.


"Xelino, kau ini memikirkan apa?" tanya Carolyn.


"Memikirkan dirimu!" Entah kekuatan dari mana Xelino dapat berkelit dengan cepat. Sesaat perasaan Carolyn kembali senang tapi juga ragu karena Xelino berkata dengan nada yang cukup kesal.


"Kau ini serius! Kau memikirkan apa?" tanya Carolyn lagi membutuhkan jawaban.


"Mamiku, dia sudah datang!" decak Xelino akhirnya.


"Ah kau serius? Ehm, apa mungkin kau bingung dan takut hendak meminta ijin denganku?" selidik Carolyn.


"Hem!"


"Haiz! Yasudah, besok tidak usah menjemputku! Kau ini repot sekali!" decak Carolyn jadi ikutan kesal.


"Tidak!" saut Xelino kemudian.


"Kenapa tidak?" Carolyn jadi bingung.


"Nanti kau terus menempel dengan Ansel," sungut Xelino terus menatap jalan.


"Kenapa? Kau cemburu? Memang kau siapaku?" Carolyn memajukan wajahnya ke Xelino sayangnya Xelino tidak bisa menikmati wajah yang pasti sangat menggemaskan itu.


"Argh pokoknya aku tidak mau kau dekat dengannya!" saut Xelino merajuk.


"Kalau aku dekat dengan James bagaimana?"

__ADS_1


"Hahahaha!"


"Kenapa kau tertawa?"


"Mana tahan kau bersamanya!" Xelino meledek.


"Hem, andai Lionel di sini," gumam Carolyn menundukan kepalanya tapi juga melirik Xelino hendak melihat responnya.


Dan akhirnya Xelino memiliki cara untuk menjadi Lionel dan akan menghubungi Carolyn terus sehingga Ansel tidak akan memiliki cara merebut perasaan cinta Carolyn. Seketika Xelino memancarkan senyum liciknya sambil menampilkan gigi giginya membuat Carolyn menjadi makin bingung.


"Rubah aneh gila! Sebentar bersedih, sebentar senyum senyum sendiri, tidak waras!" Carolyn berdecih sambil mencibir.


"Jadi Nona, mau kemana kita sekarang? Aku akan menemanimu sampai kau puas malam ini merayakan kebebasanku besok tanpamu lagi!! Hahahaha!" Teriak Xelino membuat Carolyn terkejut tapi juga senang melihat Xelino kembali bahagia.


"Kau senang sekali tidak mengurusku!" gumam Carolyn sedikit bersedih.


"Tenang saja nona, walaupun aku akan menemani ibuku, kupastikan aku akan tetap melindungimu!" balas Xelino menyunggingkan senyumnya.


"Janji!" Carolyn memastikan.


"Iya tenang saja, hatimu sudah tertanam di hatiku, hahaha!" Xelino mengeluarkan tawa yang tak biasa.


"Tertawa terus, kau tidak takut pacarmu marah?"


"Tidak, dia baik!"


"Cih, aku yakin kau membual,"


"Terserahmu, yang penting sekarang aku bersamamu, nona cantik,"



Carolyn mengalah dan tersenyum senang kalau Xelino sudah memujinya seperti ini. Dia juga yakin kalau Xelino tidak akan membiarkannya sendiri meskipun Xelino sudah meminta ijin untuk cuti. Carolyn malah semakin yakin kalau mereka akan menjadi lebih dekat.


...


...


...


...


...


pacalan Mulu kaga jadian jadian 😂😂


.


next part 24


siapkah menerima sidang dari wanita fenomenal di hatimu Xelino?


lalu bagaimana hari hari Xelino dengan adanya Lexa dan Claudia?


.


rekomen Novel penuh misteri dan teka teki akan cinta dan kehidupan dari seorang consultant design dan seorang CEO . mampir ya dengan judul:


---- LOVE & HURT ----


karya vii berkolaborasi dengan seorang wanita dewasa yang kece badas 😍😍


.


Okedeh pada akhir nya Vii selalu ingetin jangan lupa kasih LIKE, KOMEN, karna ini merupakan wadah aku bisa tahu di mana letak kesalahan dan kelebihan untuk mood booster aku 😁😁


Dan boleh juga kasih RATE dan VOTE di depan profil novel .. kasih 5 bintang nya donggss 😍😍


.

__ADS_1


Thx for read and i love you so much much more and again ❤❤


__ADS_2