Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 57. Actually ...


__ADS_3

Dan ketika penjelasan yang sudah dikatakan harus dipertanggung jawabkan lagi, jawabannya hanya ingin atau tidak sama sekali? namun, biasanya karena rasa bersalah dan rasa mencintai yang besar maka tidak ada salahnya memperjuangkannya. Xelino mencoba menjelaskan yang terjadi, tapi apa Carolyn dan keluarga Delinsky menerima semua ini?


...


Xelino dan Carolyn masih berciuman. Carolyn meraih pinggang Xelino dan memeluknya sambil merasakan kelembutan bibir Xelino yang melekat di bibirnya. Ciumannya lebih lembut dari yang Xelino lakukan biasanya. Sekarang lebih perhatian dan penuh penghayatan.


Mata mereka saling berpejam dan merasakan dekapan hangat satu sama lain. Dan akhirnya Xelino melepaskan kecupannya tapi masih memandang Carolyn.


"Apa kau sudah memaafkanku?" Tanya Xelino memastikan.


Carolyn menggeleng.


Mereka berhadapan dengan sangat dekat. Tubuh Carolyn berdesir ketika merasakan hubungan yang kuat ini. Entah bagaimana lagi hubungan mereka selanjutnya, belum ada kata kata Xelino memintanya untuk menjadi kekasihnya. Xelino masih merasa bersalah dengan apa yang sudah ia lakukan pada Carolyn.


Xelino kembali pada duduknya dan masih memegang tangan Carolyn. Dia menatap Carolyn yang kembali membaringkan dirinya. Tubuhnya masih lemah. Kepalanya menoleh ke arah Xelino yang terus melihatnya dengan penuh penyesalan dan rasa bersalah mendalam.


"Aku akan mengatakan sesuatu. Setelah itu terserah padamu, kau mau memaafkan ku atau tidak," kata Xelino kemudian.


Carolyn tak bersua. Dia hanya memandangi pria yang ia cintai itu dengan menunggu apa yang hendak ia ceritakan.


"Aku pernah menyukai seorang wanita, dia Zhavia. Kau tahu kan? Aku suka padanya karena dia sangat baik. Dia apa adanya dan tidak pernah membeda bedakan teman. Dia bermain dengan siapapun bahkan dia juga pernah terlibat masalah di sekolah. Dia anak majikanku. Tuan Dion Prime , kau tahu kan? Tapi aku tidak bisa memilikinya. Mami ku yang mengatakan agar aku menjaga hatiku dan tidak menyukai Zhavia. Zhavia tidak pantas untukku. Karena aku hanyalah anak seorang pasangan asisten ayah dan ibunya. Aku tahu hal itu sehingga aku menutup diriku untuk tidak menyukai nya. Lalu, aku bertemu denganmu. Kau seperti Zhavia, kau punya segalanya, tapi perbedaannya kau sangat sombong! Entah mengapa aku lebih tertantang ingin mendapatkanmu. Sekarang aku bisa mendapatkan wanita manapun yang kumau. Aku tahu wanita membutuhkan materi. Itu sangat mudah bagiku tapi aku tidak mau. Aku mau wanita yang apa adanya," cerita Xelino.


"Seperti Zhavia?" tanya Carolyn singkat tapi memendam arti yang dalam.


"Tidak Carolyn! Aku tidak membahas Zhavia lagi. Aku membahas wanita yang mau menerimaku apa adanya. Tidak melihat dari latar belakangku. Aku mau wanita yang menerimaku dengan tulus. Yang hanya melihat rupa dan hatiku saja. Aku memang salah karena meragukanku, aku minta maaf Carolyn tapi Carolyn, kalah saja kau belum mencintaiku, aku akan membuatmu mencintaiku. Aku akan mengejarmu sampai kau mau menerimaku. anggaplah aku bukan Xelino anak dari Tuan Danteleon, mau kah kau menerimaku? Sebagai orang yang mendapatkan cintamu dan bisa mencintaimh," kata Xelino dengan matanya yang hendak berkaca kaca.


"Lalu bagaimana dengan daddyku, kau lebih dulu mengenal daddyku ketimbang diriku kan?" selidik Carolyn penasaran.


"Sama seperti cinta, aku ingin berusaha sendiri. aku tidak mau mengandalkan kekuasaan dan kehebatan papiku sekarang. Aku ingin mereka melihat diriku sebagai Xelino sana dan pria biasa. Pria biasa yang akan membuktikan kalau diriku bisa merubahnya menjadi luar biasa. Sama seperti dirimu Carolyn. Aku berusaha mendekatimu, memberimu perhatian, memberimu kasih sayang sebagai Xelino si anak desa untuk mengambil perhatianku dan bisa mencintaiku dengan apa adanya diriku dan bukan sebagai anak orang kaya," tutur Xelino lagi.


Carolyn sudah paham. Namun dia berpikir satu hal, sepertinya terlalu mudah membiarkan pria yang berhasil menipunya ini mendapat cinta atau maafnya. Dalam hati Carolyn tersenyum gembira karena dia sudah tahu bagaimana perasaan Xelino tapi dia ingin mendapat lebih. Carolyn sudah membayangkan cara manis apa yang akan pria ini sodorkan untuknya.


"Walau begitu, kau sungguh mengecewakanku, Xelino, aku minta maaf aku belum bisa memaafkanmu. Sekarang malah aku yang bertanya tanya, kau sebenarnya tulus atau tidak mencintai Carolyn yang sombong dan arogan ini," kata Carolyn berpura pura terpojoki.


"Ssssttt Carolyn, kau sudah tidak begitu lagi, tapi meski kau begitu sekalipun aku rela melakukan apapun demi hatimu untukku. Dan kurasa kau juga merasakan apa yang kurasakan kan?" saut Xelino memegang pipi Carolyn.


"Cih, percaya diri sekali, keluarlah dari sini, aku ingin beristirahat," balas Carolyn.

__ADS_1


"Kau mengusirku?"


"Terlalu banyak rasa sakit hati dan kecewa yang mau tanamkan untukku Xelino, keluarlah, aku perlu memikirkannya," ujar Carolyn.


"Carolyn, aku sudah menjelaskan semuanya, aku minta maaf, aku mencintaimu Carolyn dan berharap kau juga mau menjadi kekasihku lalu kelak menjadi pasangan hidupku," kata Xelino lagi ingin membuat Carolyn yakin.


"Bermimpi saja, Xel, dengan begitu kau bisa tahu bagaimana perasaanku selama ini padamu," balas Carolyn.


"Kau mencintaiku kan?" Xelino memastikan.


"Tidak lagi karena ternyata kau anak Tuan Leon yang penuh dengan bualan. Aku takut kau malah menipu atau menduakanku. Aku tidak bisa menerima itu lagi. Aku sudah gagal satu kali, aku tidak ingin lagi, aku harus mendapatkan pria yang baik dan mencintaiku apa adanya dengan tulus dan tidak meragukan ku!" sindir Carolyn.


Xelino menarik napas. Memang kesalahannya tak bisa diperhitungkan lagi. Apapun alasan yang ia lontarkan, kenyataannya dia memang menyembunyikan identitas dan menipu banyak pihak. Hal yang wajar jika Carolyn tidak memaafkannya.


"Baiklah Carolyn, aku menghargai keputusanmu, tapi sama sepertimu yang tidak mau gagal lagi, aku juga tidak mau! Aku akan mendapatkan hatimu lagi cepat atau lambat! Sebenarnya aku tahu apa yang sedang kau lakukan padaku sekarang. Aku tahu dan hal ini harus kupenuhi. Kau tunggu saja Carolyn, aku akan memenangkan hatimu lagi dan kau tidak akan bisa menolak ku!" Kata Xelino lagi meyakinkan Carolyn. Dia masih memegang tangan Carolyn dengan sangat kencang.


"Terserah apa yang mau kau lakukan, sekarang lepaskan tanganmu!" pinta Carolyn lagi dan lagi.


"Bagaimana keadaanmu sekarang Carolyn?" tanya Xelino memegang dahi Carolyn.


"Hem, kau benar benar tidak menginginkanku?" tanya Xelino lagi melemah.


'Sangat mau, tapi kau harus diberi pelajaran, Xelino! Memang kau saja yang bisa menipuku?' decak Carolyn dalam hati.


"Tidak, aku tidak mau orang yang ragu mencintaiku, aku takut kau akan ragu dengan semua yang kulakukan!" tapi itulah yang Carolyn katakan. saatnya Xelino kini memperjuangkannya atau tidak.


"Carolyn, jangan begitu, maafkan aku," pinta Xelino agak frustasi.


Carolyn menggeleng dan sekarang dia menoleh ke arah berlawanan dengan Xelino .


"Yasudah, kalau kau butuh waktu sendiri, aku akan menunggumu di luar. Mungkin kedua orang tuamu juga sudah selesai sarapan dan hendak menemuimu. Kalau kau kembali membutuhkanku, aku ada di luar. Katakan saja, aku harus memastikan kau pulih dan sehat kembali, Carolyn," akhirnya Xelino hendak keluar.


"Hem .."


Xelino kembali menarik napas. Beginilah konsekuensi yang harus ia dapat. Dia harus menerimanya, tidak boleh tidak. Xelino pun beranjak. Dia berdiri masih menatap Carolyn lalu mengelus puncak kepala Carolyn.


"Sekali lagi aku minta maaf Carolyn, aku akan berusaha mendapatkan maafmu, aku keluar yaa?" Xelino masih di sana berharap carolyn menahannya tapi tidak.

__ADS_1


"Hem .."


Xelino berjalan menjauh perlahan dari Carolyn.


"Aku sudah berjalan keluar Carolyn," Xelino masih berharap.


"Sana! Kalau perlu tidak usah masuk lagi!" saut Carolyn.


"Carolyn, i love you, waiting me, Saranghae," ucap Xelino malah menggoda Carolyn.


'sejak kapan dia belajar bahasa itu! Ini pasti dukungan dari Grizel! Xeli oppa keterlaluan kau! Awas ya aku akan mengerjaimu benar benar! I hate you but i love you somuch!' tutur Carolyn dalam bati tersenyum tipis. Dia yakin kalau Xelino pasti akan memperjuangkannya. Rubah tengik itu saja tau apa yang ada dipikirannya. Gumam Carolyn lagi dalam hati.


Xelino sudah keluar dari ruangan dan di sana sudah ada Gilbert, Jennifer serta Lexa dan Leon. Xelino benar benar terjebak. Seperti nya, ayahnya sudah meringankan bebannya. Leon dan Lexa sudah menjelaskan semuanya pada Gilbert dan Jennifer.


"Mami, papi?" Panggil Xelino.


"Tuan Gilbert, Nyonya Jennifer, Carolyn sudah bangun. Aku sudah bicara padanya. Dia sudah tamak baik," kata Xelino menjelaskan.


"Xelino, aku sudah menjelaskan semuanya. Sekarang kau harus meminta maaf pada Tuan dan Nyonya Delinsky," sela Leon yang mengingatkan anaknya.


Gilber dan Jennifer masih menunggu pengakuan Xelino. Namun, sejatinya dia tidak begitu menyalahkan Xelino karena Xelino melakukan ini untuk melindungi diri, juga untuk menjaga nama baik keluarga dan terpenting Xelino ingin menjadi seseorang yang berguna tanpa mengandalkan orang tuannya. Gilbert dan Jennifer tentu saja menerima alasan seperti ini. Apalagi ayah dan ibu Xelino pun mengetahuinya. Pasti tidak akan ada maksud terselubung di dalamnya. Xelino juga tidak pernah berbuat hal yang merugikan dirinya. Malahan Xelino membuat semuanya berjalan dengan baik dan lancar. Seharusnya gilbert yang berterimakasih pada Xelino atas apa yang sudah pria muda itu lakukan padanya, pada perusahaanya dan terlebih pada sifat anaknya yang kini jauh lebih lembut, penyayang dan menghargai sesamanya.


"Tuan Gilbert, nyonya Jennifer, aku minta maaf, benar benar minta maaf. Namun, dari semua itu aku tidak bermaksud menyakiti hatimu. Pada akhirnya aku juga akan mengatakan hal yang sebenarnya pada kalian. Aku menyesal. Aku minta maaf. Aku akan melakukan apapun yang bisa menebus kesalahanku," ucap Xelino sudah membungkuk bungkukan tubuhnya menunggu perkataan dari Gilbert atau Jennifer.


"Xelino, aku tahu, aku mengerti maksudmu melakukan ini semua. Aku malah bangga terhadapmu. Aku tidak menyangka kalau masih ada pria yang begitu memiliki motivasi dalam dirinya. Pria yang mau memulainya dari awal dan tidak mau merepotkan orang tuannya tapi malah menjaga nama baik keluarga. Aku bangga dan aku senang bisa berkenalan denganmu Xelino. Aku malah beruntung mendapat pegawai yang ternyata adalah anak dari salah satu orang terhebat di Springfield," kata Gilbert menanggapi permintaan maaf Xelino.


"Haha, Tuan Gilbert, anda terlalu memuji, biar bagaimana pun kita semua sama sama manusia. Xelino juga hanya manusia biasa. Dan, Gilbert aku harap kau merestui hubungan Anakku dan anakmu," sela Leon sudah berada di samping Xelino merangkul pundaknya.


"Biar bagaimanapun dia bekerja di perusahaanku. Kinerja Xelino sangat baik. Dia tidak pernah melakukan kesalahan dan selalu bisa menyelesaikan tugas yang diperintahkan padanya dengan sebaik mungkin. Ya dia memang menyembunyikan identitas yang sebenarnya tapi selama dia tidak melakukan hal buruk, kurasa hal ini tidak masalah. Bukan begitu, Jennifer?" Kata Gilbert dan juga meminta Jennifer memberi pendapat.


...


lanjut di bawah ya 😁


Jangan lupa tetap LIKE dan KOMEN part ini ya 😁


thanks for read and i love you 💕💕

__ADS_1


__ADS_2