Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
ALA2 - Part 58. Something Special


__ADS_3

Dari yang spesial, untuk yang spesial, dibuat dengan bumbu spesial dan cita rasa yang spesial ❤️ apapun itu, Xelino akan melakukannya demi mendapatkan Carolyn sebagain kekasih, bahkan teman hidupnya. Pencarian cinta sudah berakhir dan berlabuh di dalam hati seorang arsitek. jadi, apa yang akan diberikan anak pasangan asisten itu pada anak si direktur perusahaan agribisnis terkenal se-Springfield?


...


"Benar apa yang dikatakan suamiku, Nyonya dan Tuan Janson. Dan Xelino! Kau memang anak yang usil tapi sebenarnya aku sudah tahu kalau kau orang baik. Sekalipun kau tetap dalam identitas mu yang sebenarnya, kau tidak akan memanfaatkan nama keluargamu kan?" kata Jennifer menanggapi pertanyaan suaminya.


"Ya nyonya, tapi aku minta maaf, sepertinya aku telah menyakiti hati Carolyn. Dia sangat tersakiti dan tidak bisa memaafkan ku saat ini. Aku benar benar minta maaf telah membuat nya kecewa, tapi percayalah saat ini aku sudah mencintainya dan juga bermaksud ingin menikahinya nyonya, tuan," saut Xelino pelan masih menundukan kepalanya.


Lexa begitu mengerti perasaaan anaknya. Dia pun mendekati Xelino dan memegang pundaknya.


"Sabar sayang, aku akan membantumu, aku akan bicara pada Carolyn?" kata Lexa menawarkan.


"Jangan mami! Jangan! Biar aku saja. Biar aku saja yang akan membuktikan padanya bahwa aku tidak akan menyerah begitu saja. Aku akan berusaha memenangkan hatinya lagi. Apapun yang terjadi. Aku hanya meminta ijin padamu Tuan dan Nyonya, biarkan aku yang merawat Carolyn sampai dia pulih dan aku yang akan mengantarnya ke mansion kalian sebagai usahaku untuk kembali meraih kepercayaannya padaku. Aku mohon, Tuan Gilbert, Nyonya Jennifer," kata Xelino kini menatap Gilbert dan Jennifer dengan sangat serius. Gilbert menoleh tersenyum ke arah istrinya. Sementara istrinya tidak menunggu keputusan suaminya lagi. Dia pun mengangguk tersenyum pada Xelino.


"Tentu saja Xelino, kami mengijinkanmu, yang memang selalu merawat Carolyn kau kan? Dia pasti akan bertanya tanya kalau kau tidak mengurusnya. Sebenarnya, sekalipun kau bukan anak Tuan Leon, aku memang menyukaimu menjadi pendamping anakku Xelino. Kau sangat tulus menemani Carolyn. Aku membutuhkan pria sepertimu untuk menggantikan kami, jika Tuhan nanti sudah memanggil kami dan tidak ada orang yang kupercayai untuk menjaga anak semata wayangku itu. Sementara kami tidak tahu bagaimana keadaan Casey selanjutnya. Kalau aku sudah tahu sifat nya seperti ini, aku jadi ragu menitipkan Carolyn padanya. Oleh sebab itu, aku menyukaimu mendekati anakku, Xelino," kata Jennifer dengan sangat serius tapi teta tersenyum.


"Terimakasih nyonya, tuan, kalian lihat saja, aku akan membuat Carolyn memaafkanku dan menerimaku menjadi kekasihnya," saut Xelino bertekad.


"Ya, kami yakin kau akan berhasil mendapatkan hati ya. Kemarilah, aku akan memberitahumu sesuatu Xelino," panggil Jennifer kemudian.


"Ada apa nyonya?" Tanya Xelino mendekati Jennifer.


"Kalau Carolyn juga menyukaimu, jangan menyerah, dia pasti jadi milikmu," bisik Jennifer pada Xelino.


"Ya, aku paham Nyonya, terimakasih. Kalau begitu, aku undur pergi hendak membelikan sesuatu untuk Carolyn," ijin Xelino meninggalkan mereka.


Semuanya mengangguk tersenyum. Xelino pun membungkukan tubuhnya dan pergi dari sana. Sementara Gilbert dan Jennifer menemani Lexa dan Leon menjenguk Carolyn. Carolyn tentu terkejut kalau ternyata Lexa dan Leon sudah berbincang dengan kedua orang tuanya.


"Carolyn, percayalah, cinta Xelino tulus padamu, kiranya kau bisa menghargai setiap usahanya," kata Lexa memegang tangan Carolyn.


"Tenang saja nyonya, aku percaya padanya bahkan sebelum kau mengatakannya. Aku tahu Xelino pria yang baik. Aku hanya ingin melihat sikapnya yang manis saja untukku. Jauh dari itu aku pasti akan memilih nya," balas Carolyn tersenyum hangat.


Lexa pun tersenyum mendengar penuturan Carolyn. Dia memeluk Carolyn. Carolyn sangat senang dengan semua keadaan ini. Sejatinya Carolyn tidak akan menjauh atau juga melepaskan Xelino. Dia sudah yakin dengan pilihannya bahwa hatinya telah berlabuh pada Xelino.


...


Xelino pergi ke kedai kue ikan yang biasa ia datangi. Di sana ada Ama Mona yang sedang mengaduk adonan dengan semangat.


"Ama, aku mau lima kue ikan rasa kacang merah," pinta Xelino.


"Hay Xelino, sudah lama tidak kemari!" saut Mona mulai mempersiapkan yang diinginkan Xelino.


"Kakek ku meninggal Ama," ujar Xelino. Mona membelalakan matanya.


"Paman Larry? Paman Larry meninggal? Oh Tuhan, mengapa tidak ada yang memberi tahuku? Lalu, apa beliau sudah dimakamkan?" tanya Mona begitu terkejut.


"Paman? Kau mengenal kakekku?" selidik Xelino memicingkan matanya.


"Sudahlah, aku anak dari teman kakekmu. Aku berteman dengan ibu dan ayahmu, jadi kau tahu kesimpulannya kan?" saut Mona.


"Hem, kesimpulan bahwa kau terlibat dalam setiap peristiwa yang berhubungan denganku?" dengus Xelino dengan wajah sebal.

__ADS_1


"Begitulah. Ini semua karena mami dan grany mu, mereka berdua sangat mencemaskanmu, kau tidak usah marah!" balas Mona menjelaskan yang terjadi.


"Mereka berdua memang orang yang sangat kucintai! Aku tidak akan menyalahkan mereka, tapi aku malah mengucapkan terimakasih padamu. Thanks Ama!" Xelino malah mengucapkan terimakasih dan lebih mencintai ibu dan nenek angkatnya itu.


"Sama sama Xelino. Aku sudah menganggapmu sebagai anakku yang di Oriental. Aku belum bisa kembali ke sana karena biaya pesawat yang terlalu mahal. Aku hanya penjual kue ikan. masih bagus sudah bisa makan dan menyewa apartemen kecil," tutur Mona dengan segala kesulitannya.


"Mengapa kau tidak meminta pada mami dan granny ku?" selidik Xelino.


"Nope! Aku melakukan yang mereka kerjakan semata mata melakukan untuk anakku juga. Aku tidak mau imbalan!" decak Mona.


"Kau ini Ama! Sebaiknya kau pulang ke Oriental tinggal bersama anak anakmu! Besok aku akan memberikanmu tiket pesawat," saut Xelino dengan mudah.


"Jangan Xelino, kalau kau lakukan itu, aku akan marah dan tidak mau membuka kedai ini lagi!" ancam Mona menunjuk unjuk dengan sumpit.


"Hem, ancamanmu Ama! Lalu di mana aku bisa memakan kue ikan terenak ini lagi? Carolyn sangat menyukainya," saut Xelino lagi.


"Hem, apa kau sudah menjadi kekasih nya?" tanya Mona memastikan.


"Belum ama, tapi aku sudah mengungkapkan semua jati diriku yang sebenarnya. Dia sudah tahu siapa aku. Kau juga sudah tahu kan apa yang kulakukan?" jawab Xelino melemah mengingat wajah Carolyn yang bersedih karenanya.


"Lalu, apa responnya?" tanya Mona lagi penasaran.


"Dia marah padaku! Dia kecewa dan tidak mau peduli lagi padaku, oleh sebab itu aku kemari untuk membelikannya kue ikan. Dia sedang sakit, ama," kata Xelino makin bersedih.


"Dia sakit setelah mendengar pengakuanmu?"


"Oh bukan. Ada seseorang yang hendak menyakitinya, dia shock dan tidak menerima sehingga kondisinya jadi melemah, ya ditambah lagi mengetahui siapa aku yang sebenarnya,"


"Tidak Ama, katanya dia mencintaiku sebagai Xelino Juan, bukan sebagai Xelino Janson yang ternyata seorang penipu," saut Xelino mengatakan yang sebenarnya.


"Ya, dia juga memang benar, hem baiklah aku akan membuatkan sesuatu padamu. Aku hanya membuatkannya jika ada pesanan. Biasanya pasangan yang diberikan ini akan senang. Aku sedikit banyak mengenaik merangkai bunga tapi aku menggunakan kue ikanku. Biasanya para pasangan pria memberikan ini pada pasangan wanitanya. Tunggu sebentar ya?" kata Mona akhirnya yang lagi lagi membantu Xelino.


"Apa yang mau kau buat Ama?" tanya Xelino penasaran.


"Something Special," saut Mona dan dia mulai memanggang kue kue ikan itu kira kira sebanyak 15 buah. Dia pun mengambil sebuah kertas bungkus makanan berwarna merah yang cukup besar. Ternyata di sana dia menata kue kue ikan yang sudah ditusuk tusukan makanan menjadi seperti kumpulan bunga yang dijadikan buket. Mona juga menambahkan krim gula merah di sisik sisik kue ikan lalu pita pemanis untuk mengikat semuanya menjadi satu.


"Ini! Berikan padanya, aku yakin dia tidak akan marah lagi, kalau dia masih marah, dia berbohong padamu!" Kata Mona memberikan buket kue ikan itu secara hati hati pada Xelino.


Xelino benar benar terkesima. Dia pernah melihat buket bunga yang indah tapi tidak seindah dan sekreatif ini. Sungguh, Xelino yang seorang pria saja sangat sangat tersanjung jika mendapatkan buket kue ikan ini. Xelino jadi sayang untuk memakannya.


"Berapa buket kue ikan ini Ama? Sepertinya cocok dimasukan ke dalam musium kuliner atau musim makanan, kalau ada, haha! Ini menakjubkan! Kau sungguh koki kue ikan terhebat! Berapa harganya, Ama?" tanya Xelino masih memandangi buket lezat ini.


"Cih, ambil saja, kalau nona Carolyn mu memaafkanmu, itu sudah menjadi bayaran terbesar untukku!" nona berdecih.


"Ama, aku heran denganmu, aku mau memberimu uang atas kerja kerasmu, tapi kenapa kau menolaknya?" sungut Xelino terheran.


"Xelino, aku merindukan anakku satu satunya di oriental. Dia hanya seorang buruh jadi dia juga sulit untuk menjemputmu kemari. Dia membiaya anak dan istrinya saja sudah bagus. Namun, ketika aku melihatmu, aku merasa dekat kembali dengannya. Walau tidak bertemu asal melihatmu membeli kue ikan ku dengan jumlah banyak, aku sudah senang. Anakku sangat menyukai kue ikanku ini," ujar Mona menjelaskan isi hatinya yang sebenarnya. dia sudah senang melihat orang lain bahagia.


"Ama, kau benar benar menyentuh hatiku. Terimakasih Ama, semua kebaikanmu akan kubalas, pasti dan kau tidak boleh menolaknya. Jadi, aku bawa buket kue ikan ini secara gratis?" kata Xelino lagi meyakinkan.


"Gratis! Karena senyummu saja sudah menggantikan seberapa mahalnya kue ikan ini!" balas Mona tersenyum melebar.

__ADS_1


"Ama, kau yang terbaik. Tuhan mengasihi dan memberkatimu. Baiklah, aku pergi dulu. Jaga dirimu dan kesehatanmu, aku akan kembali lagi, oke? Cup!" Ucap Xelino dan mengecup pipi Ama Mona dengan cepat lalu menjauh dari kedai itu. Mona tersenyum dan benar benar merasa dekat dengan anaknya. Dengan cepat Mona malah menghubungi anak, menantu dan cucunya, sementara Xelino segera melajukan mobilnya kembali ke rumah sakit.


...


"Tuan Leon, Tuan Gilbert, Ansel Gellarmo masih tak sadarkan diri. Ada gejala gegar otak ringan karena hantaman anak anda sampai mengenai sistem sarafnya dan beberapa terputus. Kemungkinan juga karena pengaruh alkohol yang sebelumnya ia konsumsi. Jadi Ansel Gellarmo harus menjalani perawatan dan setelah sadar maka akan mendapat hukumannya," kata kepala polisi Felix yang melaporkan apa yang sudah ia kerjakan.


"Aku ingin dia di penjara di Indian selama seumur hidup. Aku tidak mau dia kembali berkeliaran dan membuat masalah, kepala polisi Felix!" pinta Gilbert.


"Baik tuan Delinsky, kami akan melaksanakannya. Kalau begitu saya permisi dulu. Semoga anak anda segera pulih," saut kepala polisi Felix.


"terimakasih,"


"Permisi Tuan Janson, Tuan Delinsky, selamat siang!" ijinnya lagi.


Kepala Polisi Felix pun pergi setelah memberitahu kondisi Ansel yang sedang dirawat di rumah sakit kepolisian Springfield.


"Baiklah, tuan Gilbert, aku dan istriku juga undur diri. Aku sudah memberi pesan pada Xelino. Aku harus kembali ke desa karena Tuan dan Nyonya Prime juga harus kembali ke Legacy. Anak pertama mereka akan menikah, kami harus menyelesaikan semua urusan satu persatu," kata Leon juga meminta ijin untuk undur diri.


"Terimakasih atas tindakan anda dan Xelino karena telah menyelamatkan anakku," ucap Gilbert berjabat tangan dengan Leon.


"Sama sama tuan, sebentar lagi kita akan menjadi satu keluarga," gumam Leon antusias.


"Ya, semoga hati Carolyn secepatnya meluluh karena Xelino," gumam Gilbert juga.


"Tenang saja, dia tahu apa yang harus ia perbuat,"


"Ya, selamat siang tuan Leon, hati hati di jalan," ucap Gilbert berjabat tangan dengan Leon. Leon mengangguk tersenyum. Dia pun kembali ke ruang perawatan Carolyn untuk memanggil Lexa. Leon dan Lexa kembali ke desa sementara Xelino baru saja tiba.


"Permisi, selamat siang," ucap Xelino yang memasuki ruang perawatan Carolyn dengan perlahan.


"Masuk Xelino!" Kata Gilbert. Xelino masuk ke dalam dan tampaknya James juga Grizel sudah pulang sementara Carolyn sedang tertidur.


"Xelino, Grizel dan James sudah pulang. Mereka butuh istirahat. Carolyn juga baru saja tidur setelah meminum obat. Dia hanya makan sedikit. Nanti kau suapi lagi setelah bangun ya? Aku dan Gilbert akan meninggalkan kalian sampai kau yang mengantarnya pulang. Kami juga harus memeriksa keadaan Casey. Semoga hari ini sudah sadar. Aku titip anakku sesuai permintaanmu untuk merawat anakku," kata Jennifer kemudian.


"Tenang saja Nyonya , aku akan merawatnya sebaik mungkin," saut Xelino membungkukan tubuhnya memberi hormat pada Jennifer.


"Baiklah Xelino, kami pergi dulu," kata Gilbert dan dia bersama istrinya pergi meninggalkan Xelino dan Carolyn. Xelino sudah menaruh buket kue ikan itu di atas meja makan.


Sebelumnya, Xelino sudah kembali ke apartemennya dan mengganti pakaiannya agar Carolyn selalu nyaman di dekatnya. Xelino kembali mendekati Carolyn. Dia mencoba untuk menggeser tubuh Carolyn agar dia bisa ikut tidur di samping Carolyn. Carolyn tampak sangat pulas.


Xelino pun berhasil tidur di samping Carolyn sambil meletakan tangannya di bawah leher Carolyn sehingga dia bisa mendekap wanitanya itu.


"Hem Carolyn? Aku sudah menyediakan something Special for you, i love you Carolyn, now and ever after," ucap Xelino terkekeh dan tertidur di samping Carolyn.


...


berapa episod lagi ke end ya ??


malem up LG ya 😁


jangan lupa LIKE dan KOMEN nya yaaa 😊

__ADS_1


thanks for read and i love you 💕


__ADS_2