Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 16


__ADS_3

"Leon, Jimmy Overdosis dan dia meninggal di tempat!" Pekik Rico merasakan pertanyaan yang akan terlontar di benak Leon.


"APA?!!! KAU BICARA YANG BENAR RICO!!" Teriak Leon benar terkejut.


Solane semakin menangis di pelukan Lexa. Jantung Lexa ikut berdegup kencang. Matanya melotot dan dia terus mengelus pundak sahabatnya itu.


"Ba, ba, bagaimana bisa terjadi Solane, Rico?!" Tanya Lexa masih shock dan terbata.


"Iya, dia seperti sedang pesta obat obatan dan minuman alkohol dalam jumlah besar di kamar nya." Kata Rico menggaruk garuk pelipisnya.


"Ini gila! Benar benar Gila! Aku akan ke kamarnya sebentar!" Ujar Leon tak habis pikir. Dia hendak menuju ke kamar Jimmy.


"Leon?" Panggil Rico sebelum Leon menuju kamar Jimmy.


"Tuan Dion sedang mengurusi. Aku harus mengantar Solane ke rumah sakit untuk pemberian data Jimmy." Kata Rico kemudian.


"Aku ikut! Aku akan menemanimu Solane! Kau tenanglah!" Kata Lexa menarik diri dan menghapus air mata Solane.


"Tidak tidak Lexa! Kau di sini saja. Leon, kau temani saja Lexa. Dia sedang mengandung jangan sampai kelelahan dan terjadi yang tidak tidak. Biar Solane bersamaku Lexa," ujar Rico memberikan arahan agar semuanya tidak kacau lagi.


"Dan Leon, Nyonya Bella dilarikan ke rumah sakit karna benturan di kepalanya. Aku juga akan memeriksa kondisinya dan nanti aku akan mengebari kalian. Kau, Lexa dan Solane sedang emosi. Jangan sampai ada suatu kekacauan lagi!" Tambah Rico berusaha bijaksana.


"Kenapa Nyonya Bella? Apa karna diriku yang mendorongnya tadi Rico?" Selidik Lexa sedikit terkejut dengan keadaan Bella. Biar bagaimanapun, Lexa tidak akan berbuat kasar jika tidak menyulitkan dirinya. Dia sudah sangat emosi tadi.


"Sepertinya Lexa, tapi kau tenang saja, beliau sudah ditangani, tinggal tunggu hasilnya saja." Kata Rico.


"Baiklah Rico, aku akan disini bersama Lexa. Kau jaga Solane dan kabari aku perkembangannya ya?" Kata Leon mencoba mengerti.


"Siap Leon! Ayo Solane! Sudahlah jangan menangis terus!" Decak Rico menarik tangan Solane


"Tidak mungkin kalau aku tertawa! Kau ini bodoh atau apa hah?!" Balas Solane mengucek matanya dan memukul lengan Rico.


Rico pun merangkul Solane menuju ke basement parkir sementara Lexa kembali masuk dalam pelukan Leon. Dia agak takut dengan semua kejadian ini. Tak lama Dion datang setelah semua teman teman Jimmy dan juga Jimmy dilarikan ke rumah sakit.


"Leon, Lexa? Kalian sudah baikan?" Tanya Dion.


"Ya Tuan!"


"Lexa, kau tenang saja, Leon tidak macam macam dengan Nyonya Bella. Satu harian ini musangmu ini kuberi rantai di lehernya." Kata Dion lagi bergurau.


"Tuan!" Leon berdecih.


"Benarkan?! Kau terus ada di belakangku!"


"Ya ya, itu saja aku tetap diterkam!" Dengus Leon tak yakin dengan janji penjagaan tuannya akan dirinya..


"Lalu Lexa datang?" Selidik Dion sedikit terkekeh.


"Begitulah!"

__ADS_1


"Aku jadi ingat Viena. Hem, Leon sebaiknya kita pindah dari sini. Kita ke resort prime saja karna lokasi ini akan diperiksa semuanya. Tidak baik juga untuk kandungan istrimu kan?" Kata Dion yang sepertinya sudah mengetahui kehamilan Lexa.


"Ah iya Tuan, Lexa mengandung."


"Yasudah ayo kita ke resort! Besok pagi Ben datang dan mengurusi semuanya. Dia bersama Abby. Kita bisa jalan jalan dulu sejenak menghilangkan penat dan masalah ini." Ujar Dion menyarankan.


"Mengapa kau tidak menyuruh Nyonya Viena juga Tuan? Berikan Dior pada Nyonya Besar. Satu kali ini saja kita bersenang senang." Tutur Leon membuat sebuah liburan kecil.


"Ah benar, kau benar! Si Jeremy tua itu juga sedang ingin santai bersama Nyonya besarmu dan Dior." Tambah Dion menyetujui pikiran Leon.


"Biar aku yang mengatakan padanya dan Abby Tuan." Kata Lexa.


"Ya baiklah! Ayo ke mobil Leon!"


"Eng, tapi Leon, Tuan Dion, bisakah besok kita juga memastikan Nyonya Bella? Aku khawatir karna aku yang menyebabkan dirinya tak sadarkan diri dan berdarah." Kata Lexa menarik tangan Leon dan membuat Dion terkejut kalau Lexa melakukannya. Sepertinya dia melewatkan suatu drama yang seru.


"Are you seriously, Lexa?" Dion mengankat satu alisnya.


Lexa mengangguk muram dan sedikit takut.


"Kita tunggu kabar dari Rico saja sayang, kau tenang lah, kalau dia menuntut, langsung kita menuju ke pusat senjata rahasia kita, Lexa. Kebetulan kita di sini kan? Suruh Tuan Dion dan Nyonya Viena membuat janji dengannya." Pekik Leon mengingat mereka ada di Honolulu dan dekat dengan lokasi Egnor.


"Cih, Di dengar dia habis kau Leon, aku saja tidak berani! Kau samakan lagi dia dengan senjata rahasia!" Decak Dion serikit terkekeh.


"Tenang, aku akan bicara pada Nyonya Claudia! Senjata itu akan meredam jika kita tahu penangkalnya!" Kata Leon menantang, padahal dia yang paling segan dengan Egnor.


"Leon, Diamlah! Tuan Egnor tahu kau benar benar akan habis!" Lexa mengingatkan sambil memukul kecil dada Leon.


...


Sementara itu Solane termangu memandangi luar jalan di sisi mobil selama Rico melajukan mobilnya. Betapa dia sebenarnya hanya ingin membantu temannya, Lexa. Tidak ada sedikit benaknya mengetahui atau menemukan suaminya kehilangan nyawanya dengan begitu tragis seperti ini. Bahkan yang paling membuat Solane sedih dan kecewa terhadap suaminya, bahwasanya Jimmy tewas dengan memeluk Sherly. Solane sangat tahu dan ingat perempuan yang benar menggoda Jimmy. Ternyata mereka masih berhubungan dan membuat perkara seperti ini.


Solane kembali meneteskan air matanya. Rico menoleh sesaat. Dia benar benar tidak tega. Ingin rasanya dia saja yang tersakiti, jangan wanita yang ia sukai ini. Rico lalu mengulurkan tangannya meraih puncak kepala Solane. Dia mengelusnya agar dapat sedikit menenangkan wanita ini. Solane sedikit tersentak dan menatao Rico.


"Ricoo, kenapa hidupku menjadi seperti ini? Bagaimana dengan Jacklyn dan ibu mertuaku?" Kata Solane lirih dengan deraian air matanya. Rico hanya memasang wajah pasrah. Dia lalu meminggirkan dan memarkirkan dulu mobilnya. Dia melepas sabuk pengaman dan mendekatkan dirinya pada Solane dan memeluk wanita itu.


"Menangislah! Aku disini! Kau tenang saja, Jacklyn dan ibur mertuamu akan mengerti. Sekarang kau tulang punggungnya dan sebisa mungkin aku akan menemanimu. Kau tenang saja. Sekarang kalau kau belum puas memangis, menangislah Solane. Basahi seluruh bahu dan pundakku. Aku rela asal hatimu lega. Aku tak sanggup melihat kau nelangsa seperti ini sejak tadi


"Ricooo, kau jangan memberiku harapan harapan agar aku kuat. Kau tidak seharusnya mengatakan akan membantuku! Aku yakin kau tidak akan bisa membantuku! Aku akan sendiri aku yakin! Tidak akan ada pria yang mau dengan wanita beranak 1 sepertiku! Sepertinya ini karma lagi untukku karna mengatai majikannmu Rico. Huaa, aku harus bagaimana? Mengapa sulit sekali menjadi orang baik?" Kata Solane di tengah tangisannya sambil terus memeluk Rico dengan erat. Solane membohongi dirinya. Dia merasa hangat dan tenang dalam pelukan Rico. Dia seperti jatuh cinta lagi. Tapi, benar benar dia tidak mau terlalu berharap jauh dengan Rico. Dia takut Rico tidak akan menerimanya apa adanya. Sesuatu yang tidak mungkin seorang hebat dan bersih seperti Rico mau bersanding dengannya yang hina, janda dan memiliki anak.


"Jangan kau terus menyalahkan takdir Solane. Dan jangan juga berbicara tentang karma. Bagiku tidak ada kata itu. Semua ini rencana Tuhan. Kau tahu?" tutur Rico dan menarik diri dari solane. Dia menatap sahabat Lexa itu dan memegang kedua lengannya.


"Mungkin saja ini rencana Tuhan untuk membuatmu dan diriku lebih dekat seperti ini. Kau menikmati kedekatan kita kan Solane?


"Kau bicara apa?! Jangan menghiburku seperti ini!" Saut Solane memukul pelan dada Rico. Rico menghela napas. Dia lalu memegang dagu Solane.


"Solane, aku serius!" Ujar Rico kemudian menatap tajam mata Solane.


Deg! Deg! Deg! Jantung Solane berdetak sangat cepat! Benar! Ini seperti dirinya jatuh cinta pertama kali dengan Jimmy. Bahkan ini lebih luar biasa dan ingin sekali dia langsung mencium bibir merah Rico dan tipis itu. Tapi dia wanita, bahkan wanita tak benar untuk Rico. Dia hanya mengikuti arahan mata Rico yang menatapnya dua kali lebih serius dari biasanya.

__ADS_1


"Aku menyukaimu Solane! Aku ingin selalu dekatmu! Aku ingin selalu bermain dan bersenang senang dengan Jacklyn! Aku serius!" Kata Rico lagi.


Entah mengapa seluruh kesedihan dan kecemasan Solane runtuh. Dia ingin pria ini. Apa pria ini benar benar menyukainya. Solane masih merasa masih seperti gurauan namun dia sudah terbuai. Wajah serius Rico yang membuatnya semakin tampan. Tatapannya yang tajam dan sayu, hidungnya yang mancung serta jangan lupakan bibir tipis Rico yang merah. Solane menyadari Rico jauh lebih tampan dari Jimmy bahkan dari Leon menurutnya. Solane masih terdiam di sana dan semakin diam bahkan menurut karna Rico mulai memajukan wajahnya dan mengecup bibirnya. Solane membelalakan matanya. Dia merasakan kecupan Rico yang benar benar membuatnya jatuh lagi terhadap pria. Solane memejamkan matanya dan sedikit membuka bibirnya. Rico malah melumatnya dengan pelan dan penuh kasih sayang. Solane merasakan kelembutan pria ini.


Namun tak berapa lama


~Cih! Kau mengataiku bedebah! Sebenarnya siapa yang bedebah! Kau berselingkuh dari Leon! Dan sekarang? Bahkan jenasah suamimu saja belum di bersihkan! Jadi sebenarnya kita sama Solane!~ seketika Solane merasa Jimmy di depannya dan mengatainya.


Solane membuka matanya dan menarik diri dari ciuman Rico. Napasnya sesak. Dia memegang mulutnya.


"Jalankan mobilnya Rico! Kita ke rumah sakit! Sekaraaaangg!!!!" Decak Solane acuh dan menundukan kepalanya.


"So, Solane? Maafkan aku


Solane menggeleng dan Rico menuruti Solane. Dia harus tenang dan bersabar. Solane baru saja kehilangan suaminya. Rico pun kembali menjalankan mobilnya menuju ke rumah sakit.


...


...


...


...


...


kalem rico, yakin solane demen sama lu tenang aja jodoh ditangan eke 😂😂😂😂😂😂


piss piss jangan komenin itu peliss!! 😝😝


.


next part 17 baru deh SPECIAL SOLANE DAN RICO 😍😍


.


Betewe betewe hehe intip dongg Karya Novel BARU akoh dengan judul DEJA VU : JASMIE & CHEST 😁😁


ceritanya FRESH dan BARU ya dan terlepas dari #MantanTerindahTheSeries 😁😁


semoga berkenan intip ya caranya klik fotoku terus ke karya.. maaciiww 😍😍


.


Jangan lupa LIKE dan KOMEN nyaa ya


Kasih RATE dan VOTE juga di depan profil novel mohon bantuannya hehe 😊😊


.

__ADS_1


Thanks for read and i love you 💕


__ADS_2