Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
AFTER MARRIAGE LEXA LEON PART 19


__ADS_3

"Rico lepas! Lepaskan pelukanmu!" Decak Solane berusaha menarik diri dari pelukan Rico.


"Tidak! Kau harus menjadi milikku maka aku akan melepaskannya!" Kata Rico tak mau kalah.


"Rico! Semua orang melihat kita. Lepaskan!" Solane masih berusaha meronta dari dekapan Rico yang sebenarnya sangat membuatnya tenang.


"Tidak ya tidak Solane! Kau ini mengetahui perasaanku atau tidak hah?" Rico memohon keyakinan Solane.


"Lepas dulu aku mohon!" Solane terus meminta.


Akhirnya Rico melepaskan pelukannya dan memegang lengan Solane.


"Jadi, kau mau menjadi kekasihku?" Tanya Rico lagi memastikan.


"Tidak!" Jawab Solane menghempaskan tubuh Rico selagi ada kesempatan untuk melarikan diri.


"Sial!" Decak Rico menghela napas dan kembali mengejar Solane.


"Solane! Apa yang salah dari ku hah? Aku menyukaimu, aku mengatakan aku mencintaimu. Di mana letak kesalahannya? Jelaskan Solane! Betapa sulitnya kau berbicara padaku hah? Kau menghargai ku atau tidak?" Kata Rico menahan tangan Solane lagi dengan mudah.


"Kau hanya kasihan padaku Rico, tidak lebih. Kau hanya tak mengerti saja. Sudahlah, jangan menahan ku lagi! Mengapa kau sangat keras kepala hah?" Pekik Solane menghempaskan pegangan tangan Rico namun gagal.


"Aku tidak peduli dengan semua alasanmu yang sangat tak masuk akal!" Kata Rico memegang erat pergelangan tangan Solane.


"Oke oke! Lepaskan dulu!" Pinta Solane mencoba membuat Rico tenang.


"Tidak! Kau akan berbohong lagi! Kau harus menjadi kekasihku terlebih dahulu!" Ancam Rico dan dia hendak meyakinkan Solane bahwa dirinya luar biasa pantas untuknya.


"Aku tidak mau Rico!! Mengapa kau memaksa sekali?!" Kata Solane tak habis pikir bagaimana harus menghadapi Rico. Padahal dia seorang wanita beranak satu bahkan sudah tak bersuami.


"Solane! Kau yang merayuku! Kau jangan lupa dong! Kau yang membuatku mencintaimu! Jangan membuatku frustasi Solane!" Bantah Rico dengan nada cukup meninggi.


"Solane? Rico?! Kalian? Mengapa berkelahi sampai seperti ini?" Tanya Renzy yang tiba tiba datang masih menggendong Jacklyn yang tampak sesenggukan.


"Solane, sepertinya Jacklyn mengantuk. Kau ke rumahku atau ke hotel? Sepertinya ibu mertuamu masih sangat emosi denganmu. Kau jangan pulang dulu kasihan Jacklyn!" Kata Renzy lagi menjelaskan maksud dirinya mencari Solane.


"Kau benar Renzy!" Ujar Rico yang akhirnya melepaskan Solane dan mendekati Renzy. Dia dengan sigap menggendong Jacklyn dan berjalan menuju basement parkir. Dengan begini, Solane pasti yang sekarang mengikutinya.


"Argh! Sista Renzy mengapa kau memberinya?" Bantah Solane frustasi.


"Bahkan Jacklyn yang langsung menghambur ke arah Rico! Jangan jangan Solane, Jacklyn tahunya Rico adalah ayahnya! Lihat saja, Jacklyn langsung memegang megang wajah Rico. Sudah sana kau ikuti biar ibu mertua mu aku yang urus." Jawab Renzy santai dan mengarahkan tubuh Solane mengikuti Rico.


"Argh, ini tidak benar!!! Baiklah sis, terimakasih ya?" Decak Solane mengikuti Rico setelah meraih tas bayi Jacklyn dari Renzy.


Renzy terkekeh melihat kejadian langka ini. Dia lalu menghubungi Leon mengatakan kalau sepertinya Solane akan menerima Rico karna Jacklyn. Leon senang dan segera memberi tahu pada Lexa yang sejak Solane pulang ke Legacy, istrinya terus mencemaskannya.


...


"Kemarikan Jacklyn, Rico!" Pinta Solane masih di luar mobil.


"Masuk ke dalam mobil!" Perintah Rico mengabaikan permintaan Solane.


"Tidak! Sini Jacklyn!" Solane masih meminta.


"Masuk sekarang atau aku yang membawa Jacklyn ke hotel!" Ancam Rico menyeringai. Dia bukan memanfaatkan Jacklyn, tapi dia ingin berusaha mendapatkan Solane hari ini juga.


"Rico, aku membencimu!" Umpat Solane akhirnya mengalah dan memasuki mobil.


"Bleee!!! Benci tapi cinta!" Rico menjulurkan lidahnya menggoda Solane.


Akhirnya Solane masuk ke dalam mobil. Rico memberikan Jacklyn padanya setelah memastikan mobilnya terkunci semua, sehingga Solane tidak bisa melarikan diri lagi. Rico membawa Solane ke hotel Atkinson karna menurutnya hotel itu paling aman dari pembicaraan miring menganai masalah meninggalnya Jimmy dan Bella masuk ke rumah sakit. Semua ini begitu mendadak dan tiba tiba.

__ADS_1


"Jangan habiskan uangmu hanya demi menyewa hotel ini untukku dan Jacklyn!" Kata Solane memperingati. Alis Rico menaik dan tidak suka kalau Solane sangat meremehkannya. Biar bagaimanapun juga gajinya pasti tak jauh beda dengan Leon. Dia yakin itu.


"Memang kenapa? Sekarang kalian adalah tanggung jawabku! Hah, kau tenang saja Solane, uang ku banyak! Aku bahkan bisa menyewa hotel ini selama satu tahun kalau kau mau! Kau jangan meremehkanku!" Decak Rico dengan bangganya.


"Oohh, kau kaya sekali ya? Maka dari itu kau tidak usah bersamaku!"


Cup! Rico sudah mendaratkan bibirnya pada bibir Solane. Solane yang menggendong Jacklyn yang sudah tertidur sontak terdiam.


"Kau berisik sekali! Kau terus mengatakan tidak mau bersamaku, aku benar benar bingung!" Bisik Rico di depan wajah Solane. Solane meneguk salivanya. Wajah Rico benar benar membuatnya mabuk kepayang. Benar kata Rico, dirinya pun juga mau bercinta lagi dengan pria ini.


"Sekarang sini Jacklyn, biar aku menggendongnya ke kamar hotel." Kata Rico lagi meminta Jacklyn.


"Aku saja!"


"Baiklah! Jangan coba coba melarikan diri!" Ancam Rico dan dia menuruni mobil. Benar saja, Solane menurut. Mereka berdua berjalan berdampingan. Jacklyn tetap bersama ibunya sedangkan Rico membawa tas besar Jacklyn. Mereka menyewa salah satu kamar di lantai 10. Rico membukakan pintunya dan di sana terdapat satu tempat tidur dan sofa besar. Ruangan tersebut tanpa sekat namun memiliki satu kamar mandi, dapur kecil dan lemari.


Solane segera membaringkan Jacklyn di atas tempat tidur dan menyelimutinya. Rico yang sudah ada di belakang Solane lalu membalikan tubuh Solane setelah memastikan Jacklyn terjaga dengan pulas. Rico langsung saja mencium bibir Solane yang tangan satunya memegang pinggang Solane dan tangan satunya lagi memegang kepala belakang wanita itu. Solane tidak bisa menolak malah membalas kecupan bibir tiba tiba itu. Tak berapa lama mereka bergulat, Rico menarik kepalanya. Dia menatap tajam Solane.


"Peluk aku Solane!" Kata Rico dan Solane malah meneteskan air mata. Entah apa yang sedang Solane pikirkan. Dia hanya benar benar tak pantas untuk Rico dan seharusnya dia masih berduka bukan malah bermain bersama pria seperti ini. Bahkan ada anaknya di sini.


"Apa aku memaksamu Solane?" Tanya Rico kemudian memegang wajah Solane.


Solane mengangguk tapi malah mengelus ngeluskan pipinya pada telapak tangan Rico.


"Maafkan aku Solane, aku terlalu menginginkanmu!" Kata Rico yang merasa Solane menginginkan sesuatu. Rico kembali menghadapkan wajah Solane dan menciumnya. Ciumannya begitu lembut sampai Solane memejamkan matanya.


Pria itu lalu dengan perlahan membuka semua yang menutupi tubuh Solane. Kali ini Solane sadar dan Solane menerima semua perlakuan Rico yang sangat perlahan. Solane dibaringkan di sofa besar itu dan mereka melakukannya lagi. Entah mengapa Solane jadi merasakan ketulusan Rico yang tidak menyerah mengingininya. Dia hanya perlu meyakinkan dirinya.


Kali ini Rico melakukannya dengan lebih serius. Dia menatap tajam Solane dan mengelus lembut wajah Solane sambil memajumundurkan tubuhnya pada tubuh wanitanya itu. Solane pun sesekali mengelus wajah Rico. Dan sampailah semua pencapaian puncak mereka. Rico menyampingkan dirinya memeluk Solane dari belakang dan mengecupi leher belakang Solane.


"Rico?" Panggil Solane sambil mengatur napasnya agar kembali normal setelah pergulatan penuh sensasi karna hanya sedikit desahan yang keluar. Solane takut Jacklyn terbangun dan mereka melakukannya hanya di atas sofa.


"Kau yakin mau menjadi kekasihku?" Selidik Solane lagi.


"Bahkan aku ingin menjadi ayah dari Jacklyn. Jika semua nya sudah memungkinkan termasuk kesembuhan Nyonya Bella serta lamanya waktu mereka melupakan kepergian Jimmy, aku akan menikahimu Solane." Jawab Rico yakin.


"Aku takut janjimu hanya sebatas kata kata saja." Gumam Solane memikirkan keburukannya.


"Tidak! Kau lihat saja!" Pekik Rico meyakinkan.


"Aku takut kau hanya kasihan padaku Rico!" Gumam Solane lagi mengeluarkan semua unek uneknya.


"Sebelum semua nya terjadi Solane. Bahkan ketika kau masih memikirkan Jimmy. Aku sudah menyukaimu. Mengapa kau tidak percaya sekali hah? Sekarang, aku yang bertanya padamu, kau benar benar tidak ingin bersama denganku hah? Kau menolak wajah tampanku dan bagusnya bentuk perutku ini, iya?" Decak Rico tak terima.


"Haaahhh.. kau percaya diri seperti ini yang aku tidak suka!" Dengus Solane.


"Pujilah aku sedikit Solane!" Pinta Rico semakin mengeratkan pelukannya.


"Yayayaaa!!! Matamu tajam dan sayu, hidungmu runcing seperti pisau, dan bibirmu! Aku curiga kau menggunakan gincu ya?" Selidik Solane bergurau.


"Gincu apa?! Liptint! Puas kau hah?!"


"Hahaha!" Solane tertawa lepas dan inilah yang membuat Rico lega. Akhirnya dia melihat kekasih hatinya tertawa sepertinya. Dia lalu tersenyum dan makin memeluknya erat.


"Solane, aku mencintaimu! Jangan menghindariku lagi, aku mohon ya?" Bisik Rico mengelus ngelus belakang leher Solane dengan dahinya.


"Baiklah Rico! Aku menerimamu tapi kita harus berjaga jarak karna aku masih harus berduka dengan kepergian Jimmy." Pinta Solane pada akhirnya.


"Aku mengerti sayang!"


"Yasudah, aku ingin mandi!"

__ADS_1


"Oke!" Saut Rico yang dengan sigap berdiri dan malah menggendong Solane ke kamar mandi. Mereka saling membersihkan diri selagi Jacklyn masih tertidur pulas. Jacklyn benar benar mengerti akan kebutuhan ibunya dan mendukung penuh perjuangan Rico menjadi ayahnya meskipun bukan satu darah.


...


Sementara itu, Dion, Viena, Lexa dan Leon sudah seharusnya kembali ke Legacy. Dion dan Leon harus melanjutkan pekerjaan yang lainnya begitu juga dengan Lexa dan Viena. Terlebih Viena sangat merindukan Dior dan Lexa juga harus memeriksakan kandungannya.


Leon sebenarnya masih bertanya tanya mengenai kerjasama hotel nya dengan hotel Bella. Karna nampaknya Leon ingin menegaskan sesuatu sesekali Bella mengingat sesuatu. Namun, Leon sudah menuruti perkataan Rico. Dia juga sudah menghubungi Rico bahwa dirinya harus kembali ke Legacy.


"Tidak apa Leon. Aku juga akan kembali ke Honolulu. Masalah Solane sudah selesai. Dia sudah menjadi milikku. Kau kembali saja, biar nanti aku menghubungi dokter pribadi Nyonya Bella untuk mengirim perawat mengurusinya."


Begitulah kata Rico dan Leon kembali dengan tenang. Dia hanya perlu membicarakan saham pada tuannya.


Dion Viena dan Lexa Leon berpisah di bandara. Leon membiarkan Ben mengantar tuannya sedangkan dirinya menaiki taxi dengan Lexa.


Sesampainya di apartemen mereka, Lexa merasa perutnya agak nyeri dan sakit. Sakitnya seperti hendak datang bulan.


"Leon, perut ku sakit sekali!" Kata Lexa meringis dan memegang perut bawahnya. Leon menoleh ketika sudah memasuki apartemennya sementara Lexa masih berada di daun pintu.


"Sakit bagaimana?" Tanya Leon kembali dan memegang lengan Lexa.


"Entahlah, seperti hendak datang bulan. Coba tanyakan pada Nyonya Viena atau Solane atau Renzy. Cepat Leon ini sakit sekali!" Pekik Lexa dengan wajahnya yang memucat.


"Untuk apa bertanya, sudah ayo kita ke rumah sakit!" Kata Leon ikut panik.


"Tapi kita belum membuat janji dengan dokter kandungan Nyonya Viena, Leon!" Lexa mengingatkan.


"Tidak perlu dokter kandungan, hanya pemeriksaan Lexa!" Decak Leon mencari kunci mobilnya.


"Ah, baiklah! Aaahhh sakit Leon!"


"Bersabarlah!" Kata Leon memapah Lexa menuju ke basement parkir apartemen.


...


...


...


...


...


Ti ati neng lexa!! Smoga kamu baik2 saja 😭😭


Aku worry sih 🤔🤔


.


Next part 20


Oke gaes kita kembali ke lika liku pasangan Lexa Leon ya dan si Rico dan Solane sampai sini dulu. Biarkan dia berdua pacar pacaran dulu biar kek anakmuda 😁😁


.


Jangan lupa LIKE DAN KOMENNYA DONGG KAKAKK NYAA 😍😍


KASIH RATE DAN VOTE JUGA DI DEPAN PROFILE NOVEL YAA 😘😘


.


THnks for read and i love youu 💕💕

__ADS_1


__ADS_2