Assistant Love Assistant

Assistant Love Assistant
JERRY & ANGEL PART 5


__ADS_3

"Nigel! Kau sudah gila atau apa hah? Kau mau melakukan apa?!" Angel terus saja memukul kursi mobil yang Nigel duduki di depan.


"Diam kau! Hey, mengapa kau biarkan tangannya terbebas hah? Ikat saja tangannya!" Perintah Nigel merasa risih merasakan pukulan Angel pada sisi kursi mobilnya.


"Angel, kemarilah!!" Dua orang teman Nigel menarik tangannya dengan sangat paksa lalu dibelakanginya sehingga bisa diikat.


"Lepas!! Kalian jangan macam macam, kalian akan abis ketika aku bebas nanti, aku bersumpah, aku akan melaporkan kalian pada Leon lalu aku akan menyuruh Tuan Jerry ku membawa polisi untuk kalian, LEPAS, NIGEL LEPASSSSKAN AKUU!!! MOM, DAD, KEMBALILAH, TUAN JERRY SELAMATKAN AKU!!!!" Angel terus berceloteh sambil menangis. Baru kali ini dia tampak tak berdaya. Tangannya di ikat kebelakang dan semua tatapan pria itu sangat membuat dirinya jijik dan terhina.


"Berisik sekali dia Nigel, mau ku bungkam juga bibirnya?!" Saran teman Nigel lainnya.


Cuih! Angel meludahi teman Nigel yang mengatakan itu dan reflek malah Angel ditampar olehnya. Angel terdiam dan memalingkan wajahnya ke bawah. Sedikit darah keluar dari sisi mulutnya karna tamparannya sangat kencang.


"Mengapa kau menamparnya Ray?!" Tanya Nigel setengah menoleh ke belakang.


"Kurang ajar kau ya? Dia meludahiku Nigel! Kau sangat sok cantik Angel!!! Kau tidak bersyukur banyak yang menyukai tapi kau malah menyukai si Tuan kaya itu, kau memang murahan!" Ray menunjuk nunjuk Angel.


"Biar saja, aku tidak takut padamu!!" Angel menantang.


"Kau?!!!" Ray mencengkram dagu Angel. Ingin rasanya dia menciumnya dengan kasar dan menggigit bibirnya, namun tatapan Nigel yang mematikan membuat dirinya malah ngeri.


"Hey? Kau ku bayar untuk menahannya bukan menyiksanya. Itu semua bagianku! Lepaskan tanganmu Ray!" Decak Nigel dan dia terdiam.


"Aaarrrgghhhh!!! Cepat lepaskan aku Nigel!!!!" Angel terus merajuk. Kepalanya sudah agak pusing karna tamparan keras Ray tadi.


"Sebentar lagi kita sampai ke rumahku Angel sayang!" Nigel mengelus pipi Angel yang mana Angel terus menghindar.


Sampailah di rumah Nigel. Rumah Nigel memang selalu sepi. Kedua orang tuanya sangat sibuk dan mereka tidak memiliki asisten rumah tangga tetap. Ada beberapa orang yang dipekerjakan membersihkan rumah dan mencuci baju setelah itu pulang.


Angel di lempar masuk ke dalam rumah sehingga dirinya tersungkur dengan tangan terikat di belakang.


"Nigel, kau mau apakan aku? Aku mohon jangan begini!! Kita sudah putus, kau kan sudah ada wanita lain yang bisa kau gunakan kan?" Angel masih memohon, dia benar benar takut dan sudah pasrah. Dia hanya terus memanggil nama Jerry dalam hatinya.


"Kalian semua tunggu di luar! Berikan kode kalau kalian melihat mobil orang tua ku! Selain itu diam saja! Biar ku bereskan wanita ini sebentar!" Perintah Nigel dan dia menutup pintunya dan menguncinya.


"Terlambat Angel! Kalau kau dulu menurutiku, aku pasti akan melakukannya dengan lembut, tapi sekarang aku sudah dangat tidak sabar!!" Nigel menghampiri Angel. Angel sepertinya mau menendangnya tapi Nigel menghindar. Dia lalu menggendong Angel masuk ke dalam kamarnya lagi. Nigel menjatuhkan Angel di tempat tidur dengan sangat kasar. Dia lalu menutup pintu kamarnya dan menguncinya lagi. Dia mengambil kuncinya dan dia taruh di saku celananya.


"Kemari angel!" Nigel mulai menghampiri Angel.


Angel sudah berusaha bangun dari tempat tidurnya. Dia berdiri dan malah ke sudut kamar. Nigel terus menghampirinya. Nigel malah membuka ikatan tangan Angel agar Angel juga bisa menyentuhnya. Namun Angel malah meronta memukul mukul Nigel sampai Nigel sangat kesal dan menampar Angel agar diam. Nigel memegang kedua tangan Angel ke atas dan langsung mencium bibir Angel yang tidak ada tanggapan.


"Nigel, aku mohon jangan Nigel!!!" Angel sudah menangis.


Satu tangan Nigel merengkuh salah satu bongkahan kenyal Angel di belakang sana dan medekatkan dirinya ke tubuhnya.


"Aku ingin merasakan apa yang sejak dulu ingin kurasakan Angel!" Bisik Nigel yang kini menjelajahi leher dan dada Angel. Tangan Nigel akhirnya membuka kasar bagian atas dress kemeja Angel. Angel masih berusaha mendorong Nigel untuk Angel melarikan diri, ketika Angel kembali berlari, Nigel menarik bajunya dan malah membantingnya kembali ke tempat tidur. Nigel sudah kesal karna Angel begitu gesit. Nigel langsung saja menyibakan rok Angel dan dia hendak menarik pakaian dalam bawah Angel, Angel sudah menahan tangan Nigel untuk melakukannya, dan...


Brak!"

__ADS_1


"Lepaskan tangan kotormu itu pecundang!!!"


Jerry mendobrak pintu pintu itu dan sampailah ia sudah menarik tangan Nigel menjauh dari Angel. Jerry memberikan satu tinju di pipi Nigel dengan sangat keras karna dia sungguh tak habis pikir dengan apa yang mau Nigel perbuat dengan wanita kecilnya. Nigel tersungkur telak di lantai sana dan mengeluarkan darah.


Jerry lalu membantu Angel bangun dari tempat tidur. Dia melepas jasnya dan memakaikannya pada Angel karna dia sudah tampak kacau.


"Eng, siapa namamu? Nigel! Aku tidak mau menghajarmu, aku tidak ahli!! Tapi kupastikan kau masuk jeruji sel! Kau hendak menodai wanitaku! Aku tidak akan membiarkanmu dan semua teman temanmu yang merencanakan rencana hina ini!" Tuntut Jerry menunjuk Nigel yang masih memegang pipinya karna dia merasa sangat nyeri sampai ke tulang rahangnya.


"Ayo kita pulang Angel!" Ajak Jerry dan Angel sudah masuk dalam pelukannya.


"Aku takut!!" Kata Angel mendongakan wajahnya ke Jerry


"Tenanglah, ada aku!!" Jerry menghela rambut halus Angel sambil terus berjalan memeluk.


Jerry mengucapkan terimakasih pada Ana. Ana pun kembali ke alun alun setelah menenangkan Angel yang nyatanya terus terdiam, mungkin masih shock.


Jerry dan Angel berjalan sambil Jerry terus merangkul Angel. Ketika baru saja tiba di jembatan gantung itu, hujan telah turun perlahan. Mereka terus berjalan namun Angel malah mengingat kejadian ketika dia terjatuh. Dia makin mendekatkan dirinya pada Jerry. Mereka sudah agak basah. Namun, mereka terus berjalan. Jerry mengerti ketakutan Angel. Tanpa bertanya apa apa, Jerry malah menggendong Angel ala bridal style. Angel terkejut tapi dia malah menyandarkan kepalanya di dada Jerry. Jerry menatapnya. Dia terus menggendong Angel pelan pelan melaui jembatan yang sudah terlintas setengah tadi. Ketika sudah melewatinya, hujan semakin deras. Pakaian mereka berdua telah basah. Jerry masih terus menggendong Angel. Sesekali dia menatap wajah Angel yang sungguh menggemaskan baginya. Angel juga sesekali melihat Jerry yang menurutnya begitu berwibawa dan sangat gentle.


Sampailah mereka di depan rumah Angel. Jerry menurunkan Angel. Angel berdiri di samping Jerry yang sedang membuka pintu. Angel menautkan tangannya karna agak dingin serta jantungnya yang berdegup melihat semua aksi Jerry yang membuatnya makin menyukai dan mencintai pria yang kini telah membuka pintu rumahnya. Selain itu dengan kemeja putih Jerry yang basah menunjukan tubuh Jerry yanga sangat luar biasa bagus menurut Angel. Jerry menoleh ke arah Angel yang terus menatapnya sebelum masuk ke rumah.


Karna suasana yang dingin, serta hujan yang menghiasi cinta mereka, dan keadaan baju mereka yang basah, entah mengapa Jerry malah mau mencium dan mendekap Angel setelah apa yang ia lalui.


"Angel, aku tergoda padamu, aku minta maaf!" Kata Jerry dan dia lalu meraih leher Angel dan mencium bibirnya. Dia terkejut kalau ternyata Angel membalasnya. Mereka saling melumat bibir dan Jerry menggiring Angel masuk tanpa melepaskan ciumannya. Dia menutup pintu dan kini malah mengangkat tubuh Angel. Dia melingkarkan kaki Angel pada pinggangnya. Angel sama sekali tidak menolaknya. Dia malah melingkarkan lagi tangannya pada leher Jerry.


Mereka masih berciuaman dengan sangat bergelora sampai Jerry pun kini menatap Angel.


"Angel, mau kah kau menjadi kekasihku?" Tanya Jerry mendongakan kepalanya menatap Angel yang ada di atasnya.


"Aku yakin, sangat yakin, aku tidak mau menyesal. Aku sungguh ingin kau menjadi kekasihku, aku mencintaimu Angel!! Aku kesini memang ingin menemuimu. Angel, mau kah kau menerima diriku?" Kata Jerry lagi. Angel terharu.


Dia lalu mengangguk dan kembali mencium bibir Jerry. Dan Jerry pun menuruni Angel. Dia kembali meraih wajah Angel.


"Terimakasih Angel!" Kata Jerry disela mereka berciuman dengan sangat mesra dan lembut. Mereka saling merasakan bibir mereka dan lidah yang terkadang bertemu di dalam sana.


Angel menjadi sangat tergoda, begitu juga Jerry. Angel membuka kancing kemeja Jerry. Jerry tersenyum melihat aksi wanita kecilnya. Jerry mencoba menetralkan dirinya. Dia meraih dagu Angel.


"Kau mau apa?" Tanya Jerry.


"Melihat tubuhmu!"


"Kemarilah!" Jerry malah memeluk Angel.


"Kenapa kau memelukku?"


"Kau jangan menggodaku, kita tidak seharusnya melakukannya sekarang. Aku menghormatimu Angel!" Kata Jerry mengelus punggung Angel. Angel mengerti apa yang Jerry katakan. Angel menjadi sangat paham dan tidak menyesal memilih Jerry sebagai prianya.


Jerry kembali menarik diri nya dan menatap Angel.

__ADS_1


"Sekarang bersihkan dirimu dan ganti bajumu agar kau tak sakit." Jerry kembali tersenyum dan mengelus pipi Angel. Angel mengangguk dan segera menuju ke lantai atas.


Namun ketika dia hendak menaiki tangga, kepalanya pusing dan ia terjatuh ke sisi tangga. Jerry dengan cepat menahan Angel.


"Kenapa Angel?"


"Kepalaku pusing."


"Biar ku gendong ya?" Jerry lagi lagi menggendong Angel sampai ke atas. Angel di dudukan di sisi ranjang. Jerry sudah membuka jas yang tadi ia kenakan. Bagian atas dress kemeja Angel sudah terbuka. Jerry menghela napas. Angel tidak bisa melakukannya sendiri karna tubuhnya lemah.


"Maafkan aku Angel, ijinkan aku membantumu membasuh dirimu ya?" Kata Jerry berjongkok di depan Angel. Angel terus melihat wajah Jerry sementara Jerry melepas dress kemeja Angel. Jerry meneguk ludahnya. Sungguh pemandangan yang membuat dirinya tersiksa. Angel malah menarik kemeja Jerry dan dia kembali membukanya sampai semua kancing terlepas.


"Angel, kau sungguh membuatku tak karuan!" Jerry menggendong Angel lagi di depannya dan menuju ke kamar mandi Angel. Mereka kembali berciuman dia atas shower air hangat yang sudah terbuka. Perlahan Jerry menanggalkan penutup buah dada Angel. Angel tersipu namun tak melepaskan lingkaran tanganya pada leher Jerry.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan Angel? Kau mau memberikanya padaku? Belum waktunya l sayang, bersabarlah.." kata Jerry lembut. Dia pun kembali meraih dagu Angel dan masih berciuman di dalam sana. Namun Jerry mengelus semua tubuh Angel. Dia membalikan tubuh Angel dan memeluknya dari belakang. Dia memegang lembut kedua buah dada Angel yang tidak terlalu besar namun sangat pas di tangan Jerry. Angel melenguh karna Jerry juga mengecupi lehernya.


Sebenarnya secara normal Jerry sudah sangat ingin mengeluarkan sesuatu di dalam di bawah sana, namun pikirannya masih terus berpikir untuk tidak melakukannya sekarang. Dia harus kuat. Angel harus merasakan ketika mereka sudah menikah. Jerry pun memutuskan akan melakukannya dengan tangannya nanti di bawah.


"Sudah Angel! Seluruh tubuhmu telah tersiram air hangat. Ayo kita keluar?" Kata Jerry. Angel benar benar terkesima dengan prilaku Jerry yang tidak memanfaatkan kesempatan. Jerry lalu meraih handuk Angel dan melilitkannya padanya. Dia menggiring Angel ke tempat tidur lagi.


"Celana dalammu belum terlepas! Cepat ganti dan pakai bajumu ya? Aku kebawah juga membersihkan diri. Nanti aku akan membuatkanmu makanan hangat." Ucap Jerry mengecup kening Angel.


Ketika Jerry keluar dari kamarnya, Angel membaringkan dirinya di kasurnya. Dia memegang dadanya dan sungguh menakjubkan luar biasa dirinya semakin mencintai Jerry. Dan mereka sudah menjadi kekasih. Angel yang selama ini tidak menyangka ternyata Jerry juga merasakan apa yang ia rasakan.


...


...


...


...


jiahahaha, nanti dulu neng Angel, lakik lu baik bener itu hadeehhh 😂😂


DDA-DDA-LA-DDA-LA-DDA-LA diriku nyanyi lagu dirimu kan angel hahaha (DALLA DALLA BY ITZY) 😎😎


.


next part 6


kang jerry pulang dulu ke kota y sayang?


neng ikut kang 😁😁


.


tunjukan cintamu padaku dengan memberi LIKE, KOMEN, RATE DAN VOTE yaa smua readerku tercinta 😍😍

__ADS_1


.


thanks for read and i lop you pulll ❤❤


__ADS_2